Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 13


__ADS_3

Aku duduk terdiam diantara rerumputan di taman, ditemenani langit senja yang indah. Angin sejuk menerpa wajahku. Aku merasakan betapa indahnya KeAgungan-Nya yang telah menciptakan keindahan yang tiada taranya ini.


Aku menatap langit senja ya tepat di mana sang mentari mulai kembali keperaduannya.


Aku masih memikirkan perihal hari ini yang membuat ku cukup penasaran.


Dari mulai Bang Iyan yang tiba-tiba membeli coklat untuk seseorang, sikap aneh Kak Raga, dan Ucapan Elma.


karena sibuk berkecamuk dengan pikiran ku aku sampai tak sadar bahwa aku di sini karna ada janji dengan Ardan. Ya. Aku janjian dengannya sore ini di taman tak jauh dari rumah ku.


Saat aku tengah duduk mentap senja yang indah sembari tenggelam  dengan fikiran ku.


Tiba-tiba ada seseorang yang menutup mata ku dari belakang .


" Ar apaan sih " ucap ku


Ardan melepaskan tangannya "yah kok tau sih "


" yang tau aku ada di sini kan cuma kamu " jwb ku Sembari ingin menoleh ke arah belakang. Namun di cegah oleh Ardan


" Jangan hadap sini dulu dong syha, merem bentaran deh " ucapnya meminta ku untuk memejamkan mata


" Buat apa ? jangan aneh-aneh !"


" udah ikut aja kenapa sih Syha kali ini aja ". Pintanya, Akhirnya aku memejamkan mata ku.


Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang halus di letakkan ketangan ku.


" Udah boleh buka mata belum ? " tanya ku


" udah " Jawabnya perlahan ku buka mata ku. Betapa terkejutnya aku ternyata ia memberiku boneka Panda yang sangat lucu


" Buat aku Ar ? " Bukanya menjawab Ia malah mencebikan bibirnya yang tampak lucu menurut ku


" iya lah Syha, Buat siapa lagi kalo bukan buat kamu" ucapnya sembari menpersembahkan senyum manisnya. Yang ku tahu dari Ardan setelah mengenalnya adalah ia sosoknya periang, wajahnya selalu di penuhi senyuman.


Ardan duduk di samping ku. Boneka itu menjadi sekat di antara aku dan dia. Ia menatap mentari yang mulai tenggelam dengan semburat jingganya. Sesekali aku meliriknya.


" Sore yang indah ya Syha . Apalagi ditemani bidadari cantik kayak kamu .Aku harap kita akan terus begini Syha." Ucapnya. Ahh aku juga tak tau sejak kapan jadi aku kamu begini padahal tadi siang masih lo gue. Ardan memang orang yang ajaib


Tiba-tiba Ardan berdiri dari duduknya dan berjalan ke Arah bunga mawar. Ia memetik buang itu dan memberikannya kepada ku " Bunga yang indah untuk calon makmum ku" ucapnya sembari menunjukkan cengirannya

__ADS_1


" jangan mendahului takdir Ar. Kata Elma kita nggak boleh mendahului takdir. Sesuatu yang mwnurut kamu baik belum tentu baik menurut Allah " ucap ku. Aku selalu mengingat ucapan Elma dan Bunda saat menasihati ku


" Aku harap takdir akan membawa ku bersama mu Syha " ucapnya penuh harap. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman


" oh iya Syha bentar lagi kan kita mau UN nih ,kamu mau lanjut kuliah di mana ? terus ambil fakultas apa ?" tanyanya


" Aku mau kuliah di indo aja kayaknya deh  Ar. Kalo masalah fakultas kalo nggak kedokteran ya pendidikan. Kalo kamu Ar mau kuliah di mana ? terus fakultas apa ? "


" aku sama kamu aja deh "


Aku bingung dengan jawabanya " maksud kamu Ar ? "


" iya aku mau sama kayak kamu aja Syha. Biar bisa bareng-bareng terus sama kamu. Aku pengen jadi Bintang yang selalu menemani Bulan menghiasi alaska syha " ucapnya sembari tersenyum


" Kalo aku jadi Bulan dan kamu mau jadi bintang itu artinya yang menemani ku bukan hanya kamu aja Ar. Ada banyak bintang di Alaska yang mengitari Bintang ?" tanya ku padanya


Ardan tersenyum kembali " Aku nggak masalah Syha kalo aku harus jadi salah satu diantara mereka, asalkan aku tetap bisa bersama mu " jawabnya membuat ku terharu


Tak terasa mentari kian tenggelam aku dan Ardan memutuskan untuk kembali pulang.


