Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 21


__ADS_3

" ALISYHA AISYAH AZ ZAHRA !! " panggil seseorang dari belakang. Dari suaranya aku tahu itu suara Bang Iyan, Dari suaranya yang tegas dapat ku ketahui bahwa ia sedang marah.


Aku segera berdiri dan menoleh ke belakang benar saja itu Bang Iyan.


Wajahnya sudah merah padam.


Sorot matanya tajam menghadap lurus ke arah ku dan Ardan.


Bang Iyan berjalan mendekat ke arah ku dengan langkah besar.


" APA-APAAN INI SYHA !! "


" Bang-- "


" JADI GINI KELAKUAN KAMU DI BELAKANG ABANG, IYA SYHA ?" ucap Bang Iyan marah. Aku hanya menunduk ketakutan


" ADA HUBUNGAN APA KAMU SAMA ARDAN SYHA ?."


" Kami cuma duduk aja kok Bang " jawab Ardan sembari menunduk


" Cih. Kalian tau ini udah jam satu malam dan kalian masih disini berduaan. Abang nggak habis pikir sama kalian berdua, ternyata kalian berdua ada hubungan spesial ?


Iya kan Syha ? JAWAB Syha ? " ucap Bang Iyan mulai menurunkan intonasinya , namun ia membentaku di akhir ucapannya.


" aku--- " jawab ku takut


" Aku apa Syha ? "


" Aku pacaran sama Ardan Bang " ucap ku pelan namun, masih mampu di dengar oleh Bang Iyan.


Bang Iyan semakin marah mendengar ucapan ku barusan " PACARAN ?


Apa kamu bilang tadi Syha ?


Kamu pacaran sama Ardan ?


Abang nggak habis pikir sama kamu Syha, bisa-bisanya kamu mau pacaran sama dia. Sekarang juga kita Pulang ! " ucap Bang Iyan penuh penekanan sembari menarik tangan ku untuk ikut dengannya.


Aku hanya menurut padanya, karna aku tau. Aku salah di sini tak seharusnya aku menjalani hubungan ini.


Tapi apa boleh buat aku sudah terlanjur, bahkan aku sudah mencintai Ardan.


Aku hanya bisa menangis.


" Bang tunggu Bang !! " ucap Ardan ketika Bang Iyan menarik ku.


Bang Iyan berhenti dan menoleh ke arah Ardan. Di sini bukan hanya ada kami bertiga ada yang lainnya juga, mereka terbangun ketika mendengar keributan.

__ADS_1


" Apa lagi Ar ? "


Ardan mendekati Bang Iyan" Aku bisa jelasin ini semua Bang.


Ini bukan salah Alisyha, ini salah aku bang salah aku !. Aku yang udah ngajak Alisyha ke dalam hubungan ini. Bang Ardan mohon Bang jangan Marahin Alisyha " ucap Ardan memohon bahkan ia bersujud di kaki Bang Iyan.


Bang Iyan mendorong Ardan kebelakang agar ia tak lagi bersujud di kakinya. Karna Bang Iyan tau hanya Allah yang pantas di sembah. Ardan tersungkur kebelakang. Aku tak kuasa menahan air mata ku menatap Ardan yang di perlakukan seperti itu namun aku tak bisa melakukan apapun.


Bang Iyan sangat marah !.


Bahkan ini kemarahan yang belum pernah ia tunjukan sebelumnya " Saya tidak peduli ini salah kamu atau pun Alisyha. Di sini kalian berdua sama-sama salah.


Pergi kamu dari kehidupan adik saya dan jangan pernah kamu dekati lagi adik saya. Camkan itu Ardan !


Saya tidak menggunakan kekerasan di sini karna saya masih menghargai Kakak kamu " ucap Bang Iyan tegas penuh penekanan sembari mencengkram kerah baju Ardan


" Bang apa gue salah kalo gue cinta sama adik lo ! Apa Gue salah bang !


" ucap Ardan


" Ya lo salah !.


Lo salah karna lo udah ngajakin adik gue pacaran.


Seharusnya lo contoh Kakak lo Ar yang selalu berpegang teguh sama ajaran Agama !!  "


Kenapa semua orang selalu banding- bandingin gue sama dia.


Kenapa ?  "


" Karna dia lebih baik dari lo ! .


Mulai detik ini juga lo jauhin Alisyha !! "


" Gue nggak bisa bang ! "


" Gue nggak peduli lo bisa apa nggak . Alishya kita Pulang ! " ucap Bang Iyan menarik ku untuk pulang.


Ketika kami melewati Kak Raga yang tengah berdiri menyaksikan pertengkaran ini. Aku tak habis pikir kenapa ia sama sekali tak membela adiknya, bahkan ia hanya diam membisu.


" Ajarin adik lo Ga ! " ucap Bang Iyan pada Kak Raga


" Yan, gue tau adik gue salah. Tapi ini udah malem kita bisa pulang aja besok. Lo nggak kasihan sama adik lo yang nangis sampai sesegukan begitu. " ucap Kak Raga mencoba membujuk Bang Iyan agar pulang besok pagi


" Gue nggak bisa. Alisyha ambil koper kamu ke atas sekarang. " ucap Bang Iyan kekueh. Aku pergi ke atas mengambil koper ku.


" Syha " panggil Karin dan Elma, mereka berdua memelukmu mencoba menenangkan ku .

