
...level tergagal seorang laki-laki adalah ketika wanitanya lebih memilih mengeluhkan semua bebannya ke orang lain atau ke sosmed. Itu artinya seorang laki-laki gagal menjadi pendengar yang baik bagi wanitanya...
...~ Alisyha ~...
Pagi ini Mas Raga sudah mulai berangkat ke kantor karna ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani. Jadi pagi-pagi selepas sholat subuh aku langsung berkutat di dapur. Ya, walaupun aku tak pandai memasak. Setidaknya aku tidak akan membiarkan suami ku makan-makanan cepat saji.
Saat tengah sibuk memotong wortel tiba-tiba aku merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang ku. Ulah siapa lagi jika bukan Mas Raga. Dia memeluk ku sembari meletakan dagunya di pundak ku. " Aku jadi susah geraknya dong Mas ". Ucap ku. Namun, ia tetap tak bergeming.
" Biar dulu begini sayang. Sebentar saja " Ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur. Tadi aku mimintanya untuk tidur lagi selepas sholat subuh karna ku lihat dia tampak kelelahan. Aku melirik jam yang menggantung di dinding. " sudah pukul 6. Mending mas buruan mandi. Airnya tadi udah aku siapkan. Bajunya juga udah aku siapkan di tepi ranjang ". Ucap ku.
" Sebenarnya aku tidak mau berangkat ke kantor. Tapi papa meminta ku untuk datang. Aku masih ingin di rumah bersama mu ". Ucapnya Manja
" Kan nanti juga pulang. Udah mandi sana ,nanti telat di marahi papa loh ! ".
" Kalo aku kangen kamu gimana ? "
" Kan nanti juga kamu pulang Mas. Udah ahh buruan mandi ! ". Titah ku. Akhirnya dengan malas ia menurut. Sebelum pergi ia sempat mencuri ciuman di pipi ku. Dasar !
Selepas semua masakan siap. Aku naik ke atas untuk memanggil Mas Raga. Dan saat aku masuk ia tengah sibuk mengenakan dasinya. " Perlu bantuan ? " tanya ku kepadanya ia mengangguk.
Aku sedikit berjinjit untuk membantunya mengenakan dasi karna kebetulan aku yang sudah tinggi ini masih saja kalah tinggi dengannya. Saat aku tengah membantunya memasang dasi, tiba-tiba ia melingkarkan tangannya di pinggang ku. Membuat degupan jantung ku berdetak lebih cepat.
" Siap " ucap ku setelah dasinya terpasang rapi. Namun ia masih tidak melepaskan tangannya dari pinggang ku. " Ayo kita sarapan Mas ". Ajak ku sembari berusaha melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang ku.
" iya-iya ". Ucapnya dengan terpaksa melepas tangannya.
Kami sarapan bersama. Aku menyendokan nasi, sayur dan lauk-pauk ke piringnya. Ia menyuap sati sedok ke mulutnya. " Gimana rasanya Mas ? " tanya ku takut. Aku takut masakan ku tidak enak. Ia diam sebentar lalu tersenyum " Enak kok sayang, kamu nggak sarapan sekalian ". Tanyanya kepada ku.
" Tidak. Aku nanti saja. Aku temani kamu sarapan aja. Aku tadi minum segelas susu jadi kembung deh". Ucap ku sembari mengamatinya yang tengah makan. Setelah ia menghabiskan sarapannya. Aku membawakan tasnya dan mengantarnya sampai ke depan. Sampai di depan aku mencium punggung tanganya dan memberikan tasnya. Ia balas mengucup kening ku. " Aku berangkat dulu ya. Kamu hati-hati di rumah. Telpon aku kalo ada apa-apa. Jangan biarkan ada yang masuk saat aku tidak berada di rumah. Jika ada tamu yang tidak kamu kenali jangan bukakan gerbang ". Ucapnya seperti menasihati anak kecil.
" Siap Mas ".
