HONORABLE DARK KNIGHT

HONORABLE DARK KNIGHT
CHAPTER 22 - MELATIH KEMAMPUAN LUCAS


__ADS_3

" Anastasia, apa kamu juga ingin ikut melatih Lucas?. " Tanya Arthur.


Anastasia tersenyum dan menjawab, " Tentu saja aku juga ingin terlibat langsung dalam melatih adik laki-laki ku yang kusayangi ini. " Jawab Anastasia.


" Baiklah Lucas, pertama-tama kamu harus melatih fisikmu terlebih dahulu, memang jika kamu langsung berlatih pedang dalam waktu yang lama tanpa melatih fisikmu bisa saja, tetapi akan kalah dengan seorang yang melatih fisiknya dengan lama, dan belajar berpedang dalam waktu yang sedikit, karena jika kamu beradu pedang dengan seseorang yang telah melatih fisiknya tentu saja kamu akan langsung kalah telak meskipun kecepatan mu dalam berpedang lebih cepat daripada orang itu. " Ucap Arthur dengan sungguh-sungguh dan serius.


" Begitu ya kak, jadi ternyata untuk menjadi kuat dan jago dalam segala hal seperti berpedang dan sihir tidak semudah itu yah. " Jawab Lucas.


Tiba-tiba Arthur meninggikan suaranya dan berkata, " Lucas!, ingat ini baik-baik, tidak ada segalanya di dunia yang bisa dilakukan secara instan, jika kamu ingin menikmati hasilnya maka sebelum kamu menikmati hasilnya kamu harus berjuang sekuat tenaga sampai titik darah penghabisan. "


Lalu Arthur memelankan kembali suaranya


" Hahh, maafkan aku Lucas, aku tidak bermaksud untuk melampiaskan emosiku tapi aku ingin kamu jangan menjadi seperti diriku yang dulu, aku yang dulu terima saja dihajar dan dipukuli oleh orang lain saat itu aku tidak berfikir untuk melawan, karena di dalam benakku ayahku sudah menanamkan bahwa aku adalah anak yang terlemah bahkan harusnya tidak ada di dunia ini, tetapi hal itu berubah setelah aku bertemu dengan guru yaitu ayahmu, aku tidak ingin mengajarkan dirimu hal yang serupa dengan yang ayah mu ajarkan padaku. Karena aku ingin mengajarkan dirimu dengan metode mengajar ku sendiri. Jujur saja aku tidak ingin kamu merasakan metode mengajar yang menyakitkan yang diajarkan ayahmu. " Ucap Arthur dengan tegas.


" Begitu ya kak Arthur, kalau begitu aku berjanji akan mengikuti apa yang kak Arthur arahkan, aku akan melakukan latihan yang diarahkan kak Arthur. " Jawab Lucas dengan tegas.


" Anastasia, boleh aku meminjam pedang milikmu?. " Tanya Arthur.


" Ya, silahkan Arthur, ini pedangnya. " Jawab Anastasia.


Arthur menghunuskan pedang tersebut dan mengarahkan mata pedang tersebut ke arah Lucas dan Arthur menancapkan pedang tersebut ke tanah tanpa menggunakan mana dan sihir.


" Lucas!, aku menancapkan pedang ini ke tanah, kamu coba tarik pedang ini sampai keluar dari tanah, aku tidak menggunakan mana maupun sihir untuk menancapkan pedang ini melainkan hanya menggunakan kekuatan fisik yang telah kubangun selama bertahun-tahun lamanya. " Ucap Arthur.


" Baiklah aku akan mencoba menariknya sampai lepas dari tanah!. "Teriak Lucas.

__ADS_1


*hhghhhh* *kagghhh*


*Hyaaaakkk*


" Sulit sekali mencabut pedang ini, bagaimana bisa pedang ini tertancap begitu kuat?!, seharusnya dilihat dari struktur tanahnya yang tidak terlalu keras seharusnya aku bisa mencabutnya. Lalu bagaimana cara mencabut ini kak Arthur?. " Keluh Lucas.


" Aku tidak akan memberitahu mu cara mencabut pedang itu sampai kamu bisa mencabutnya sendiri, camkan ini baik-baik Lucas, saat mencabutnya jangan gunakan mana dan sihir gunakan kekuatan fisikmu, jika aku mengetahui bahwa kamu mencabutnya dengan mana dan sihir, kamu jangan berharap agar aku akan membimbing dirimu lagi. Apa kamu mengerti Lucas?!. " Ucap Arthur dengan tegas.


Lucas mengernyitkan dahinya dan berkata dengan tegas kepada Arthur, " Kak Arthur, aku bersumpah tidak akan mengecewakan kakak!, aku mempunyai tekad sendiri agar menjadi seseorang yang sangat amat kuat, jadi kakak tidak perlu khawatir, jika aku melanggar janjiku aku akan meninggalkan rumah ini dan pergi untuk memperkuat diriku. " Teriak Lucas dengan lantang.


