
" Baiklah Lucas, untuk sekarang aku ingin kamu melatih fisikmu terlebih dahulu sebelum mencabut pedang itu, kamu tentukan sendiri ingin fokus melatih fisik atau mana dan sihir saja, atau fokus melatih kedua duanya melatih fisik, mana dan sihir. "
" Keputusan tersebut ada di tanganmu Lucas, dan agar kamu makin bersemangat, aku akan menjanjikan dirimu satu hal, jika kakakmu Anastasia memberikan dirimu pedang miliknya untuk meningkatkan motivasi dirimu, aku juga akan memberikan kamu hadiah, itupun jika kamu berhasil mencabut pedang itu. " Ucap Arthur dengan tegas.
" Apakah itu benar kak Arthur!?, memang hadiah seperti apa yang ingin kak Arthur berikan untukku?. " Tanya Lucas.
" Aku tidak akan memberikan dirimu sebuah benda fisik yang hanya akan berguna sementara waktu saja, jika kamu berhasil mencabut pedang itu aku akan memberikan dirimu hadiah dengan mengajarkan dirimu sebuah sihir hebat, sihir yang mampu membelokkan sihir lawanmu, ini bukanlah sebuah sihir biasa, karena semakin kuat dirimu dan semakin hebat dirimu dalam pengendali mana dan sihir, maka dengan sihir ini kamu mampu membelokkan serangan sihir yang sangat kuat yang di lancarkan lawanmu ke arahmu, misalnya seperti sihir *Hellfire* sekalipun dapat kamu hempaskan. " Jawab Arthur dengan serius.
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Arthur, matanya Lucas langsung menjadi berbinar-binar dan penuh semangat, " Waaah aku tidak bisa membayangkannya jika aku diajarkan sihir kuat seperti itu yang diajarkan oleh kak Arthur, Baiklah kak aku mengerti aku akan berusaha sekuat tenaga sampai diriku bisa mencabut pedang itu!. " Ucap Lucas.
Arthur menyeringai dan berkata, " Lucas boleh saja kamu bersemangat seperti itu, tetapi untuk menggunakan sihir itu membutuhkan sebuah syarat yang lumayan rumit dan lumayan akan memakan waktu jika dirimu tidak berbakat. " Jawab Arthur.
" Apa!!, memangnya apa syarat untuk menggunakan sihir itu kak Arthur?. " Tanya Lucas dengan sangat terkejut.
" Syaratnya adalah kamu harus memiliki pengendalian mana yang baik dan harus memiliki pasokan mana yang lumayan besar, karena jika kamu terus mengaktifkan sihir itu, sihir itu akan banyak menguras mana milikmu, karena akan sangat bahaya jika saat di keadaan darurat kamu kehabisan mana milikmu di tengah pertarungan. " Jawab Arthur.
" Kak Arthur!, tenang saja aku berjanji tidak akan berlatih dengan setengah hati, tapi aku berjanji akan berlatih dengan serius dan dengan sepenuh hati agar untuk bisa menggunakan sihir itu. " Ucap Lucas dengan tegas.
" Baiklah aku merasakan bahwa kamu memang benar-benar serius, jadi sekarang saja kita akan memulai latihannya jangan terus membuang-buang waktu, karena jika sudah waktunya aku dan Anastasia memasuki Akademi Sihir Phillsburgh kamu harus berlatih sendirian kami hanya akan memantau perkembangan dirimu telah sampai mana saat pulang dari Akademi, apakah kamu mengerti Lucas?. " Ucap Arthur.
" Yaa!!, aku mengerti kak Arthur. " Jawab Lucas dengan tegas.
" Baiklah yang harus kamu lakukan adalah kamu harus menaiki dan menuruni gunung yang disana sebanyak-banyaknya, jika kamu sudah merasa tidak kuat kembali kesini dan kamu harus mengangkat sebuah batu yang ukurannya dua kali lipat dari tubuhmu itu, taruh batu itu diatas badanmu dan yang harus kamu lakukan adalah harus jongkok dan berdiri sebanyak-banyaknya dengan batu yang ada diatas badanmu itu. " Ucap Arthur dengan Serius.
" Baiklah kak Arthur, tetapi darimana kamu akan mendapatkan batu itu kak?. " Tanya Lucas.
__ADS_1
Arthur membuka tanggannya dan meluruskan tangan kanannya, lalu setelah itu Ia merapalkan sebuah sihir, " Sihir ruang dan waktu, *Spatium Memoriae. "
Setelah merapalkan sebuah sihir jari telunjuk tangan kanan Arthur memutarkan udara dihadapannya dan muncullah seperti sebuah portal, dari portal itu sebuah batu yang berukuran lumayan besar perlahan jatuh menuju tanah.
Setelah batu itu jatuh ke tanah portal itu langsung menutup dan menghilang.
