Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 01


__ADS_3

Kepada sang mentari yang mulai kembali dari persembunyiaanya,perlahan cahaya mulai menyusup melalui cela-cela jendela mengusik tidur panjang seseorang yang masih setia dengan selimut yang melingkar di tubuhnya.


HOAHH...Hah..Hah


"Jam berapa nih, sialan ini jendela siapa yang ngebuka." Ucap Alisya sambil mengucek matanya


HAAAHHHH...BUNNNNNNNDAA


Kaget melihat jam yang sudah menunjukan pukul 06:00 Alisyha segera menyibak selimutnya dan lari ke kamar mandi tanpa membereskan tempat tidurnya terlebih dahulu


Setelah menyeselesaikan mandi bebeknya ia segera menuruni anak tangga dengan terburu-buru, karena ia tahu Bundanya akan marah apalagi Ayahnya saat mengetahui ia baru bangun dan tidak melaksanakan sholat subuh


Di ruang makan telah lengkap Ayah,Bunda dan Kakanya yang duduk rapi di kursi masing-masing.Perlahan Alisya mulai berjalan menuju meja makan dengan tenang.


Ekhemmm..


Terdengar suara deheman dari sang kakak tercinta siapa lagi jika bukan


Abiyan Azhar Al-Fahrizi


"mati gue,dasar bang Iyan awas aj."Maki Alisyha dalam hati


"Ehhhh abang iyan ku sayang."ucap Alisyha dengan senyum kecut


Sang ayah yang menyadari putrinya baru turun menoleh kebelakang,karna kebetulan posisi duduk sang Ayah yang membelakangi tangga "Baru siap syha."


"I--ya yah"jwb Alisya dengan gugup,Alisyha merutuki dirinya yang mendadak jadi gagap


Sang Bunda yang paham gelagat putrinya pun tersenyum kecil "udah buruan duduk syha nanti telat "ucap sang Bunda yang di angguki oleh putrinya


Alisyha duduk di sebelah kakaknya


"gak sholat subuh lagi pasti kan lo."bisik sang kakak yang langsung membuat sang Adik melotot


"abang buruan di habisin makannya jangan ganggu adiknya." Ucap sang bunda


"gimana pekerjaannya bang ?" tanya sang ayah


"gimana apanya yah ?"jwb Biyan balik nanya


"Ck.ditanya malah balik nanya."gerutu Aliyha pelan namun masih dapat di dengar oleh sang kakak yang berada di sebelahnya


"Ngomong apa tadi kamu syha"


"Ehhh.Enggak kk bang Lisyha cuma bilang abang ganteng banget hari ini" Alibi Alisya


"gimana bang kerjaannya tadi ?"tanya sang Ayah lagi

__ADS_1


"enak kk yah,di Rumah sakit itu juga dokter yang lain baik-baik ayah tenang aja" jawab Biyan Santai


"Ohh bagus kalo gitu,oh iya besok ayah ada tugas di perbatasan IRIAN JAYA selama 6 bulan.Selama Ayah nggak ada kamu jaga Bunda sama adek kamu."Pinta sang ayah


"Insyaa Allah yah, Biyan bakalan jagain Bunda sama Alisyha"


"Dan kamu Alisyha kamu jangan bandel,dan Ayah harap setelah Ayah pulang 6 bulan kedepan kamu nggak ketinggalan sholat subuh lagi" Wehangan sang Ayah sekaligus sindiran


"Iya yah"jawab Alisyha


"Yan kamu anterin adik kamu kesekolah Bunda hari ini ngajar kelas siang jadi kamu yang anterin Alisyha" ucap Bunda yang di angguki oleh sang putra


***


Dilain tempat keluarga Hendra Al-Malik juga tengah sarapan bersama di meja makan.Hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piringnya sampai pada akhir sang Ayah memulai pembicaraan " Ga, hari ini kamu anterin adik mu dulu ya.Kamu tau kan motor adikmu masih di bengkel "pinta Sang papa


" kenapa harus Raga,kenapa nggak suruh supir aja pa "Tolak halus sang Raga


"cuma bareng aja pelit banget sih kak,orang searah juga " maki sang adik siapa lagi jika bukan Ardan Zyidan Al-Malik


"Udah-udah pokoknya mama nggak mau tau kamu harus anterin adik kamu sekalian" Titah ibu negara,apa boleh jadi ketika ibu negara sudah berucap maka tidak boleh ada penolakan


