Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 25


__ADS_3

Semoga aku dipertemukan dengan ia yang parasnya setampan Nabi Yusuf a.s , Sesabar Nabi Ayub a.s, Sekaya Nabi Sulaiman a.s ,suaranya semerdu Nabi Daud a.s, dan berakhlak terpuji seperti Nabi Muhammad Saw, Ditambah Secerdas Ali Bin Abi Thalib juga boleh Ya Allah " Elma_


***


Seminggu telah berlalu sejak kejadian di puncak, Bang Iyan melarang ku keluar dari rumah.


Hari ini aku baru keluar itupun dikarenakan hari ini penerimaan SKL.


Aku sudah berada di sekolah. Yap, Bang Iyan mengantar ku. Nanti Bunda akan datang bersama Ayah karena dalam acara ini menghadirkan wali murid. Aku memilih duduk di taman sekolah sembari menunggu kedatangan teman-teman ku. Tak lama kemudian Karin datang bersama Elma, di susul Dani dibelakang mereka.


" Udah dateng aj lo Syha pagi-pagi, mau bantuin ngangkat kursi ? " ucap Karin


" Lo sendiri kenapa udah dateng ? " tanya ku balik.


Karin nyengir kuda " Mama gue nih ngomel-ngomel mulu di rumah, katanya kalo sampe nilai SKL gue jelek gue nggak bakalan di kuliahin, malah mama gue bilang gue mau di jodohin kan serem. Jadi gue kabur duluan deh"


" Ck. Gue mau kok Rin di jodohin sama lo. Beneran gak ada penolakan " ucap Dani


" Idih ogah banget gue sama lo !! "


" Gak boleh gitu atuh Rin, kalo di lihat-lihat kamu sama Dani cocok kok. Iya nggak Syha ? " ucap Elma sembari menyenggol lengan ku


" Bener Rin. Buruan sana ta'arufan terus lanjut khitbah terus... "


" Terus apa ? " potong Karin cepat.


" Terus nikah lah Rin gitu aja nggak peka dasar " ucap Dani


" Ogah banget gue di ta'arufin cowo model kayak lo !! "


" Terus adek Karin tipe cowo idaman nya yang kayak apa ? " tanya Dani


" ck. Kayak Rey Mbayang aja lo Dan tanyanya kek gitu " ucap ku


" gak cocok sama muka lo tau nggak sih. Kalo lo mau tau tipe cowo idaman gue nih gue kasih tahu.


Tipe Cowo idaman Karin : Ganteng seperti Manurios, Berakhlak mulia seperti Alwi Assegaf, pinter ngaji seperti Syakir Daulay, Dan kaya raya seperti Hotman Paris. Udah itu aja. Lo udah ngerasa kayak gitu belum ? . kalo belum ogah gue sama lo " ucap Karin membuat kami semua speechless.


" Ngaca woy !!, Tapi Gpp abang Dani bakalan memantaskan diri menjadi yang seperti Adek Karin mau " balas Dani. " kalo Lo Ma yang kayak gimana tipenya ?


Lo masih suka cowok kan ?


Soalnya gue sedikit meragukan, setan gue nih lo nggak pernah deket sama cowok atau jangan-jangan .. ? " Belum selesai Dani berucap Karin menggambar mulutnya terlebih dahulu.


" Berani ya lo ngatain temen gue !! " ucap Karin sambil melotot


Elma angkat suara, ia tak terima dengan ucapan Danib" Kalo aku yeh nggak selalu Karin kok, Semoga aku dipertemukan dengan ia yang parasnya setampan Nabi Yusuf a.s , Sesabar Nabi Ayub a.s, Sekaya Nabi Sulaiman a.s ,  suaranya semerdu Nabi Daud a.s, dan berakhlak terpuji seperti Nabi Muhammad Saw, Di tambah Secerdas Ali Bin Abi Thalib juga boleh Ya Allah ." ucap Elma dengan cengiran


Aku , Dani dan Karin geleng-geleng " Pantesan lo nggak pernah deket sama cowok kriteria lo nggak nguatin, Ck.

