
hari aku akan kembali kerumah bersama mama, ayah dan juga Ryan. mereka tengah mengepak barang yang akan mereka bawa, setelah tiga hari berada dirumah mama aku pun merasa ada ketenangan dihari dan merasa badan lebih segar karna tak perlu mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya.
"sudah selesai semua sin?" tanya mama padaku yang tengah membantu Ryan mengepak pakaian miliknya.
"udah ma, lagian emang mau berapa hari sih ma pake bawa baju banyak kaya gini. mana Ryan juga sampe satu koper kecil kaya gini" tanyaku pada mama melirik koper yang ada didepanku.
"sampai masalah kamu selesai lah, ayah itu ngga yakin kamu mampu menghadapi keluarganya Rendi yang toxic itu sendirian. makanya ayah minta kami untuk sementara tinggal dirumah kamu, atau kamu yang mau tinggal disini? nanti setelah beberapa hari dirumah kamu biar mama yang bilang sama ayah" jawab mama membuatku membelalakan mata.
"yaampun ma ngga harus sampai kaya gini juga kali ma, aku masih bisa kok menghadapi mereka. masa mereka berdua aja aku ngga sanggup" jawabku dengan menahan kesal.
"huh iyaa kamu sih sanggup, tapi kamu tau sendiri lah ayah kamu gimana. ngga mungkin lah dia biarin kamu menghadapi orang serprti itu sendirian, udahlah kita ikutin aja rencana ayah. lagian mama yakin kalo ayah kamu disana mereka pasti ngga akan berani macam-macam sama kamu" jawab mama membuatku mengerucutkan bibir.
"tapi maaaa,,,,,,"
"udahlah gaada tapi-tapian, lagian mama malah seneng kali setiap hari bisa main sama cucu. mama juga pengen liat tuh reaksi mertua sama ipar kamu kalo tau mama, ayah sama Ryan tinggal dirumah kalian. oiyaa satu lagi, nanti disana ayah dan juga Ryan akan pura-pura ngga punya pekerjaan dan menumpang hidup dengan kamu dan juga Rendi. gimana menurut kamu?" tanya mama membuatku membelalakan mata.
"APA!! mama ngga bercanda kan? ngga lucu tau ma!" tanyaku menatap mama dengan mata membola.
"iyaaa itu sih kata ayah kamu, kita harus tau sifat asli mertua sama ipar kamu baru nanti kita kasih tau siapa kita sebenarnya. dan untuk masalah Rendi, dari sini nanti kita bisa ukur sendiri sepeduli apa dia pada keluarga istrinya dan seberapa tanggung jawabnya dia menafkahi kamu jika ada kami dirumah kalian" kata mama yang sebetulnya aku benarkan.
"bener juga sih ma, dengan begitu kita bisa tau lah ya sifat asli seseorang dan aku juga bisa tau sifat asli mas Rendi seperti apa meskipun selama ini dia selalu bersikap baik dan bertanggung jawab padaku dan juga Nauval. tapi gimana kerjaan ayah dan juga Ryan dikantor?" tanya ku pada mama yang tersenyum.
"tenang aja kalo itu mah, ayah kamu sama adik kamu itu punya asisten dan juga sekretaris jadi semua pekerjaannya bisa dihandle sama mereka" jawab mama membuatku akhirnya menganggukan kepala dengan pasrah.
__ADS_1
"yaudah kalo emang itu rencana kalian, aku sih oke oke aja" jawabku membuat mama tersenyum pada akhirnya.
"bagus itu, oiyaa gimana sama novel kamu? kok masih disitu-situ aja sih, ngga mau rilis novel baru gitu?" tanya mama tentang perkembangan novel ku.
"pengen sih ma, tapi belum dapet ide cerita yang bagus lagi. aku tuh pengen deh nulis yang genre komedi, tapi aku gabisa melawak. bosen juga kayanya nulis permasalahan rumah tangga terus" jawabku dengan menghembuskan nafas berat.
