Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 35


__ADS_3

...Sehebat apapun aku menunggu mu, pada akhirnya jika bukan kamu yang tertulis di lauhul mahfudz aku tatap tidak akan bersama mu. Kita tidak bisa menolak suratan takdirnya...


...~ Aisyha ~...


Aku terbangun dari tidur ku tatkala ada tangan yang menepuk-nepuk pipi ku. Aku mengerjapkan mata ku berusaha menyesuaikan dengan cahaya. Betapa terkejutnya aku saat pertama kali membuka mata pemandangan yang ku lihat adalah Kak Raga. Sedetik kemudian aku tersadar bahwa aku telah menjadi istrinya, ah rasanya baru kemarin tidur sendirian. Kak Raga telah siap dengan baju kokonya. " egh, memangnya sudah subuh ya Kak ? " tanya ku padanya.


Ia tersenyum. "aku ganggu kamu tidur ya ?. Aku cuma mau mengajak kamu untuk sholat tahajud bersama " ucapnya, aku melirik jam yang menggantung di dinding. Benar saja. Aku membalasnya dengan senyuman , karna bagaimana pun dia adalah suami ku. Tugas ku adalah taat kepadnya. " Gpp kok kak. Yaudah aku siap-siap dulu ".


Kami melaksanakan sholat tahajud bersama. Setelah selesai salam ia menghadap kebelakang. Aku mencium punggung tangannya.


Cup..


Ini kali kedua ia mencium kening ku, dan seketika itu aku menjadi salah tingkah. Selepas berdoa tiba-tiba ia membaringkan kepalanya dalam pangkuan ku. " Seperti ini sebentar boleh Syha ? " tanyanya kepada ku. " Iy---ya " jawab ku gugup.


" Saya ingin bercerita pada mu. Tapi sebelumnya apa saya boleh meminta satu permohonan kepada mu ? ". Ucapnya sembari menatap ke arah ku. Namun aku tak membalas menatapnya dan malah menatap ke arah tembok.


Aku belum menjawab pertanyaanya, namun ia kembali berbicara" Apa tembok itu jauh lebih menarik di banding suami mu ? ". Aku tak punya pilihan lain selain menatapnya. Dan saat aku menatapnya ia juga menatap ku. Pandangan kami bersatu, ohh Robb kenapa jatung ku semakin berdebar.


Hening beberapa detik..


" Kamu mau minta apa kak ? " tanya ku kemudian


" jangan lagi panggil aku Kak. Aku bukan kakak mu ".


" Lalu ? ". Ia menggeleng.


Aku berfikir sejenak, tiba-tiba aku teringat panggilan konyol ku kepadanya sewaktu SMA " Om ? ". Ucap ku membuat Ia mencebikan bibirnya, sumpah demi apa Kak Raga yang sok cool tiba-tiba berubah menjadi menggemaskan seperti ini.


" Saya tidak suka panggilan itu !. Bagaimana jika Sayang ? " ucapnya. Hah, ide semacam apa itu. Apa aku harus memanggilnya sayang di depan orang-orang ?.


" Emm, Mas aja ya kak ". Ucap ku


" Yasudah . Syha apa kamu tidak ingin tahu alasan kenapa aku menikahi mu ? "


" Memangnya apa alasanya ? "

__ADS_1


Tiba-tiba ia menarik dagu ku " Aku di sini sayang " ucapnya saat aku tak menatapnya. Aku tersenyum, dengan gugup aku menatapnya. " aku telah lama menyimpan rasa terhadap mu, bahkan jauh sebelum adik ku jatuh cinta terhadap mu. Namun, aku tak berani menyampaikannya. Karena menurut ku saat itu bukan waktu yang tepat. Saat aku tahu adik ku juga mencintai mu, aku memilih mengalah. Meski aku harus menahan cemburu melihat kedekatan mu dengan adik ku. Namun, setelah sekian lama aku berusaha melupakan mu. Tiba-tiba aku teringat lagi kepada mu. Aku sudah berulang kali istiqoroh dan jawabannya kamu Syha. Sampai pada akhirnya aku memberanikan diri untuk mengkhitbah mu. Apa kamu masih mencintai Adik ku Syha ? " ucap Kak Raga, emm maksudnya Mas Raga. Aku terkejut mendengarnya. Jadi dia telah lama mencintai ku. Jadi di balik muka songongnya waktu itu dia mencintai ku. Sungguh hebat sekali aktingnya,, ck.


