
setelah kenyang menyantap pie susu oleh-oleh dari adikku, kami pun bersiap mandi karna mama berencana mengajak kami berdua untuk makan diluar bersama dengan ayah dan juga Ryan yang saat ini masih bekerja ditempat kerjanya masing-masing.
"nanti mereka berdua pasti kaget banget ngeliat kamu sama Nauval ikut makan malam bareng" kata mama ketika kita sudah siap hendak pergi ke restoran yang sudah mama reservasi.
"ngga sampe sekaget itu juga kali ma" jawabku terkekeh mendengar perkataan mama.
"yaa kan kali aja di, lagian nih ya mereka itu udah kangen banget sama Nauval. maklum lah ya kalian ini kan jarang banget main kerumah ini, jadi nya mungkin mereka kesepian" kata mama membuatku tersenyum senang. ini lah bedanya tinggal dirumah orang tua sendiri dibanding dekat dengan mertua meskipun tidak tinggal satu atap tapi tetap saja ada konfliknya.
"yaudah kalo begitu yuk kita berangkat" kataku yang juga diangguki oleh mama.
"yaudah yuk kedepan, kayanya taksi online yang mama pesen juga udah Dateng deh. kamu tunggu aja didepan biar mama kunci pintu dulu" kata mama, aku pun melangkah kan kaki keluar dari rumah sementara mama mengunci pintu belakang dan memastikan jendela tertutup rapat setelahnya baru lah mama menyusul kami sekaligus mengunci pintu depan.
tak lama taksi yang mama pesan pun datang, kami pun dalam perjalanan menuju restoran. tak sampai satu jam kami pun sampai, cukup jauh juga restoran yang dipilih mama.
"kok jauh-jauh banget si ma milih restoran, kan yang Deket banyak" kataku ketika sudah memasuki halaman resto.
"sengaja sin, karna resto ini baru buka. mama baru kesini satu kali waktu pembukaan sama temen-temen arisan mama, lagian sekali-kali lah ajak cucu mama kesini. gapapa lah, iyakan Nauval" kata mama pada Nauval yang tersenyum seolah mengerti apa yang dikatakan oleh uti nya.
"selamat datang diresto cinta kasih" kata pelayan yang membukakan pintu masuk.
"terimakasih mbak" kata mama dengan tersenyum karna keramahan pegawai restoran itu.
"saya sudah reservasi mbak, atas nama ibu Laura" kata mama pada petugas kasir yang bertugas.
"ohh iyaa Bu, sebentar saya cek dulu ya" jawabnya dengan ramah, kami pun menunggu tak lama. selang satu menit pegawai itu pun memberi tahu temannya agar mengantarkan kami keruangan tertutup yang ada diresto tersebut.
"silahkan ikuti teman saya ya Bu, nanti dia akan tunjukkan tempatnya. silahkan" kata mbak kasir itu menunjuk temannya yang sudah siap mengantarkan kami keruangan.
__ADS_1
"mari Bu" kata pelayan yang mengantarkan kami mendahului aku dan juga mama yang berjalan dibelakangnya.
"ini tempatnya Bu, silahkan. bisa langsung dipilih untuk menunya ya Bu" kata pelayan tersebut dengan sangat ramah.
"terimakasih ya mas, berikan saja makanan dan minuman terbaik diresto ini" jawab mama tanpa membuka menu yang sudah diberikan oleh pelayan tersebut.
"oohh baik Bu, kalo begitu mohon menunggu ya Bu" jawab pelayan tersebut yang langsung diangguki oleh mama.
pelayan itu pun meninggalkan ruangan yang seperti ruangan VIP ini, karna ruangannya dibuat khusus didalam ruangan lain.
"berarti saat ini kamu sedang ada masalah dengan Rendi ya sin?" tanya mama yang langsung aku angguki.
"sebetulnya si aku ngga ada masalah dengan mas Rendi ma, hanya aja aku muak dengan kelakuan ibu mertuaku yang seperti itu dan mas rendi nya pun selalu mengikuti permintaan ibu mertua yang menurutku diluar nalar dan tidak sesuai kemampuan" jawabku membuat mama menganggukan kepala.
