Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 32


__ADS_3

...Sebaik-baiknya wanita adalah yang maharnya tidak memberatkan calon suaminya...


...~ Alisyha ~...


Aku kembali ke kamar ku. Aku masih specheeles dengan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu. Oh Rob, takdir apa ini ?. Mengapa tak kau biarkan aku bersama ia yang ku sebut namanya dalam doa-doa panjang ku. Mengapa bukan dia yang datang ?. Mengapa harus orang lain. Oh Rob, apa bukan dia yang selalu ku sebut dalam doa ku , yang tertulis pada lauhul mahfudz. Allah beri aku pentunjuk mu. Saat tengah berkecamuk dengan fikiran dan hati ku, tiba-tiba Kak Syakira masuk ke dalam kamar ku. Ia menghampiri ku yang tengah berdiri di balkon kamar ku sembari menatap kosong pemandangan di luar.


" Syha ". Panggil Kak Syakira, aku menoleh ke arahnya. " iya kak " jawab ku.


" Kakak tahu kamu pasti kagetkan dengan kedatangan Raga kemari. Syha kakak tahu kamu masih menyimpan rasa pada adiknya. Kakak tahu juga ini pasti tak mudah bagi mu. Tapi yang kakak tahu dari Abang mu, ternyata Raga telah lama menyimpan rasa pada mu ". Ucap Kak Syakira. Jadi, Bang Iyan tahu tentang semua ini ?

__ADS_1


" Kak , bagaimana menurut kakak jika kakak telah lama menunggu seseorang ternyata yang datang bukan orang yang selama ini kakak tunggu. Bagaimana jika kakak telah lama memperjuangkan seseorang, namun yang datang bukan orang yang kakak perjuangkan ?. Kak bilang sama Alisyha. Alisyha harus bagaimana ". Ucap ku sembari berkaca-kaca.


Kakak Syakira mengelus pundak ku " Syha, jodoh bukan hanya perihal siapa yang kamu sebut namanya saja. Bagaimana jika dia lebih sering menyebut nama mu dalam doanya dari pada kamu menyebut nama seseorang itu. Dia datang kemari bukan hanya karna maunya. Namun , semua ini semata-mata telah di atur oleh Allah. Syha Kakak tahu kamu masih menyimpan rasa pada adiknya, berharap adiknya yang datang menjemput mu. Namun, siapa yang tahu takdir ? . Kakaknya yang datang menjemput mu ".


" Kak apakah Alisyha salah berdoa ? . Alisyha selalu berdoa agar suatu hari dapat pulang ke rumah yang sama dengan Ardan ". Kak Syakira tersenyum. " Pada akhirnya kamu juga akan pulang ke rumah yang sama seperti dalam doa mu Syha. Namun , dengan orang yang berbeda. Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi mu. Begitu juga sebaliknya kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagi mu. Minta petunjuk sama Allah sayang, semoga keputusan yang kamu berikan adalah keputusan yang terbaik. Apapun keputusan mu Kakak akan selalu mendukung mu. Dan Kakak yakin Raga pasti akan menerimanya ". Ucap Kak Syakira memberi nasihat.


" Kak, tapi Alisyha tidak memiliki rasa pada Kak Raga. Menurut Alisyha ia terlalu baik bagi Alisyha Kak ". Ucap ku


...***...

__ADS_1


Setelah melakukan sholat istiqoroh hari ini tiba, hari di mana aku harus memberikan jawaban pada Kak Raga. Setelah ku pikirkan matang-matang dan mendapat petunjuk dari-Nya. Insyaa Allah hari ini akuĀ  siap memberikan jawabannya. Kini mereka semua telah berkumpul di ruang tamu rumah ku. Ya, kali ini Kak Raga bukan hanya seorang diri melainkan bersama dengan kedua orang tuanya. Setelah memulai beberapa perbincangan kecil, Ayah memulai pembicaraan " Bagaimana jawaban kamu Syha ?. Dan nak Raga apakah nak Raga siap menerima apapun yang menjadi keputusan putri saya ". Ucap Ayah pada Ku dan Kak Raga.


Kak Raga tersenyum. OH Robb, manis sekali senyumannya. Batin ku. " Wallahi, insyaa Allah saya ridho dengan apapun yang menjadi keputusan Alisyha ". Jawabnya tenang.


" Syha bagaimana keputusan mu ? ". Tanya Ayah. Sedetik kemudian setelah Ayah memberi ku pertanyaan, suasana menjadi hening seketika. Membuat jantung ku semakin berdegub tak karuan. Ku tarik nafas ku dalam " Setelah meminta petunjuk pada Allah, insyaa Allah Alisyha menerima Khitbahan Kak Raga " ucap ku pelan sembari menunduk. " Alhamdulillah ". Ucap mereka bersamaan.


Lamat-lamat ku lihat senyuman terukir tipis di bibir Kak Raga " Kalo begitu kamu meminta saya untuk memberikan mahar apa Syha ? ". Tanyanya


Masih dengan menundukan pandang aku menjawab " Sebaik-baiknya wanita adalah yang maharnya tidak memberatkan calon suaminya. Alisyha tahu itu. Namun, bolehkah Alisyha meminta Surah Ar Rahman sebagai mahar Alisyha ?. Wallahi, jika itu memberatkan Kakak, Alisyha tidak akan memaksannya ".

__ADS_1


" Insyaa Allah saya bersedia memberikan mahar itu, dan insyaa Allah sama sekali tidak memberatkan saya ". Ucapnya. Setelah lama tak bertemu dengannya. Baru kali ini dia berucap panjang kali lebar. Setahu ku dulu dia adalah pria paling cuek dan dingin seperti es batu.


Setelah itu keluarga Kak Raga sekaligus dianya undur diri. Dan pernikahan akan di adakan seminggu lagi. Ini terlalu cepat bagi ku, namun apa boleh buat kata para orang tua sesuatu yang baik itu harus di segerakan. Aku hanya dapat pasrah. Semoga pilihan hamba tidak salah Ya Allah, semoga ia yang terbaik yang telah engkau siapkan untuk hamba.


__ADS_2