Hinaanmu ku jadikan cambukan kesuksesanku, mas!

Hinaanmu ku jadikan cambukan kesuksesanku, mas!
bab 16.


__ADS_3

terdengar suara mas Rendi yang ternyata singgah saat mengantarkan paket, mungkin dia ada paket dengan tujuan alamat disekitar sini.


"asaalamualaikum" salam mas Rendi sekaigus mencium tangan mama dengan takjim.


"wa-waalaikumsalam" jawabku dan juga mama berbarengan.


"re-rendi"


"mas"


"ada apa ini dek, kenapa ibu ku seperti ketakutan begini. dan apa ini, kenapa kalian seperti menghakimi beliau?" tanya mas Rendi mentap kami semua satu persatu.


"mas, aku bisa jelaskan. tadi itu,,,,"


"ren, ibu dipermalukan istri dan juga mertua kamu dihadapan ibu-ibu disini ren. bahkan mereka menertawakan ibu ren, hancur sudah muka ibu dikampung ini ren" kata ibu mertua mengeluarkan air mata buaya nya membuatku dan juga mama saling berpandangan.


"huuuuuuhhh, bohong itu bohongggg" teriak para ibu-ibu yang sedari tadi melihat perdebatan kami.


"jawab jujur Bu, ada apa sebenarnya? ngga mungkin Sinta mempermalukan ibu dirumah ini, kalo ibu ngga membuat masalah lebih dulu. lihat, andai Sinta yang memulai pasti Sinta yang menghampiri ibu bukan justru ibu yang menghampiri Sinta" kata mas Rendi membuat ibu mertua tak berani berkata-kata lagi.


"eh mas Rendi, ibu Asti yang mulai duluan. mbak Sinta itu baru aja pulang dari rumah orangtuanya, mungkin ibu mas Rendi lihat waktu mbak Sinta lewat eh dia malah nyamperin kesini terus marah-marah sama mbak Sinta. katanya gara-gara mbak Sinta bilang sama mas Rendi kalo uang yang dipegang mas Rendi udah dikasih kan ke Bu Asti, makanya mas Rendi ngga ngasih uang lagi ke bu Asti. iya kan bu-ibu?" kata Bu Ida menjelaskan kejadian yang sebetulnya pada mas Rendi, tanpa aku menjawab biarkan mereka menjadi saksi atas kelakuan mertuaku yang ajaib ini.


"eehh diam kamu Ida, jangan ikut campur!! dasar provokator!!!" bentak ibu mertua menatap tajam ibu Ida.


"Bu ida cuma bicara yang sebenarnya Bu Asti, pake fitnah mbak Sinta segala. ingat Bu, kalo sampe mas Rendi menyakiti mbak Sinta bahkan mereka sampai berpisah maka dosanya akan dibawa ibu dan pertanggung jawabannya ada pada ibu sebagai penyebab dari perceraian mereka. taubat Bu sebelum mulut ibu dimasukin api neraka" kata Bu Salma yang diangguki oleh Bu Ida dan ibu-ibu yang lainnya.

__ADS_1


"eh jangan coba menceramahi saya, ceramah sana dimasjid jangan disini. sok suci banget, kalian belum punya menantu makanya kalian bisa bilang seperti ini coba kalo kalian udah punya menantu pasti akan merasakan apa yang saya rasakan jika uang dari anak kurang" jawab ibu mertua disambut tawa yang pecah oleh ibu-ibu itu.


"Bu ibu, kalo saya punya menantu kaya mbak Sinta pasti sudah saya sayang sayang dan saya jadikan ratu Bu. siapa yang gamau? cantik, berpendidikan, Sholehah, penurut sama suami, dan point plus dan tambahannya adalah sarjana dan kaya. iyaa ngga ibu-ibu?" kata Bu Salma diangguki yang lainnya, ku lihat ibu mertua memutar bola mata malas mendengat jawaban dari Bu Salma.


"sudah-sudah!! Bu, ibu selalu aja buat masalah. ngga bisakah buat rumah tangga Rendi dan juga Sinta damai? Rendi malu Bu!!" kata mas Rendi pada ibu nya yang terlihat sangat kesal.


ibu mertua pun tak lagi berpura-pura dihadapan mas Rendi karna semuanya sudah dibongkar oleh bu Salma dan juga Bu Ida.