"sudah terlihat dari wataknya sih sin, mama sih ngga bisa bicara apapun. toh kan kamu yang menjalani, iyakan? tapi yang mama sarankan, sebaiknya kamu jangan salahkan Rendi tentang semua ini. lebih baik kamu minta Rendi untuk tinggal sedikit jauh dari ibu mertuaku, yaa biarpun masih ngontrak juga setidaknya mertua kamu ngga ikut campur dalam rumah tangga kalian" saran mama membuatku berfikir.
"iyaa juga sih ma, tapi gimana ya ma. apa mas Rendi mau, kalo pun mas Rendi mau ya pasti mamanya ngga setuju lah ma. alesannya pasti karja Rendi anak lelaki satu-satunya dan dia harus menghidupi ibu dan juga adiknya. pasti begitu ma" jawabku menatap mama yang menggelengkan kepala.
"terus aku harus gimana ma?" tanyaku dengan lirih.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawabku dan mama serempak.
"ayaaaaahh" teriakku ketika melihat ayah dan juga adikku didepan pintu ruangan VIP ini.
"masyaallah anak cantik ayah, kamu pulang nak? kapan sampai? cucu Simbah, sini sama Simbah nak" kata ayah melihat Nauval dalam pangkuanku.
__ADS_1
"datang tadi siang ayah, aku sudah sampai dari siang terus malamnya makanya diajak mama kesini" kataku sambil menyerahkan Nauval kepangkuan ayah.
"loh terus Rendi mana?" tanya ayah penasaran.
"aku kesini sana Nauval aja kok yah, mas Rendi sibuk kerja" kataku membuat Ryan memicingkan mata.
"kerja apa? bukannya mas Rendi abis kena PHK ya?" tanya Ryan yang duduk bersebalahan denganku.
"yaa kerja apa aja sih, serabutan. sekarang lagi antar paket, lumayan lah untuk sehari-hari" jawabku sengaja menyembunyikan semuanya sama ayah dan juga Ryan.
"oh ya? kenapa ngga kekantor ayah? yaa walaupun kecil kan tapi lumayan dari pada antar paket, iyakan ma?" jawab ayah membuatku menaikkan bahu.
"ntah lah, mungkin mas Rendi malu. masa kerja sama mertuanya" jawabku asal.
"bagus, pekerja keras berarti" kata Ryan mengacungkan jempolnya.
"oiyaa katanya kemaren kami abis dari Bogor ya? tadi mbak cobain loh oleh-olehnya, kok kamu bawanya cuma pie nya aja si ngga bawa yang lainnya juga?" tanyaku penasaran.
"kalo bawa yang lainnya kebanyakan mbak, itu aja kan aku belinya sedikit. mbak tau sendirilah aku paling males sebenernya kalo pergi-pergi bawa oleh-oleh kaya gitu, tapi mau gimana lagi. itu ngga ada disini soalnya, iyakan?" jawab Ryan membuatku menganggukan kepala.
"iyaa, katanya mbakmu itu pengen kesana loh Ry. mama bilang nanti kalo ada waktu kita ajak kesana kalo mbakmu nginep lagi disini, iyakan yah?" tanya mama pada ayah yang menganggukan kepala.
"iyaa dong, kalo perlu besok sekalian ajak cucu Simbah ini jalan-jalan. iyakan sayang" kata ayah pada Nauval yang hanya tersenyum.
"permisi" tak lama pesanan mama pun datang. beberapa pelayan menghidangkan makanan yang sangat menggiurkan, bahkan aku pun sampai meneguk air liur karna sudah lama rasanya tak makan makanan seperti ini.
mulai dari seafood, ikan bakar, ayam bakar, lobster, udang bahkan sampai makanan pembuka dan juga makanan penutupnya pun tersedia disana.
__ADS_1
sebelum makan, kami pun berfoto bersama lalu aku pun mengunggahnya ke aplikasi hijau milikku. seperti biasa, pasti mengundang manusia kepo mengomentari postinganku. aku pun tak menanggapi, lebih memilih untuk memakan hidangan yang sudah tersedia dimeja makan bersama keluargaku.
bersambung.