
'Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia'
Ali Bin Abi Thalib
***
Aku mengerjapkan mata ku, menatap sekeliling ruangan. Ternyata aku berada dalam kamar ku. Ku ingat-ingat lagi. Bukankah aku tadi berada di Bandara ?
ARDAN !!!
Teriak ku dengan nafas terengah-engah membuat Bunda panik, ternyata Bunda dari tadi berada di samping ku.
" kamu gpp sayang ?? ". Tanya Bunda kepada ku
" Ardan bun Ardan ..hikss..hiksss " ucap ku sembari menangis. Bunda mengusap pundak ku dengan lembut, berusaha menenangkan ku.
" Alisyha harus cari Ardan Bun ! ". Ucap ku kekeuh. Aku beranjak dari ranjang, Bunda mencegah ku. Menarik tubuhku kepelukannya. " Syha Bunda tahu kamu kehilangan Ardan. Tapi kamu harus ingat satu hal, jika memang dia yang terbaik buat kamu dia bakalan jadi milik mu "
" Tapi Bun hikss...hikks..hiks Alisyha sayang sama Ardan Bun. Alisyha nggak mau jauh dari Ardan. Alisyha nggak bisa Bun !!. Alisyha nggak bisa kalo nggak ada dia Bun hikss...hikss ".
" istigfar nak, Alisyha nggak boleh begitu. Kamu nggak boleh berlebihan mengharapkan seseorang Syha. Kamu ingat kata-kata Ali Bin Abi Thalib 'Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.
'"
" Apa aku salah Bun kalo aku berharap sama Ardan. Apa aku salah ?? " Tanya ku pada Bunda di sela isak tangis ku
__ADS_1
" Sayang kamu nggak salah berharap sama Ardan. Cuma porsinya berharap itu beda-beda sayang, kamu harus pandai-pandai menempatkan harapan mu.
Kamu jangan terlalu berharap sama manusia nanti Allah marah sayang. Allah itu Maha Pencemburu, Allah nggak mau Alisyha terlalu berharap sama ciptaannya sampai lupa sama penciptanya. Alisyha pahamkan ." Ucap Bunda memeluk ku. Aku masih menangisi kepergian Ardan. Dan kenapa kamu nggak pamit sama aku, seandainya kamu pamit aku nggak akan sesedih ini.
Di balik pintu ada yang jauh lebih sedih melihat kondisi Alisyha saat ini. Dia adalah Bang Iyan. Bang Iyan merasa bersalah. Andai saja ia lebih mampu menjaga adiknya pasti adiknya tak akan berharap pada cinta yang tak seharusnya. Iyan mengusap kasar rambutnya. Rasanya ia sangat tak berdaya melihat kedua orang yang sangat ia cintai menangis.
Melihat kondisi Alisyha yang sangat terpukul membuat Bundanya sedih. Itu artinya kesedihan kedua wanita itu adalah kesidihan bagi Iyan. " Maafin Abang Syha". Ucap Iyan di balik pintu
***
" Assalamu'alaikum Ma " ucap Karin di telephone
" Wa'alaikumssalam Rin".
" lo tau Ardan dimana nggak ?. Ehh bentar-bentar suara lo serek gitu kayak orang habis nangis lo kenapa Ma ? ".
" Haaa siap-siapa kemana ? "
" Aku harus ke Bandung hari ini juga Rin, maaf ya aku nggak bisa pamitan secara langsung sama kamu dan Alisyha. Aku nitip salam ya buat Alisyha. Assalamu'alaikum Rin ".
" Kok buru-buru sih, lo nggak pamit dulu sama gue----" tut...tut.. panggilan terputus.
" Wa'alaikumssalam ". Jwb Karin setelah panggilan di putus sepihak oleh Elma.
" Gimna ? .Elma tahu nggak Ardan di mana ?" Tanya Dani. Di jawab gelengan kepala oleh Karin
__ADS_1
" Terus kita harus nyari info dari mana lagi dong ? ". Tanya Dani lagi
" tauk Dan kepala gue pusing banget. Mana si Elma ikutan pergi juga hari ini ke Bandung lagi ".
" haah Elma ke Bandung ?. Ngapain ?. Dia jadi kuliah di sana. Kenapa mendadak banget dia perginya, kenapa nggak pamit dulu sama lo sama Alisyha. Lo berduakan sahabatnya. Seenggaknya perpisahan dulu kek. Jangan kayak Ardan yang langsung ngilang gitu aja. Heran gue kenapa hari ini orang-orang pada pergi sih. Emang hari ini hari pergi sedunia apa ?. Hayati lelah, tahu gitu gue ikutan ke London hari ini juga ". Oceh Ardan
Karin membelalakan matanya " lo mau pergi juga, lo mau ke London ? "
" iya kan emang gue rencana kuliah di sana. Ahh pasti lo nggak relakan kalo harus pisah jauh sama gue. Gue tahu kok Rin sebenernya lo itu suka sama gue. Cuma lo malu aja buat ngomong terang-terangan sama gue. Lo omngin sekarang aja Rin mumpung gue kasih kesempatan. Kalo lo bilang lo suka terus cinta sama gue, gue masih bisa negosiasi keputusan gue buat pergi. Gimana ? ". Ucap Dani sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Karin bergidik " apaan sih lo, sumpah ini tu bukan saatnya buat bercanda. Kita harus cari Ardan, lo nggak kasihan apa lihat Alisyha sampai pingsan gitu cuma gara-gara kehilangan sahabat lo itu ". Ucap Karin kesal
" Bentar lagi juga lo yang bakalan pingsan gara-gara kehilangan gue ck. "
" Gue nggak SELEMAH ITUU !! ". Ucap Karin penuh penekanan
" haha cewek emang paling jago kalo di suruh pura-pura sok kuat. Nggak usah sok kuat deh, kalo lemah tu bilang aja lemah. Buktinya sampe sekarang lo nggak move on dari SAMUEL !! .CK ".
" lo tahu tentang Sam dari mana ? ". Ucap Karin sembari melotot ke arah Dani
" Cinta beda agama emang sulit. Tapi gue salut sama lo yang tetep nggak bisa move on ini. Stupide Girls ! ".
" Bisa nggak sih lo nggak usah ungkit-ungkit tentang Sam lagi !. Sam udah mati dari hidup gue !!! ".
" Nyatanya lo nggak bisa move on kan dari dia ? . Come on Karin mau sampai kapan lo kayak gini terus. Lo dingin kesemua cowok, lo judes, lo cuek ke semua cowok cuma gara-gara lo di potekin satu cowok. Nggak semua cowok itu sama Rin ".
__ADS_1
" lo bilang nggak semua cowok itu sama ?. Ck. Nyatanya sahabat lo sama-sama BRENGSEKNYA kayak Sam. Terus lo masih mau bilang nggak semua cowok sama ? ". Ucapan Karin barusan membuat Dani diam terbungkam, ternyata bekas luka yang di torehkan Samuel sangat dalam di hati Karin. " Gimana gue mau berjuang Rin, belum apa-apa aja lo udah nganggep gue Brengsek. Suatu saat gue bakalan buktiin ke lo kalo gue bukan Samuel ataupun Ardan ". Batin Dani
" Lanjut cari info tentang Ardan ! ". Ucap Karin.