
seperti perjanjian mama dan juga ibu-ibu diwarung Bu Rani tadi pagi, siang ini semua ibu-ibu itu sudah mulai berdatangan dan disambut dengan senyum ceria oleh mama.
maklum mungkin ya, karna jika komplek perumahan mama yang dikarawang itu sangat jarang yang namanya berbaur seperti ini. karna orang-orang disana semua sibuk dengan urusan mereka masing-masing, beda hal dengan dikampung ini yang memang rata-rata ibu-ibu disini hanya berdiam diri dirumah mengobrol ngalir ngidul dengan tetangga lainnya.
"nah ini dia buah nya, yuk kita kupas dulu. tadi sudah saya bersihkan loh, kebetulan tadi saya sama Sinta itu kan kesupermarket ya jadi kita sekalian beli aja buah buat rujakan ini" kata mama sambil membawa satu baskom penuh aneka buah untuk ngerujak.
"waahh banyak banget Bu, ini semua bagus-bagus lagi buah nya. ga sayang Bu, ini kayanya buah premier." kata Bu Ida disambut gelak tawa ibu-ibu yang lainnya.
"premier apaan si Bu, premium kali" kata Bu Rani membenarkan perkataan Bu Ida.
"eehh salah ya? apa udah ganti kata! hehehe" kata Bu Ida disambut gelengan kepala oleh ibu-ibu yang lainnya.
"ada-ada aja kalian Bu ini, mana ada ganti kata Bu. emang ibu aja yang salah sebut" kata ibu disebelah Bu Rani yang tak ku ketahui namanya.
"ibu ini namanya siapa ya? kok kayanya saya baru liat?" tanyaku pada ibu disebelah Bu Rani.
"hehe saya atun mbak. setiap hari saya kerja mbak, jadi jarang dirumah. tapi sekarang saya udah ga kerja lagi, makanya saya dirumah aja" jawab Bu Atun yang membuatku menganggukan kepala.
"oohh pantesan saya ngga pernah lihat ibu sebelumnya, rumah ibu yang mana?" tanyaku lagi pada Bu Atun.
"itu loh mbak yang dulu dikontakin sama mbak suci itu, itu rumah nya Bu Atun ini. karna Bu Atun kan kerjanya nginep ya, jadinya rumah nya dikontrakkan. nah, sekarang berhubung Bu Atun nya sudah dirumah makanya mbak suci pindah" jawab Bu Rani memberikan penjelasan.
__ADS_1
"mbak suci, yang katanya "simpanan" itu?" tanyaku memastikan.
"iyaa dia loh mbak, siapa lagi dikampung ini yang namanya mbak suci" jawab Bu Ida sambil mengupas buah mangga yg yang dari bau nya aja sudah tercium asam.
"ooohhh iyaa iyaa, tau saya tau. oh iya ibu-ibu ngomong-ngomong pak haji Ahmadi kapan ya pulang dari Mekkah? saya dengar dia umroh kan ya" kataku menanyakan pemilik kontrakanku yang tinggalnya beda RT dengan rumah kontrakan ini.
"iyaa loh mbak, kemarin waktu acara selamatannya itu meriaahh banget mbak. mungkin pulang seminggu lagi mbak, iya kan ibu-ibu?" jawab Bu Salma diangguki yang lainnya.
"memang ada apa kamu tanya-tanya sin?" tanya mama menatapku sambil memotong buah jambu kristal kesukaannya.
"begini loh ma, dulu waktu Sinta sama mas Rendi ngontrak rumah ini. rumah ini tuh mau dijual ma sama pak haji Ahmadi, jadi ya siapa tau nanti ayah mau belikan untuk cucu nya?" kataku pada mama sambil menaik turunkan alisku.
"oohh iyaa betul itu mbak, tapi ngga tau juga sih kalo sekarang masih mau dijual atau ngga. itu kan setahun yang lalu mbak" kata Bu Ida yang juga aku angguki.
