Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 16


__ADS_3

" Romantis itu tatkala tengah malam kamu bangun dari mimpi indah mu, menyibak selimut dan melawan dinginnya malam, hanya untuk bersujud sembari melangitkan nama ku " Alisyha


***


Tak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, hari ini aku akan melaksanakan ujian.


Padahal baru kemarin rasanya, kami masuk sekolah.


Aku telah mempersiapkan segalanya untuk hari ini.


Untuk kemarin? Tentang Karin? Dani tidak mau bercerita lagi pada kami.


Dengan alasan ia di ancam oleh Karin.


Aku dan yang lainnya sebenarnya penasaran tapi apa boleh buat.


Kini aku berada di depan ruang ujian , sebentar lagi ujian akan di mulai.


Rasanya tegang sekali.


Bukan hanya aku yang tegang.


Yang lain pun merasakan hal yang sama.


Ardan tiba-tiba datang dari belakang mengagetkan ku " udah gak usah tegang, santuy aj Syha" ucapnya lengkap dengan senyum manisnya


" kamu kok ada di sini sih Ar ? "


" ya gimana aku kangen sama kamu."


" hisss beneran Ar !"


" Iya Syha aku beneran kangen "


" Ardan ! . Yang aku maksud bukan itu. Kamu ngapain di sini bukanya belajar ?"


" Kamu tau kan Syha ? " tanyanya pura-pura serius


" tau apa ? "


" Kalo senyuman mu itu semangat ku. Jadi, sebelum ujian di mulai aku harus lihat senyumu dulu biar semangat. " ucapnya sembari mengedipkan sebelah matanya. Membuat semua anak yang berada di dekat kami bersorak


" Cieeeee.... !!!! " ucap mereka berjamaah membuat ku bullshing


Setelahnya membuat ku malu. Ardan yang tidak bertanggung jawab itu pergi ke kelasnya.


Karin dan Elma yang baru kembali dari Kamar mandi pun terkejut melihat semua teman-teman kami bersorak " Ealahhh baru gue tinggal bentaran aja udah rame banget. Ada apaan sih ? " Tanya Karin


Mereka semua kompak menjawab " Kepooo !!! "


Membuat Karin mencebikkan bibirnya " Awas aja ya lo pada kalo udah lulus kangen sama gue."


" PD amat kamu teh Rin " ucap Elma sembari tersenyum. Setelahnya kami memasuki ruang ujian.


***


Di sisi lain Alisyha tengah berjuang Raga tengah sibuk berkutat dengan dokumen-dokumennya.


Hari ini ia akan meeting tender besar.


Dan di pastikan jika tender kali ini goals Papanya akan senang.


Dengan penuh wibawa Raga berjalan ke ruang meeting.

__ADS_1


Raga memasuki ruangan dengan tenang. Kemudian ia memulai meeting dengan penuh ketenangan dan kepercayaan diri.


Setelah dua jam meeting Raga berhasil memenangkan tender kali ini. " Selamat Pak " ucap Randy Sekertarisnya


" ini juga karena bantuan kamu. Dan juga berkat Allah SWT. yang telah memudahkan segalanya "


Raga kembali ke ruangan nya dan di sana telah stand bye Abiyan duduk di kursi kebesarannya tengah sibuk berkutat dengan laptop yang ada di meja kerja Raga. Iyan mendongak ketika mendengar suara ketukan sepatu. " ngapain lo ada di sini " ucap Raga sinis


" Baru dateng juga udah marah-marah bro !. Bukanya tender lo menang ya ?.


Gila lo menang sama kalah itu muka nggak ada beda-bedanya " ucap Iyan sembari melempar tutup bolpoin ke arah Raga


" Ngapain lo di sini. Terus itu lo ngapain buka-buka laptop gue ? " tanya Raga kesal. Pasalnya itu sudah kebiasaan sahabatnya yang asal membuka privasinya.


" Sorry-sorry !


Gue kan cuma kepo lo punya cewe kagak"


" lo sendiri ? "


" gue sih ada cewe " jeda sebentar. Iyan sengaja menjeda ucapannya, ia ingin melihat ekspresi dari sahabatnya.


" siapa ?" tanya Raga mulai tampak serius


Bukan menjawab Iyan malah tertawa " bisa kepo juga lo ." ucap Iyan membuat Raga memutar bola matanya jengah


" Sans bro. Jadi gini nih gue mau khibah seorang cewe. Tapi, gue takut Ga. Gue takut di tolak sama dia " ucap Iyan tatapannya berubah murung


" Tumben pesimis lo "


Iyan menghela nafas berat "gimana gue gak mau pesimis. Dia tu wanita sholeha Ga. Sedangkan lo tau gue kayak apa kan."


Raga menepuk pelan pundak sahabatnya " lo nggak terlalu buruk-buruk amat kok "


Dia tu kalem banget, lemah lembut beda banget sama gue yang bar-bar " ucap Iyan kembangkan diri sendiri


" ya lo berjuang dulu. Kalo jodoh juga gak bakalan kemana."


" Iya juga ya. Kalo dia gak mau sama gue. Tapi gue jodoh yang tertulis d lauhul Mahfudz buat dia. Dia bisa apa selain nerima gue " ucap iyan optimis " Lo sendiri gimana , lagi merjuangin siapa lo ? "


Raya diam sejenak. Ia tampak berfikir siapa yang tengah ia perjuangkan jika bukan Dia.


