Hinaanmu ku jadikan cambukan kesuksesanku, mas!

Hinaanmu ku jadikan cambukan kesuksesanku, mas!
bab 10.


__ADS_3

"Yaa aku marah lah ma, aku balikkin uang yang mas Rendi yang baru aja dikasih ke aku. besoknya aku cuekin deh seharian, malamnya dia bujukin aku terus bawa uang lebih banyak dari biasanya kan. nah aku tanya tuh, ibu kamu udah dikasih atau belum mas Rendi jawab udah. yaudah akhirnya aku maafin, nah tadi pagi aku layanilah dia seperti hari-hari biasanya. tiba-tiba ibu mertua datang dan minta uang belanja lagi sama mas Rendi, dengan alasan yang yang diberikan mas Rendi dipakai Ririn untuk mengerjakan tugas sekolah. mas Rendi menyerahkan semuanya sama aku, tapi pas Rendi pergi berangkat ambil paket. ibu mertua berulah ma, aku yang mau belanja ke tukang sayur dihadang ibu mertua yang mau meminta uang. nah aku bilang dong kalo aku mau beli kebutuhan dapur dulu nanti sisanya baru aku berikan sama ibu, dia ngga terima ma malah mengatakan yang tidak-tidak tentang orangtuaku yaitu mama. ya aku emosi dong, sangking emosinya aku kasihkan semua uang dari mas Rendi yang semalem itu terus aku buntali semua pakaian mas Rendi biar ku pulangkan sekalian dia kerumah ibunya itu atau bahkan biar sekalian dinikahi biar anak lelakinya itu ga perlu menghidupi anak orang" kataku dengan sangat panjang, namun mama sangat antusias mendengarkan perkataan ku.


"oohh makanya kamu kesini, begitu?" tanya mama terkekeh kecil.


"iyaaa biar aku bisa refreshing dan juga me time disini, capek lah tiap hari berkutat didapur terus ngga punya waktu sendiri. kalo disini kan aku bisa me time karna Nauval bisa dititip ke mama" kataku menaik turunkan alis.


"bisa aja kamu, bilang aja mau menghindari Rendi dan juga keluarganya. iyakan?" tanya mama justru meledekku.


"yaa itu salah satunya sih ma" jawabku, akhirnya kami berdua pun terkekeh bersama.


"Nauval, mau coklat gak? kemaren om Ryan habis dari Bogor loh bawa oleh-oleh pie susu coklat yang viral itu" kata mama membuatku berbinar.


"oiyaaa, kok aku ngga dibawain sih?" tanyaku dengan nada kesal.


"baru banget kemaren pulang, rencannya nanti kalo libur mau dianterin kesana eh kamu nya udah kesini duluan. yaudah dibuka disini aja, sebentar uti ambilin ya" kata mama kembali menyerahkan Nauval padaku sementara mama mengambilkan kue pie susu yang katanya viral itu.


"nah ini dia. Ini yang coklat, nah ini nih yang beef enak banget. mama suka banget sama yang ini" kata mama mengambil satu kue pie susu yang isinya beef itu.


aku pun memotretnya dan menaruhnya distatus whatsapp ku, tapi ternyata Ririn dengan gercepnya langsung membuka status ku itu dan mengomentarinya.


"waaahh enak tuh mbak, itu kan pie susu yang lagi viral itu. Ririn mau mbak, Riri kerumah ya" katanya dengan emot senyum.


"ya" balasku sedikit tersenyum karna berhasil mengerjain gadis menyebalkan itu.

__ADS_1


"kenapa kamu senyam-senyjm gitu, dimakan itu pie nya nanti habis sama uti sama Nauval ya val ya" kata mama pada Nauval yang sudah beralih lagi kepangkuannya.


"ini tadikan Sinta upload pie susu ini, terus Ririn komen dikiranya Sinta ada dirumah dan dia mau kerumah buat minta pie susu ini terus Sinta balas ya doang hehehe" jawabku.


"Sinta, Sinta kamu itu ngerjain orang aja" jawab mama menggelengkan kepala.


