Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 36


__ADS_3

...Aku nggak mau burung-burung di pohon itu menikmati kecantikan istri ku...


...~Raga~...


" Kamu nggak kenapa-kenapa kan Syha ? ".tanya Mas Raga khawatir. Jelas sekali raut wajah khawatir pada dirinya. Aku masih menagis sesegukan ia tersenyum pada ku dan mengusap air mata yang membasahi pipi ku. " Ak--ku nggak kenapa-kenapa kok Mas. Jelas-jelas kamu yang kenapa-kenapa. Pipi kamu sampai lebam begitu, trus ini sudut bibir mu juga berdarah ". Ucap ku sembari menyentuh sudut bibirnya yang terluka. Ia meringis. " aku baik-baik saja sayang. Asal kamu baik-baik saja ". Ucapnya lalu mendekap tubuh mungil ku, membawa diri ku pada kehangatan juga ketenangan dirinya. Entah apa yang terjadi pada diri ku, aku merasakan kenyamanan saat di peluk olehnya.


Setelah merasa sedikit lebih tenang. Aku mengobati lukanya. Sesekali ia meringis kesakitan. Tiba-tiba saat tangan ku tengah mengoleskan kapas yang sudah ku beri alkohol, tangannya menyentuh tangan ku. Ia tersenyum, meski aku tahu ia tengah menahan sakit. " Apa kamu benar-benar ikhlas menjadi istri ku Syha ? ". Tanyanya.


Tangan ku yang tadi bergerak mengobati lukanya mendadak diam seketika " Apa maksud mu Mas ? "


" Aku hanya takut suatu hari kamu pergi dari hidup ku Syha. Apa kamu tahu aku sangat mencintai mu. Namun, jika bersama ku kamu tak bahagia. Katakan kepada ku, aku rela melepas--- " ucapnya. Belum selesai ia berbicara, aku mentup bibirnya dengan telunjuk ku. " apa kata mu ? . Melepas ku ?. Jika sedari dulu kamu tidak benar-benar berniat menikahi ku kenapa kamu menikahi ku Mas. Pernikahan bukan permainan. Dan aku bukan boneka yang bisa kau berikan untuk adik mu. Takdir telah memilih kamu, lalu apa lagi yang harus di ragukan. Bukankah boleh jadi yang aku sukai belum tentu terbaik bagi ku ?. Aku telah memutuskan untuk hidup bersama mu, itu artinya aku akan memulai hidup baru ku bersama mu dan hanya dengan mu. Ardan itu masa lalu ". Jelas ku. Tanpa aba-aba ia memeluk ku dan membuat ku sedikit terhuyung ke belakang. " Terima Kasih sayang ". Ucapnya sembari mengecup kening ku.


Lama-kelamaan sepertinya aku terbiasa dengan kecupannya.


...***...


Setelah kejadian kemarin, kami memutuskan untuk pindah ke rumah baru. Dan betapa terkejutnya aku ternyata Mas Raga telah lama menyiapkan rumah ini untuk ku . " Ini semua kamu yang nyiapin Mas ? " Tanya ku , ia mengangguk.


" terus kok bisa semuanya sesuai dengan rumah impian ku ya ?. Kamu tahu dari mana ? ".


Ia tersenyum. " Aku telah lama menyiapkan ini semua khusus untuk mu sayang. Dan untuk semua interior kesukaan mu, aku tahu dari kakak mu ".


" Hah , terus kenapa kamu yakin banget kalo aku yang bakalan jadi istri mu ?.


Padahalkan kita dulu nggak pernah akur ?.

__ADS_1


Terus kalo misalnya bukan aku yang jadi istri mu gimana ? ". Tanya ku padanya bertubi-tubi.


" ya kalo bukan kamu yang jadi istri ku, kan aku bisa jual rumah ini ke kamu ". Ucapnya asal


" Isshh ,yang bener dong mas jawabnya ". Ucap ku, dengan mencebikan bibir ku.


