
" Alasan saya berada di gunung itu adalah karena saya sangat terkejut setelah mendengar itu dari pemimpin Land Of Darkness dan sangat frustasi, sebelumnya Alice memberitahukan sebuah kebenaran kepada saya tentang ibuku bahwa sebenarnya ibuku sangat menyayangiku meskipun dia hanya bercerita pada Alice dan bukannya berkata seperti itu di hadapan diriku langsung. Setelah mendengar hal itu saya sangat senang bahwa kenyataannya ibuku bukan membenciku hanya tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan diriku. Tetapi setelah saya mengetahui identitas ibuku yang sebenarnya dari pemimpin Land Of Darkness saya sangat terkejut, sampai-sampai diriku sendiri dipenuhi oleh pertanyaan. " Ucap Arthur.
" Apakah pemimpin organisasi itu sendiri yang langsung mengatakan itu kepadamu Arthur?. " Tanya Luna.
" Tidak, saya sendiri yang menanyakan itu padanya kepala Akademi, saya sengaja membuat kekacauan agar bisa bertemu dengan salah satu anggotanya, tetapi saya tidak menyangka akan bertemu dengan pemimpinnya langsung. Tetapi dari situ saya berfikir bahwa ini adalah kesempatan besar untuk menggali informasi mengenai keluarga diriku dan akhirnya saya menanyakan hal itu kepada pemimpinnya dan itulah jawaban yang dia berikan.
Disaat itu juga diriku sendiri dipenuhi oleh pertanyaan, mengapa? Apa yang terjadi denganku?, mengapa aku jadi seperti ini? Jawaban itu hampir membuatku gila. Jika Ibuku bukan seorang manusia bagaimana dengan adik-adikku, diriku, dan kakak-kakakku? aku tahu ayah merupakan seorang manusia murni tapi diantara kami siapa yang menerima dan mewariskan darah milik ibu?. Apakah ada orang lain yang mengetahui bahwa keluarga Astheric bukanlah bangsawan berdarah murni manusia?. Lalu setelah itu saya langsung pergi ke sebuah gunung dan meluapkan emosi saya dengan menghancurkan apapun yang ada dihadapan saya sambil kembali bertanya-tanya kepada diri saya sendiri.
Mengapa, kenapa!!!!, mengapa aku lahir dengan keluarga yang penuh dengan misteri dan rahasia! Apakah setelah ini masih ada rahasia yang disembunyikan keluarga ini!? Mengapa sebelum ibu pergi meninggalkan diriku Ia tidak meminta maaf saja kepadaku langsung?! Jika Ia takut menghancurkan diriku kenapa Ia pernah bersikap tidak peduli padaku?! Dia langsung pergi begitu saja tanpa berkata sepatah katapun padaku sialan!!. saya terus mengeluarkan sihir saya sampai tidak menyadari bahwa saya telah kehabisan mana dan saya juga tidak menyadari bahwa semua sihir yang saya gunakan juga berdampak besar pada tubuh saya sendiri. " Ucap Arthur sambil menjelaskannya secara detail kepada Luna.
Kemudian Luna memeluk Arthur dan menenangkannya.
" Begitu ya aku tidak menduganya hanya karena satu buah fakta itu memberikan dirimu dampak pada mentalmu dengan sangat besar. Baiklah aku ingin memberitahukan dirimu beberapa hal mengenai keluarga dirimu.
Sama seperti Luciana menceritakannya pada Alice, dia juga menceritakan bahwa dirinya sangat sayang padamu kepadaku, lalu hal lain yang harus kamu tahu adalah dulunya ayahmu bukanlah manusia yang seperti itu, dulunya dia adalah manusia yang baik bahkan hingga bisa mencuri hati ibumu yang merupakan seseorang dari ras *Malaikat*. Mereka berdua adalah orang yang baik sampai pada akhirnya kakek mu mengkhianati keluarganya sendiri dan hingga pada akhirnya orang-orang yang mempercayai kedua orang tua dirimu itu mengkhianati mereka dan membenci mereka karena kakekmu.
__ADS_1
Dari situlah obsesi ayahmu untuk mengembalikan nama baik keluarganya timbul, dia mencari dan terus melatih anak kandungnya yang hebat dan berbakat sejak kecil lalu membuang anaknya yang tidak memiliki bakat apapun sejak lahir baik sihir maupun secara fisik. Kebetulan pada saat itu kamulah yang paling tidak berbakat bahkan ayahmu menyebut dirimu dengan anak cacat atau aib keluarga karena tidak bisa melakukan apapun tidak seperti saudaramu yang lainnya. Sebenarnya bukan hanya karena itu saja, karena dari semua anaknya yang Ia miliki hanya dirimu sajalah yang mewarisi darah ibumu, saat kamu lahir dia memiliki ekspektasi yang sangat tinggi dan besar terhadap dirimu karena kamu seorang Half Human, manusia dengan darah malaikat yang mengalir di dalam tubuhmu.
