HONORABLE DARK KNIGHT

HONORABLE DARK KNIGHT
CHAPTER 52 - JANJI (1)


__ADS_3

" Apa maksudnya dirimu permintaan terakhir itu Arthur?. " Tanya Luna.


" Apakah karena diriku waktu yang kamu miliki benar-benar tinggal sedikit Arthur?. " Tanya Siegfried dengan menyesal.


Arthur terdiam sejenak setelah ucapan yang dilontarkan Siegfried kepadanya.


" Entahlah anda bisa memikirkan dan merenungkan hal itu sendirian. Permintaan terakhir yang ingin aku minta kepada kalian adalah tolong lindungi kedua adik-adikku dari perang yang akan datang sebentar lagi, dan juga kalau bisa aku ingin kalian melatih mental mereka, aku ingin mereka berdua atau salah satu dari mereka yang membunuh diriku, aku tidak ingin mati di tangan iblis sialan itu. " Ucap Arthur dengan serius.


" Haa... Apa yang kamu katakan Arthur?. " Tanya Luna dengan terkejut.


" Tolong suruh mereka bunuh dirik... "


" Jangan bercanda Arthur!! Apakah kamu berfikir mereka akan mau melakukan hal itu haa?! Dan juga kenapa kamu mengatakan hal itu dengan mudahnya?! Apakah dirimu sudah pasti akan mati saat perang nanti?!!. " Ucap Luna dengan sangat marah.


" Ya, kemungkinan besar hal itu akan terjadi bibi Luna karena aku sudah menolak untuk terhubung dengan kekuatan The Greatest Protection, setelah aku memberikan beban yang besar kepada tubuhku selanjutnya maka tubuhku sudah dipastikan akan hancur. Maka sebelum hal itu terjadi aku tidak ingin dibunuh atau diambil oleh iblis sialan itu, biarkan aku mati ditangan adikku. " Ucap Arthur tanpa ekspresi sedikitpun.


" Bagaimana bisa, mengapa dirimu selalu saja mengatakan hal menyeramkan seperti itu tanpa ekspresi sedikitpun Arthur, aku sangat membenci orang seperti itu. " Sahut Luna.


" Kalau hal itu tidak bisa bagaimana jika bibi Luna atau tuan Siegfried saja yang melakukannya?. " Tanya Arthur.


" Ap... a?. " Ucap Luna.


" Arthur tarik kembali perkataan dirimu, kamu membuat dirinya mengingat luka lamanya. " Ucap Siegfried.


" Memangnya apa yang pernah terjadi kepada bibi Luna?. " Tanya Arthur.


" Apakah kamu benar-benar ingin tahu Arthur?. " Tanya Luna.


" Ya, tolong ceritakan masa lalu anda bibi Luna. " Jawab Arthur.


" Baiklah aku akan menceritakannya, karena cerita ini juga akan menjelaskan bagaimana cerita pertemuan ibumu bertemu dengan ayahmu. " Ucap Luna.


...----------------...

__ADS_1


...( Beralih ke masa lalu Luna sebelum menjadi kepala sekolah Akademi Sihir Phillsburgh)...


Dulunya Luna sebelum menjadi bagian orang-orang penting Kerajaan Lasenburgh dia adalah seorang petualang biasa yang berpetualang menjelajahi dunia yang luas bersama dengan Luciana dan beberapa anggota party nya.


Mereka selalu berpetualang bersama menjelajahi dunia yang luas bersama-sama, sampai pada akhirnya mereka sampai di Kerajaan Lasenburgh, bisa dibilang Kerajaan Lasenburgh adalah akhir dari perjalanan dan kebersamaan mereka.


Sampai pada akhirnya mereka bertemu dengan Azazel Lyle Astheric, Lyle menjadi penuntun party Luna untuk menjelajahi dan mengenal Kerajaan Lasenburgh secara mendalam.


Mereka berencana pergi berpetualang lagi setelah tinggal di Kerajaan Lasenburgh ini selama satu bulan, mereka ingin bersenang-senang terlebih dahulu di Kerajaan Lasenburgh ini.


Satu bulan kemudian saat Luciana ingin bergabung kembali dengan party nya untuk kembali berpetualang, dirinya dihampiri oleh Lyle dan setelah itu Lyle melamar Luciana di sebuah taman yang indah yang ada di ibukota Kerajaan Lasenburgh.


Luciana terkejut dengan lamaran yang tiba-tiba diberikan oleh Lyle, tetapi dirinya juga sadar bahwa Ia tidak bisa membohongi hatinya, pada saat itu Luciana juga telah mencintai Lyle dengan tulus dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.


Setelah berpikir sejenak Luciana menerima lamaran Lyle dengan senyum yang lebar dan bahagia.


Kemudian setelah itu Luciana datang menghampiri party nya dan berkata dirinya ingin keluar dan berhenti menjadi anggota party * Freedom *.


Luna saat itu bertanya-tanya dan kaget mengapa Luciana mendadak tiba-tiba ingin keluar dari party Freedom.


Dengan senyumannya yang hangat dan tulus Luciana berkata kepada seluruh anggota party Freedom.


