
"SSIINNTAAAA!!" suara nyaring mas Rendi membuat ibu-ibu yang sedang mengupas buah-buahan untuk rujak itu pun langsung menghentikan kegiatan mereka.
aku yang sedang duduk bersama ibu-ibu itu langsung berdiri setelah memberikan Nauval pada mama.
"kamu apa-apan sih mas, dateng-dateng teriak-teriak kaya gitu. ngga malu kamu didepan para ibu-ibu ini?" kataku menatap kas Rendi yang matanya membola seperti hendak menerkam ku.
"kamu yang apa-apaan!! maksud kamu apa mempermalukan mertuamu sendiri, hah! kamu sengaja membuat nama ibuku jadi jelek Dimata tetangga disini, seolah biar kamu dan keluargamu yang dipandang disini. begitu?" kata mas Rendi dengan nafas yang memburu.
"hei mas, maksud kamu itu apa? siapa yang mempermalukan ibumu, aku? apa ngga salah?" kataku terdengar sarkasme.
"lantas kalo bukan kamu itu siapa lagi? ngga mungkin ibuku mempermalukan dirinya sendiri" jawabnya dengan lantang meski dengan nada yang mulai menurun.
__ADS_1
"memang ibumu mempermalukan dirinya sendiri, seharusnya kamu tanya ibumu apa yang dilakuin sampai dia merasa dipermalukan!!" kataku pada mas Rendi yang matanya langsung menatap sekelilingku.
"tau nih mas Rendi, dateng main teriak-teriaj aja tanpa tau kebenarannya. kita semua itu ada disana waktu kejadian, tau. emang mas Rendi tau dari mana kalo ibu nya mas Rendi dipermalukan mbak Sinta?" tanya Bu ida disambut anggukan kepala oleh ibu-ibu yang lainnya.
"yaa jelas dari ibu saya lah Bu, saya mauntau dari mana lagi kalo bukan dari beliau. lagian ibu-ibu dibayar berapa sih sama Sinta sampai ibu-ibu ini begitu membela Sinta yang udah jelas mempermalukan mertuanya sendiri, kok Yo kalian ini ngga ada empatinya sama sekali pada ibu saya" kata mas Rendi membuat Bu Ida langsung memasang badan didepanku.
"terus, mas Rendi percaya gitu aja sama Bu Asti yang udah jelas selalu membuat masalah sama mbak Sinta ketimbang mbak Sinta yang selalu jadi bahan fitnah dari ibu nya mas Rendi? suami macam apa kamu yang sama aja gak bisa melindungi istrimu sendiri" kata Bu indah menunjuk-nunjuk mas Rendi dengan jari telunjuknya.
"eh Rendi, yang menyiram ibumu itu mama bukan Sinta. jadi kamu jangan salahin Sinta kaya gitu, asal kamu tau juga ya ren. mama juga ngga akan melakukan itu kalo ibu kamu ngga membuat masalah duluan" kali ini mama yang menjawab perkataan mas Rendi.
"memang apa salah ibu saya sampai mama memperlakukan ibu saya seperti binatang begitu?" tanya mas Rendi menatap mama dengan tajam.
__ADS_1
"kenapa kamu tanya sama mama, kenapa kamu ga tanya sama ibumu?" kata mama menjawab pertanyaan mas Rendi dengan menatap tajam mas Rendi kembali.
"mas Rendi, seharusnya mas Rendi itu tanya baik-baik sama mbak Sinta bukan malah tiba-tiba marah-marah kaya gitu. jadi malu sendiri kan? jangan mentang-mentang Bu Asti itu ibu nya mas Rendi, jadi mas Rendi bisa seenaknya memperlakukan mbak Sinta." kata Bu Salma diangguki ibu-ibu yang lainnya.
"nah kamu denger sendiri kan apa yang pasukan mama katakan tadi, jadi mendingan sekarang kamu pulang sebelum kamu mempermalukan diri kamu sendiri seperti ibu kamu itu" kata mama mengusir mas Rendi yang terlihat sudah memerah malu.
"tapi,,,,,"
"mas bener apa yang mama bilang, mendingan kamu pulang mas. jangan pernah injakan kaki kamu lagi kerumah ini, bilang sama ibumu untuk jangan pernah menampakkan batang hidungnya lagi dihadapanku atau keluargaku" kataku sedikit membuat mas Rendi membelalakan mata.
bersambung...
__ADS_1