
" Kemana aku harus mencari mu, beri aku petunjuk. Agar aku tahu arah kemana harus menemukan mu ". Alisyha
***
Keesokan harinya aku buru-buru pergi. Aku berniat mencari Ardan, semalaman hati dan fikiran ku tak henti-hentinya memikirkan dia.
Ardan sama sekali tak membalas satu pun notif yang ku kirimkan untuknya aku sudah berusaha menghubunginya ratusan panggilan dari ku tak ada satu pun yang ia angkat.
" Dan sebenarnya apa yang terjadi ". Tanya ku dalam hati sembari mengacak rambut ku frustasi.
Sebelum turun tangga aku mengecek kembali ponsel ku dan nihil masih sama seperti semalam tak berubah pun centang satu abu itu menjadi dua centang biru.
Aku menuruni anak tangga dengan terburu-buru, aku melewati Bunda, Bang Iyan dan Ayah ku begitu saja yang tengah sarapan di meja makan. Oh iya, Ayah ku pulang semalam aku belum bertemu dengannya. Karena saat Ayah pulang aku sudah tertidur.
" Syha ini masih pagi kamu mau kemana ? " tanya Bunda
" Alisyha, memangnya anak ayah yang satu ini tidak merindukan ayah ? " ucap Ayah
" Alisyha buru-buru Bun. Dan Ayah nanti aja kangennya Alisyha ada urusan penting. Assalamu'alaikum semua " ucap ku sembari buru-buru keluar karna aku tahu jika tidak segera pergi mereka akan menahan ku.
Terdengar samar-samar di telinga ku Bang Iyan berdecih " Cih !! Paling juga nyari anak itu !! "
" Anak itu siapa Yan ? " tanya Ayah, aku juga mendengar ayah bertanya. Setelahnya aku segera pergi tak memperdulikan hukuman apa yang akan ku terima setelahnya. Yang terpenting hari ini aku bisa menemukan Ardan.
Aku sudah janjian dengan Karin.
Ia berjanji akan menemani ku mencari Ardan. Saat sampai di taman dekat rumah ku, Karin sudah berada di sana menunggu ku sembari memakan bubur ayam.
" Ayo " ucap Ku. Aku langsung masuk ke dalam mobil Karin
Karin mencebikan bibirnya " yeh nih anak, gak lihat gue lagi makan apa ? Eh lo tu lama banget sih !!
Janjian jam berapa setengah 6 kan ?. Sekarang jam 6 lo telat setengah jam !. Lo tahu nggak gue sampe bela-belain sarapan di sini tauk ".
" Ayo Rin cepetan !! " ucap ku memaksanya. Akhirnya Karin menyudahi makan buburnya dan masuk ke dalam mobil. " Bentar kali. Gue bayar dulu ! ".
" Nih ! " ucap Karin sembari menyodorkan plastik kepada ku. " Itu bubur, MAKAN !.
Gue tau lo pasti belum sarapankan ?.
Semalem Bunda telfon gue nanyain lo kenapa, kata Bunda lo dari sepulang sekolah langsung masuk kamar aja. Gue tahu lo khawatir sama Ardan tapi bukan berarti lo harus kayak gini. Kalo lo sakit gimana lo bisa cari Ardan ? Dasar punya temen kok tolol bgt !! " ucap Karin panjang lebar mengomeli ku.
Aku hanya diam, rasanya selera makan ku hilang begitu saja sejak kemarin. Aku tak merasa lapar karna yang ada di fikiran ku saat ini cuma Ardan.
" Ck. Kesel gue punya temen udah kerasukan KEBUCINAN YANG HQQQ !! " ucap Karin lagi membuat ku kesal. " Udah lo nyetir aja Rin ".
CCIITTTTTTTTT!!!
Tiba-tiba Karin memberhentikan mobil di tepi jalan " kenapa ? ".Tanya ku bingung.
" Kalo lo nggak makan, gue nggak bakalan bathin lo nyari Ardan !! ". Ucap Karin mengancam
" iya-iya gue makan !. Dasar bawel ! " akhirnya aku menyerah, aku mulai memakan bubur itu dan Karin kembali melakukan mobil.
Karin tersenyum " nah gitu dong, lo tahu kenapa gue mau nemenin lo nyari si Ardan itu ? ".Tanya Karin. Aku menggeleng.
