HONORABLE DARK KNIGHT

HONORABLE DARK KNIGHT
CHAPTER 30 - RINDU


__ADS_3

" Bukan seperti aku tidak ingin menjawab pertanyaan anda guru, tetapi pertanyaan anda tidak lengkap dengan apa yang aku inginkan. " Jawab Ard dengan tanpa ekspresi.


" Lalu apa yang kau inginkan berada di kelas ini dan di Akademi ini Azazel Arthur Astheric?. " Tanya Ard.


" Yang aku inginkan adalah untuk memperkuat kemampuan bertarung ku dan kemampuan sihir milikku. Itulah alasan aku berada di kelas ini dan akademi ini. " Jawab Arthur.


" Oooh begitu ya, jadi maksud dirimu adalah kamu ingin menjadi yang terkuat dari yang terkuat? Jangan egois seperti itu, hentikan ucapan omong kosong mu itu Azazel Arthur Astheric. " Ucap Ard.


" Hahahaha, tentu saja aku akan melakukannya, jika orang terkuat yang ada maksud adalah tuan Siegfried, tentu saja aku akan melampaui nya meskipun nyawaku adalah bayarannya. " Ucap Arthur dengan serius.


" Yah baiklah, aku tidak peduli akan hal itu, kau berpikir bahwa dirimu itu sanggup?, jangan membuat lelucon yang paling konyol, Wahai keturunan Astheric. " Ucap Ard.


" Aku tidak peduli semua orang berkata apa tentang diriku karena darahku ini, kalau memang semua orang berharap aku sama seperti kakekku, maka jika aku mau bisa saja aku menjadi pembunuh berantai sekarang juga. " Jawab Arthur dengan serius.


Ard pun akhirnya terdiam, dia tidak menjawab dan tidak memperdulikan Arthur lagi. Tetapi Arthur juga tidak peduli dengan apa yang dikatakan gurunya itu.


Setelah berbicara dalam waktu yang lumayan lama, akhirnya Ard membubarkan kelas dan akan melanjutkan kelas besok.


Anastasia menghampiri meja Arthur dan bertanya, " Arthur mengapa kamu masih disini?, apakah kamu tidak ingin pulang?. " Tanya Anastasia.


" Kamu pulang saja terlebih dahulu aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu. " Jawab Arthur.


Lalu Anastasia menjadi sedikit marah dan bertanya pada Arthur, " Arthur, mengapa akhir akhir ini kamu terlihat sibuk sekali?!, sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan dariku?. " Tanya Anastasia.


" Aku tidak menyembunyikan apapun dari dirimu, aku harus menemui Ellen, aku ingin berbicara sesuatu dengannya. " Jawab Arthur.


" Begitu yah, maaf Arthur aku seenaknya saja marah tanpa bertanya alasannya dengan tenang. " Ucap Anastasia.


" Tidak apa-apa Anastasia, aku juga berpikir suatu saat kamu pasti akan marah jika aku berkata seperti itu. " Ucap Arthur.


" Maaf Arthur, baiklah kalau begitu aku pulang terlebih dahulu, aku akan menunggu dirimu dirumah. " Ucap Anastasia.

__ADS_1


Lalu tidak lama setelah itu Anastasia pergi meninggalkan Arthur. Di kelas itu hanya tersisa Arthur dan Alice.


" Alice, apakah kamu tidak ingin pulang?,mengapa kamu masih di kelas ini?. " Tanya Arthur.


" Aku akan pergi, tetapi aku menunggu seseorang terlebih dahulu. " Jawab Alice.


" Ooh begitu yah, kalau begitu aku akan pergi terlebih dahulu untuk menemui Ellen, aku tidak akan menanyakan siapa orang yang kamu tunggu, baiklah kalau begitu sampai jumpa Alice. " Ucap Arthur.


" Ya Arthur, sampai jumpa. " Jawab Alice.


Arthur pun berjalan keluar dari kelas itu dan mencari Ellen di ruang kepala akademi, saat tiba diruang kepala akademi Arthur mengetuk pintu ruang itu dan diizinkan masuk


" Aku pikir siapa, baru saja aku ingin memanggil dirimu ke sini, Azazel Arthur Astheric, apakah benar kamulah yang pertama kali membuat onar di kejadian sebelumnya?. " Tanya kepala akademi.


" Kepala akademi!!, bukankah sebelumnya sudah aku katakan, bahwa orang yang pertama kali menyebabkan masalah adalah anak keluarga Ceric itu. " Ucap Ellen dengan marah.


" Ya, aku tahu itu. Aku hanya penasaran dengan jawaban anak ini, lalu apa jawaban dirimu Azazel Arthur Astheric?. " Ucap kepala akademi.


" Kalaupun memang benar aku yang pertama kali membuat masalah itu, apa yang akan anda lakukan padaku, kepala akademi?. Jawab Arthur dengan tenang.


" Siapa anda sebenarnya kepala akademi?, mengapa kau bisa mengetahui kondisiku?. " Tanya Arthur.


