
Saat Anastasia dan Arthur masuk ke dalam Akademi disana sudah ramai sekali murid yang berkumpul di lapangan untuk melihat dan mengecek apakah dirinya lulus atau tidak, jika lulus namanya akan ada di papan yang berisi kelas dan nama-nama murid yang ada dikelas itu.
Saat Arthur dan Anastasia sedang berjalan bersama memasuki Akademi mereka ditatap oleh orang-orang yang ada disekitarnya, mereka berbisik-bisik mengatakan suatu hal yang jelek kepada Arthur dan Anastasia.
" Mengapa nona Anastasia putri keluarga Louise itu jadi dekat dengan keturunan keluarga Astheric itu. Mengapa dirinya menjadi dekat setelah pertandingan mereka sebelumnya, apakah karena keturunan keluarga Astheric itu sebelum nya menyelamatkan nyawa nona Anastasia pada insiden yang belum lama ini menimpa Akademi!?. " Ucap orang-orang itu.
" Anastasia, sebenarnya benar juga apa yang dikatakan orang-orang itu, apakah tidak apa-apa jika dirimu dekat dengan diriku yang merupakan keturunan keluarga pengkhianat, jika kamu dekat dengan diriku bisa saja keluarga Louise yang akan kena imbasnya juga. " Ucap Arthur.
" Arthur!!, mengapa dirimu bertanya hal yang tidak berdasar seperti itu. Apakah dirimu tidak ingat sebelumnya bukannya dirimu waktu itu setuju dan menerima saat aku ingin meminta dirimu menjadi temanku, lalu untuk keluargaku, mereka mungkin bisa saja membenci keluarga Louise seperti yang kamu katakan tetapi kamu juga harusnya sudah tau bahwa keluarga ku sudah menerima dirimu dan tidak menganggap dirimu keturunan keluarga pengkhianat, dan juga kamu tidak perlu khawatir mereka akan menyerang keluargaku, karena Ayahku, Louise Siegfried Lawrence adalah orang yang terkuat di kerajaan ini. " Jawab Anastasia dengan bangga.
" Ya aku tahu hal itu, tetapi suatu saat akan tiba ayahmu, tuan Siegfried tidak lagi bisa membantu dirimu maupun keluargamu. " Ucap Arthur dengan serius.
" Jika kamu berkata seperti itu benar juga lalu apa yang harus aku lakukan, apakah harus menjadi lebih kuat lagi Arthur?. " Tanya Anastasia.
" Boleh saja jika kamu ingin menjadi lebih kuat lagi, tetapi kamu tenang saja aku berjanji selamanya akan melindungi keluarga Louise termasuk dirimu, bukan maksud diriku untuk membalas kebaikan tuan Siegfried, tetapi hanya hal itu yang bisa kulakukan untuk membalas semua hal yang diberikan tuan Siegfried padaku. " Jawab Arthur.
Pipi Anastasia memerah, lalu Ia tersenyum dan berkata, " Baiklah Arthur kalau begitu suatu saat nanti jika hal itu terjadi, aku akan menagih janjimu terhadap keluarga ku termasuk diriku yaa. "
" Ya, tentu saja kapanpun waktunya jika keluarga Louise dalam bahaya aku pasti akan datang dan menepati janjiku. " Ucap Arthur.
Di satu sisi mereka melihat ada seorang wanita yang dikelilingi oleh banyak orang. Arthur dan Anastasia penasaran, akhirnya mereka menghampiri wanita itu untuk mengetahui apa yang terjadi.
Anastasia sudah mengetahui siapa wanita itu, dan wanita itu sudah mengetahui siapa Anastasia, tetapi Arthur dan wanita itu saling tidak mengetahui.
Saat Anastasia datang menghampiri wanita itu orang-orang disekelilingnya menyingkir, dan Anastasia berkata sesuatu pada wanita itu.
" Haloo nona, ternyata anda dalam masalah ya, tentu saja jika tidak bersamaku dirimu pasti tidak akan bisa melakukan apa-apa benar kan Putri pertama keluarga Vispose, Wistaria Ellen Vispose. " Ucap Anastasia dengan menyindir.
" Ooh ternyata kamu disini, yaa kamu ada benarnya ya nona Anastasia, jika aku disini aku tidak bisa melakukan apa-apa tanpa dirimu, tetapi selain disini kamu tidak bisa melakukan apa-apa tanpa diriku, ya kan Putri kedua keluarga Louise, Louise Anastasia Lawrence. " Ucap Ellen dengan membalas sindiran Anastasia.