"yaa biarin aja kalo rumah itu mau dijual lah tun, terus mau apa? emang kamu pikir mbak Sinta mau beli rumah yang berdekatan sama mertua gila nya itu, ga mungkin lah" jawab Bu Salma menatap Bu Atun dengan kesal.
"ehh iyaa juga ya, aku ga kepikiran sampai sana. eehh yaa tapi kan siapa tau mbak Sinta tertarik, lumayankan bisa buat Bu Asti panas setiap hari" kata Bu Atun dengan terkekeh.
sepertinya Bu atun ini lucu juga jika bersatu dengan ibu-ibu ini, atau mungkin karna dia pun baru saja menempati rumah nya sendiri. tapi tak ada sedikit pun rasa canggung pada diri bu Atun.
"mana mungkin lah tun, bisa perang dunia ketiga nanti. apaa lagi nih ya kalo Bu Asti tau kalo mbak Sinta punya rumah megah dan bagus kaya gitu, waaahh semakin menjadi-jadi nanti. yang ada, Bu Asti nanti pasti lebih merecokin mbak Sinta terus" jawab Bu Rani yang langsung diangguki oleh ibu-ibu yang lainnya.
__ADS_1
"tapi mama setuju dengan kata-kata bu Atun tadi, nanti kalo udah waktu nya gapapa lah ya bikin ibu mertua kamu itu spot jantung. lagi pula sebaiknya jangan rumah ini, karna bagaimana pun dirumah ini Rendi pernah tinggal. salah-salah nanti dia justru berpikir kamu memakai uangnya buat beli rumah ini lagi" kata mama kembali membuatku berpikir ulang.
"iyaa juga sih ma, tapi maksud mama itu gimana sih? aku ngga ngerti loh" jawabku menatap mama yang menghentikan mengupas jambu kristal.
"maksud mama begini, kamu bisa aja beli rumah yang kamu suka. tapi kamu menempatinnya nanti setelah kamu resmi berpisah sama Rendi, selama kamu belum berpisah sama Rendi kita tinggal disini bareng. nah saat semua nya selesai, baru deh kita tunjukkan rumah baru kita yang sesuai dengan kemauan kamu, atau rumah yang dekat mertua kamu itu biar sekalian mertua kamu itu syok" kata mama mengeluarkan pendapatnya.
aku pun melirik bergantian ibu-ibu yang ada didepan kami, semuanya menganggukan kepala dan membenarkan apa yang dikatakan mama.
"apa gak kasihan ma? nanti kalo tiba-tiba jantungan gimana?" tanyaku membuat tawa ibu-ibu itu pecah.
"yaa jantungan tinggal dibawa kerumah sakit loh mbak, lagian ngapain si mbak mikirin mertua mbak sinta yang gaada akhlak itu ih" kata Bu Salma diangguki ibu-ibu yang lain.
"betul tuh kata bu Salma mbak, mbak ini tahan banget sih punya mertua seperti Bu Asti itu. kalo saya sih ya udah saya buang ntah kemana deh itu orang" kata Bu Ida memakan mangga yang kulitnya sudah ia potong.
"hei, ngomong-ngomong tapi jangan dimakanin sendiri itu mangga da. nanti yang lain ngga kebagian" kaya Bu Atun membuat Bu Ida menepuk keningnya.
"oalaahh lali aku loh Bu, maaf maaf Bu. ini-ini ngga saya abisin kok bu-ibu, mohon maaf loh" kata Bu Ida. aku pun menahan tawa melihat kelakuan Bu Ida dan juga Bu Atun.
"gapapa kok Bu Ida, masih banyak kok dikulkas. tenang yaa Bu Atun, semuanya pasti kebagian kok" jawab mama disambut senyum oleh Bu Atun.
"aaahh kalo udah Bu Laura yang bilang mah saya percaya lah, makasih banyak loh Bu Laura" kata Bu Atun diiringi gelak tawa ibu-ibu yang lainnya.
__ADS_1
sesaat gelak tawa itu terhenti karna terdengar suara yang sangat melengking membuat Nauval yang ada di pangkuanku seketika menangis.
bersambung..