" Luna, Ilya, Lena. Alasan aku ingin keluar dari party Freedom ini adalah karena aku telah dilamar oleh Lyle, dan sebentar lagi aku akan menjadi bagian dari keluarga Astheric sebagai salah satu nona besar bangsawan yang ada di Kerajaan Lasenburgh ini hehehe, karena hal itu aku ingin meminta maaf kepada kalian karena mulai saat ini perjalanan diriku berakhir disini dan tidak bisa berpetualang bersama dengan kalian seperti yang dulu kita lakukan. "


" Sebenarnya aku tidak bisa menerima hal ini Luna, tetapi aku senang dan bahagia karena kamu sudah menemukan belahan jiwamu di Kerajaan Lasenburgh ini, hahaha Lyle sialan itu telah merebut hati bidadari party Freedom ini ya, dirinya sangat beruntung mendapatkan bidadari seperti dirimu Luciana. " Ucap Luna sambil tersenyum.


" Aku juga sangat senang mendengar hal itu Luciana, tetapi apa alasan dirimu menerima lamarannya dan bagaimana kamu bisa jatuh cinta dengan dirinya? . " Tanya Lena.


" Apa sih yang sebenarnya dirimu katakan Lena, tentu saja aku menerima Lyle karena aku mencintainya dengan tulus dari lubuk hatiku yang terdalam. Lalu sebenarnya tidak ada alasan khusus bagaimana aku bisa mencintainya, aku mencintainya karena aku telah mengenalnya dengan baik selama sebulan ini meskipun tidak lama tetapi aku yakin bahwa aku telah benar-benar mencintainya. " Jawab Luciana.


" Tetapi mengapa di perjalanan kita sebelum-sebelumnya kamu tidak memiliki rasa cinta kepada para bangsawan laki-laki yang tampan dan kaya itu yang selalu mendekati dirimu, yah meskipun aku tahu Lyle lebih tampan tetapi bukankah aneh tiba-tiba kamu bisa jatuh cinta?. " Tanya Ilya.


" Aku juga tidak mengerti tentang hal itu, aku juga tidak paham mengapa aku bisa jatuh hati kepada dirinya, mungkin juga karena dibandingkan perjalanan kita sebelum-sebelumnya kita lebih lama menetap di Kerajaan ini dibandingkan Kerajaan sebelum-sebelumnya. Dan juga mungkin karena aku selalu dekat dengan Lyle berbincang dan bercanda bersama satu sama lain selama sebulan ini. " Jawab Luciana.

__ADS_1


" Begitu ya, mungkin saja seperti itu sih. Yah meskipun begitu aku juga bahagia jika dirimu bahagia Luciana. " Ucap Ilya.


" Ya kami semua bahagia jika dirimu bahagia Luciana. " Ucap semua anggota party Freedom.


Luciana meneteskan air matanya dan menangis, " Terimakasih semuanya, kalian memang benar-benar teman seperjuangan yang paling aku sayangi.


Kemudian mereka semua saling memeluk satu sama lain.


" Kami semua juga sangat menyayangi dirimu Luciana, jaga dirimu baik-baik ya dikerajaan ini, jika Lyle berusaha menyakiti dirimu jangan ragu dan sungkan untuk bilang kepada kita, meskipun lawannya bangsawan besar sekalipun aku tidak akan mengampuni dirinya jika menyakiti bidadari party Freedom ini. " Ucap Lena.


" Ya kami akan menghajarnya sampai babak belur. " Ucap Ilya.


" Hahahaha baiklah aku berjanji akan menemui kalian jika itu benar-benar terjadi. " Ucap Luciana.


" Jangan lupa satu hal Luciana, kamu harus berjanji kepada kami setiap kamu hamil dan melahirkan seorang anak, yang pertama kali mengetahuinya haruslah kami, apa kamu mengerti Luciana!. " Ucap Luna dengan sungguh-sungguh.


" Iya iya baiklah Luna, tenang saja aku berjanji kalian akan menjadi seorang bibi yang paling dekat dengan anak-anakku hehehe. " Sahut Luciana.


" Tetapi kalian juga harus berjanji kepada diriku. Kalian semua harus tetap bertahan hidup sampai kita tua bersama-sama apakah kalian mengerti?!. " Tanya Luna dengan serius.


" Ya tentu saja Luciana, kami semua ingin bersama-sama denganmu juga sampai maut memisahkan kita. " Ucap Lena.


" Baiklah kalau begitu semuanya setuju ya. Sekarang bagaimana jika kita semua memakai cincin yang baru aku beli ini sebagai tanda janji kita akan berlanjut dan berlangsung sampai kita berpisah selamanya. " Ucap Luciana sambil tersenyum.


" Baiklah kalau begitu aku ingin yang berwarna merah ini. " Ucap Lena.


" Aku ingin yang berwarna hijau. " Ucap Ilya.


" Kalau begitu milikku yang berwarna biru ya. " Ucap Luna.


" Ya, milikku berwarna merah muda, kalian harus berjanji untuk selalu menjaga dan merawat cincin ini ya!. " Ucap Luciana.


" Ya tentu saja Luna. " Ucap mereka semua.

__ADS_1


Dari situlah janji mereka untuk selalu bersama selamanya sampai maut memisahkan dimulai, tetapi janji itu tidak semulus takdir yang menimpa mereka setelahnya.


__ADS_2