"sebaiknya kamu bawa pulang ibu kamu Rendi sebelum ayah keluar dan justru membuat kamu ngga bisa membela diri dihadapan kami, jangan lupa setelah ini temui kami dirumah ini !!" kata mama menatap tajam mas Rendi.


"tapi ma, maaf sebelumnya. Rendi harus selesaikan kerjaan Rendi dulu, Rendi baru bisa menemui mama sama ayah nanti malam setelah mengantarkan paket-paket itu." kata mas Rendi dengan jujur.


"oke gapapa, mama tunggu. tapi ingat ya, jangan bawa manusia jadi-jadian ini kesini kalo ngga mau ibu mu ini habis ditangan mama" kata mama pada mas Rendi yang langsung menganggukan kepala.


"kamu apa-apaan sih masa langsung angguk-angguk gitu aja, mama itu kan ibu kamu jadi mama harus tau apa yang akan kalian bicarakan!!" kata ibu mertua yang tetap kekeh dengan keinginannya.


"huuuuuuuuuu" sorakan ibu-ibu itu membuat ibu mertua melengos saat menaiki motor mas Rendi dibagian belakang.


"makasih ya Bu-ibu udah bantuin anak saya, kenal kan saya Laura. mama nya Sinta" kaya mama memperkenalkan dirinya sendiri kepada para ibu-ibu.


"Oalah kalo dilihat dari dekat cantik ya mama nya mbak Sinta, kenal kan Bu saya Salma" kata Bu Salma menyambut uluran tangan mama.


"iyaa cantik, saya Ida Bu" kata Bu Ida bergantian menyalami tangan mama.


begitupun seterusnya ibu-ibu yang lain ikut mengulurkan tangan pada mama untuk memperkenalkan diri.

__ADS_1


"semoga kita bisa menjalin ke akraban ya Bu-ibu" kata mama dengan senyum ramah.


"memang Bu Laura mau tinggal disini ya? udah bosan ya jadi orang kaya?" tanya Bu Ida yang memang ceplas ceplos.


"yaa begitulah Bu, saya akan merepotkan Sinta dirumah ini untuk sementara sampai masalah ini selesai dan kami bisa kembali kerumah kami sendiri nantinya" jawab mama berusaha menjawab pertanyaan ibu-ibu yang lainnya.


"waaahh seru nih ya Bu-ibu kita jadi dapat temen kumpul bareng yang baru, lumayan lah kontrakan mbak Sinta kan depannya adem jadi kita nanti bisa nongkrong disana sama Bu Laura. mbak Sinta sih selama ini ngga pernah ikut kamu nongkrong, sibuk Mulu sama urusan rumah" kata Bu Salma diangguki ibu-ibu yang lainnya.


"hehe iyaa ibu-ibu boleh kok, saya kan cuma segen aja ibu-ibu bukan ngga mau. tau sendiri lah gimana mulut mertua saya kalo tau saya kebanyakan kumpul sama ibu-ibu, saya ngga pernah kumpul aja selalu ada aja yang salah bagaimana saya ikut kumpul-kumpul. lebih salah lagi nanti saya" jawabku membuat ibu-ibu terkekeh mendengar jawaban ku.


"nah karna ibu-ibu ini sudah baik hati sama anak saya, saya akan traktir ibu-ibu ini makan bakso. gimana?" tanya mama pada ibu-ibu itu ketika melihat bakso lewat dihadapan kami.


"nah boleh itu Bu, makasih banyak loh Bu. jadi enak ini kita, iyaa ngga ibu-ibu" kata Bu Salma disambut tawa oleh yang lainnya.


"bang, bang kasih ibu-ibu ini ya bang. ayok ibu-ibu kita makan diteras rumah Sinta aja, disini panas" kata mama mengajak ibu-ibu itu keteras kontrakanku. mereka semua pun menyetujui dan mengikuti aku dan juga mama yang mulai duduk diteras.


"ada apa sih ma?" tanya Ryan yang keluar dari rumah didepan pintu, membuat para ibu-ibu itu terpana.


"oohh itu, mama lagi ajak ibu-ibu ini makan bakso. kamu mau?" tanya mama diangguki oleh Ryan.


"boleh, ayah mau kan yah?" tanya Ryan pada ayah yang berada didalam dan masih menemani Nauval.


"mau dong" terdengar suara ayah menyahuti pertanyaan Ryan.


akhirnya kami pun memakan bakso bersama-sama sesekali terdengar suara gelak tawa para ibu-ibu yang sangat antusias dengan kedatangan mama.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2