
Arthur membuka matanya setelah mengembalikan kembali kesadarannya dari alam bawah sadarnya, namun setelah membuka matanya Arthur langsung tersadar bahwa dirinya saat ini tidak sedang berada di ruang latihan melainkan di berada di kamarnya.
Dan setelah itu dia melihat sekelilingnya, disamping dirinya terdapat Luna yang sedang menunggu dirinya sadar, setelah Arthur bergerak sedikit Luna dapat merasakan pergerakan itu dan membuka matanya dari tidurnya.
" Ar.. thur?... Arthur!! Akhirnya kamu sadar juga. Mengapa kamu berbohong dan tidak istirahat setelah melawan monster sebanyak itu sendirian, mengapa kamu malah melanjutkan latihan mu setelah melawan para monster yang mengamuk itu Arthur?!!. " Tanya Luna dengan khawatir dan nada yang tinggi.
" Maaf bibi.... Maafkan aku, aku tidak bermaksud... Tidak memang aku yang salah aku tidak beristirahat dan melanjutkan latihan diriku. " Ucap Arthur dengan bohong.
" Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya bahwa aku tidak melakukan latihan dan hanya mengobrol di alam bawah sadar milikku sendiri, untuk sekarang aku masih tidak boleh mengungkapkan kekuatan The King Of Judgement ada padaku, meski aku merasa bahwa sudah beberapa orang yang mengetahui kebenarannya bahwa aku memegang kekuatan yang di wariskan oleh Kevin kepada keluarga Astheric tetapi fakta ini tidak boleh menyebar lebih luas lagi. " Ucap Arthur dalam hatinya.
" Sudahlah itu semua tidak penting, yang terpenting bahwa kamu masih bisa membuka matamu. " Ucap Luna dengan khawatir.
" Ya Bibi Luna, terimakasih telah merawat diriku sekali lagi. Bibi Luna aku ingin bertanya, memangnya sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri bibi Luna sampai dirimu begitu khawatir?. " Tanya Arthur.
" Kamu sudah tidak sadarkan diri selama hampir satu bulan, aku tidak tahu apa alasannya tapi sepertinya akhir-akhir ini kamu lebih sering kehilangan kesadaran dirimu, Arthur... Sebenarnya apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang menimpa dirimu?. " Tanya Luna dengan curiga.
" A.... Apa!! hampir satu bulan?! Sialan itu waktu yang terlalu lama.. Aku harus mengambil kembali Dark Repulser dari tangan Tuan Siegfried. Dan juga Apa yang harus kukatakan pada Bibi Luna agar dirinya tidak curiga seperti ini kepada diriku. " Ucap Arthur dalam hatinya.
Arthur terdiam sejenak setelah Luna menanyakan hal seperti itu. Arthur sedang berfikir dan dengan hati-hati, apa jawaban yang harus dirinya berikan kepada Luna agar tidak terlihat dirinya sedang berbohong.
" Maaf Bibi Luna, aku juga tidak tahu pastinya karena hal apa, tapi aku juga merasakan hal yang sama seperti yang Bibi Luna pikirkan, aneh sekali jika aku akhir-akhir ini sering kehilangan kesadaran pasti bukan hanya karena tubuhku yang terbebani terlalu berat, tetapi aku juga tidak tahu dengan pasti apa penyebab dan alasan diriku akhir-akhir ini sering kehilangan kesadaranku. " Jawab Arthur dengan tanpa ekspresi agar tidak dicurigai.
" Begitu yah... Aku tahu kamu pasti tidak akan berbohong karena untuk apa kamu berbohong akan sesuatu yang dapat merugikan tubuhmu dan dirimu sendiri. Baiklah kalau begitu kamu harus berjanji satu hal padaku Arthur, kamu tidak boleh berlatih lagi... Mulai sekarang kamu harus benar-benar beristirahat karena aku sendiri yang akan mengawasi dirimu. " Ucap Luna dengan tegas dan serius.
" Sial persis seperti yang aku prediksikan, tetapi itu bukanlah masalah karena untuk sekarang tujuanku adalah aku harus mengambil kembali pedang Dark Repulser itu dari tangan Tuan Siegfried. " Ucap Arthur dalam hatinya.
" Baiklah Bibi Luna, aku tidak masalah sama sekali. " Ucap Arthur.
__ADS_1
" Baguslah kalau kamu setuju. " Ucap Luna.
" Tetapi Bibi Luna, apakah aku boleh meminta satu hal kepada dirimu?. " Tanya Arthur.
" Tentu saja, memangnya hal seperti apa yang kamu inginkan Arthur?. " Jawab dan tanya Luna.
" Apakah aku boleh mengunjungi kediaman keluarga Louise? Aku harus bertemu dengan Tuan Siegfried untuk mengambil sesuatu dari dirinya. " Tanya Arthur.