__ADS_1
Setelah Mas Raga pergi aku mencicipi sayur yang tadi ku buat. Karna tadi aku tidak sempat mencicipinya. Aku penasaran dengan rasanya, apa benar enak seperti yang di katakan Mas Raga.
Aku mencicipinya sedikit dan weeeekkk..
Ternyata rasanya sedikit asin. Jadi tadi Mas Raga berbohong ?.
Bisa-bisanya ia menghabiskan makanan ini padagal rasanya sedikit asin.
Astagfirullah Mas, kenapa harus bohong.
Harusnya tadi kamu bilang aja kalo kurang enak.
...***...
Aku berada di rumah sendirian. Ahh, ternyata rasanya sangat membosankan. Selepas membereskan rumah aku hanya duduk , rebahan nonton tv sembari sesekali memeriksa ponsel. Menscroll media sosial. Lama-lama membuat ku bosan. Tiba-tiba telpone ku berdering.
Ternyata Karin yang menelepone ku. Ia memberi tahu jika akan berkunjung kerumah ku. Ku putuskan untuk meminta ijin Mas Raga terlebih dahulu sebelum menyetujui permintaan Karin. Karna bagaimana pun aku tidak bisa membiarkan siapa pun datang ke rumah ku sebelum mendapat ijin dari suami ku. Dan syukurlah Mas Raga memberi ijin. Dengan catatan asalkan hanya di rumah dan aku tidak pergi. Dasar posesif ! . Semenjak menikah dengannya ia selalu melarang ku pergi jika tidak dengannya.
" Wa'alaikumussalam . Iya-iya sebentar ".
" Ck. Lama lo Syha "
" Yaudah ayo masuk ".
" Udah nyiapin makanan lo ? "
" Dasar tamu nggak ada akhlak ! "
" Gimana hubungan lo sama kakak Ganteng gue. Gue kesel sama lo kenapa lo tikung gue huaaa ". Ucap Karin lebay
" Alhamdulillah "
__ADS_1
" Alhamdulillah aja ? .
Gue denger-denger Ardan pulang ?.
Terus hubungan lo sama Ardan gimana ? " Tanya Karin bertubi-tubi.
" Iya. Hubungan gue sama Ardan ya dia adik ipar gue ".
" Gue nggak nyangka kalo akhirnya bakalan kayak gini. Ardan yang perjuangin lo. Ehh , takdir malah bawa lo jadi jodohnya kakaknya. Definisi jagain jodoh kakak sendiri ". Ucap Karin sembari mengunyah kue kering.
" Gue juga nggak tahu kalo endingnya bakalan kayak gini Rin ".
" Takdir memang gak bisa di tebak ya Syha ". Saat tengah asyik mengobrol tiba-tiba ponsel Karin berdering.
" Siapa kok nggak di angkat ? ". Tanya ku pada Karin. Karena Karin menolak panggilan di ponselnya.
" Dani ". Ucapnya malas. Oh ya, pada akhirnya Karin menjalin hubungan dengan Dani.
" Terus kenapa nggak di angkat ? "
Karin mendengus " Gue kesel sama dia Syha ! . Dia tu selalu ngatur-ngatur gue. Gue tahu niatnya baik, tapi itu buat gue nggak nyaman. Dia selalu marah saat gue lagi hangout sama temen-temen gue. Padahal temen gue cewek semua juga. Dia selalu nyuruh gue pulang. Dia nggak ngasih kepercayaan ke gue. Dia belum jadi suami gue !. Jadi menurut gue dia nggak punya hak buat atur-atur hidup gue.