"Iya" terima Raga terpaksa


"Yesss" ucap Ardan dengan senyum penuh kemenangan


"Kak"


"Hmm"


"Kak"


"hmm"


"kak"


"Hmm"


"KAK RAGAAA" teriak Ardan kesal karna sedari tadi sang kakak hanya berdehem


"Apaan gue nggak budek"


"Abisnya di panggil-panggil juga dari tadi hamm hemm hamm hemm aja"kesal Ardan


"mau lo apa"


"Tau aja lu kak kalo gue ada maunya"ucap Ardan sambil nyengir kuda

__ADS_1


"Bagi duwit dong kak" ucap Ardan lagi sambil nenunjukan pupy eyesnya agar sang kakak mau nemberikan uang kepadanya


"Muka lo bikin gue jijik" ucap Raga sambil merogoh uang di sakunya,lalu melemparkan uang seratus ribu ke arah sang adik agar ia cepat diam karna Raga sudah tak tahan dengan muka jijik sang adik plus mulutnya yang berisik itu


Ya,Ardan memang berbeda dengan Raga. Kalau Raga yang cuek dan dingin sedangkan Ardan adalah kebalikannya ia berisik dan lucu


Setelah sampai di depan gerbang sekolah sang adik Raga segera memberhentikab mobilnya di samping mobil yang kebetulan juga berhenti di sana


Ardan segera membuka pintu mobilnya dan turun namun baru saja ia turun ada suara prempuan meneriaki mobilnya


"WOYYYY BISA MINGGIR NGGAK SIH"


Kesal Alisyha karna pintu mobilnya tidak bisa di buka karna mobil sebelahnya yang terpakir terlalu mepet sehingga membuat pintu mobilnya terhalang untuk terbuka


Biyan yang kebetulan tengah menerima panggilan menasihati adiknya "Syha nggak usah pakek teriak kali ,nggak baik loh anak prempuan teriak-triak"


"Abisnya itu orang parkir sembarangan nggak lihat apa ada mobil di sampingnya ,jadi nggak bisa di bukakan ini pintunya" Rutuk Alisyha


"WOYYY LO BENERAN BUDEK YA" teriak Alisyha lagi


Ardan yang mendengar itu pun langsung mengetok kaca mobil kakaknya "Kak mobil lo ngalangin mobil orang tu"


kemudian Raga membuka kaca mobilnya membuat Alisyha semakin marah"WOYY BISA MENGGIRIN MOBIL LO NGGAK BUDEK BGT SIH LO" maki Alisyha kepada sang empunya mobil ,walaupun ia tahu si empunya seumuran dengan abangnya masa bodo dia yang salah.Nggak ada hormat-hormatan orang dia juga nggak ngehormatin gue


"Gue nggak budek ANAK KECIL"ucap Raga sambil menekankan kata anak kecil,lalu melajukan mobilnya tanpa mengucapkan permintaan maaf dan tanpa memperdulikan orang yang di katai anak kecil itu tengah mencak-mencak


"Ck. Dasar Es batu nggak ada tampang berdosanya sama sekali" guman Ardan yang sedari tadi berdiri di samping mobil,setelah itu ia menghampiri mobil orang yang telah di buat mencak-mencak oleh sang kakak


ALISYHA yang masih mencak-mencak menatap anak laki-laki yang berjalan menghampirinya,Alisyha tahu jika dia juga sama seperti dirinya saat melihat atribut kelas XII


"SOORRY,, ya maapin kakak gue" ucap Ardan meminta maaf


Biyan yang baru saja selesai mengangkat telphone mendongak saat melihat anak laki-laki seumuran adiknya itu " iy Gpp kan syha"


Namun,Alisyha masih saja kesal dan mengkrutkan bibirnya yang menurut Ardan itu sangat lucu dan menggemaskan. Biyan yang tahu bahwa sang adik belum memaafkan tersenyum lalu berkata "udah maafin aja syha"


"Iy "ucap Alisyha terpaksa


Ya walaupun terpaksa itu sudah membuat Ardan melengkungkan bibirnya


"Udah kamu turun syha keburu bel loh" ucap Biyan yang di angguki sang adik.Setelah itu Biyan melajukan mobilnya menuju RUMAH SAKIT.


###


TBC


dhuwi_yhuan

__ADS_1


__ADS_2