
" Arthur, Ellen. Mari kita pergi juga ke kelas kita. " Ucap Anastasia.
" Tidak Anastasia, kamu pergi duluan saja dengan Arthur. Aku masih ada hal lain yang harus diselesaikan aku juga harus menyelesaikan masalah yang aku buat sendiri. " Ucap Ellen.
" Begitu yah, baiklah aku akan ke kelas duluan dengan Arthur. " Ucap Anastasia.
" Ya, lebih baik daripada hanya terus berdiam disini. " Ucap Arthur.
Arthur dan Anastasia pergi ke kelas mereka duluan meninggal Ellen, sambil berjalan ke kelas mereka juga membicarakan tentang Ellen.
" Mengapa menjadi seperti ini yah... hhhh, ini semua gara-gara orang sialan itu dari awal padahal aku berharap Ellen akan bahagia tetapi dari tadi aku tidak melihat Ellen memberikan ekspresi dan jawabannya saat kamu memberitahukannya bahwa kamu adalah teman masa kecilnya. Aku tidak percaya jika Ellen tidak berbicara satu patah kata pun pada dirimu Arthur. Padahal waktu dulu saat kami masih bermain bersama ada beberapa kali Ia menyinggung tentang teman masa lalunya yang tidak lain tidak bukan adalah dirimu Arthur. "
" Tidak. Sepertinya dirimu salah Anastasia, dari yang aku lihat sepertinya bukannya Ellen tidak mau menjawab diriku, seharusnya kamu juga lihat kan tadi ekspresi nya saat mendengar bahwa aku adalah teman masa kecilnya. Sepertinya dia sangat syok dengan apa yang dia dengar hingga membuatnya tidak bisa berkata-kata apapun. " Ucap Arthur.
" Sepertinya memang seperti itu ya Arthur, kita juga tidak bisa menyalahkan Ellen sepenuhnya. " Ucap Anastasia.
" Ya kamu benar, untuk sementara ini kita jangan mengganggu dirinya dahulu, urus saja urusan kita sendiri aku tau, pasti dirimu itu sangat amat ingin membantunya tetapi saat ini kamu harus menahan rasa untuk menolongnya karena ada kalanya seseorang terjatuh dari tempat yang sedang Ia pijak tetapi untuk sementara kita sebagai temannya biarkan dirinya terlebih dahulu apakah Ia bisa berdiri tegak dengan sendirinya atau tidak, jika Ia sudah tidak bisa sama sekali untuk berpijak di tempat dirinya berada sebelumnya sebagai temannya diwaktu itu kita harus mengulurkan tangan kita dan menolongnya. " Ucap Arthur dengan serius.
Tidak lama setelah Arthur dan Anastasia mengobrol akhirnya mereka sampai di kelas mereka.
" Ternyata ini yaa... kelas kita. Kelas Spesial. " Ucap Anastasia.
Arthur dan Anastasia memasuki kelas secara bersamaan, mereka dilihat oleh teman sekelasnya, tapi mereka tidak berani menatap Arthur dan Anastasia lama-lama karena kejadian yang baru saja terjadi.
Hanya ada satu orang yang terus melihat dan memperhatikan Arthur orang itu adalah Alice. Alice melihat Arthur sambil tersenyum. Anastasia duduk di kursi kosong yang berada di depan, sedangkan Arthur duduk disebelah Alice di tengah.
__ADS_1
Arthur menanyakan sesuatu pada Alice, " Alice apakah kamu sudah mengetahui tentang kejadian yang baru saja terjadi?. " Tanya Arthur.
" Tentu saja aku mengetahuinya, bahkan aku mengetahuinya dari awal masalah yang terjadi padamu Arthur. Sepertinya kamu semangat sekali ya saat menghajar orang tadi sampai kamu buat hancur mukanya. " Ucap Alice.
" Ya, tapi sepertinya bisa dibilang seperti kekuatan yang muncul karena amarah yang meluap. " Ucap Arthur.
" Begitu yaa... Jujur saja aku terkejut saat melihat dirimu menghajar laki-laki tadi kamu menghajar dirinya dengan kuat sampai terpental jauh seperti itu, karena sebelumnya aku tidak pernah melihat kekuatan dirimu, ternyata dirimu sangat kuat ya Arthur. " Ucap Alice.
" Tidak begitu juga, mungkin yang membuat diriku kuat adalah perjuangan diriku, jika kamu mengetahuinya aku yang dulu berjuang dari kecil sampai hampir kehilangan nyawa hanya untuk menjadi kuat dan dapat melindungi adik-adikku dan orang-orang yang ku anggap berharga. Aku juga tidak memiliki dendam kepada orang-orang yang dulu menghajar diriku waktu aku masih sangat kecil. " Ucap Arthur
" Apa!?, apakah yang kamu maksud adalah saat kamu kecil kamu dihajar orang-orang?, apakah yang menghajar dirimu orang dewasa?. " Tanya Alice dengan kaget.
