
Setelah Arthur menyaksikan kepergian mereka yang begitu saja, Arthur masih berusaha mengingat siapa wanita yang memimpin organisasi kegelapan itu.
Wanita berambut panjang dan hitam bercampur warna hijau mengkilap itu, dengan wajahnya yang tanpa ekspresi seperti wajah yang telah mengetahui sosok wajah asli dari dunia ini.
Akan tetapi Arthur tetap tidak bisa mengingatnya. Kemudian setelah itu Arthur merubah kembali warna rambutnya dan bajunya dengan sihir, lalu akhirnya Ia memutuskan kembali, tetapi Arthur tidak kembali ke kediaman keluarga Louise Ia pergi ke penginapan yang sebelumnya pernah Ia kunjungi, di sana Arthur bertemu kembali dengan Alice.
" Alice?!, apa yang kamu lakukan disini, bukankah seharusnya kamu ada di istana dan sedang memulihkan kondisi dirimu yang kehabisan mana?. " Tanya Arthur.
Sambil tersenyum kepada Arthur, Alice menjawab, " Emmm, tidak Arthur, aku awalnya hanya berjalan-jalan saja dimalam ini karena aku sangat bosan berada di istana, hehehe menurutku lebih bagus dan lebih menyenangkan jika aku bersama denganmu, aku jadi tidak sendirian lagi disini saat bertemu dengan mu Arthur. "
" Hooo begitu yah, baiklah semua hal yang ingin kamu lakukan itu memang terserah padamu, tetapi apakah mana milikmu sudah pulih Alice?. " Ucap Arthur.
" Yaa Arthur, meskipun tidak pulih sepenuhnya setidaknya sebagian besar mana milikku sudah pulih, lalu bagaimana dengan dirimu Arthur?, seharusnya kamu kan yang benar-benar harus beristirahat, karena tidak hanya mana milikmu saja yang hilang tetapi tubuhmu juga perlu pemulihan, lalu mengapa kamu berada di penginapan ini bukannya kamu bilang tuan Siegfried menyuruh dirimu untuk tinggal ditempatnya untuk sementara waktu?. " Tanya Alice.
" Yaa sepertinya jawabanku sama dengan mu meskipun dibandingkan dengan mu pemulihan mana milikku tidak sampai setengahnya, dan juga alasan aku berada di tempat ini karena aku bosan di sana yang bisa kulakukan di sana hanyalah membantu anak laki-laki kedua keluarga Louise latihan fisik dan sihir. Sepertinya jawaban ku memang benar-benar sama dengan mu Alice, seperti yang kamu katakan, aku juga jadi tidak merasa kesepian saat aku bertemu denganmu Alice. " Jawab Arthur.
" Hahaha, kamu ini mengapa mengikuti kata-kata ku sih, ya sudahlah, kalau begitu kita Istirahat saja dahulu di penginapan ini. " Ucap Alice.
" Baiklah. " Jawab Arthur.
" Aku berharap agar Arthur tidak mengetahui hal yang sebelumnya kulakukan. " Ucap Alice dalam hatinya.
Alice dan Arthur menghampiri loket untuk memesan kamar di penginapan itu, " Permisi nyonya, kami ingin memesan dua kamar. " Ucap Arthur.
" Maaf tuan dan nona, kamar yang tersisa di penginapan kami hanya tinggal tersisa 1 kamar dengan kasur yang menyatu untuk dua orang lagi saja, apakah kalian tetap ingin mengambil kamar ini?. " Tanya nyonya pemilik penginapan.
Arthur menjawab pemilik penginapan itu, " ooh begitu yah, kalau begitu berikan saja kepada nona.... "
" Baiklah kami ambil kamar itu. " Ucap Alice.
" Baiklah nona kalian ingin menginap sampai kapan? . " Ucap nyonya pemilik penginapan.
" A.. Alice?. " Ucap Arthur dengan bingung.
" Kami akan menginap dua malam nyonya, berapa total biayanya? ". Tanya Alice.
__ADS_1
" Totalnya 6 koin perunggu nona. " Jawab nyonya pemilik penginapan itu.
" Alice....?. " Ucap Arthur dengan sangat bingung.
" Baiklah ini 1 keping koin emas, terimakasih nyonya. " Ucap Alice.
" Ehhh ini terlalu besar nona, anda tidak perlu memberikan uang sebesar ini. " Ucap nyonya pemilik penginapan itu.
" Tidak apa-apa nyonya pemilik penginapan, ambil saja sisanya. " Jawab Alice.
" Baiklah nona, terimakasih banyak, aku akan mengantarkan kalian. " Ucap nyonya pemilik penginapan itu.
Arthur meninggikan sedikit suaranya dan berkata, " Alice!. "
" Bicaranya nanti saja Arthur saat kita dikamar. " Jawab Alice.