" Kepo lo "


Iyan kesal mendengar jawaban dari sahabatnya itu " bisa ngasih jawaban yang lebih spesifik nggak. Ehh tadi gue lihat ada foto cewe di wallpaper laptop lo. Pas gue mau buka ternyata paswoard laptop lo ganti lagi."


Raya sudah menyangka bahwa Iyan akan mengubrak-abrik isi laptopnya. Untung saja semalam ia sempat mengganti paswoardnya.


Karna setiap kali ia merubah paswoard Iyan selalu saja dapat membukanya.


Terkadang Raga heran sebenarnya sahabatnya ini seorang dokter atau apa.


" Baru kali ini gue gagal buka paswoardnya. Padahal udah gue ketik nama lo, tanggal lahir lo, sampe nama orang tua lo juga udah gue coba " Raga terperangah mendengar ucapan iyan.


Ia segera merebut laptop yang ada di depan Iyan dan benar saja laptopnya terkuci.


Ini pasti karna Iyan memaksa membukanya.


Raga menatap Iyan dengan tatapan horornya. Sedangkan yang di tatap hanya nyengir kuda dan kaburr" IYAN..!!!! "


" Sorry Ga " ucap Iyan sembari setengah berlari dari amukan sahabatnya


***

__ADS_1


Ardan dan Dani keluar dari ruang ujian. Keduanya mulai meregangkan otot-ototnya yang terasa lelah setelah 180 menit berada di ruang ujian.


Ujian hari ini berhasil mereka lewati tinggal menunggu ujian di hari berikutnya.


Ardan melihat Alisyha dan kedua sahabatnya keluar dari ruang ujian.


Ia segera menghampirinya.


Mereka bertiga juga tampak lelah setelah di paksa untuk berpikir keras menyelesaikan semua soal-soal ujian.


" Capek ya Syha ? " tanya Ardan ke pada ku


Karin melengos mendengar pertanyaan basa basi dari Ardan " udah tau nanya "


Dani tertawa kecil mendengar ucapan Karin " lo juga mau ditanyain kek gitu ya Rin " ucap Dani


Karin hanya diam sembari memasang muka jijik " Sok jual mahal lo Rin " ucap Ardan


Mendengar ucapan Ardan, Elma pun ikut angkat bicara " Wanita memang harus jual mahal Ar. Karna wanita itu sangat berharga.


"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah".( HR. Muslim ). "


Belum selesai Elma berbicara Dani memotong ucapannya " ya itu kan kalo wanita shalihah Ma la kalo yang model kaya Karin gini dimana letak shalihanya ? " tanya Dani


" Dan, mau seorang wanita itu shalihah atau tidak itu kamu juga harus tetap menghargainya. Kamu tau kan kamu terlahir dari seorang wanita. Jadi sudah seharusnya kamu menghargai wanita. Kalo wanita itu belum mampu menjadi shalihah seharusnya kamu bimbing ia sampai menjadi shalihah bukannya malah kamu gunjing dia.


Wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok, dekat di lengan untuk di lindungi dan dekat di hati untuk di cinta.


Kamu tau hakikat tulang rusuk yang paling bengkok kan ? " tanya Elma


" Hakikatnya tulang rusuk yang paling bengkok itu kalo kamu memaksanya untuk lurus maka ia akan patah. Namun, jika kamu biarkan selamanya ia akan bengkok.


Jadi tugas seorang laki-laki itu meluruskan wanita tapi pelan-pelan secara perlahan. Bukan kah untuk sampai di titik terbaik perlu proses ? Iya kan Ma," jawab ku


Elma mengangguk " Bener Syha


. Dan satu hal yang mesti kalian tau. Jodoh itu cerminan diri sendiri


Jadi, wanita mu cerminan dari diri mu. Kalo kitanya baik insya Allah bakalan di kasih yang baik juga.


Coba pikir sendiri deh emangnya teh yang baik mau sama yang nggak baik ? " tanya Elma di akhir penjelasannya


" Nggak lah " jwb Dani cepat


" Sama bloon gue yang kayak baik ini nggak mau sama lo yang bar-bar " balas Karin. Cepat-cepat Dani memasang muka jijik nya


" Aku bakalan bimbing kamu sampai Jannah nya kok Syha " ucap Ardan tiba-tiba seketika semua diam


" etdah lo mo bimbing Alisyha pakek ilmu apa. Sadar diri bro akhlak lo kayak apa. AUTO MINUS " ucap Dani yang langsung di hadiahi toyoran dari Ardan


" Gue mau romantis geblek " kesal Ardan


" Romantis itu tatkala sepertiga malam kamu bangun dari mimpi indah mu, menyibak selimut dan melawan dinginnya malam, hanya untuk bersujud sembari melangitkan nama ku " ucap ku sambari tersenyum. Yang langsung diberi jempol oleh Elma


" tuh Ar dengerin. Si Ardan mana pernah tu jam bangun malem-malem buat doain lo yang ada tu anak molor sampe pagi. Sholat subuh aja jam enam pagi. Iya kan Ar ? " ucap Dani sembari menarik turunkan alisnya


Ucapan Dani barusan membuat Ardan kesal " masih mending gue sholat subuh dari pada lo enggak sama sekali !! "


" Ehh gue tau kok Si Ardan tu kalo malem bangun " ucap Karin tiba-tiba


" tau aja lo Rin lo emang dah temen gue " ucap Ardan


" Iya bangun tengah malem. Buat pipis ke toilet wkwk " ucap Karin membuat semuanya tertawa

__ADS_1


" Sama aja lo kek Dani. Emang dasar cuople " ucap Ardan kesal. Setelahnya mereka semua pulang


__ADS_2