
...Beralih ke masa depan (Masa Sekarang)...
" Begitu ya, aku benar-benar minta maaf Bibi Luna, aku tidak tahu bahwa dirimu mengalami masa lalu yang pahit dan menyedihkan seperti itu dengan ibuku. " Ucap Arthur dengan menyesal.
" Tidak apa-apa Arthur, justru aku yang ingin meminta maaf kepada dirimu karena menyembunyikan tentang masa lalu ibumu dengan diriku. Aku tidak ingin menceritakan hal itu karena itu merupakan awal dari berubahnya ibumu dan diriku. " Ucap Luna dengan penuh penyesalan.
" Kalau begitu aku akan menarik semua kata-kataku Bibi Luna, Tuan Siegfried. Aku akan memikirkan hal lain tentang pernyataan ku sebelumnya. " Ucap Arthur.
" Ya, terimakasih karena dirimu mau mengerti hal itu Arthur. " Ucap Luna.
" Kalau begitu apa boleh aku meminta kalian mengurus tempat ini dari serangan para monster? Bibi Luna, Tuan Siegfried. " Tanya Arthur.
" Ya tentu saja Arthur, kamu beristirahat saja kami tahu pasti dirimu telah memakai mana yang banyak untuk mengurus semua monster ini. "Jawab Luna.
" Terimakasih Bibi Luna, Tuan Siegfried. Kalau begitu aku akan kembali ke mansion milik Bibi untuk memulihkan diri, sampai jumpa nanti Bibi Luna. " Ucap Arthur.
Lalu Arthur langsung meninggalkan Siegfried dan Luna begitu saja di hutan perbatasan Kerajaan Lasenburgh.
" Tuan Siegfried, tumben sekali anda menjadi tidak banyak berbicara dengan Arthur, apakah itu karena pedang Dark Repulser yang sebelumnya anda berikan kepada dirinya?. " Tanya Luna.
" Ya mungkin saja, jika dirimu ingin tahu aku akan membahas hal itu nanti, sebaiknya untuk sekarang kita harus fokus menghabisi semua monster yang mencoba menerobos masuk ke Kerajaan Lasenburgh ini Nona Luna. " Jawab Siegfried.
" Baiklah kalau begitu kita harus menyelesaikan urusan ini dan kembali meneruskan rapat sebelumnya. " Ucap Luna.
Setelah menyerahkan hutan perbatasan Kerajaan Lasenburgh yang dimana monster mencoba menerobos masuk ke Kerajaan Lasenburgh, Arthur kembali menuju mansion milik Luna.
__ADS_1
Setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya Arthur tiba di mansion milik Luna.
" Sialan!! Perang itu akan terjadi dalam waktu dekat tetapi aku tidak mendapatkan kemajuan akan kekuatan diriku, sepertinya aku harus berhenti berlatih secara fisik. Baiklah kalau begitu mulai sekarang aku akan memfokuskan latihan ku terhadap mana, sihir, dan The King Of Judgement. " Ucap Arthur dengan kesal.
Kemudian Arthur kembali memasuki ruang latihan yang ada di mansion milik Luna itu.
" Baiklah untuk sekarang aku akan mencoba menyentuh kekuatan The King Of Judgement kembali, aku ingin bertemu dengan salah satu pemilik sebelumnya dari kekuatan The King Of Judgement ini. Tapi bagaimana caranya agar diriku bisa menuju alam bawah sadarku dengan sesuka diriku? Untuk sekarang tidak mungkin kekuatan The King Of Judgement sendiri yang akan memanggil diriku ke alam bawah sadar milikku. "
" Apakah aku harus menghajar diriku sendiri sampai tidak sadarkan diri? Tidak... itu tidak mungkin, jika aku melakukannya itu hanya membuat diriku tidak bisa latihan kembali. Aku harus mencari cara agar bisa pergi bebas ke alam bawah sadarku. " Gumam Arthur.
Setelah berfikir dengan keras kemudian Arthur menenangkan dirinya dan mencoba memfokuskan kesadarannya pada kekuatan The King Of Judgement yang dia miliki tersebut.
Setelah mencoba memfokuskan kesadarannya pada kekuatan The King Of Judgement berkali-kali akhirnya Arthur berhasil memasuki alam bawah sadar miliknya, setelah berhasil memasuki alam bawah sadarnya Arthur mencoba membuka matanya.
" Apa?! Apakah ini memang benar alam bawah sadar milikku? Mengapa banyak sekali orang tetapi tidak ada satupun dari mereka yang memiliki wujud fisik yang jelas?!. " Gumam Arthur.