Setelah mendengar apa yang dikatakan Alice Arthur pun menurut saja lalu Arthur dan Alice pergi mengikuti nyonya pemilik penginapan itu menuju kamar mereka.
" Silahkan beristirahat tuan dan nona ". Ucap nyonya pemilik penginapan itu.
...----------------...
...Alice merupakan seorang putri dari sang raja yaitu Shax Alfred Laseburgh yang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat Laseburgh, dan hanya sedikit orang yang mengetahui siapa identitasnya, jikalau ada yang mengetahui identitas Alice, mereka tidak peduli meskipun Ia adalah putri dari raja yang sekarang menjabat....
...----------------...
" Baiklah kita sudah ada dikamar, jadi apa maksudnya dari semua ini Alice?. " Tanya Arthur.
" Tidak ada maksud apapun dan maksud tertentu Arthur, begini lebih baik daripada salah satu dari kita harus mencari tempat lain atau kembali, bukannya sebelumnya juga kamu bilang bahwa kamu tidak kesepian jika bersama ku?. " Ucap Alice.
" Hhhhh, Aku tidak bilang begitu aku hanya bilang saat bertemu dengan mu saja aku tidak merasa kesepian. "
" Sama saja itu, kami para wanita berfikir jika ada laki-laki yang berkata seperti itu, artinya bahwa kamu merasa senang dengan bersama denganku. " Ucap Alice dengan tersenyum.
Arthur menjawab Alice, " Hhhh, baiklah kalau kamu tidak keberatan begitu. "
__ADS_1
" Yaa aku memang tidak pernah keberatan jika bersamamu. " Ucap Alice.
" Ya.... ya baiklah aku mengerti Alice... Baiklah, kalau begitu kamu saja yang tidur di kasur itu, aku akan tidur dilantai. " Ucap Arthur.
Dengan tiba-tiba Alice meninggikan suaranya dan berkata, " Arthur, mengapa kamu berkata seperti itu!?, sudah turuti saja kata-kata ku karena aku yang membayar kamar ini dengan membalas kebaikan dirimu sebelumnya yang membayar biaya kamarku, kamu tidak boleh tidur dilantai karena kondisi tubuhmu masih belum pulih, bisa saja kamu jatuh sakit, tidurlah di kasur aku tidak mau kamu jatuh sakit saat masuk Akademi nanti. " Ucap Alice dengan tegas.
" Ba.... baiklah Alice maafkan aku, aku akan mengikuti apa yang kamu katakan, kalau begitu jika aku di kasur kamu tidur dimana Alice?. " Tanya Arthur.
" Tentu saja aku juga akan tidur di kasur ini bersamamu Arthur. " Ucap Alice.
" Hah?, apa kamu benar-benar tidak keberatan Alice? jika aku tidur bersamamu. " Jawab Arthur dengan wajah datar.
" Si... sialan jika dia memasang wajah datar tanpa ekspresi seperti itu, malah jadi aku sendiri yang malu, padahal aku berkata seperti itu karena ingin melihat wajahnya yang tersipu malu keughhh. " Ucap Alice dalam hatinya.
" Te.. tentu saja meskipun ini pertama kalinya aku tidur bersama dan langsung tidur bersama dengan pria aku kan sudah bilang kepadamu sebelumnya bahwa aku tidak keberatan sama sekali jika bersama denganmu. " Ucap Alice.
" Baiklah jika kamu berkata seperti itu, aku tidur duluan ya. " Ucap Arthur.
" Ya kamu tidur duluan saja aku akan tidur sebentar lagi. " Ucap Alice.
" Ya baiklah... Selamat malam Alice. " Ucap Arthur.
" Yaa, se... selamat malam Arthur. " Jawab Alice.
Setelah diam berdiri dalam waktu yang cukup lama, akhirnya Alice berniat untuk tidur
" Hahhh ya sudahlah lebih baik aku juga tidur. "
Alice menaiki kasur dan membuka selimut, lalu Ia tidur di samping Arthur.
" Akhirnya aku benar-benar tidur disamping nya, salahku sendiri juga sih berkata seperti itu malah membuat diriku sendiri yang malu. " Ucap Alice dalam hatinya. "
Tiba-tiba Arthur membalikkan badannya menghadap Alice sambil memeluknya.
Alice tersipu malu, wajahnya Alice langsung memerah " A... a... apa yang sebenarnya terjadi?!!, ba...bagaimana ini?!!, mengapa Arthur tiba-tiba memeluk diriku seperti ini. Ucap Alice dalam Hatinya.
__ADS_1
Alice tidak bisa tertidur, tetapi Ia memaksakan dirinya untuk tertidur, Akhirnya Alice tertidur dipelukan Arthur sampai keesokan paginya.