Tetapi dia sangat kesal setelah mengetahui bahwa kamu terlahir dengan membawa darah yang hebat tetapi tidak memiliki bakat dan bahkan kemampuan fisik mu dibawah rata-rata. Jika saat dirimu dilahirkan aku tidak datang mungkin kamu sudah tidak akan ada di dunia ini, kenapa? karena pada saat itu juga setelah ayahmu mengetahui kondisimu yang sangat merugikannya Ia langsung berniat membunuh dirimu, karena aku diangkat sebagai salah satu orang terkuat di kerajaan Lasenburgh oleh raja sebelumnya dan meskipun aku adalah orang luar kerajaan ini aku diberikan hak dan kekuasaan tertentu sebagai orang terkuat, salah satu haknya adalah membunuh orang yang benar-benar melakukan kejahatan.
Aku berniat membunuh ayahmu tetapi ibumu melarang ku dan melindungi ayahmu itu. Dia hanya meminta padaku untuk melindungi dirimu dari ayahmu setelah dia pergi nanti. Dia bercerita berkali-kali kepada diriku bahwa dia sangat senang bisa melahirkan dirimu dan merawat dirimu, tetapi aku tidak dapat menepati janjiku dengan ibumu dan membiarkan dirimu dilukai oleh ayahmu itu, maafkan aku Arthur. " Ucap Luna menjelaskan dengan panjang sambil meneteskan air matanya.
" Tidak apa-apa kepala Akademi, saya tidak mempermasalahkan masalah itu, saya mengerti mungkin anda tidak bisa melakukan itu karena ada berada dalam kondisi yang sulit dan anda juga pasti tidak bisa karena terpisah oleh jarak yang jauh. " Ucap Arthur.
" Seharusnya aku yang merawat dirimu, aku tidak memenuhi janjiku pada ibumu, ibumu meminta diriku untuk menjadi seorang pelindung bagi dirimu Arthur tetapi aku malah tidak memperhatikan dirimu maafkan aku. " Ucap Luna dengan penuh penyesalan.
" Arthur, apakah aku boleh meminta beberapa hal saja dari dirimu?. " Tanya Luna sambil menyeka air matanya.
" Tentu saja, Kepala Akademi. " Ucap Arthur sambil tersenyum.
" Baiklah, kalau begitu Arthur.... Apakah kamu mau tinggal disini? Aku tidak memaksakan dirimu, sebelumnya aku tahu kamu selama ini tinggal di kediaman keluarga Louise karena Siegfried yang sebagai gurumu memaksamu. Tetapi aku tahu pasti dirimu mulai merasa tidak enak karena sudah tinggal di sana dalam waktu yang cukup lama. Sebenarnya selain itu alasannya adalah karena aku sebenarnya merasa kesepian tinggal di rumah yang besar ini sendirian meskipun aku diberikan pelayan oleh sang raja atas hadiah gelarku, aku juga ingin melihat pertumbuhan dirimu aku ingin membalas kesalahan diriku karena tidak merawat dirimu, dan juga meskipun mungkin itu sudah sangat terlambat tapi aku ingin bisa menyaksikan dirimu bertumbuh seperti yang diinginkan oleh ibumu. Bagaimana Arthur apakah kamu mau tinggal disini?. " Tanya Luna dengan penuh harapan.
__ADS_1
" Baiklah Kepala Akademi, tetapi aku juga ingin meminta satu hal. Apakah aku boleh memanggil anda bibi? . " Jawab dan tanya Arthur.
Kemudian Luna tersenyum lebar dan berkata, " Tentu saja justru itu adalah salah satu hal yang ingin aku minta dari dirimu, aku tidak ingin kamu mengganggap diriku sebagai orang asing aku ingin menganggap dirimu sebagai keponakanku sendiri meskipun kita tidak memiliki hubungan darah, kamu boleh memanggil aku bibi dimana pun dan kapanpun itu meskipun di Akademi sekalipun aku tidak akan memperdulikan apa yang akan dikatakan orang lain. " Jawab Luna dengan semangat.
Setelah itu Luna membiarkan Arthur untuk beristirahat lebih lama. Tetapi karena Arthur melukai tubuhnya dari dalam dan luar serta karena Ia benar-benar kehabisan mana Arthur tertidur lelap sampai Ia tidak hadir ke Akademi di keesokan harinya.
Luna tidak tega membangunkannya jadi Ia tetap membiarkan Arthur untuk beristirahat, sampai akhirnya Arthur membuka matanya pada keesokan sore harinya.
Arthur membuka matanya saat itu juga Ia melihat Luna berada disamping kasur tempat Ia tertidur, " Akhirnya kamu bangun juga Arthur. Maafkan aku Arthur aku membiarkan dirimu melewatkan kelas hari ini karena aku ingin kamu benar-benar memulihkan kondisi dirimu. " Ucap Luna.
" Begitu ya bibi, tidak apa-apa aku ingin berterimakasih pada bibi karena telah merawat diriku. " Ucap Arthur.
" Itu bukanlah sebuah masalah, baiklah kalau begitu ayo kita makan malam, kamu dari kemarin belum makan apa-apa kan karena pingsan. " Ajak Luna.
" Baiklah bibi. " Jawab Arthur.
__ADS_1