Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 14


__ADS_3

Karin naik ke lantai atas seperti biasanya ia langsung nyelonong saja tanpa mengetuk pintu dan mengucap salam, kebetulan sekali pintu kamar Elma tidak di kunci. Saat Karin masuk ke kamar ternyata Elma tengah menangis memeluk boneka Beruangnya. " Elma nangis ? " batin Karin bertanya


Karin berjalan perlahan mendekati Elma yang tengah terisak dalam tangisnya sembari memeluk boneka beruang kesayangannya " Ma... Elma " ucap Karin. Namun, Elma hanya diam tak menyauti


" Ma lo kenapa. Lo bisa cerita ke gue Ma " ucap Karin lagi. Kali ini Elma bangun dari tidurnya dan duduk di samping Karin. Ia masih setia memeluk boneka Beruangnya


" Hiks...Hiks....Hikss Ternyata teh sesakit ini Rin " ucap Elma sembari terisak. Karin bingung dengan apa yang maksud sahabatnya ini


" Lo kenapa Ma ? " ucap Karin sembari memeluk Elma berusaha menenangkan


" jadi gini Rin rasanya mencintai dalam diam teh, kenapa Rin kenapa harus sesakit ini. Aku salah apa Rin. Kalo aku boleh minta sama Allah, aku nggak akan pernah minta di karuniai rasa sakit ini Rin. Rasanya sakit banget Rin. Hiks...Hikss....Hiks " ucap Elma. Tangisnya mulai pecah tatkala ia menumpahkan semua rasa yg berkecamuk dalam hatinya


Karin menatap sahabatnya sangat iba melihat kondisi Elma saat ini. Wajahnya pucat pasi, matanya memerah dan bengkak, khimarnya ? jangan di tanya lagi sudah berantakan sekali. Karin tak menyangka Elma bisa sesedih ini. Pasalnya Elma tak pernah seperti ini sebelumnya. Ia sosok prempuan yang kuat, tak pernah mengeluh. Dan baru kali ini juga Elma bercerita bahwa ia tengah mencintai seseorang dalam diam. Tapi siapa ?. siapa yang membuat wanita sesholeha Elma sampai terpuruk seperti ini. Karin berjanji dalam hatinya jika ia tahu siapa yg membuat sahabatnya jadi seperti ini akan ia pukul sampai bonyok." Istigfar Ma. Kamu kan yang selalu ngingetin kita buat selalu istigfar ?. kenapa sekarang kamu jadi kayak gini. Dimana Elma yang aku kenal dulu ?. Di Mana Elma yang selalu ngingetin sahabatnya ?. Dimana Elma yang selalu nguatin sahabatnya ?. Ma sadar Ma bukannya kamu pernah bilang kalo cinta itu fitrah. Kita nggak bisa milih kita akan mencintai siapa dan di cintai siapa ?. kenapa kamu jadi kayak gini Ma ! " ucap Karin mereplay ulang apa yang pernah Elma sampaikan padanya dan Alisyha.


Elma semakin terisak " Kamu nggak tau Rin ! .kamu nggak tau !! .kamu nggak pernah tau apa yang aku rasain !! kamu cuma tau aku yang kuat , aku yang selalu bahagia, Aku yang nggak pernah ngeluh. Kamu nggak pernah tau ada sejuta kata yang ingin aku keluhkan !. Ada sejuta kata yang ingin aku teriakkan pada dunia. Tapi apa !. aku bisa apa ? Hah ! Aku bisa apa Rin. Selain diam dan cuma bisa nguatin diri sendiri sebari sabar dan berkata dalam hati tidak ada gunanya juga aku keluhkan semuanya. Takdir tetap akan berjalan sesuai apa yang tertulis di lauhul mahfudz. Bahkan aku ungkapkan atau tidak pun  takdir tetap nggak akan pernah berubah ! Takdir tetap akan berjalan sesuai kehendaknya tanpa peduli aku bahagia atau tidak dengan semuanyaa.. Hiks..Hiks..Hiks..." Ucap Elma meluahkan semua isi hatinya. Tangisnya makin pecah. Karin tak percaya di balik sosok Elma yang penuh kelembutan dan penuh keceriaan ternyata ia punya sejuta keluhan yang ia simpan rapi sendirian. Karin merasa menjadi sahabat paling jahat karna selama ini ia tak pernah menyadari itu.