" Ya, kamu benar yang menghajar diriku bukanlah anak-anak yang seumuran diriku, melainkan orang-orang dewasa yang bertenaga besar. Setiap aku pulang kembali ke kediaman keluarga Astheric tentu saja pasti badanku penuh dengan luka, dari seluruh orang yang ada di rumah hanya adik-adikku yang peduli padaku dan membantu mengobati diriku. " Jawab Arthur dengan serius.
" Orang tua ku?, hahaha ibuku pergi meninggalkan rumah saat aku kecil, dan Ayahku? , tentu saja dia sibuk dengan kakak dan adik-adikku yang lebih hebat dan kuat dari diriku, Kakak-kakakku tentu saja tidak memperdulikan diriku, maka itulah yang membuat diriku berusaha menjadi lebih kuat, yang paling ku benci justru ayahku sendiri apapun yang terjadi atau ada kejadian yang menimpa diriku Ia sama sekali tidak memperdulikannya, karena seharusnya berita mengenai anak terlemah dari keluarga Astheric sudah diketahui publik ya kan Alice?. " Jawab dan tanya Arthur.
" Ya kamu benar Arthur, tapi aku tidak pernah mendengar nama anak tersebut, berita yang tersebar hanyalah ada seorang anak terlemah dari keluarga Astheric yang sama sekali tidak dipedulikan oleh siapapun dan seorang anak yang menjadi pelampiasan kesalahan yang dibuat oleh pengkhianat dari keturunan keluarga Astheric yang sebelumnya. " Jawab Alice.
" Ooh begitu yah. Pantas saja orang-orang hanya membenci keluarga ku tanpa tahu siapa anak yang ada di rumor itu. " Ucap Arthur.
" Sudahlah tidak ada gunanya juga jika kamu hanya menceritakan masa lalumu yang gelap, seharusnya kamu senang karena masa-masa itu sudah terlewat jauh Arthur. " Ucap Alice.
*Dug* *Brug*
Suara pintu terbuka dan tertutup.
__ADS_1
Seorang laki-laki memasuki kelas. Lalu Ia menyapa yang lainnya dan berkata, " Hallo semuanya, aku adalah guru yang memegang tanggung jawab penuh atas kelas ini dan kalian. Namaku adalah Clytus Ard. Aku tidak menyangkanya jika putri sang raja dan beberapa bangsawan besar memasuki kelas ini. Yah aku juga tidak kaget karena sudah melihat kemampuan kalian semua. " Ucap Ard.
" Hallo guru. " Ucap semua murid kecuali Arthur.
" Baiklah hari ini kita hanya akan ada beberapa kegiatan, karena murid kelas ini terbilang sedikit karena kesulitan masuk kelas ini, untuk sekarang kalian boleh berkomunikasi dengan teman sekelas kalian untuk membentuk ikatan pertemanan agar kalian menjadi saling mengenal. " Ucap Ard.
Semua murid yang ada di kelas itu pun saling berkomunikasi dengan yang lain, tetapi tidak ada satupun yang menghampiri dan mengajak ngobrol Arthur kecuali Alice dan Anastasia, karena yang lain takut pada Arthur karena kejadian yang sebelumnya terjadi.
Tiba-tiba Ard menjentikkan jarinya dengan suara yang kencang, lalu seketika susana dikelas kembali hening.
" Aku ingin bertanya kepada kalian, siapakah diantara kalian yang masuk ke Akademi ini dan kelas ini dengan berharap untuk lebih memperdalam tentang kemampuan bertarung dan berpedang?. Lalu siapa diantara kalian yang masuk ke Akademi ini dan kelas ini dengan berharap untuk memperdalam teknik dan sihir kalian? . " Tanya Ard pada semua siswa yang ada di kelas.
Lalu para siswa itu menjawab pertanyaan Ard, setengah dari yang ada dikelas itu ingin memperdalam kemampuan bertarung dan berpedang mereka, lalu setengahnya lagi ingin memperdalam teknik dan sihir mereka.
Tetapi Arthur tidak menjawab pertanyaan Ard, sehingga hal itu membuat Ard penasaran apa yang ingin Ia lakukan di Akademi ini dan Kelas ini.
Arthur bertanya sesuatu kepada Alice. " Alice, mengapa kamu ingin memperdalam teknik dan sihirmu? bukankah sihirmu itu sudah sangat kuat?. " Tanya Arthur.
" Tidak ada alasan tertentu Arthur, aku hanya ingin lebih memperdalam saja. " Jawab Alice.
" Ooh begitu yah. "
Tiba-tiba Ard berkata dan mengucapkan sesuatu kepada Arthur.
" Azazel Arthur Astheric, aku penasaran dengan dirimu, mengapa kamu tadi tidak menjawab pertanyaan ku?. " Tanya Ard.
__ADS_1