
Keesokan harinya tibalah saatnya untuk para murid Akademi Sihir Phillsburgh untuk memasuki ruang kelas mereka sesuai yang tertera pada papan pengumuman murid dan kelasnya.
Arthur bangun pada pagi hari, lalu Ia membersihkan dirinya dan mempersiapkan dirinya untuk berangkat menuju Akademi Sihir Phillsburgh.
Saat keluar dari kamar tamu Arthur bertemu dengan Anastasia, " Arthur....Ternyata dirimu sudah selesai mempersiapkan diri yaa, baru saja aku berniat datang ke kamarmu untuk membangunkan dirimu dan meminta dirimu untuk bersiap-siap, baiklah Arthur kalau begitu kita sarapan saja terlebih dahulu sebelum berangkat menuju Akademi, karena para pelayan sudah menyiapkannya. " Ucap Anastasia.
" Baiklah Anastasia. " Jawab Arthur.
Mereka berjalan bersama menuju ruang makan dan sambil mengobrol sedikit. " Anastasia, apakah keluarga dirimu yang lain masih tidak kembali ke rumah ini?. " Tanya Arthur.
" Ya, kamu benar Arthur, yang ada dirumah ini hanya ada kamu, aku, dan Lucas. tetapi sepertinya Lucas masih belum bangun dari tidurnya. " Jawab Anastasia.
" Ooh begitu . " Ucap Arthur.
" Ayah, Ibu, dan adikku sedang pergi ke daerah utara yaitu daerah kekuasaan bangsawan Vispose. sedangkan kakak-kakak ku sedang berlatih di kamp pelatihan kesatria. " Ucap Anastasia.
" Vispose yaa... Anastasia apakah kamu tau siapa pemimpin keluarga bangsawan Vispose?. " Tanya Arthur.
" Tentu saja aku mengetahuinya pemimpin yang sekarang memegang kendali keluarga Vispose adalah Wistaria Glenn Vispose, seorang pemimpin yang berkharisma dan sebagai seorang nomor 2 terkuat di kerajaan ini, Beliau merupakan rival abadi ayahku dulunya, tetapi sekarang mereka tidak memandang siapa yang lebih kuat, mereka sekarang hanya berfikir untuk melindungi kerajaan ini. " Jawab Anastasia.
Arthur menghentikan langkahnya secara tiba-tiba, lalu Ia berbicara dalam hatinya, " Hahh!?, jadi maksudnya tuan Glenn adalah salah satu dari bangsawan besar yang ada di kerajaan ini. Jadi begitu yah maksudnya beliau bahwa aku akan mengetahui tentang dirinya dan keluarganya saat aku berhasil masuk ke Akademi Sihir Phillsburgh, karena Ia tidak ingin diriku waktu kecil terikat suatu hubungan dengan keluarganya karena hanya akan memperparah diriku dimasa lalu. "
" Heii... Arthur.... Arthur. "
" Ah... yaa maaf Anastasia. " Ucap Arthur.
" Mengapa kamu tiba-tiba menghentikan langkahmu dan melamun seperti itu, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu saat aku berbicara seperti itu?. " Tanya Anastasia.
" Ti... Tidak apa-apa Anastasia, barusan aku hanya memikirkan tentang persoalan urusan ku kemarin. " Jawab Arthur.
" Ooh begitu yaah.... Aku pikir kamu memiliki sebuah masalah. Baiklah kita sudah diruang makan sebaiknya kita segera makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke Akademi. " Ucap Anastasia.
__ADS_1
Arthur dan Anastasia sarapan bersama sebelum mereka berangkat ke Akademi Sihir Phillsburgh.
Setelah selesai sarapan Arthur dan Anastasia menaiki kereta kuda yang telah disiapkan pelayan untuk berangkat menuju Akademi Sihir Phillsburgh.
Di dalam kereta kuda Arthur bertanya sesuatu kepada Anastasia.
" Anastasia. " Ucap Arthur
" Yaa?, ada apa Arthur. " Sahut Anastasia
" Apakah kamu kenal dengan Ellen, putri tuan Wistaria Glenn Vispose?. " Tanya Arthur.
" Ya....tentu saja aku mengenalnya, tetapi bagaimana kamu bisa tau tentang Ellen?, bukankah sebelumnya saja kamu bertanya tentang siapa pemimpin penguasa daerah Utara. " Jawab dan tanya Anastasia.
" Aku hanya mengetahuinya karena aku pernah bertemu dengan mereka, tetapi aku sebelumnya tidak mengetahui asal usulnya karena tuan Glenn tidak memberitahukannya. " Jawab Arthur.
" A...Apa!?, memangnya sebelumnya kamu pernah bertemu dengan mereka dimana. " Tanya Anastasia.
" Ooh begitu yaa, ternyata kamu pernah bertemu dengannya. " Ucap Anastasia.
" Anastasia, apakah tidak lama ini kamu pernah bertemu dengan Ellen?. " Tanya Arthur.
" Ya, aku pernah bertemu dengannya sebelum aku bertarung denganmu di ujian masuk Akademi sebelumnya. " Jawab Anastasia.
" Kalau begitu apakah berarti Ellen berada di Akademi Sihir Phillsburgh juga?. " Tanya Arthur.
