
Pertemuan pertama mungkin hanya kebetulan, tapi pertemuan selanjutnya adalah kemungkinan ~dhuwi_yhuan
Bumi masih senantiasa dalam gelapnya, hawa dingin menyeruak sampai ketulang,membuat manusia kembali menggulungkan tubuhnya kedalam selimut.Namun tidak dengan Alisyha ia sudah terbangun dari tidur panjangnya
Perlahan ia mulai membuka matanya menatap jam dinding yang menggantung masih menunjukan pukul 02:30. Alisyha beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu
Kini Alisyha tengah terduduk bersimpuh di hadapan Robbnya,
sambil menengadahkan tangannya
Ya Allah hamba tau,
hamba bukanlah hamba mu yang taat terhadap mu,
Bertahun-tahun hamba melupakan kewajiban terhadap mu,
Hamba melalaikan perintah mu ya Robb,
Dengan bangganya hamba menapakan aurat hamba tanpa rasa malu terhadap mu,
Hamba melupakan apa yang seharusnya menjadi kewajiban demi pujian ciptaan mu,
Hamba terlarut dalam hingar bingarnya dunia hingga hamba melupakan hakikat dunia yang fana Ya Robb,
Ijinkan hamba untuk memperbaiki diri di jalan mu ya Allah, bimbing hamba untuk senantiasa taat terhadap mu,
kabulkan lah doa hamba Ya Allah
Robbana atinna fidunya hasanna waa fill'a hirroti hassana waa kinna adza bannar.
Dalam dinginya malam Alisyha berdoa dengan khusyunya di hadapan Robbnya, Air matanya tak kuasa berjatuhan membasahi sajadah yang menjadi saksi antara Alisyha dan Robnya.
Setelah selesai berdoa ia memutuskan untuk membaca Al-Qur'an dan Dzkir.
Tak terasa jarum jam berputar dengan cepatnya, Suara Adzan subbuh berkumandan dengan merdunya membangunkan jiwa-jiwa yang masih terlelap dalam alam mimpinya
Tok...Tok...Tokkk
Suara ketukan pintu membuat Alisyha menghentikan Dzikirnya. Ia beranjak dari atas Sajadah menuju pintu tempat suara ketukan
" Syha bangun !!"
" iy Bun "
Alangkah terkejutnya sang Bunda melihat putrinya sudah mengenakan mukenahnya, pasalnya tidak biasanya Alisyha sudah bangun. Biasanya ia paling susah di bangunkan untuk sholat subuh
" Tumben udah bangun Syha ??" tanya sang Bunda heran
" ihh bunda kalo belum bangun di marahin sekarang udah bangun juga di marahin " ucap Alisyha cemberut
" iy juga. Yaudah bunda cuma mau bangunin kamu aja buat sholat subuh ternyata kamu udah bangun, kamu buruan sholat setelah itu turun ke bawah bantu bunda nyiapin sarapan. Ok."
" sip bun " jwb Alisyha bersemangat.
__ADS_1
" Alisyha udah bangun Bun ??" tanya Ayah
" udah yah "
" yaudah kalo gitu itu Iyan udah turun ayah berangkat kemasjid dulu ya, Bunda jangan lupa sholat "ucap Ayah
" ehemm,, Bunda sama ayah nih pagi-pagi udah pacaran aja nggak tau apa putra tersayangnya ini jomblo " cletuk Abiyan
" makanya kamu buruan nikah " balas Bunda membuat sang putra memutar bola matanya
" Bener kata bunda, apa mau dilangkahi adik mu dulu " tambah ayah
" udah-udah dari pada bahas nikah mending kita buruan ke masjid yah nanti telat loh " ucap Abiyan mengalihkan pembicaraan
" gitu yah kalo di bahas nikah bawaannya kabur mulu " ucap Bunda kesal
" udah-udah Ayah berangkat dulu kemasjid ya Bun, jangan lupa nanti koper ayah di siapin "ucap Ayah
" iya yah beres "
" Assalamu'alaikum Bun "ucap Biyan dan Ayah berbarengan
" Wa'alaikumssalam"
Kini Bunda dan Alisyha telah berkutat di dapur berperang dengan peralatan masak untuk menyiapkkan sarapan spesial untuk sang ayah.Karena hari ini Ayah akan pergi bertugas selama 6 bulan lamanya.