" Keughh dirimu itu memang benar-benar mengesalkan ya!. " Ucap Anastasia.
" Siapa pria yang ada disamping mu itu nona Anastasia, apakah Ia merupakan tunangan mu hmmm?. " Sindir Ellen sambil tersenyum.
" Bu.... bukan, tentu saja bukan apa yang kamu katakan sih Ellen. " Jawab Anastasia dengan tersipu.
__ADS_1
" Eh bukan yaa. Maaf kalau begitu Anastasia aku hanya bercanda, lalu siapa pria in.... Eh tunggu aku sepertinya pernah melihat dirinya, pria dengan rambut berwarna hitam pekat dan mata berwarna merah darah yang menyala terang, siapa anda ini tuan?, aku sepertinya pernah mengenal seseorang yang hampir mirip dengan diri anda. " Ucap dan tanya Ellen.
" Begitu ya. Ternyata diriku itu mudah dilupakan, nona Ellen aku adalah seorang pria kecil yang penuh luka dan tanpa memiliki arah dan tujuan yang jelas yang dibawa ayahmu tuan Glenn ke kediamannya dan bertemu dengan keluarganya. " Jawab Arthur.
Orang-orang yang ada disana terkejut mendengar hal itu dan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, lalu mereka berteriak kepada Arthur, " Oi sialan kau siapa dirimu itu pertama kau berlagak dekat dan sangat kenal dengan nona Anastasia, sekarang dirimu berkata omong kosong bahwa dirimu itu memiliki hubungan dengan nona Ellen, hentikan kebohongan dirimu dasar brengsek. "
" Apa yang kalian katakan sialan, seenaknya saja berkata omong kosong. " Ucap Alice dengan marah sambil menarik pedangnya dari sarungnya.
Ellen terdiam kaku Ia tidak bergerak sedikit pun selama beberapa waktu.
Anastasia yang melihat Ellen yang terdiam tanpa bergerak sedikitpun khawatir pada Ellen, lalu Ia menyarungkan kembali pedangnya.
" E... Ellen apa yang terjadi pada dirimu, apakah kamu tidak apa-apa Ellen!?, atau kamu sakit!?. " Tanya Anastasia dengan panik.
Ellen tidak menjawab Anastasia.
Lalu tiba-tiba ada seseorang laki-laki yang menarik kerah baju Arthur dan berkata, " Oi bangsat mengapa kau mengganggu orang yang kucintai, pergi kau dari sini sebelum aku marah. "
Anastasia yang melihat itu sangat marah dan berusaha menyerangnya tetapi Arthur mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk berhenti.
" Dasar bodoh pantas saja dirimu itu terdiam seperti anjing yang menurut pada tuannya begitu hal penting seperti itu kau tidak mengetahuinya, laki-laki itu menunjuk-nunjuk jarinya ke kepala Arthur. Ingat dan tanam perkataan ku ini dalam otakmu yang kosong itu sialan, aku adalah keluarga bangsawan yang terhormat, hampir seluruh jalur pemasaran dan kendali perdagangan ada pada tangan keluargaku. Jadi kau jangan main-main dengan keluargaku. " Ucap laki-laki itu.
Laki-laki itu mencoba memukul Arthur sambil berkata, " Dasar keturunan keluarga pengkhianat yang bodoh, terlahir dari ayah dan ibu yang sama saja dengan pengkhianat kerajaan yang bodoh. "
Saat mendengar hal itu Arthur tiba-tiba menjadi sangat marah Ia menangkap pukulan lemah itu dengan tangannya dan mencekik laki-laki itu dengan kencang. " Bajingan, aku tidak peduli jika kau menghina diriku, tetapi jika kau menghina Ibuku dan adik-adikku aku tidak akan segan membunuh dirimu, biarpun diriku menjadi seorang pembunuh sekalipun. "
Arthur melepaskan cekikannya, tetapi Ia menguatkan kepalan tangannya yang sedang memegang tangan laki-laki itu, laki-laki itu berteriak-teriak kesakitan sambil terjatuh.
" Hoi hoi kenapa kau jadi penakut dan tunduk kepada ku seperti itu, seperti anjing yang menurut pada tuannya. Sekarang kau yang harus, perlu, dan wajib menanamkan ucapan ku ini dalam ingatanmu dan otakmu yang kopong itu. Seharusnya kalau kau ingin melawan seseorang kau harus tau seperti apa orang itu, seperti apa kekuatan orang itu apakah dirimu mampu mengalahkannya. Kau melawan diriku tetapi kau salah melawan diriku, aku bukanlah orang yang naif dan munafik seperti tidak tega membunuh seseorang atau melukai seseorang. Jangan salahkan orang lain sekarang ucapkan selamat tinggal pada tanganmu karena sekarang kau akan kehilangan tanganmu. " Ucap Arthur sambil menyeringai.