__ADS_1
" lo kayak gini juga karna salah gue. Kalo aja waktu itu gue nggak ngedukung lo buat nerima dia pasti sekarang lo nggak bakalan kayak orang setres gini nyariin Ardan yang entah kemana ". Karin menghembuskan nafasnya pelan.
" sekarang kita mau mulai nyari Ardan dari mana ? ". Tanya Karin
Aku menggeleng tanda tak tahu." Gue nggak tahu Rin mau nyari Ardan dari mana, Gue udah berusaha nyari alamat rumahnya dari Abang gue. Tapi Bang Iyan nggak mau ngasih tahu. Lo tahu kan Bang Iyan udah nggak suka sama Ardan. Sekarang gue harus gimana Rin. Gue khawatir banget sama Ardan. Hikss... Hikss...hiksss ".
" apaan sih lo cengeng banget, yaudah lo gak usah nangis. Kita tanya Dani, pasti tu anak tahu alamat rumahnya Ardan. Nih hapus air mata lo !! " ucap Karin sembari melemparkan tisuee ke arah ku.
Sampai di rumah Dani, aku dan Karin segera turun. " kok lo bisa tahu rumahnya Dani ? ".tanya ku bingung
" Kemarin waktu habis dari Puncak tu anak nyuruh gue buat nganter dia balik".
Ting....Tung...Ting..Tung... !!
Setelah beberapa menit kemudian pintu terbuka. Dani tampak terkejut saat melihat aku dan Karin. " Hoammmm !! ". Dani menatap jam tangannya. " Gila, ini baru jam setengah 7. Lo berdua ngapain udah di rumah gue aja ?.
Ganggu banget gue lagi tidur ". Ucap Dani
Karin menggeplak kepala Dani ." Jam segini baru bangun lo, dasar keboo !! "
" Biasanya gue bangun jam 10. Gak usah lebay deh lo Rin !!.
Oh iya, dedek Karin pagi-pagi kenapa udah di sini aja. Pasti kangen AA Dani ya. Apa mau ngajak joging bareng ? " ucap Dani sembari menautkan kedua Alisnya ke atas dan kebawah.
Lagi-lagi Karin menggeplaknya " lo nggak tahu suasana banget sih, gue kesini mau tanya alamatnya Ardan . lo nggak liat apa mukanya temen gue udah sembab gitu !! ".Bisik Karin pada Dani
Dani menggaruk kepalanya yang tak gatal. " sorry ta Syha. Yaudah kalian masuk dulu gak enakkan kalo di luar kayak gini ". Ucap Dani mempersilahkan kami masuk.
" Lo tahu Ardan dimana Dan ? ". Tanya ku tak sabar pada Dani.
" gue udah notif dia, nelpon dia ratusan kali nomernya nggak aktif ".
Karin mengusap pundak ku berusaha menenangkan ku." Sabar dulu Syha ".
" Emmb, Soory banget Syha. Gue juga nggak tahu Ardan ada di mana. Gue juga udah berusaha ngehubungi dia tapi hasilnya sama kayak lo. Dia nggak ada bilang sama gue mau kemana. Terakhir gue ketemu dia pas pulang dari puncak. Setelahnya dia nggak ada ngehubungi gue. Tapi, gue janji sama lo gue bakalan bantuin lo nyari dia.
Yaudah lo berdua tunggu gue bentar. Gue mandi dulu. Nanti gue anterin ke rumahnya Ardan".
Begitu sampai di rumah Ardan, gerbang rumahnya tertutup. Dani turun dari mobil mendekati pos satpam. " Assalamu'alaikum Pak. Bukain gerbangnya dong ". Ucap Dani pada Satpam rumah, setelahnya Satpam itu membuka gerbang. Dani kembali masuk ke Mobil.
Dani mengetuk pintu rumah, setelah beberapa saat pintu rumah terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya. " Ehh Den Dani ". Ucap wanita paruh baya itu.
" Mbok Ardan kemana ?.
Kenapa Rumahnya sepi banget nggak biasanya ? ". Tanya Dani
" loh, emangnya Den Ardan nggak ngasih tahu Aden ya ? ".
" Ngasih tahu apa Mbok ? "
" Den Ardan sama Tuan sekeluarga pergi Den ke luar Negri ".
" Apa keluar negri ? " tanya Ku kaget.
" Iya neng. Mbok kira Den Ardan udah pamitan sama Den Dani. Mungkin Den Ardan nggak sempet pamitan Den ".