Gue puas-puasin hangout sama temen-temen gue. Gue puas-puasin quality time bareng keluarga gue, karna gue tahu waktu gue bareng mereka itu nggak bakalan lama. Setelah mutusin hidup bareng dia gue bakalan ngasih seumur hidup gue buat dia !. Tapi bareng temen-temen gue ?. Bareng keluarga gue ?. Gue nggak bisa ngehabisin waktu seumur hidup bareng mereka. Kenapa dia nggak bisa ngertiin itu ?. Di masa yang akan datang kalo dia yang jadi jodoh gue, gue bakalan kasihin semua waktu gue buat dia kok !. Gue kasih dia kebebasan, dia mau hangout bareng temennya mau ngapain, mau kemana gue nggak pernah marah. Karna gue tahu hidupnya dia bukan tentang gue aja !. Gue tahu dia gitu karna dia sayang sama gue. Tapi gue pengen dia posesif sesuai porsinya nggak usah berlebihan ". Ucap Karin panjang lebar.
Aku tersenyum mendengarnya " Iya Rin aku paham. Maka dari itu , aku selalu salut dengan prempuan. Prempuan itu hebat, demi taat kepada suaminya ia rela meninggalkan keluarganya, beradaptasi dengan lingkungan barunya. Itu tidak mudah. Tapi prempuan tetap berusaha sebaik mungkin untuk melakukannya. Aku selalu menyayangkan kepada laki-laki yang tidak bisa menghargai wanitanya. Padahal seorang prempuan telah rela berkorban. Menyesuaikan diri dengan orang baru itu tidak mudah. Belum lagi jika keluarga barunya tidak bisa menerimanya dengan baik. Belum lagi jika ada kata-kata yang melukai hatinya, sedangkan suaminya tak mampu menjadi pendengar yang baik. Padahal saat itu seorang prempuan sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi selain suaminya. Pada saat itu ia sudah tidak lagi mempunyai tempat untuk mencurahkan semua isi hatinya, karna dia telah meninggalkan teman-temannya juga keluarganya. Harusnya seorang laki-laki dapat menjadi tempat ternyaman baginya. Nyatanya , kebanyakan laki-laki sering kali menyalahkan prempuan. Kebanyakan laki-laki sendiri belum mampu menjadi pendengar yang baik untuk istrinya, sehingga banyak prempuan yang memilih untuk mencurahkan isi hatinya di sosmed, sebagai pelampiasannya. Menurut ku level tergagal seorang laki-laki adalah ketika wanitanya lebih memilih mengeluhkan semua bebanya ke orang lain atau ke sosmed. Itu artinya seorang laki-laki gagal menjadi pendengar yang baik bagi wanitanya ". Ucap ku
"Prempuan selalu di tuntut untuk sesempurna mungkin. Memang terkesan bukan tuntutan, namun pada hakikatnya dalam lingkungan sosial itu sebuah tuntutan. Seolah-olah prempuan di tuntut untuk seperfect mungkin. Harus bisa melakukan semua hal. Selain di tuntut baik dalam segi akhlak prempuan juga di tuntut untuk baik dari segi fisik dan adab. Atau bahkan lebih dari itu ? Tuntutan sosial memaksa prempuan untuk bisa semua hal, termasuk tuntutan prempuan harus bisa bekerja di rumah maupun di luar rumah .Seringkali mereka lupa bahwa prempuan itu manusia biasa. Seringkali kekurangan prempuan itu di jadikan bahan pergunjingan sedangkan kelebihannya jarang sekali terdengar atau bahkan sama sekali tak pernah di akui.
Mereka selalu menginginkan prempuan yang hebat. Namun mereka lupa bahwa seorang prempuan jika telah hebat dan mampu untuk melakukan semuanya sendiri mereka tidak lagi membutuhkan seorang laki-laki. Alasnya ? Karena mereka telah berhasil dan hebat. Mereka tidak lagi membutuhkan perananan pria, karena mereka telah mampu melakukannya seorang diri ! " . Lanjut ku.
" Benar Syha apa yang lo omongin , gue sependapat sama lo. Semoga Kak Raga bisa jadi suami yang baik buat lo " ucap Karin. Yang ku aamiini. " Doain juga aku bisa jadi istri yang baik buat dia ".
__ADS_1