Seketika setelah Arthur melepaskan sihirnya Ia mulai kehilangan keseimbangan akan tubuhnya, karena mana yang berada ditubuhnya masih belum pulih sepenuhnya.
Anastasia yang berada disamping Arthur dengan cepat langsung menangkap tubuh Arthur sebelum terjatuh ke tanah, " Arthur!, apakah kamu baik-baik saja?!, sudahlah untuk saat ini kamu istirahat saja terlebih dahulu, aku yang akan mengawasi dan melatih Lucas sendiri. " Ucap Anastasia dengan panik.
" Eughh, tidak, tidak apa-apa Anastasia, aku hanya sedikit lemas saja kamu tidak perlu khawatir sampai sebegitunya. " Jawab Arthur.
" Kak Arthur!, benar yang dikatakan kak Anastasia seharusnya kakak istirahat saja agar saat masuk Akademi kakak tidak akan mengalami hal seperti ini lagi. " Ucap Lucas.
Arthur membangkitkan kembali tubuhnya dan berkata kepada Lucas, " Lucas lalukan sekarang hal yang ku arahkan tadi, aku akan menunggu disini, jika kamu masih terus disini dan masih mengkhawatirkan diriku aku akan membatalkan janji yang aku berikan padamu!. " Jawab Arthur dengan serius.
Lucas langsung berlari dengan kencang menuju ke gunung tersebut.
Arthur dan Anastasia menunggu Lucas sampai kembali ke kediaman Louise,
Setelah menunggu dalam waktu yang lama akhirnya Lucas kembali dari gunung itu, dan Arthur memberitahukan sesuatu kepadanya, " Lucas untuk hari ini cukup sampai disini saja, untuk besok dan seterusnya kamu harus melakukan hal yang sama seperti yang telah kamu lakukan barusan dan juga jangan lupa lakukan yang ku arahkan padamu, untuk sekarang kita istirahat saja terlebih dahulu. " Ucap Arthur.
" Begitu ya kak Arthur, baiklah kalau begitu aku masuk duluan ya kak. " Jawab Lucas.
" Ya baiklah. " Ucap Arthur.
__ADS_1
" Arthur, apakah kamu tidak ikut masuk kedalam?, seharusnya kamu yang harus banyak beristirahat dari tadi kamu memaksa dirimu terus. " Ucap Anastasia.
" Kamu juga masuk saja duluan, ada sesuatu yang harus kulakukan malam ini. " Jawab Arthur.
" Memangnya hal apa yang harus kamu lakukan di malam hari begini Arthur?!. " Tanya Anastasia.
" Sudahlah kamu tidak perlu tahu. " Ucap Anastasia.
" Baiklah, maafkan aku Arthur aku selalu memaksamu, kalau begitu aku juga masuk terlebih dahulu ya Arthur. " Ucap Anastasia.
" Ya... Silahkan ". Jawab Arthur.
Setelah Lucas dan Anastasia memasuki kediaman Louise, Arthur pergi dari tempat itu dan berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Setelah itu saat dijalan ada sebuah tempat yang orang-orang di sana sedang bertarung satu sama lain.
Arthur melihat seseorang yang terlihat sangat familiar di ingatannya, kemudian Arthur merubah warna rambutnya menjadi warna biru tua dari sebelumnya warna hitam, dan merubah bajunya menjadi warna hitam menggunakan mantel berwarna merah, Arthur melakukan semua itu karena dirinya berfikir akan merepotkan jika seseorang ada yang melihat dirinya melakukan hal mencurigakan dimalam hari. Arthur berfikir bahwa wanita itu adalah seorang perempuan yang dikatakan oleh anggota Land Of Darkness sebelumnya yaitu * Black Roses * wanita yang memimpin organisasi tersebut. Arthur berfikir seperti itu karena wanita itu terlihat berbeda, wanita itu terlihat sangat kuat dan dirinya merasakan lonjakan mana dan aura yang kuat dari wanita itu dibandingkan, berbeda dengan wanita yang lain yang ada di dekatnya itu.
Saat organisasi itu selesai membantai orang-orang yang terlihat seperti pedagang gelap itu akhirnya mereka menoleh kearah Arthur dan menatap matanya.
Kemudian Arthur bertanya kepada mereka, " Siapa kalian. " Tanya Arthur.
" Kami Adalah pembela kebenaran dalam kegelapan, * LAND OF DARKNESS * dan aku adalah Black Roses pemimpin organisasi ini." Ucap pemimpin organisasi itu.
Arthur terdiam dan tidak merespon apapun terhadap jawaban dari pemimpin organisasi itu.
Lalu Black Roses sang pemimpin organisasi itu tersenyum dan bergumam, " Aku sangat terkejut bagaimana bisa aku akhirnya bertemu dengan dirimu lagi?. "
__ADS_1
Lalu tidak lama setelah itu mereka langsung pergi begitu, dan Arthur hanya melihat begitu saja mereka pergi di hadapannya.