" Meskipun sudah tidak sedekat dulu, aku dulunya adalah teman yang dekat dengan ayah dan ibumu itu, semenjak ibumu pergi aku hampir tidak bertemu dan berkomunikasi sama sekali dengan ayahmu itu, itulah bagaimana bisa aku mengetahui kondisi dirimu bocah. " Jawab kepala akademi.


" Sudahlah aku tidak peduli dengan masa lalu sialan itu, jadi apakah permasalahan Ellen sudah selesai wahai nona kepala akademi?, karena aku ada urusan dengan Ellen. " Ucap Arthur.


" Tidak sopan sekali dirimu ini yah! , aku mempunyai nama tahu, namaku adalah "Cralis Luna", yah meskipun aku seorang kepala akademi aku bukanlah seorang bangsawan melainkan hanya orang asing yang datang ke negeri ini. " Ucap Luna.


" Baiklah nona kepala akademi Luna, apakah permasalahan ini sudah selesai? atau akan masih terus berlanjut. " Tanya Arthur.


" Sebenarnya dari awal juga tidak ada masalah sama sekali, karena aku juga menyaksikan konflik kau dan Ellen sebelumnya, lagipula Ellen adalah anak dari keluarga bangsawan besar, selain itu namanya sendiri sudah besar dan terkenal karena usahanya sendiri, jadi konflik itu adalah sesuatu yang sangat tidak penting bagi seorang bangsawan besar. Kecuali jika saat itu Ellen benar-benar memotong kaki bocah itu sampai terpisah dari badannya atau membunuhnya baru mungkin saja akan menjadi masalah meskipun hanya kecil kemungkinannya akan menjadi masalah. " Jawab Luna.

__ADS_1


" Kepala akademi, kalau begitu kenapa anda menahan diriku sampai kelas selesai? apa yang anda inginkan. " Tanya Ellen.


" Tidak ada, aku melakukan ini hanya sebagai formalitas, jika dilihat oleh orang-orang mereka pasti akan berfikir bahwa aku sebagai kepala akademi sangat tegas, tidak peduli bahwa lawan yang dihadapinya adalah seorang bangsawan besar sekalipun, apakah sampai sini kamu mengerti nona Ellen?. " Ucap Luna.


" Hentikan kepala akademi, tidak perlu memanggilku dengan tambahan nona, karena di akademi aku hanyalah seorang murid tidak lebih. " Ucap Ellen.


" Ya ya baiklah, kalau begitu kalian boleh keluar dari sini, setelahnya sesuka kalian ingin melakukan apapun. " Ucap Luna.


Lalu Arthur dan Ellen pergi keluar dari ruangan kepala akademi, Arthur dan Ellen berjalan bersama keluar dari akademi, disepanjang perjalanan Ellen hanya terdiam.


Saat sampai di suatu taman Arthur meminta Ellen untuk berhenti sebentar dan berbicara.


" Ellen, mengapa dari awal kita bertemu lagi kamu tidak merespon diriku sama sekali?, apakah kamu membenci diriku karena waktu itu aku meninggalkan dirimu secara tiba-tiba?. " Tanya Arthur.


" Tidak bukan seperti itu Arthur, aku hanya terkejut dan bingung aku harus melakukan apa setelah sekian lama akhirnya bertemu dengan dirimu lagi, karena aku paham kita bukanlah anak kecil lagi, jadi aku tidak tahu harus melakukan apa. " Jawab Ellen.


" Baiklah kalau begitu Ellen aku ingin bertanya sesuatu kepada dirimu, apakah kamu tinggal di sekitar akademi?. " Tanya Arthur.


" Ya tentu saja, rumah kami keluarga bangsawan Vispose ada di daerah sini, meskipun ini bukanlah rumah utama kami, memangnya kenapa kamu menanyakan hal itu Arthur?. " Jawab dan Tanya Ellen.


" Kalau begitu apakah aku boleh bertamu dirumah mu dan bertemu dengan tuan Glenn?. " Tanya Arthur.


" Tentu saja boleh Arthur, tetapi maaf mungkin ayah belum pulang mungkin Ia akan kembali pada malam hari. Apakah kamu mau menunggu ayah dirumah?, Arthur. " Jawab Ellen.


" Tentu saja aku akan menunggu nya jika tidak merepotkan. " Jawab Arthur.


" Tentu saja tidak akan merepotkan sama sekali Arthur. " Ucap Ellen.


Setelah percakapan itu Ellen langsung bangkit dari duduknya dan memeluk Arthur.


" Maaf Arthur, sebelumnya aku bingung ingin berkata apa saat bertemu denganmu jadi kuputuskan saja untuk memeluk dirimu untuk menghapus rasa rinduku padamu. " Ucap Ellen.

__ADS_1


" Tidak apa-apa Ellen, aku juga merindukanmu. " Ucap Arthur.


Lalu Arthur membalas pelukan Ellen, lalu setelah itu mereka melepaskan pelukannya masing-masing.


__ADS_2