" Begitu yah, kebetulan sekali aku juga harus mengunjungi kediaman keluarga Louise untuk menemui Siegfried. Baiklah kalau begitu kita akan mengunjungi kediaman keluarga Louise bersama Arthur. " Jawab Luna sambil mengusap kepala Arthur.
" Terimakasih Bibi Luna. " Ucap Arthur.
" Aku tidak berfikir akan selancar ini, setelah mendapatkan pedang itu aku harus menghilang dari mereka secepat mungkin. " Ucap Arthur dalam hatinya.
" Ya sama-sama Arthur. " Ucap Luna.
Setelah memakan waktu yang lama karena jarak tempuh yang lumayan jauh, akhirnya Luna dan Arthur tiba di kediaman keluarga Louise. Setelah itu mereka turun dari kereta kuda dan kedatangan mereka sudah ditunggu oleh Siegfried, pintu rumah kediaman keluarga Louise terbuka lebar dan mereka disambut oleh pelayan keluarga Louise untuk diarahkan menuju ruang tamu dimana Siegfried telah menunggu mereka.
" Ooh Luna selamat datang... Dan juga Arthur muridku, apa yang kamu inginkan dengan datang ke rumah ini Arthur?. " Tanya Siegfried.
" Tuan Siegfried, aku ingin langsung ke intinya saja aku tidak ingin basa-basi terlebih dahulu. " Jawab Arthur.
" Baiklah kalau itu maumu, apa yang kamu inginkan Arthur?. " Tanya Siegfried.
" Aku ingin mengambil kembali pedang Dark Repulser yang sebelumnya aku serahkan kepada anda. " Jawab Arthur.
" Arthur... Mengapa kamu menginginkan kembali pedang yang telah merenggut sisa hidupmu? Dan juga bukankah kamu sendiri yang sebelumnya menyerahkan pedang itu kepada diriku? Apa alasan dirimu menginginkan kembali pedang ini Arthur?. " Tanya Siegfried dengan bingung.
__ADS_1
" Aku tidak perlu mengatakan apa alasannya, tetapi yang pasti pedang itu harus kembali ke tanganku Tuan Siegfried. " Jawab Arthur dengan tatapan yang tajam.
" Jika kamu tidak bisa memberikan alasannya maka aku pun tidak bisa menyerahkan kembali pedang Dark Repulser begitu saja kepada dirimu Arthur. " Ucap Siegfried sambil menguji kesabaran Arthur.
" Lalu? Apakah anda sendiri bisa menggunakan pedang itu Tuan Siegfried?. Dari cerita yang aku dengar dari anda, anda waktu itu hanya dapat memegang pedang itu tanpa bisa menggunakannya. " Ucap Arthur sambil menyeringai.
" Jika aku katakan pedang itu sudah tidak berada di tanganku bagaimana Arthur? . " Ucap Siegfried dengan serius.
Suasana di rumah kediaman keluarga Louise pun menjadi mencekam, Luna yang melihat itu dirinya bingung harus melakukan apa, tetapi dirinya berfikir untuk sementara sebaiknya mengawasi mereka berdua terlebih dahulu.
Arthur mengernyitkan dahinya dan menatap Siegfried dengan tajam dan serius
" Tolong jangan main-main Tuan Siegfried, aku mohon berikan kembali pedang itu kepada diriku. "
" Bukankah aku sudah mengatakannya, berikan alasanmu terlebih dahulu... Untuk apa dirimu menginginkan kembali pedang Dark Repulser itu ketanganmu?. " Ucap Siegfried dengan tenang.
" Waktunya semakin dekat, sudah tidak ada waktu lagi. " Gumam Arthur dengan suara yang kecil.
" Apa yang kamu katakan Arthur? Suaramu terlalu kecil. " Tanya Siegfried.
" Kalau begitu aku yang akan bertanya kembali kepada anda. Apakah kalian sudah yakin dengan pasti bahwa kalian akan memenangkan pertempuran nanti? . " Tanya Arthur dengan serius.
" Ya tentu saja aku akan menjawabnya jika kamu mau menjawab pertanyaan diriku terlebih dahulu. Apa alasanmu menginginkan pedang Dark Repulser itu kembali ke tangan mu Arthur?. " Tanya balik Siegfried.
" Baiklah. Jawabannya adalah dengan diriku menggunakan pedang itu maka seluruh masyarakat Kerajaan Lasenburgh yang berusaha anda lindungi dengan seluruh kekuatan anda, mereka semua akan selamat mungkin ada beberapa yang mati jika kalian bisa seimbang melawan pasukan Raja Iblis. " Jawab Arthur.
Siegfried, Luna, dan seluruh pelayan yang ada di rumah kediaman keluarga Louise itu sangat terkejut dengan perkataan yang dikatakan oleh Arthur itu.
__ADS_1