Arthur terus lebih menguatkan kepalan tangannya sampai menghancurkan dan meremukkan tangan laki-laki itu.
*Trakk... * *krakkkk*
*prkkk... *
__ADS_1
Laki-laki itu berteriak-teriak kesakitan sambil menangis. Arthur menarik tubuh laki-laki itu dengan tangganya yang telah dihancurkan oleh Arthur, lalu dengan cepat Arthur menghantam wajah laki-laki itu, Arthur menghancurkan wajah laki-laki itu dan membuat dirinya terpental jauh.
Orang-orang yang ada disana terdiam tidak menghina Arthur lagi karena mereka ketakutan.
Tidak lama setelah itu Ellen berjalan menghampiri laki-laki yang telah terluka parah oleh Arthur itu, dan saat tiba dihadapan laki-laki itu Ellen berkata, " Kau pikir semua kekusaan yang dimiliki oleh ayahmu itu karena siapa hah!?. Tentu saja itu karena diriku aku memberikan belas kasihan ku pada seseorang yang mengemis-ngemis dan rela bersujud padaku karena aku pikir orang itu benar-benar bisa, tetapi setelah melihat anaknya berkelakuan seperti ini aku berpikir ternyata pemikiran ku salah besar waktu itu. Tenang saja aku akan membuat keluarga mu keluarga bangsawan kelas bawah CERIC jatuh dalam waktu cepat. "
Ellen menarik kerah baju laki-laki itu, keturunan keluarga Ceric yang hina, apakah dirimu tidak berniat meminta maaf pada seorang keturunan Bangsawan besar Astheric yang memiliki gelar *BANGSAWAN BESAR* berani sekali dirimu lancang padahal hanya seorang bangsawan kecil seperti ini, hanya besar karena pengaruh diriku. Menjijikkan sekali saat kau bilang bahwa diriku orang yang kau cintai. "
" Ba... baiklah nona Ellen aku akan segera minta maaf. " Jawab laki-laki itu dengan mulut penuh darah.
" Sudahlah tidak perlu meminta maaf aku hanya ingin berdiskusi dengan keluarga Ceric tidak ada gunanya berbicara dengan boneka yang tidak berguna dalam keluarganya sendiri. Bangun kau jangan terdampar di tanah terus. " Ucap Ellen dengan tatapan mengintimidasi.
laki-laki itu hanya diam saja akan perintah Ellen.
" Kubilang bangun sialan. " Ucap Ellen sambil menyodorkan pedangnga ke kepalanya.
laki-laki itu menuruti ucapan Ellen lalu dia bangun dari terdamparnya ditanah. Saat bangun dari terdamparnya Ellen dengan cepat langsung menebas kedua kaki laki-laki itu.
*Sriiing.. * *Crassss.. *
Laki-laki itu berteriak-teriak kesakitan sambil menangis dan meminta ampun kepada Ellen. Tetapi Ellen langsung pergi meninggalkan laki-laki itu dan berjalan menuju Arthur dan Anastasia.
Orang-orang yang ada disana semakin ketakutan saat melihat hal itu.
" Ellen, apakah tidak apa-apa seperti itu?, bukannya dengan begitu citra dan reputasi mu akan rusak begitu saja. " Tanya Anastasia.
" Tidak apa-apa justru karena reputasi ku sudah sangat besar maka hal kecil ini tidak akan sama sekali mempengaruhi diriku. " Jawab Ellen.
Semua yang ada disitu tau bahwa mereka harus membungkam dan menutup mulut rapat-rapat atas kejadian itu, guru yang melihat dan menyaksikan hal itu juga tidak menghentikannya karena guru itu tau siapa Ellen itu.
" Semua yang ada disini harus membungkam dan menutup rapat mulut kalian atas kejadian ini hal ini akan kami urus lebih lanjut dengan kepala sekolah. Ini adalah urusan Wistaria Ellen Vispose seorang dengan kepala sekolah dan keluarga bocah itu. Apakah kalian mengerti!?. " Ucap dan tanya guru itu.
" Ya guru kami mengerti. " Ucap orang-orang yang menonton kejadian itu.
Mereka semua disuruh dan diarahkan oleh guru Akademi itu untuk memasuki kelas mereka masing-masing bagi murid yang lulus.
__ADS_1