Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam

Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam
Chapter 15


__ADS_3

Kini Aku tengah berada di Gazebo bersama  Bang Iyan. Suasana malam ini sangat tenang tapi tidak dengan suasana hati ku.


Malam ini bulan bersinar dengan terangnya, bintang bertaburan indah menghiasi Alaska.


Andai saja ia sedang tidak sedang dalam masalah pasti malam ini akan terasa sangat indah.


" Syha " ucap Bang Iyan memulai pembicaraan dari sorot matanya aku bisa mengetahui ia tengah marah


" iy---a Bang " ucap ku sedikit gugup bercampur takut


" Boneka tadi dari siapa ? " tanya Bang Iyan


" Gak dari siapa-siapa kok bang " bohong ku


Bang Iyan membuang muka ia memilih menatap langit " Siapa yang ngajarin kamu bohong Syha ? "


" Alisyha nggak bohong bang "


" JAWAB JUJUR SYHA !! " ucap Bang Iyan sedikit membentak ku. Aku tak percaya Bang Iyan yang lembut bisa membentakku seperti itu


Aku menundukan kepala ku tak berani menatapnya " Boneka itu dari temen Lisyha Bang"


Bang Iyan menatap ku ,ia tahu bahwa aku tengah ketakutan " Siapa ? "


Apa harus ku jawab ia Ardan , bisa-bisa Bang Iyan semakin marah kepada ku " Ar--" suara ku seakan tercekat di tenggorokan


" Ar ? Ar siapa " tanyanya


" Ardan bang " ucap ku pelan sekali


" Ardan ? , kenapa Ardan memberi mu boneka Syha ? "


" Ardan bilang sebentar lagi kita kan lulus bang jadi itu buat kenang-kenangan " Bohong ku


" Owg. Maafin abang Syha udah Seuzhon sama kamu. Abang nggak ada maksud buat bentak kamu tadi , abang cuma pengen ngejagain kamu Syha. Kamu sama Bunda adalah orang yang paling abang sayangi." ucap Bang Iyan membuat ku terharu, aku berbaur memeluknya


" Maafin Alisyha Bang udah bohong " batin ku. Bang Iyan membalas pelukan ku dan mengusap lembut puncak kepala ku membuat rambut ku berantakan.


" Yaudah kamu masuk belajar, bentar lagi UN kan ? "


" Iya bang " aku masuk dan menuju kamar ku perasaan ku agak lega. Namun, aku masih takut . Ya takut jika suatu hari nanti Bang Iyan tau aku dan Ardan menjalin hubungan.


Aku tak bisa membayangkan bagaimana marahnya.


Benar kata orang marahnya orang sabar lebih menyeramkan.


Aku mulai berfikir untuk mengakhiri hubungan ini.


***


Ketika Raga tengah sibuk dengan kegiatan mengupingnya ia sampai tidak menyadari bahwa Pintu di buka oleh sang pemilik kamar.


Hening...Hening...Hening..


" Kok gak ada suara lagi sih " batin Raga. Sedang dibalik pintu Ardan tengah berhitung untuk membuka pintu secara perlahan " satu, dua, ti---" ucap Ardan tanpa suara


Detik selanjutnya.....


Brakkk....


Raga tersungkur ke belakangan dengan posisi yang sangat teramat tidak elit. " Awww sakit ya kak ? " ucap Ardan dengan mimik wajah di buat sedih padahal Raga tau Ardan tengah mengejek dirinya


Raga memelototi adiknya dengan tatapan kesalnya." sengaja ya lo !! "


" yee siapa suruh nguping pembicaraan orang, emmm sepertinya kakak ku sayang ini lupa adab bertamu di kamar orang " ucap Ardan dengan tawanya. Kapan lagi ia bisa mengerjai kakaknya ?