" Maafin aku mas, aku belum bisa sepenuhnya melupakan Ardan. Tapi aku berjanji. Aku akan belajar mencintai mu dan melupakan Ardan. Bantu aku move on dari masa lalu ku ya mas ". Ucap ku, ia tersenyum dan mengangguk.


...***...


Pagi ini aku dan keluarga Mas Raga sarapan bersama. Aku mulai mengambilkan nasi untuk Mas Raga itu juga karna sebelumnya aku sudah di beri tahu oleh Bunda. " Segini cukup Mas ? " tanyaku. " cukup Sayang ".


" Cyeee, mentang-mentang pengantin baru " ucap Papa menggoda kami, membuat ku tersipu malu. Saat tengah sarapan, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Bibi membukakan pintu. " Assalamu'alaikum everybody Dedek ganteng pulang " Ucap seseorang, aku seperti kenal dengan suara itu. Dan benar saja orang itu adalah Ardan.


" Wa'alaikumssalam " jawab kami bersamaan.


" Kak mana istri lo, gue penasaran pengen lihat muka kakak ipar gue. Sorry banget ya gue nggak bisa pulang kemaren. Tiba-tiba jadwal pesawatnya di cancel karna cuaca. Jadi nggak bisa foto bareng deh ". Cerocos Ardan. " Kak Madep sini coba ". Ucap Ardan lagi meminta ku menghadapnya, karna kebetulan aku duduk membelakanginya. Aku hanya diam mematung, sampai Ardan duduk di kursi di depan ku. " A--lisyha " ucapnya.


" Maksud lo apa Kak ?. Kenapa tiba-tiba Alisyh bisa ada di sini ?. Terus mana istri lo ? ". Tanya Ardan bertubi-tubi. Mas Raga hanya diam, ah bahkan semua orang di sini hanya diam membisu.


Karna tak ada satu pun yang menjawab pertanyaanya. Ardan berdiri menghampiri kakaknya. " jelasin ke gue Kak , apa maksud dari semua ini !! " Mas Raga hanya diam. Sampai Ardan menariknya untuk berdiri berhadapan dengannya.


" Dia Istri gue ! " ucap Mas Raga kemudian.


Satu pukulan tangan Ardan berhasil mendarat di pipi Mas Raga.


" KENAPA HARUS DIA KAK ?


KENAPA HARUS DIA !!. KENAPA ?


DARI BANYAKNYA PREMPUAN DI DUNIA INI KENAPA HARUS DIA YANG JADI ISTRI LO. LO TAHUKAN GUE CINTA SAMA DIA !!


TERUS KENAPA LO NIKAHIN DIA !! " Ucap Ardan sembari mencengkram kerah baju kakaknya. Terlihat dari sorot matanya Ardan benar-benar tengah di kuasai amarah. Sepertinya dia benar-benar kecewa atas pernikahan ku dengan kakaknya. Ternyata Ardan masih mencintai ku. Kemana kamu selama ini Ar, aku telah lama menunggu mu.


BUGHHHH !!


BUGHHHH !!


Berulang kali Ardan memukuli kakaknya. Dan Mas Raga hanya diam, sampai darah segar keluar dari sudut bibirnya.

__ADS_1


" STOP AR !! , kamu nggak bisa mukulin Mas Raga kayak gitu !! " ucap ku menengahi mereka.


" MAS ? . Sejak kapan lo panggil kakak gue Mas Syha ! ".