__ADS_1


Eh tapi Gue kalo sama dedek Kari udah cocokkan ?" ucap Dani. Pertanyaannya di akhir kalimat sembari di beri kedipan mata membuat Karin jijik serasa ingin muntah. " Dedek-dedek !! . sejak kapan gue nikah sama Abang lo !! "


"' Lo panas ya Dan, perasaan kemarin-kemarin lo ogah-ogahan sama Karin kenapa sekarang jadi ngebet banget ngedeketin Karin, wah jangan-jangan ada apa-apa nih ? " tanya ku


" Kamu teh nggak tau kejadian setelah kamu pulang kemarin Syha. Jadi tu gi...." ucap Elma yang buru-buru di bekap oleh Karin


" Ada apa sih ? " tanya ku penasaran


" Gpp kok Syha, iya kan ELMA sayang " ucap Karin sembari melototkan matanya ke arah Elma. Setelah mereka memasuki ruang aula.


" Duh deg-degan nih gue " ucap Karin tiba-tiba sembari menyentuh dadanya. Dani dan Elma mengiyakan aku pun sama merasakan apa yang mereka rasakan.


Acara sudah akan di mulai semua wali murid juga sudah berkumpul. Namun, tak ku temui Ardan ataupun keluarganya datang ." kemana dia ? " batin ku bertanya-tanya


" ngapain sih lo Rin " ucap Dani yang melihat Karin celingak-celinguk.


" lo tahu kan ini udah mau acara inti pembagian surat kelulusan terus si Ardan atau pun keluarganya belum ada yang dateng, apa jangan-jangan dia lupa ya ?" tanya Karin


" iy juga ya, baru sadar gue kalo patner gue gk nongol "


" Ardan nggak ada ngasih tahu kamu Dan ? " tanya ku Khawatir, ya aku khawatir takut terjadi sesuatu hal pada Ardan. Dani menggeleng sebagai jawaban, hati ku semakin berkecamuk.


"BAIK KITA AKAN SEBUTKAN NAMA UNTUK 3 SISWA PERAIH NILAI KELULUSAN TERTINGGI !!


KETIGA SISWA TERSEBUT ADALAH !!



ALISYHA AISYAH AZ ZAHRA DENGAN NILAI RATA-RATA 8,6


DAN YANG PERTAMA ADALAH....


1.FELMA MAHARANI PUTRI DENGAN NILAI RATA-RATA 8,7."



" UNTUK KETIGA SISWA TERSEBUT DI PERSILAHKAN NAIK KE ATAS PANGGUNG...!! " ucap Pembawa acara. Aku dan Elma naik ke atas panggung.


" Ardan mana ? " Tanya Elma, ia berbisik kepada ku. Aku hanya menjawab dengan gelengan tanda tidak tahu.


" Untuk Ardan Zydan Al Malik di persilahkan naik ke atas panggung " ucap Pembawa acara lagi. Tiba-tiba ada guru yang naik ke atas panggung dan membisikan sesuatu kepada pembawa acara.


" Baiklah berhubung Ardan berhalangan hadir hari ini. Jadi langsung saja kita mulai. Silahkan Bapak kepala sekolah bisa naik ke atas panggung untuk memberikan surat kelulusannya. Untuk Bapak Kepsek di persilahkan. " Kepala sekolah naik dan memberikan surat kelulusan aku dan Elma memcium tangannya setelah itu tepuk tangan terdengar sangat meriah.


Aku menuruni panggung dan menuju ke arah Bunda. Saat aku turun dari tangga banyak ucapan selamat dari teman-teman ku. Namun aku tak merasa bahagia sedikit pun atas apa yang telah iu capai malah sebaliknya aku merasa sedih , bahkan sangat sedih.


Yang ada di fikiran ku saat ini hanya dimana Ardan ?


Kenapa hari ini dia tidak datang ?

__ADS_1


Padahal ini adalah saat-saat yang sangat dia inginkan.


Saat sampai pada Bunda, aku memeluknya erat " Bun ayo pulang " rengek ku pada Bunda. Bunda tampak bingung " Syha, tunggu abang dulu ya. Bentar lagi Abang udah sampai kok. " ucap Bunda


" Bun ayo pulang " rengek ku lagi


" yaudah sambil nunggu abang dateng kita keluar dulu " ucap Bunda. Begitu sampai di loby ternyata Bang Iyan juga sudah ada di sana, aku segera lari masuk ke dalam mobil.