Setelah selesai membantu Bunda memasak, ia kembali ke atas untuk siap-siap ke sekolah. Setelah selesai ia kembali turun ke bawah untuk sarapan bersama
" Selamat pagi Ayah " ucapnya bersemangat sambil mencium pipi sang ayah
" Ayah aja nih abang tersayang mu ini nggak " ucap Biyan sambil menautkan kedua alisnya bermaksud menggoda sang adik
" ishhh, males wleee " ucapnya sambil menjulurkan lidah
Bunda yang melihat anak-anaknya pun tersenyum karena saat-saat ini lah yang selalu membuat suasana rumah menjadi ramai " udah-udah ayo makan "
Suasana makan hening, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang mengisi ruangan itu. Setelah selesai sarapan Bunda mengantar suami dan anak-anaknya ke depan
" Kayaknya Lisyha bakalan kangen sama Ayah deh " rengeknya sambil memeluk erat sang Ayah
Ayah tersenyum manis sambil membalas pelukan putrinya, mengelus puncak kepala sang putri yang tertutupi hijab dengan penuh cinta " Anak ayah kan udah gede, udah mau menikah malah masa masih mau manja sama ayah. Ayahkan perginya juga nggak lama cuma 6 bulan jadi adek nggak usah sedih ok. Nanti kalo ayah pulang mau di beliin apa ?" ucap ayah sambil menggoda putrinya bermaksud agar suasana tidak sedih
Ya Alisyha memang selalu begitu ketika di tinggal ayahnya bertugas. Bahkan waktu kecil ia sering melarang ayahnya dan ingin ikut ketika ayahnya bertugas. Dengan alasan ia tak mau ayahnya tertembak.
" ayah kok bercanda sih, Lisyha serius tau " ucapnya dengan mencebikan mulutnya
" udah-udah acara peluk-pulukannya kayak teletubise nanti ayah ketinggalan pesawat lagi " ucap Biyan menyudahi acara berpelukan adiknya
" Lisyha ikut anterin ayah sampai bandara ya, ya yah ya" rengeknya
" Lisyha kan bentar lagi mau ujian masa bolos sih, kan ayah udah di anterin sama Bang Iyan. Bunda aja masih tetep ngajar kok. Kamu berangkat sekolah sama bunda ya. Pesen ayah jangan bandel nurut sama Bunda dan Abang. Jangan lupa sholat ok." ucap Ayah memberi wejangan
" iya yah " ucapnya tak bersemangat
__ADS_1
" udah ayah berangkat dulu ya. Ayo Yan kamu bawain koper ayah " perintah ayah
" siap ndan "
" Bunda hati-hati di rumah. Jaga anak-anak ya " ucap ayah sambil mencium kening Bunda dan Alisyha bergantian
" Siap yah !! " ucap Bunda sambil mencium tangan suaminya
Setelah kepergian ayah dan Iyan tiba-tiba Bunda mendapat telephone.
" kenapa Bun ?? "
" Temen Bunda masuk IGD Syha jadi Bunda harus kerumah sakit sekarang. Kamu nggak papakan hari ini bawa motor sendiri ?? " ucap Bunda
" iya bun "
" Yaudah Bunda berangkat duluan ya. Kamu jangan ngebut-ngebut bawa motornya. Terus jangan lupa pintunya di kunci " ucap Bunda
Setelah berlalunya sang Bunda Alisyha juga berangkat dengan motor kesayangannya hadiah dari ayah ketika ulangtahun ke-17.
Alisyha mengendarai motornya dengan kecepatan rata-rata. Sampai di pertigaan jalan dari arah yang berlawanan tiba-tiba ada mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi.
DAN ......
BRUKK....
Alisyha jatuh karena terserempet mobil tersebut. Sang pengendara mobil keluar dengan setelan jas rapi dan sepatu pantofel mengkilap
" kamu nggak papa dek ??" tanya orang itu
Alisyha yang tadinya menunduk kini mendongak menatap siapa yang telah membuatnya jatuh. Dan betapa terkejutnya ia " OM temenya bang Iyan !!! "
Raga terkejut karena orang yang ia tabrak ternyata si anak kecil yang suka memanggilnya dengan sebutan Om-om " kamu lagi !!! "
Alisyha kesal kareba di panggil anak kecil. Dan ia terkejut karena menatap jam yang berada di pergelangannya telah menunjukkan pukul 07:00 " aduh telat nih, pokoknya Om harus tanggu jawab. Lisyha nggak mau tau !!"
" Emngnya saya apain kamu ?? "
Alisyha melongo bisa-bisanya orang dihadapanya ini masih bertanya " Om kan udah tabrak Lisyha. Jadi om harus anterin Lisyha ke sekolah nggak mau tau !!"
Raga mengacak rambutnya. Pasalnya ia tadi sudah berhasil kabur agar Ardan tidak bareng dengannya. Dan sekarang ia harus mengantar anak kecil ini. Tapi apa boleh buat ia juga salah karena mengendarai mobil terburu-buru dan alhasil terjadilah kecelakaan " iy-iy kamu masih bisa jalankan ??"
Ketika Alisyha hendak berdiri ternyata kakinya kanannya bengkak dan susah untuk berjalan " Awww " ringisnya
Raga yang melihat Alisyha meringis kesakitan pun biungung harus berbuat apa. ia tidak mungkin menggendong Alisyha pasalnya mereka bukan Mahram. Tapi, ia juga bungung harus meminta bantuan kepada siapa karna di sana sepi.
Alisyha yang melihat Raga yang malah diam saja pun kesal " isshhh, Om bantuin nanti aku telat ke sekolah "ucanya sambil mengulurkan tangan
" ehh, yaudah kamu masih bisa jalankan biar saya papah " putus Raga
Setelah itu mereka berdua memasuki mobilnya menuju ke sekolah.
###
__ADS_1
TBC
dhuwi_yhuan