__ADS_1


" Maafin kita Syha hiks..hikss , andai aja dulu kita larang kamu buat berhubungan sama Ardan. Mungkin kejadiannya nggak bakalan kayak gini. " ucap Elma


" Maafin gue Syha. Coba aja dulu gue nggak nyuruh lo buat nerima Ardan. Ini semua salah gue Syha hikss...hikss..hikss " ucap Karin merasa bersalah


Aku memeluk kedua sahabat ku, kami bertiga menangis bersama " Ini semua bukan salah kalian kok, ini udah resiko yang harus gue tanggung. Gue sayang sama kalian" ucap ku sembari memeluk keduanya.


Haruskah kami berpisah dengan cara seperti ini.


Baru saja kami bahagia kenapa secepat itu kebahagiaan kami sirna dalam sekejab mata.


Tangis Kami pun pecah, bukan hanya aku saja yang sembab tapi juga kedua sahabat ku.


Sahabat ku mereka yang selalu ada dan menguatkan ku.


" SYHA KAMI BISA CEPET NGGAK SIH !! " Terdengar teriakan Bang Iyan dari bawah aku pun segera turun menarik koper ku. Kedua sahabat ku membuntuti dari belakang.


Sesampainya di bawah Bang Iyan menarik tangan ku." Bang , pulangnya teh besok aja ya. Ini masih bisa di bicarakan secara baik-baik Bang. " ucap Elma memohon


Bang Iyan mengacuhkan ucapan Elma, dan tetap saja menarik ku. Sampai akhirnya Karin menarik tangan ku yang satunya dari belakang. " Bang gue tau lo kecewa. Gue tau Alisyha sama Ardan salah, tapi bukan gini caranya Bang. Lo nggak bisa bawa pulang Alisyha gitu aja, ini udah malam lo nggak kasihan sama dia. Bahkan Alisyha ketakutan Bang ! " ucap Karin sedikit teriak


Bang Iyan berhenti, namun ia tak melepaskan cengkraman tangannya dari tangan ku. " Tau apa kamu Rin ? Kalian semua masih kecil. Saya Abangnya Alisyha, saya lebih tahu mana yang baik dan enggak buat adik saya. Dan kalian nggak ada hak buat ngelarang saya untuk membawa pergi adik saya dari sini ! " ucap Bang Iyan tegas.


Entahlah, inilah yang kutakuti ketika Bang Iyan mengetahui hubungan ku. Ahh bahkan ini baru Bang Iyan, ia sudah marah semenakutkan ini apa lagi jika ayah dan Bunda sampai mengetahuinya.


Aku semakin takut, aku takut mengecewakan Ayah dan Bunda.


Karin tak menyerah ia masih menarik tangan ku untuk menahan agar Bang Iyan tak membawa ku pulang.Bang Iyan semakin marah. Kemarahannya membuat sifat ramahnya, sifat humorisnya yang selama ini ku kenal hilang seketika. Inilah sifat aslinya jika sesuatu itu salah apalagi mengenai agama ia akan tegas tidak ada lagi rasa iba. Inilah ketegasan yang selalu ayah ajarkan padanya. Bahkan Bang Iyan jauh lebih tegas dari pada Ayah " KARIN LEPAS !! " Bentak Bang Iyan membuat semuanya terkejut


Kak Raga yang sedari tadi hanya diam di samping tangga mendekat. Kak Raga faham betul bagaimana sikap Bang Iyan ketika marah. Ia tak pernah marah tapi sekali ia marah. Kemarahannya jauh lebih menakutkan dari pada orang yang sering marah. Kak Raga menghembuskan nafasnya pelan " Karin lepas, biarkan Biyan membawanya pergi !. " Pinta Kak Raga pada Karin


" Tapi Kak ? "


" Dia lebih tau mana yang baik untuk Alisyha, dan seorang kakak tak mungkin menyakiti adiknya. " ucap Kak Raga meyakinkan


" Biar gue anter lo sampe dapet taxsi setelahnya terserah lo !. Gue nggak suka penolakan atau persahabatan kita udah sampai disini !  " ucap Kak Raga ia menarik koper ku yang di bawa Bang Iyan dan memasukkannya ke mobil tanpa perduli Bang Iyan setuju atau tidak.


Bang Iyan akhirnya menyerah. Ya mana mungkin ia akan mengorbankan persahabatan nya. jika sampai persahabatan mereka berakhir aku yang merasa orang paling jahat. Karena ulah ku semuanya jadi seperti ini.


Elma menarik Karin. Karin pun melepaskan tangannya dari tangan ku. Setelahnya kami berpelukan sejenak sebelum Bang Iyan membawa ku pulang.


Saat hendak masuk ke dalam mobil Ardan berlari mengejar aku dan Bang Iyan. Sekali lagi ia memohon pada Bang Iyan. " Bang gue tau gue salah, tapi gue mohon jangan marahin Alisyha dia nggak salah. Kalo lo mau marah, lo marah aja sama gue. Lo pukul aja gue bang kalo itu bisa ngebuat rasa kecewa lo hilang. Tapi jangan marahin Alisyha Bang. Gue mohon." Ucap Ardan, bahkan ia meneteskan air mata.


" Mukul lo nggak akan buat Saya jadi lebih baik. Mending lo jauhin adik gue dan jangan pernah lo hubungin Alisyha lagi. Apalagi sampe ngajakin dia pacaran. Kalo lo masih ngedekitin dia saya bakalan kirim Alisyha ke luar Negri . inget itu ! " ucap Bang Iyan mengancam.


Setelah itu Bang Iyan memintaku masuk kedalam mobil.


Mobil pun melaju aku menatap Ardan dari sepion mobil sembari terisak.

__ADS_1


Mobil pergi meninggalkan Vila, meninggalkan kenangan manis yang baru saja tercipta.


__ADS_2