"biarin aja, orang nyebelin kaya dia itu harus dikasih pelajaran ma. lihat aja, sebentar lagi juga dia pasti nelpon Sinta terus marah-marah" kataku, baru saja aku selesai mengucap benar saja Ririn sudah meneleponku.


"ya" kataku setelah meloedspeaker ponselku.


"mbak, kok pintunya kekunci sih. Ririn capek nih baru dari sekolah langsung kesini, bukain dong. jangan dihabisin pie susu nya" katanya dengan nada kesal.


"tapi sayang nya mbak lagi ga dirumah tuh" jawabku dengan santai.


"maaf ya Ririn, tapi mbak itu lagi dikarawang rumah mama nya mbak. bukan dirumah, jadi mendingan kamu pulang kerumah kamu sendiri, karna pie susu nya ngga ada disana. oke" jawabku dengan santai, aku yakin disebrang sana Ririn tengah membulatkan mata dan bersiap mengeluarkan tanduknya.


"kenapa mbak Sinta ngga bilang kalo dikarawang, terus ngapain aku cepet-cepet Dateng kesini kalo ternyata pie susu nya ngga ada disini" bentaknya membuat aku dan juga mama memejamkan mata. tanpa menyahuti perkataan Ririn lagi, aku pun langsung mematikan telpon.


"yaampun, itu tadi adik nya si Rendi sin? kok ngga sopan begitu sama iparnya" kata mama yang terlihat kaget mendengar perkataan Ririn padaku.


"yaa Sinta sih udah biasa ma menghadapi kelakuan Ririn sama ibu mertua Sinta, yaa ibaratnya udah kebal lah" jawabku terkekeh kecil, aku pun mengambil satu buah pie susu yang smoke beef dan mencobanya.


"aaahh bener banget emang ini ma, lihat ini smoke beef nya aja enak banget loh ma. Ryan beli banyak ga sih ma? kok aku pengen beli sendiri ya" kataku yang langsung dijawab gelengan kepala oleh mama.

__ADS_1


"kalo kamu pengen nanti aja kita kesana bareng-bareng, tapi nanti kita atur waktunya. sekalian beli moo-moo roll juga terus apa tuh namanya yang coklatnya lumer itu loh tiraaa,,, apa sih" kata mama yang tak tau nama kue lumer itu.


"itu tiramissu ma. beneran mama mau ngajak aku kesana sama Nauval?" tanyaku memastikan.


"iyaa bener lah, tapi kalian aja yang menginap disini ya. kalo mama jemput kesana, mertua sama ipar kamu pasti minta ikut kalo tau kita mau kesana. mama males ah" jawab mama yang langsung aku balas dengan acungan jempol karja sedang menikmati pie susu ini.


"emmm enak banget deh pokoknya, nagih" kataku setelah menghabiskan satu buah pie susu.


"ini yang coklat coba deh, Nauval udah habis dua nih liat" kata mama memperlihatkan Nauval yang sudah menghabiskan dua kue pie.


"nanti dulu lah ma, kayanya Sinta mau bikin es yang seger-seger deh" kataku pada mama.


"yaudah sana bikin, di kulkas ada ch*t**e kayanya. brown sugar si punya Ryan, minum aja" kata mama membuatku langsung menuju kulkas didapur.


"waahh segernya, enaknya kalo dirumah orangtua sendiri mah ngga ada yang nandingin. apa-apa ada, nikmat mana lagi yang kau dustakan" gumamku menikmati ch*t**e sambil jalan kembali menemui mama.


"oiyaa sin, si Ryan minta lanjut kuliah S2 katanya tapi diluar. gimana menurut kamu?" tanya mama membuatku hampir tersendak.


"diluar? dimana, emang Ryan udah tau kampus mana yamg dia tuju. dan emang dia mau nerusin dimana sih?" tanyaku secara beruntun.


"dia juga belum tau sih, tapi katanya dia lagi cari kampus yang bagus buat lanjutin S2" jawab mama.


"kenapa ngga disini aja sih, disini juga udah banyak kok kampus gang bagus S2 nya. kenapa harus keluar, duuhh pergaulannya itu loh kalo diluar negri yang ditakutin" kataku yang juga disetujui oleh mama.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2