***


" Assalamu'alaikum bang " ucap ku


" Wa'alaikumssalam kamu dari mana ? itu bawa boneka segala dari siapa ?" tanyanya lagi


" cuma dari taman kok bang. Emmb ini boneka dari--- " ucap ku sedikit gugup belum selesai aku menjawab bang Iyan sudah memberiku pertanyaan lagi


" Sama siapa ?. kenapa baru pulang ?.Itu boneka juga dari siapa ?. kamu tau waktu kan,ini udah hampir magrib !!" tanyanya tegas mrborbardir ku. Aku hanya diam dan tak dapat menjawab pertanyaannya. " Ayo Shya mikir " batin ku


Sampai akhirnya Bunda keluar dari dalam Rumah " Yan Alisyha udan ijin sama Bunda kok " ucap Bunda menyelamatkan ku


Bang Iyan masih tetap menatap ku dengan tatapan tajam, apalagi saat melihat boneka di tangan ku. Untung saja sudah ku buang tadi bunganya " Tapi Bun it--- " Belum selesai Bang Iyan protes Bunda sudah memotong ucapannya


" Udah tanyanya nanti lagi sekarang kalian masuk ,siap-siap udah mau Magrib sebentar lagi " titah Bunda


Akhirnya Bang Iyan menyerah dan Bunda menyuruh ku untuk bersiap sholat Berjamaah. Namun, dari tatapan Bang iyan aku merasakan ia tengah marah. Marah karna apa ?


Atau jangan-jangan ia melihat ku di taman. " Habis kamu Syha" Batin Ku


***

__ADS_1


Dilain tempat Ardan juga baru saja sampai dirumah. Namun, baru saja hendak masuk ia berpapasan dengan kakaknya . " Dari mana aja baru pulang ? " tanya Raga


" Lo juga baru pulang kak ! " jawab Ardan


" Gue baru pulang kantor la lo kelayapan mulu ! " ucap Raga


" Iya-iya "


" Belajar udah mau Ujian juga ! "


" iya. Tumben lo bawel kak . ada apa ? " tanya Ardan heran


" Karna lo adik gue. Jangan sampai nilai lo buruk malu-maluin keluarga ! "


" Iya-iya mentang-mentang situ pinter " Ucap Ardan kesal.Ia sering bertanya kepada Allah mengapa ia tak di karuniai otak secerdas kakaknya


Saat Ardan hendak masuk, Raga menepuk pundaknya " Lo dari taman ? " tanya Raga


Ardan terkejut kenapa kakaknya bisa tahu kalo dia tadi di taman. Jangan-jangan ?." ****** gue kalo Kak Raga sampai beneran tahu. Bisa di aduin ke papa nih. Kalo papa sampai tau bisa-bisa di kirim ke planet mars nih gue " batin Ardan


Dengan berusaha menetralkan mimik wajahnya Ardan menjawab pertanyaan sang kakak " Enggak kok. Gue dari rumah Dani biasa main PS " jawab Ardan sembari nyengir berusaha meyakinkan sang Kakak


" Oh " jwb Raga setelahnya ia memasuki Rumah dan bersiap untuk sholat. Namun, ia masih tidak percaya dengan jawaban sang adik.


Pasalnya ia yakin jika yg ia temui di taman sore tadi saat pulang mengantar Abiyan adalah adiknya. Dan prempuan itu ? prempuan yang bersama adiknya adalah Alisyha prempuan kecil itu, prempuan yang sering memanggilnya Om."Kenapa gue jadi kesel gini " Batin Raga


Ardan bernapas lega saat sang kakak telah pergi. Tapi ia harus lebih hati-hati lagi jangan sampai sang kakak tahu. Bisa selesai hidupnya entah ia akan di kirim ke ponpes atau di kirim ke Kairo sesuai titah sang Papa. Ardan tidak akan memilih diantara kedua pilihan itu karna ia ingin tetap kuliah bersama Alisyha.


***


Ketika Ardan dan Alisyha yang tengah bernafas lega karna terselamatkan dari sang kakak. Di lain tempat Elma tengah menangis entah sebab apa yang membuat ia menangis.


" Assalamu'alaikum Tante " ucap Karin


"Wa'alaikumssalam Rin . Udah mau magrib kok main sih ? "


" Hehe iya tan. Tadi Karin habis dari Supermarket nah kebetulan lewat sini, sekalian deh Karin mampir mau pinjem buku . Elma ada kan tan ? "


" Ada di kamar. Kamu langsung ke atas aja "


Karin naik ke lantai atas seperti biasanya ia langsung nyelonong saja tanpa mengetuk pintu dan mengucap salam, kebetulan sekali pintu kamar Elma tidak di kunci. Saat Karin masuk ke kamar ternyata Elma tengah menangis memeluk boneka Beruangnya. " Elma nangis ? " batin Karin bertanya

__ADS_1


__ADS_2