Raga yang tengah menahan malu tetap memasang paras coolnya. Ia berdiri dan pergi meninggalkan Ardan yang tengah tertawa di atas penderitaannya itu


" **** banget sih lo Ga bisa-bisanya di kerjain " gerutunya


Kini Raga tengah berada di kamarnya pinggangnya terasa sakit karna jatuh tadi. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur king sizenya  sambil menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba saat ia tengah menatap langit-langit kamarnya ia melihat bayangan Alisyha tengah kesal padanya. Raga mengerjap-ngerjapkan matanya sembari memukul pelan keningnya " Kegilaan apa lagi ini Ga, bisa-bisanya lo ngayalin anak kecil itu. " gerutunya. Setelahnya ia lebih memilih memejamkan matanya dari pada terus-terusan memikirkan Gadis itu.


***


Pagi ini seperti biasanya Aku berangkat sekolah, ahh mungkin ini akan jadi hari-hari terakhir ku di SMA karna sebentar lagi aku akan lulus.

__ADS_1


Ahh rasanya baru kemarin aku mengikuti MOS, tak terasa waktu berjalan dengan cepatnya tanpa mau sedikit saja memberi jeda sebentar.


Aku mulai memasuki ruang kelas tak seperti biasa ruang ini tampak sepi.


Tumben belum ada yang masuk ? tanya ku dalam hati.


Detik berikutnya kelopak mawar berjatuhan dari atas tempat ku berdiri. 


Detik selanjutnya Ardan sudah berada di belakang ku sembari mengucapkan " Selamat pagi calon makmum ". Aku menoleh ke arahnya, benar saja ini semua ulahnya.


Ardan selalu begitu penuh kejutan dan aneh-aneh.


Aku tersenyum membalas ucapannya


" cuma senyum aj nih ? " tanyanya aku mengerutkan kening ku


Ia tahu aku tengah bingung karna ucapannya barusan " aiss bales kek selamat pagi juga sayang atau selamat pagi juga calon imam.


Gitu aja gak peka kamu Syha" ucapnya dengan tampang berpura-pura marah.


Tanpa kami sadari ada Karin juga Elma yang sudah berdiri di belakang kami.


Tadi hanya ada Dani. Ya, Dani adalah teman tersetia Ardan kemana pun Ardan pergi ia selalu di sampingnya.


Dimana ada Ardan pasti ada Dani.


Benar-bebar seperti upin dan ipin.


Benar juga kata Karin.


Elma hanya menunduk berjalan melewati ku tanpa menyapa ku.


Tak seperti biasanya. Ada apa ?


Sedangkan Karin ?


Ia memasang tampang melasnya


" kenapa lo mak Rombeng " cletuk Dani. Seketika Karin langsung memberinya pelototan


" ngomong apa lo barusan ? Mau gue getok lo !! " ucap Karin


Pletakkk....!!


" Awww lo kok galak bener sih " ucap Dani


Baru saja Karin hendak bicara " STOPP !!  Lo bedua ya kalo ketemu berantem mulu heran gue.


Awas aja sampe lo bedua jodoh " ucap Ardan


" Gak !! " ucap Dani dan Karin bersamaan. Setelahnya kami Tertawa bersama. Ahh mungkin ini semua akan jadi hal yang paling kami rindukan, mengingat minggu depan kami sudah Ujian.


Aku duduk di bangku ku, Karna berhubung minggu depan sudah ujian hari ini jamkos.


Aku , Karin dan Elma memilih berdiam diri di kelas sedangkan Ardan dan Dani mereka pamit ke kantin.


" Diem-diem bae lo Ma ? " tanya karin memecah keheningan


Elma menoleh tak bersemangat "Capek aku teh Rin "


"Capek kenapa Ma ? " tanya ku


" Gpp kok " Jwb Elma. Aku dan karin saling pandang, Karin mengedikan bahunya


" ehh gak kerasa ya kita udah mau lulus aja, gue jadi mellow.


Kayaknya baru kemarin deh kita masuk .Btw lo pada mau kuliah dimana ? " tanya Karin


" iya bener ya. Aku sih mau kuliah di jakarta aja . Ayah sama Bang Iyan nyuruh di sini aja.


Nggak boleh keluar negri " ucap ku


" Gue tadinya mau ke Jerman. But, karna lo di sini gue di sini aj deh.