" Yaa, tentu saja, yang sangat mengesalkan nya lagi adalah Ia lulus ujian masuk akademi itu dengan mulus dan peringkat pertama tanpa memakai nama keluarganya, aku tidak tahu mengapa dirinya bisa sehebat itu. Bahkan hampir tidak ada yang tidak mengenal dirinya di kerajaan ini " Anastasia sambil cemberut.
" Begitu yah... Ternyata hubungan pertemanan kalian rumit juga karena saling tidak akur satu sama lain. " Ucap Arthur.
" Bukannya tidak akur lagi setiap kali aku melihat dirinya aku merasa sangat kesal, dirinya berbeda sekali saat berada di hadapan orang lain dibandingkan saat sedang bersama dengan ku. " Keluh Anastasia.
__ADS_1
" Sebenarnya kamu tidak perlu sekesal itu, biarpun dirinya seperti itu tetapi Ia sangat baik. " Ucap Arthur.
" Mengapa kamu jadi berpihak kepadanya Arthur!!?. " Ucap Anastasia dengan kesal.
" Aku tidak sama sekali berpihak padanya Anastasia, coba kamu pikirkan jika dirinya bukanlah orang baik yang seperti kamu duga, lantas mengapa Ia didepan orang sangat baik dan suka menolong sedangkan jika Ellen sedang bersama dengan dirimu dia suka membuat dirimu kesal. "
" Itu adalah memang dirinya secara natural, bukannya dirinya bermuka dua tetapi karena Ia menganggap dirimu itu lebih dari sekedar teman. Ellen tidak bisa melakukan hal yang santai dengan orang-orang bahkan dengan orang yang seumuran dengannya, tetapi dirinya bersikap mengesalkan didepan dirimu saja, itu karena dirinya tidak bisa menunjukkan sisi yang lemah seperti itu di hadapan orang lain, dia menunjukkan sikap itu hanya padamu seorang karena Ia percaya padamu Anastasia. "
" Di sisi lain juga karena statusnya sebagai keturunan bangsawan besar yang sangat dihormati, Ia pasti berfikir dan bertindak hati-hati agar tidak menjatuhkan martabat dan harga diri keluarganya. " Jawab Arthur dengan tenang.
" Be...Begitu yah....Kalau dipikirkan lagi kamu benar juga Arthur, memang salah diriku yang berfikir kekanak-kanakan dengan membenci Ellen. Dirinya pun sudah mulai hidup sendiri dari mulai umur 11 tahun Ia menempa mental dan fisiknya sendiri tanpa bantuan orang lain bahkan keluarga nya, karena keluarganya yang sangat sibuk sampai hampir tidak ada waktu untuk dirinya. Wajar saja jika dia meluapkan perasaan dan emosi nya pada orang yang dekat dengannya sepengetahuan diriku hanya akulah yang dekat dan sering berkomunikasi dengan dirinya. " Ucap Anastasia dengan penuh penyesalan.
" Jika dirimu sendiri sudah mengetahui dan mengenal Ellen dalam waktu yang lama seharusnya kamu menyadarinya dari awal. Lalu aku ingin bertanya apakah dirinya suka menyendiri saat tidak bersamamu, atau apakah kamu pernah melihat dirinya menyendiri? . " Ucap dan tanya Arthur.
" Ya kamu benar Arthur tetapi mungkin lebih tepatnya Ia tidak pernah menunjukkan kesepiannya saat bersama diriku, tetapi saat kami sedang tidak bersama, aku suka mengikuti dirinya, Ellen sering sekali menyendiri di suatu tempat yang sepi, Ellen pun tidak pernah tau sekalipun bahwa aku mengikuti dirinya. " Jawab Anastasia.
" Begitu ya. " Ucap Arthur.
" Ternyata dirinya benar-benar tidak memiliki teman lain saat kami berpisah ya. dirinya pun harus berjuang untuk menjadi kuat dan hebat tanpa arahan dan bantuan dari orang lain, Ellen memang hebat berbeda sekali dengan diriku yang harus diarahkan oleh tuan Siegfried untuk menjadi kuat. " Ucap Arthur dalam hatinya.
" Ngomong-ngomong Arthur bagaimana kamu bisa mengetahui tentang Ellen yang lumayan detail seperti itu?. " Tanya Anastasia.
" Meskipun sebentar aku mengenalnya, tetapi aku memperhatikan dirinya dengan baik, karena waktu itu Ellen adalah teman pertama diriku, dan aku juga merupakan teman pertamanya pada waktu itu. " Jawab Arthur.
" Ooh begitu yah... Benar juga katamu aku juga berteman dengan dirinya pada umur yang ke 12, aku pun bisa mengetahui masa lalunya adalah karena aku sering mengobrol bersama pelayan pribadinya saat menunggu dirinya bersiap-siap saat ingin bermain ataupun ada sebuah acara. "
" Jika Ellen melihat dan bertemu dengan dirimu kembali yang merupakan teman masa kecil pertamanya, aku berharap bahwa Ia akan merasa lebih senang dan semangat menerjang segala rintangan dalam hidupnya. " Ucap Anastasia dengan menunjukkan sedikit senyumnya.
" Yaa, aku juga berharap seperti itu setelah mendengar masa lalunya dari dirimu. " Ucap Arthur.
Setelah mengobrol dalam waktu yang lumayan lama, akhirnya Arthur dan Anastasia tiba di Akademi Sihir Phillsburgh, Arthur dan Anastasia menuruni kereta kuda itu dan berjalan menuju gerbang Akademi untuk masuk ke Akademi itu.
__ADS_1