" Haloo.... Apakah kalian dapat mendengar diriku?. " Ucap Arthur.
Arthur terus menerus memanggil semua orang yang ada disitu, tetapi tidak ada satupun yang menjawab panggilan dirinya, dia sangat bingung jika tidak ada seseorang yang dapat diajak bicara untuk apa dirinya berusaha dengan keras menuju alam bawah sadar miliknya sendiri.
Arthur tidak putus asa begitu saja dirinya tetap terus mencari orang yang dapat mendengar dan menjawab omongannya.
Tetapi semua usaha yang dirinya lakukan semuanya sia-sia, disaat dirinya mulai merasa putus asa, ada suara yang menjawab ucapan Arthur dari kejauhan.
" Hmmm kamu menarik juga ya anak muda, tidak kusangka setelah sekian lama diriku menunggu ternyata ada seseorang pewaris kami yang tidak putus asa setelah mencoba mencari kekuatan dan memasuki alam bawah sadar miliknya tetapi tidak mendapatkan hasil apa-apa. " Ucap pria misterius itu.
__ADS_1
" Siapa anda?! Apakah anda merupakan pemilik kekuatan The King Of Judgement yang sebelumnya?. " Tanya Arthur.
Tiba-tiba saja pria misterius itu berada dibelakang Arthur dan menyentuh pundaknya, dengan cepat Arthur membalik badannya dan berusaha menyerangnya, tetapi dengan cepat juga pria misterius itu menangkis serangan dari Arthur.
Kemudian Arthur memperhatikan pria misterius itu dengan detail, pria itu berbeda karena memiliki wujud fisik yang jelas dengan menggunakan jas hitam yang menutupi seluruh badannya, dan juga pria itu menggunakan topeng yang menutupi wajah aslinya.
" Kamu tidak perlu terlalu terkejut seperti itu pewaris yang baru. Mereka semua, orang-orang yang kamu lihat disini adalah pewaris kekuatan The King Of Judgement, karena alam bawah sadar pemilik kekuatan ini akan menjadi wadah jiwa pemilik kekuatan The King Of Judgement yang sebelum-sebelumnya. " Ucap pria misterius itu.
" Jika ucapan dirimu benar lalu mengapa orang-orang yang ada disini tidak dapat menjawab ucapan ku, dan mengapa mereka tidak memiliki wujud fisik yang detail seperti dirimu? . " Tanya Arthur.
" Itu karena mereka tidak tertarik dengan dirimu, atau bisa dibilang mereka tidak akan merespon dan menampilkan wujudnya jika mereka tidak ingin berinteraksi dengan pemilik kekuatan The King Of Judgement yang saat ini, meskipun sang pemilik kekuatan bisa dengan bebas masuk ke alam bawah sadar miliknya sekalipun. " Jawab pria misterius itu dengan rinci.
" Begitu ya, jika seperti itu berarti dirimu ingin berinteraksi dengan diriku? Apakah aku salah tuan?. " Tanya Arthur.
" Seperti yang aku bilang di awal, aku sudah menunggu lama mencari pewaris kekuatan The King Of Judgement yang tidak putus asa setelah mencoba mencari kekuatan dan memasuki alam bawah sadar miliknya tetapi tidak mendapatkan hasil apa-apa. " Jawab pria misterius itu.
" Begitu ya, kalau begitu aku ingin membicarakan sesuatu dengan anda. " Ucap Arthur dengan serius.
" Tidak perlu kamu katakan aku juga sudah mengetahui apa yang ingin kamu bicarakan anak muda, dirimu saat ini pasti sangat amat menginginkan kekuatan yang lebih bukan? Dirimu saat ini sedang berada dalam kondisi yang mendesak sehingga dirimu menginginkan kekuatan yang lebih dengan menggali kekuatan The King Of Judgement. " Ucap pria misterius itu.
" Apa?! Mengapa anda bisa mengetahui hal itu secara detail tuan?!. " Tanya Arthur dengan terkejut.
" Tentu saja, karena diriku juga pernah melalukan hal yang sangat serupa dengan dirimu anak muda, tetapi sayangnya aku gagal dan berakhir mati di medan perang. Saat ini kamu sedang kebingungan kan karena perang yang akan mendatangi dirimu sebentar lagi?. " Jawab dan tanya pria misterius itu.
" Begitu ya, dan ya anda benar tuan perang sudah berada didepan mataku, tetapi diriku masih tetap saja tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melewati peperangan itu dengan mulus. " Jawab Arthur.
__ADS_1