"kamu buat cerita kehidupan kamu sendiri aja sin, biar feell nya tuh lebih dapet gitu. mama yakin pasti nanti yang ngebaca juga bakalan greget sama tingkah mertua sama ipar kamu itu, ya itung-itung kisah sedih menguntungkan lah" kata mama sambil terkekeh kecil.
"ah mama mah, mana ada kaya gitu. udah lah yuk turun, udah mau jam makan siang itu bentar lagi ayah sama Ryan pasti pulang. masak apa hari ini si mbak ma?" tanyaku pada mama yang jalan disebelahku.
"sambel tempe kemangi sama ikan kembung goreng sama tumis kangkung kayanya deh" jawab mama membuatku membayangkan hingga hampir menyesakan air liur.
"kayanya seger banget itu ma, duh ga sabar deh. yuk ma yuk ke bawah ah" kataku yang langsung berjalan setengah berlari agar cepat sampai diruang makan.
"iyaa sih, yaahh mesti nunggu lagi deh" kataku dengan lesu.
"yaudah sih gapapa, liat Nauval dulu sana. tadi dia tidur lagi loh habis main sama mama, biar nanti simbahnya datang dia udah bangun"kata mama membuatku langsung melangkah kan kaki menuju kamar dimana Nauval berada.
terlihat Nauval yang masih tidur dengan pulasnya, ingin ku bangun tapi nanti kasihan tapi kalo tidak dibangunkan pasti dia akan melewatkan jam makan siang. baiklah, biar aku bangunkan saja Nauval.
baru saja mau aku bangunkan, ternyata Nauval sudah lebih dulu menggeliat dan mengucek kedua matanya.
"anak mama, bangun yuk. makan siang dulu, sebentar lagi Simbah pulang loh sama om Ryan" kataku membuat Nauval langsung melebarkan mata dan mengedipkannya dengan lucu.
__ADS_1
"maaam" katanya dengan bahasa yang kurang jelas.
"iyaa mam, yuk. sebentar lagi om sama Simbah pulang, kita mau kerumah Nauval" kataku membuatnya tersenyum lucu dan menggemaskan, seolah mengerti yang aku katakan.
aku pun menggendongnya dan membawanya kehadapan mama yang ternyata tengah merapihkan masakan yang sudah selesai dimasak keras meja makan bersama dengan mbak yang bekerja dengan nya.
"cucu uti udah bangun ya?? mau mam nak?" kata mama menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Nauval yang aku gendong.
"maaamm" jawab Nauval melihat banyaknya makanan diatas meja makan.
"iyaa ini nanti Nauval mam ya, pakai ikan sama SOP bakso udang. Nauval mau?" tanya mama sambil mencubit gemas pipi Nauval.
"gemuk kamu disini nak, mama aja kaya nya badan mulai berat ini" kataku terkekeh.
"yaa gapapa dong, biar tambah gantengnya cucu uti." kata mama tersenyum menatap Nauval yang tertawa memperlihatkan giginya masih beberapa ada yang bolong.
"Bu, saya mau pamit pulang geh" kata mbak yang bekerja dirumah mama.
"loh udah mau pulang to mbak, emm begini loh mbak maaf loh ya kalo dadakan. saya sekeluarga ini mau kerumah Sinta, mungkin menginap beberapa waktu. jadi bisa ngga kamu pulangnya nanti setelah kami pergi, biar nanti kamu yang pegang kunci. kamu boleh libur selama saya ngga dirumah, tapi sesekali tolong kerumah untuk bersih-bersih dan setiap hari tolong matikan lampu saat pagi dan nyalakan lagi saat sore. kamu mau kan? tenang aja masalah gaji, gajimu tetap seperti biasanya. nanti akan saya berikan saat tanggal kamu gajian, saya akan singgah" kata mama membuat mbak terdiam memikirkan perkataan mama.
"emm saya jadi gak enak Bu, masa saya kaya makan gaji buta. kerjanya cuma nyalain sama matiin lampu doang, terus bebersihnya ibu maunya berapa kali dalam seminggu Bu? nanti saya kerjain seminggu sekali loh" kata mbak menutup mulutnya, aku dan juga mama pun terkekeh pelan.
"assalamualaikum" ......
__ADS_1
bersambung..