Benar kata orang di balik seseorang yang selalu menampakkan kebahagiaan ada sejuta sedih yang ia simpan sendirian. Bukan karna ia kuat, namun terkadang menyimpannya sendirian lebih baik dari pada di keluhkan apalagi di bicarakan. Dunia tetap akan berjalan sesuai ketentuaanya. Dunia tak akan pernah peduli !. Apalagi untuk sekedar bertanya. Apa kita bahagia hidup di dalamnya ?


Bahkan setiap kesenangannya hanyalah tipuan semata !.


Dunia bisa memberi kita kenyamanan hari ini, Besok ? entah kejutan apa yang akan diberikanya.


Perihal duka atau bahagia ?


Dalam kehidupannya keduanya adalah variasi rasa yang mampu membuat kita semakin dewasa.


Yang mampu memberi kita berbagai makna.


Bahwa suka, duka , kenyamanan atau pun penderitaan dalam dunia ini tidak akan berlangsung lama.


Karin mengeratkan pelukkannya" Ma istigfar Ma. Tenangin hati lo. Gue ada disini Ma . Gue ada buat lo. Kalo lo butuh gue, Gue bakalan selalu ada buat lo. Please lo jangan kayak gini apapun bakalan gue kasih ke lo. Asal lo jangan kayak gini. " Karin menjeda ucapannya sebentar ia menyeka air matanya yang tak kuasa terbendung. Ah. Bahkan sosok sebar-bar Karin pun bisa menangis karna melihat sahabatnya yang seperti ini.


Elma menatap Karin ketika air mata Karin jatuh di atas khimarnya. " Ma gue ada ma, apa gunanya sahabat kalo duka aja lo pendem sendirian. Gue ngerasa gak guna Ma !!  Apa gunanya gue jadi sahabat lo selama ini kalo lo selalu pendem masalah lo sendirian . Biarin gue jadi pengdear setia saat lo ngeluh sama kayak yang lo lakuin kalo gue lagi sedih. Ma bukanya lo pernah bilang ke gue kalo kita masih bisa merubah takdir dengan berdoa. Mungkin buat lo hal ini mustahil, tapi buat Allah nggak ada yang mustahil Ma. Man Jadda WaJada Ma ,Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil. Kamu percaya itu kan ? " ucapan Karin membuat Elma menjadi sedikit lebih tenang.

__ADS_1


" Tapi Rin , tapi nggak akan mungkin Rin hanya aku yang mencintainya dia teh enggak " ucap Elma sorot matanya menunjukkan keputus asaan


" Ma . Tatkala Allah sudah berkata Kun fayakun , Bahkan sesuatu yang nggak mungkin, yang mustahil sekalipun akan terjadi Ma. Allah berkuasa atas segalanya. Apa lagi cuma perihal hati manusia. Hati manusia itu sifatnya mudah terbolak balik. Kita mungkin nggak bisa minta hati seseorang untuk jadi milik kita ! . Tapi, kita bisa minta sama Allah sang pemilik hati.


Tikung dia di sepertiga Malam Ma." ucap Karin sembari tersenyum


Elma pun ikut tersenyum " Syukron ukty"


" Ngomong apaan lo kagak paham gue " ucap Karin dengan cengiran membuat Elma tertawa


" Makasih Rin. Btw kok kamu teh jadi bijak gini. Nggak nyaka aku teh kamu bisa lebih bijak dari aku " ucap Elma


" yeahh gue ma emng bijak tapi kagak pernah pamer. Wleee" ucap Karin membuat Elma kesal keduanya pun tertawa bersama. Ya. Itu lah gunanya sahabat. Ibarat anggota tubuh jika satu sakit yang lain ikut merasakan. Dalam hati Elma bersyukur memiliki sahabat yang baik seperti sahabatnya. Di zaman sekarang ini susah sekali mendapatkan sahabat yang benar-benar tulus dan mau selalu ada dalam suka dan duka kita. Jadi, jika kita telah mendapati sahabat yang seperti itu tetap genggam erat mereka jangan pernah lepaskan.