" acaranya udah selesai ya Syha ? " tanya Bang Iyan kepada ku, aku hanya menjawabnya dengan gelengan. Saat ini aku sedang tidak berselera untuk berbicara apa-apa.


Bunda memasuki mobil " ke restoran dulu ya Bang " ucap Bunda


" langsung pulang aja !! " ucap ku cepat


" Dia kenapa Bun ? . nilainya pasti jelek ya " tebak Bang Iyan.


" hust, kamu ini sok tahu. Nilai adek kamu tu ya bagus bahkan dia nilainya tertinggi ke dua ." ucap Bunda


" wah jadi masuk kampus Favorit dong, kamu ambil Fk. Kedokteran aj kayak Abang !. Yaudah buat ngerayain nilai kamu yang bagus kita ke restoran gimana ? " ucap Bang Iyan antusias aku hanya menggeleng tanda tidak setuju


" loh kok malah di tekuk gitu mukanya, yaudah kalo nggak mau kita langsung pulang aja. Oh iya Bun, hari ini Ayah pulang." ucap Bang Iyan. Ia melakukan mobil ke arah rumah


" Kalo hari ini Ayah pulang kenapa nggak kamu jemput ? " tanya Bunda


" Ayah nggak mau di jemput Bun, oh iya Syha tadi Ayah bilang ke Abang katanya kamu mau di beliin apa ? " tanya Bang Iyan. Aku menggeleng lagi mata ku fokus ke arah Ponsel ku. Sudah banyak notif yang ku kirim ke Ardan tapi tidak ada satupun yang di balas olehnya bahkan Watshappnya hanya centang satu. Tidak biasanya Ardan begini biasanya ia selalu online.


Sejak kejadian seminggu yang lalu Ardan tak pernah menghubungi ku lagi, aku tak tahu apa yang terjadi padanya. Saat ku tanyakan pada Dani ia pun sama tak tahunya seperti ku. " Ar lo dimana sih ? " tanya ku dalam hati.


" Syha kamu kenapa ?. Kamu nangis ?" tanya Bunda


Aku tak sadar jika memutihkan air mata, buru-buru ku usap " Enggak kok Bun, ini cuma kelilipan aja. Abang nih jorok mobil sampai berdebu gini gak pernah di cuci ya. Awas aja aku aduin ke Ayah . " alibi ku.


Bang Iyan tampak tak terima " sembarangan kamu kalo ngomong !


Ini mobil baru aja tadi pagi abang cuciin di tukang cuci mobil !!." Skak. Kenapa aku asal cari jawaban tanpa ku pikir terlebih dahulu.


" alah, buktinya ini debunya ngelilipin mata !! " protes ku lagi agar Bunda percaya bahwa aku kelilipan bukannya menangis.


Begitu sampai di rumah aku langsung masuk kedalam kamar, dan merebahkan tubuh ku di atas Kasur sembari menatap langit-langit kamar. Berulang kali aku mengecek ponsel ku lagi-lagi masih centang satu. Aku coba menghubunginya namun Ardan tidak Online.


Berulang kali aku mencoba menghubungi namun hasilnya nihil.


" Ar lo di mana sih ?. Kenapa lo ngilang gitu aj !! " batin ku


Aku menatap lekat foto Ardan yang tersimpan di galeri ku " Ar kamu adalah pria pertama yang berhasil buat aku khawatir, kamu adalah ragu yang berhasil meyakinkan Kalbu ki. Lalu kenapa setelah aku yakin kamu pergi gitu aja , apa dalam mencintai harus sepatah ini ?


Ar apapun yang terjadi aku mau kita jalanin bareng-bareng, aku tahu ini salah tapi aku nggak bisa Ar. Aku nggak bisa kalo aku harus sendiri." ucap ku dalam hati. Hati ku benar-benar kalut Ardan sama sekali tak membalas notif ku.


Aku berniat untuk mencarinya besok. Tak peduli Bang Iyan akan melarang ku yang jelas aku harus tahu keberadaan Ardan.

__ADS_1


__ADS_2