" Kamu tidak perlu membuat janji seperti itu janji yang merugikan dirimu sendiri dan keluarga mu jika kamu membuat janji dengan seseorang kamu harus berfikir akan dampak kedepannya, apa kamu mengerti Lucas?. " Ucap Arthur.


" Maaf kak Arthur, aku tidak berfikir jernih dan tidak berfikir akan dampak kedepannya, baiklah aku akan mengingat nasihat kak Arthur!. " Jawab Lucas.


" Oh iya ngomong-ngomong Anastasia, soal pedang mu ini, apakah ini merupakan pedang yang sering kamu gunakan atau bukan? . " Tanya Arthur.


" Baiklah besok aku akan mengganti pedang milikmu dengan pedang milikku yang biasa kupakai. " Ucap Arthur.


" Ti....Tidak perlu sampai seperti itu Arthur, bukankah jika pedang yang sering digunakan itu merupakan sebuah pedang yang berharga bagi pemiliknya, aku tidak bisa menerima sesuatu yang berharga milikmu semudah itu. " Jawab Anastasia.


" Tidak apa-apa Anastasia, anggap saja kita impas dengan itu. Justru karena pedang itu berharga aku memberikannya kepada orang yang ku percaya seperti dirimu. " Ucap Arthur.


" Tapi.... Bagaimana itu bisa dibilang impas sedangkan jika Lucas bisa mencabut pedangnya maka pedang itu akan menjadi milikku kembali. " Jawab Anastasia.


" Tidak, aku ingin jika Lucas berhasil mencabut pedang milikmu pedang itu akan menjadi miliknya, bagaimana Anastasia?. " Tanya Arthur.

__ADS_1


" Baiklah aku setuju, kalau begitu berarti kita sepakat yaa Arthur. " Jawab Anastasia.


" Ya, aku sepakat ". Sahut Arthur.


" E... ehhh apakah tidak apa-apa kak Anastasia jika aku memiliki pedang kakak? " Tanya Lucas.


Anastasia tersenyum lalu Ia menghampiri Lucas dan mengusap kepalanya, " Mengapa kamu bertanya begitu adikku, mau aku bersepakat dengan Arthur atau tidak kakak juga akan memberikan pedang itu kepadamu, apakah kamu tidak ingat janji kakak kepadamu waktu kamu masih kecil sekali Lucas?. "


" Saat kamu melihat kakak berlatih pedang dengan ayah, kamu menghampiri kakak lalu kamu mengungkapkan isi hatimu bahwa pedang milikku sangat keren dan bagus, tetapi saat kamu tersadar kamu langsung beralasan bahwa maksudnya kamu kakak sangat keren dengan pedang itu. "


" Disaat itu juga aku menjawab keinginan mu, aku berjanji akan memberikan pedang itu kepadamu suatu saat nanti. Dan balik ke masa sekarang bahwa suatu saat nanti itu adalah hari ini, aku memberikan pedang itu kepadamu Lucas. " Ucap Anastasia sambil tersenyum dengan sebuah tawa kecil.


Setelah mendengar apa yang dikatakan kakaknya, mukanya Lucas memerah karena malu dan berkata, " Ba..... Baiklah kakak aku sudah ingat dengan janji kakak waktu aku kecil, tetapi jangan mengungkapkan perasaan ku waktu itu depan kak Arthur dong a...aku malu tahu kak. "


Dengan tawa kecil Anastasia menjawab Lucas, " Hahaha, baiklah kakak minta maaf yah adik laki-laki ku yang kusayangi, karena telah membeberkan masa lalumu. "


" Su... Sudahlah kak tidak apa-apa aku juga minta maaf karena terlalu bersifat kekanak-kanakan. " Ucap Lucas.


" Baiklah mengingat masa lalunya sudahi saja sampai sini terlebih dahulu. Lalu Anastasia waktu itu saat aku melawan dirimu aku melihat bahwa kamu hebat dalam sihir dan pengendalian mana, kalau begitu kita bagi tugas untuk melatih Lucas, sebelumnya kamu bilang kamu juga ingin membantu melatih Lucas, aku ingin kamu melatih Lucas dalam hal mana dan sihir, tetapi di awal-awal aku ingin kamu melatih Lucas cara pengendalian mana yang baik dan benar. Setelah Lucas sudah benar-benar mahir dalam mengendalikan mananya barulah kamu bisa membantu dirinya melatih sebuah sihir. " Ucap Arthur.


" Baiklah Arthur kalau begitu berarti kamu yang melatih fisik dan kemampuan berpedang Lucas, lalu sedangkan aku yang akan melatih mana dan sihirnya. " Jawab Anastasia.


" Ya begitu saja agar lebih fleksibel agar Lucas tidak terbebani dalam satu latihan dengan guru yang sama. " Ucap Arthur.


...----------------...

__ADS_1


...UNTUK BAB 2 ARC TRAGEDI YANG MENIMPA AKADEMI SIHIR PHILLSBURGH TELAH BERAKHIR, AKAN DILANJUTKAN BAB 3 ARC ORGANISASI KEGELAPAN, LAND OF DARKNESS....


__ADS_2