__ADS_1
" Maksud Mbok apa ? ".tanya Dani
" Jadi setelah dari puncak seminggu yang lalu. Tiba-tiba Tuan marah-marah Den. Mbok nggak begitu tahu ada masalah apa. Tapi, setahu Mbok Tuan marah besar dengan Den Ardan. Sampai-sampai Hpnya Den Ardan di banting sama Tuan, sampe pecah gitu. Nah tiba-tiba Tuan maksa Den Ardan buat lanjutin sekolah di luar negri. Den Ardan ngebatah apa kata Tuan, Den Ardan nggak mau Kuliah di luar negri. Dan karna itu Tuan makin marah sama Den Ardan, saat itu nggak ada yang berani belain Den Ardan termasuk nyonya. Akhirnnya Den Ardan terpaksa mengikuti kemauan Tuan.
Seminggu setelah kejadian itu Den Ardan mengurung diri di kamar, kayaknya Den Ardan sedih banget. Mbok nggak berani nanya Den Ardan kenapa. Terus kemarin saat acara kelulusan Den Ardan udah make seragam sekolah mau berangkat tapi di larang sama Tuan. Katanya di suruh ngurus paspor. Dan hari ini mereka semua berangkat Den ". Jelas wanita itu panjang lebar, membuat ku semakin sedih. Air mata ku sudah tak bisa lagi ku bendung.
" Ardan berangkat jam berapa Mbok ? ". Tanya Dani
" jam 6 pagi tadi Den, setahu Mbok penerbangannya jam 8 ". Ucap Mbok.
Dani melirik jam tangannya,
" sekarang jam 8 kurang 20 menit. Kita harus buru-buru ke Bandara sebelum terlambat. Waktu kita cuma 20 menit ". Ucap Dani, kami segera berlari ke Mobil.
Dani mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. " HIKKSSS.....HIKSSSS....HIKKSSS. Ayo Dan cepetan gue nggak mau terlambat nemuin Ardan ". Ucap ku sembari menangis, aku takut. Takut jika aku terlambat aku tak bisa lagi bertemu dengan Ardan.
07:55 WIB
Begitu mobil Dani berhenti, aku segera lari menuju penerbangan ." Pelan-pelan Syha ". Ucap Dani dan Karin mengejar ku.
" Aku harus kemana Rin, bahkan aku nggak tahu pesawat apa sama tujuan yang di tuju Ardan ". Ucap ku Frustasi
" Kita coba tanya di sana " ucap Dani
" Kak penerbangan jam 8 atas nama Ardan Zydan Al Malik ada nggak ? "
" Sebentar biar saya cari dulu, Tujuan kepergiannya dimana ya dek ? . soalnya ada beberapa pesawat dengan tujuan yang berbeda pada waktu yang sama ".
" kita nggak tahu kak , bisa coba tolong di cari aja nggak ? "
" Sebentar ya dek "
5 menit sudah hampir berlalu tapi, kakak itu belum juga menemukannya.
" Maaf dek, atas nama Ardan Zydan sudah terbang satu jam yang lalu ".
Kaki ku mulai melemah saat ku dengar Pesawat yang di tumpangi Ardan sudah pergi, itu tandanya aku terlambat menemui Ardan.
" Tujuannya kemana kak ? " tanya Dani
" Maaf dek , Keluarga Al Malik meminta kami merahasiakannya. Dan kami tidak bisa memberi tahu siapa pun dek ".
" HIKSS..HIKSS tolong kak beritahu saya di mana mereka bawa Ardan pergi. Saya harus tahu kak. Saya harus nyusulin Ardan !! "
" Maaf ya dek saya tidak bisa memberitahu "
" ARDANNN hikss....hiksss, Ardan udah pergi Rin. Gue terlambat . gue harus cari Ardan kemana ?? " tangis ku pecah Karin memeluk ku erat, berusaha menguatkan.
" Lo harus sabar Syha. Laa Tahza Syha " ucap Karin
" Tapi Rin,, hikss.... Hikksss "
" Kita ajak Alisyha pulang ". Ucap Dani
" Tapii gue mau di sini buat nunggu Ardan, sampe dia pulang !!! ".
__ADS_1
" Ayo pulang Syha, besok kita cari tahu lagi Ardan pergi kemana ". Ucap Karin, dia memaksa ku untuk meninggalkan Bandara.
Kaki ku lunglai aku sudah tak tahu lagi harus bagaimana." Kemana aku harus mencari mu, beri aku petunjuk. Agar aku tahu arah kemana harus menemukan mu Ar " batin Ku.