Sahabat mereka bisa jadi penegur tatkala taat kita kian luntur.


Menjadi pelipur tatkala kita semangat kita kian lebur.


" Gimana perasaan lo saat ini " tanya Karin pada Elma


" Makanya kalo ada apa-apa tu di ceritain jangan di pendem sendirian. Btw siapa sih yang lagi di cintai Elma ku sayang ini ?" tanya Karin penasaran dengan muka sok cutenya


Elma tersenyum malu-malu " kamu teh kepo banget sih. Mau tau aja. Wleee"


" ishhh ngeselin lo. awas aja kalo gue sampai tau bakalan gue umumin nih di surat kabar " ucap Karin Kesal


" Lebay kamu mah " Keduanya tertawa lagi.


Suka dan duka dalam hidup ini tak pernah abadi. Jika detik ini kita berduka bisa jadi di detik selanjutnya kita akan berbahagia.


Kita tak pernah tau ada kejutan apa yang akan terjadi tiap detiknya.


Tugas kita hanya mensyukuri keduanya.

__ADS_1


Boleh sesekali kita mengeluh. Jika itu mampu mengurangi sedikit beban di hati kita.


Kita hanyalah manusia biasa, yang tak akan pernah mampu untuk menyimpan segala sesuatunya sendirian.


Kita dapat bercerita kepada seseorang yang kita percaya.


Seseorang yang mau mendekap kita di setiap gelap.


Seseorang yang mau menjadi sandaran tatkala kita kehilangan harapan.


Berbahagialah ketika kita masih diberikan orang-orang yang mau menjadi seseorang yang pertama kali memeluk kita ketika kita tengah jatuh terpuruk dan berada dalam keputus asaan.


***


Di lain tempat Alisyha tengah tegang. Ya karna ia tengah makan malam bersama Abangnya. Tatapan Bang Iyan jangan tanyakan lagi ? sangat menyeramkan. Alisyha lebih suka Bang Iyan yang humoris dari pada saat-saat seperti ini.


Apa lagi saat turun tangga sehabis sholat magrib tadi Bang Iyan bilang ia ingin bicara Empat mata dengannya.


Entah apa yang ingin di bicarakan dari raut wajahnya ia tampak serius. Membuat selera makan Alisyha jadi hilang.


Pikirannya sibuk bertanya-tanya apa yang akan abangnya tanyakan dan jawaban apa yang harus ia berikan ?


***


Saat Alisyha tengah Dag Dig Dug dengan apa yang akan di bicarakan abangnya. Ardan tengah tertawa bahagia sembari menelphone seseorang diluar sana. Membuat Raga yang hendak mengetuk pintu kamarnya menghentikannya. Raga penasaran dengan apa yang tengah di bicarakan adiknya dengan seseorang di telpohone sepertinya pembahasan yang cukup menarik sehingga tawa Ardan terdengar sampai luar. Tapi, apa yang tengah mereka bicarakan.


Raga penasaran tetapi ia memilih untuk mungurungkan niatnya, namun saat ia mendengar ada nama Alisyha. Ia jadi semakin penasaran.


" Dengerin apa nggak ya ?" batinnya. Karena sudah kepalang tanggung penasaran  ia memutuskan untuk mendengarkan dari balik pintu.


Raga tau apa yang di lakukannya tak pantas. Menguping pembicaraan seseorang.


Tapi apa boleh buat.

__ADS_1


Baginya topik tentang Alisyha adalah sesuatu yang menarik bahkan menyita perhatiannya.


Ahh, Entah apa yang ia rasakan dengan sosok gadis yang selalu ia panggil anak kecil itu.


__ADS_2