" itu bukan urusan mu ! "


Tiba-tiba Ardan mendekati ku, dan mencengkram kedua pundak ku.


" Bilang sama gue kenapa lo nikah sama kakak gue Syha ?.


Kenapa lo ninggalin gue ?.


Kenapa lo nggak tunggu gue ?.


Gue berjuang mati-matian , supaya gue bisa cepet-cepet pulang dan mengkhitbah lo. Tapi , apa yang gue dapet setelah gue kembali lo malah nikah sama kakak gue !! " ucap Ardan sedikit keras kepada ku, cengkraman Ardan di pundakku semakin kuat. Aku meringis kesakitan. Namun sepertinya Ardan telah benar-benar kecewa, ini bukan Ardan yang ku kenal dulu.


Mas Raga yang melihat itu tak terima, ia memukul Ardan dan mendorongnya menjauh dari ku. Mas Raga menarik diri ku dalam pelukanya. " Bukan kaya gitu lo perlakuin istri gue ! ".


Ketika Ardan ingin membalas memukul Papa menariknya " Jangan gila kamu Ardan, dia telah menjadi istri dari kakak mu ! Jaga sikap mu !".


Ardan tersenyum kecut " Dulu papa yang nggak ngijinin aku berhubungan sama dia. Dan sekarang apa ? . Papa restui hubungan Kak Raga sama dia ?


Apa maksudnya semua ini pa ?


Syha bilang sama aku kalo kamu masih mencintai ku ! " ucap Ardan, membuat ku terdiam. Apa aku masih mencintainya ?


Kegilaan apa ini. Oh Robb, mengapa hamba harus berada dalam situasi seperti ini.


Mas Raga semakin mengeratkan pelukannya kepada ku seperti ia tak ingin kehilangan ku. Ia juga menggenggam erat tangan ku " katakan yang sejujurnya Syha. Jika memang Ardan masih menjadi alasan kebahagiaan mu, insyaa Allah aku ikhlas melepas mu bersamanya. Asal kamu bahagia ". Ucap Mas Raga. Apa apaan ini , bahkan aku baru saja kemarin menikah dengannya.


" Jangan Gila Ar. Aku dan kamu telah usai bertahun-tahun yang lalu. Aku telah melupakan mu sejak kamu pergi. Kamu yang memilih pergi meninggalkan ku tanpa sepatah kata pun. Bertahun-tahun aku menunggu mu, namun kamu tak kunjung datang. Ini sudah menjadi suratan takdirnya Ar , bahwa aku memang bukanlah pelengkap tulang rusuk mu. Aku di ciptakan untuk kakak mu bukan kamu. Aku harap kamu bisa menerima semuanya Ar. Bukankah apa yang melewatkan mu bukanlah takdir mu. Mulai lah hidup baru mu Ar. Aku juga akan memulai kehidupan baru ku bersama kakak mu. Kamu harus terima bahwa aku adalah istri kakak mu " ucap ku. Tak terasa bulir bening jatuh membasahi pipiku. Oh Robb , mengapa rasanya sakit sekali.


" Aku pergi untuk memantaskan diri Syha. Aku berjuang mati-matian belajar agama agar aku bisa menjadi imam yang baik untuk mu. Aku juga menghafal surah Ar Rahman untuk ku jadikan mahar mu. Seperti yang kamu minta waktu itu. Tapi kenapa saat aku kembali kamu malah menghianati ku. Kenapa kamu tidak sabar menunggu ku ? "


" Sehebat apapun aku menunggu mu, pada akhirnya jika bukan kamu yang tertulis di lauhul mahfudz aku tatap tidak akan bersama mu. Kita tidak bisa menolak suratan takdirnya Ar. Mulai lah hidup baru mu ".

__ADS_1


" Bawa Alisyha masuk ke kamar Ga ! ". Ucap Mama, kemudian Mas Raga membawa ku masuk ke kamar.


__ADS_2