Namun, ia malah menjawil hidung ku.


" Jangan cemberut gitu mukanya sayang, nanti aku makin gemes lo ". Ucapnya membuat diri ku tersipu malu.


" Yaudah kita masuk. Jangan lama-lama di luar ".


" Emangnya kenapa ? " tanya ku polos


Benar saja di pohon itu terdapat beberapa burung yang hinggap.


" Kamu cemburu sama burung ? "


" iya dong, yaudah mari kita masuk ". Ucapnya saat sampai di depan pintu dan membuka pintu, tiba-tiba ia menarik tangan ku. Aku menatapnya, memberi isyarat kenapa ?


" Kita lomba lari sampai ke atas gimana ? ". Ucapnya memberi ide


Aku sempat berfikir sejenak sebelum menyetujui idenya. " Kalo kamu yang menang aku kabulin satu permintaan kamu, tapi kalo aku yang menang kamu kabulin satu permintaan ku ". Ucapnya lagi.


" oke. Kita hitung --- ".

__ADS_1


SATUU---DUA---TIG---GA


Aku dan Mas Raga berlari ke atas menaiki tangga. Dan aku kalah. Ia tersenyum penuh kemenangan. Kami sama-sama tergeletak di atas kasur. Tiba-tiba ia mendekatkan bibirnya di telinga ku. " Sekarang kaum cium pipi ku ". Bisiknya, membuat mata ku melotot dan seketika juga aku langsung terduduk.


" Aku nggak salah dengar Mas ? "


Mas Raga ikut duduk, ia menatap ku dengan senyum manisnya " Tidak ". Ucapnya sembari mendekatkan pipi kanannya kearah ku. Dengan penuh rasa malu aku mencium pipinya untuk menebus kekalahan ku. " Yang kiri juga dong ". Ucapnya dengan pupy eyesnya. Aku mengecup pipi kirinya. Ahh pasti pipi ku sudah merah merona bak tomat. Dasar Mas Raga, pandai sekali menggoda ku.


...***...


Karena hari ini kamu baru pindahan. Di kulkas sama sekali tidak ada bahan makanan. Akhirnya kami memutuskan untuk berbelanja di supermarket. Sesampainya di supermarket aku langsung menuju ke arah sayur-sayuran. Tiba-tiba ada seorang laki-laki seumuran dengan ku yang menghampiri ku. Mas Raga yang tadi sedikit jauh dari ku langsung berdiri di sebelah ku saat melihat ada seorang laki-laki yang mendekati ku. " Mas boleh minta nomor WA adiknya nggak " ucap laki-laki itu sembari mengulurkan handphonenya. Membuat ku ingin tertawa. Namun, terpaksa harus ku tahan karna raut muka Mas Raga yang tidak bersahabat. " Dia Istri saya ! " ucap Mas Raga tegas, sembari mengenggam tangan ku.


" Maaf Mas, saya pikir tadi adiknya ". Ucap laki-laki itu sembari mengantupkan kedua tangannya dan pergi.


" Apa saya setua itu ? ". Tanyanya kesal. Aku tak kuasa menahan tawa ku. " haha, enggak kok mas. Yaudah lanjut milih sayur lagi. Kamu yang milih buahnya ya ." Ucap ku


" Nggak mau. Kita milihnya bareng. Aku nggak mau kalo kamu di godain pria lain lagi ". Ucapnya, tangannya masih setia menggandeng tangan kiri ku.


" Mas, gimana aku bisa milih sayur kalo tangan kamu ngegandeng tangan ku terus ? ".


" Biarkan saja ". Ucapnya posesif. Dasar !


Setelah selesai, kami segera pulang. Aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Dan asal kalian tahu, sejak kejadian tadi Mas Raga sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan ku sampai kami masuk kedalam mobil. Aku sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuannya. Dimana Raga yang songong, cuek ,dingin dan sok cool dulu ?.


Jadi ternyata ini sifat aslinya.

__ADS_1


__ADS_2