Lo tahu kan gue gak lancar bahasa Inggrisnya " ucap Karin

__ADS_1


" Ngikut aj lo mah Rin. Kalo kamu Ma mau kuliah di mana ? " tanya ku pada Elma yang sedari tadi hanya diam


" Aku teh kayaknya di Bandung deh "


" Yahhh , kok di Bandung sih Ma " ucap Karin


" iya nih " ucap ku menimpali


"  Iya soalnya aku di minta sama Kakek buat bantuin ngajar Di Ponpesnya. Ya aku teh nurut wae "


" Kita pisah dong "


Elma tersenyum " Gpp kok. Kita hanya berpisah waktu dan tempat tapi kita kan masih di bumi yang sama. Bumi Allah. Insyaa Allah walaupun kita nanti beda kampus tapi kalian tetap jadi sahabat terbaik ku kok." ucap Elma


" Iya Ma. walaupun kita beda nantinya tapi tujuan kita kan sama.


Sama-sama buat banggain kedua orang tua, Sama-sama buat sukses bareng. Hanya saja tempat dan cara kita yang berbeda dalam mencapai tujuan itu.


Someday, kita bakalan ketemu lagi dengan berbagai cerita yang baru. " Ucap ku


" Udah ahh lo bedua pada mellow-mellowan " ucap Karin.


Akhirnya kami bertiga saling berpelukan


" Ikutan dong " ucap Ardan yang entah kapan dia berada di sini.


" Lo bertiga udah ke teletabis deh " ucap Dani


" Suka-suka kita lah " ucap Karin


" Nih " ucap Ardan menyodorkan coklak kepada ku


" Alisyha aja nih, gue juga mau dong. Ya nggak Ma " ucap Karin


" Tuh minta sama Dani " Karin langsung memintanya pada Dani


" Bayar !! "


" berapa ?


Jangan kayak orang susah deh " ucao karin sembari merogoh sakunya


" Bukan pakek itu " ucap Dani


" Terus ? "


" Pakek cinta *****. Lo cewek bukan sih Rin. Kadang-kadang gue meragukan kalo lo cewek." Ucap Ardan


" Apa lo bilang !!! gue cwek lah "


" cewek kok gak ada peka-pekanya sama sekali " ucap Ardan


" Udah lah Rin move on dari Sam nggak semua cowok kayak Sam " ucap Dani tiba-tiba membuat kami semua terperangah. Apa maksud Dani ??


" Tau dari mana lo tentang Sam !!! "


" Gue tau semua tentang Sam " ucap Dani dengan santainya berbanding terbalik dengan Karin yang sepertinya terkejut.


Setahu ku Sam, atau Samuel adalah kakak kelas ku, ia adalah ketua OSIS dan dia adalah mantan kekasih Karin.


Tatapi aku tak pernah tahu tentang hubungan mereka. Karin sama sekali tak pernah bercerita mengenai Sam. Tapi , kenapa Dani bisa tahu tentang Samuel


" Gak usah sok tahu lo Dan !! " ucap Karin Ketus


" SAMUEL AL-ADZANI MAHESWARA.


PUTRA TUNGGAL DARI KELUARGA MAHESWARA " ucap Dani  dengan kerasnya untung saja di dalam kelas hanya ada kami.


Karin melotot tak percaya dari mana Dani bisa tahu. " Gue sumpel mulut lo pakek kaos kaki kalo lo lanjutin !!! " ancam Karin tapi tak di hiraukan oleh Dani


" Mantan kekasih dari Karin Anastasya. Menjalin hubungan kurang lebih selama satu setengah tahun namun harus kandas di tengah jalan di karenakan sang kekasih yang hilang entah kemana ...." Ucap Dani seperti membacakan puisi


" Dikarenakan-----" baru saja Dani hendak melanjutkan Ceritanya Karin sudah lebih dulu membekap mulutnya.


Aku dan Elma terkejut sekaligus penasaran dengan fakta itu.

__ADS_1


fakta yang selama ini tak pernah kami ketahui. Karin tak pernah bercerita sama sekali.


Kami hanya tahu dulu Karin pernah berhubungan dengan Ketua Osis SAMUEL.


__ADS_2