HONORABLE DARK KNIGHT

HONORABLE DARK KNIGHT
CHAPTER 60 - MENGUCAPKAN PERPISAHAN


__ADS_3

Setelah perjalan yang memakan waktu yang lama, Luna akhirnya tiba di mansion miliknya. Dia menuruni kereta kudanya dan dengan cepat bergegas menuju mansion miliknya untuk mencari tahu apakah Arthur kembali ke mansion miliknya atau tidak.


Saat membuka pintu utama mansion miliknya, Luna disambut oleh pelayannya.


" Selamat datang Nona, apakah ada sesuatu yang harus saya siapkan untuk anda?. " Tanya pelayan itu.


" Tidak untuk sekarang aku tidak punya urusan apa-apa. Oh iya apakah kalian melihat Arthur kembali ke mansion ini? Atau kalian sama sekali tidak melihatnya sejak terakhir kami pergi bersama?. " Tanya Luna kepada para pelayannya.


" Tidak Nona Luna, kami sama sekali tidak melihat Tuan Arthur. Terakhir kami melihatnya saat Tuan Arthur pergi bersama dengan Nona Luna. " Ucap para pelayan itu.


" Begitu yah... Baiklah terimakasih kalian telah memberitahukannya, kalau begitu kalian istirahat saja, aku juga ingin istirahat terlebih dahulu. " Ucap Luna.


" Baiklah Nona Luna, terimakasih atas perhatian nona. Selamat istirahat Nona. " Ucap para pelayan itu.


" Ya sama-sama. " Jawab Luna.


...Kembali Ke Sudut Pandang Arthur...


Arthur sedang duduk di bangku di sebuah taman di dekat Akademi Sihir Phillsburgh.


" Tinggal beberapa hari lagi sebelum perang melawan Raja Iblis akan dimulai, Aku harus memikirkan bagaimana untuk mengembalikan sisa hidupku dengan pedang Dark Repulser yang ku pegang ini. Apakah harus ku gunakan pedang ini sekarang atau lebih baik aku gunakan pedang ini sebagai kartu AS ku di perang nanti. "


" Aku tidak tahu, tetapi lebih bagus jika aku gunakan pedang Dark Repulser ini nanti. Baiklah kalau begitu aku harus menyimpan pedang ini baik-baik terlebih dahulu sebelum aku gunakan nanti. " Gumam Arthur.


Arthur duduk termenung dibangku taman ini sampai tidak terasa langit sudah menunjukkan waktu sudah sore.


Anastasia dan Ellen pulang berjalan bersama setelah kelas di Akademi Sihir Phillsburgh telah selesai untuk hari itu. Mereka berdua melihat Arthur sedang duduk termenung di bangku taman itu.


" Tunggu Ellen, bukankah yang sedang duduk termenung itu adalah Arthur?Mengapa dirinya termenung seperti itu? Dan juga mengapa dirinya hampir satu bulan ini tidak hadir dan tidak berangkat ke Akademi?. Aku bahkan tidak pernah melihat dirinya lagi akhir-akhir ini. " Ucap Anastasia.


" Apakah sebaiknya kita menghampiri dirinya Anastasia? Atau lebih baik kita berpura-pura tidak mengetahui saja?. " Tanya Ellen.

__ADS_1


" Sebaiknya kita mendekati dirinya secara diam-diam saja Ellen. " Jawab Anastasia.


Kemudian Anastasia dan Ellen menuju taman itu dan mendekati Arthur secara diam-diam. Tetapi semua yang mereka lakukan sia-sia saja, karena Arthur bisa merasakan aura kehadiran yang janggal disekitarnya.


" Apa yang sedang kalian lakukan disini? Apa kalian membutuhkan sesuatu dariku?. " Tanya Arthur tanpa menoleh kebelakang sedikitpun.


" Jadi kamu sudah merasakan kehadiran kami ya? Sepertinya sia-sia saja jika kami bersembunyi diam-diam saat menghampiri dirimu. " Ucap Anastasia.


Kemudian Anastasia dan Ellen menghampiri Arthur dan duduk di bangku yang berada di dekat Arthur.


" Mengapa kalian tidak menjawab pertanyaan ku? Apa yang kalian inginkan dariku, dan apa yang kalian lakukan disini?. " Tanya Arthur dengan tenang.


" Maaf Arthur kami bukannya sengaja diam-diam menghampiri dirimu, kami juga tidak menginginkan apapun dari dirimu tetapi kami hanya ingin bertanya sesuatu kepada dirimu. " Jawab Ellen.


" Apa yang ingin kalian tanyakan kepada diriku Ellen, Anastasia?. " Tanya Arthur.


" Mengapa kamu hampir satu bulan ini tidak hadir dan tidak berangkat ke Akademi Arthur?. " Tanya Anastasia.


" Bukankah seharusnya Kepala Akademi sudah memberikan kabar tentang diriku yang tidak bisa hadir ke Akademi?. " Jawab Arthur.


" Entahlah aku tidak bisa menjawab hal itu, tetapi yang pasti kalian harus menjaga diri kalian baik-baik. Aku mengatakan hal ini bukan tanpa alasan dan juga harusnya kalian juga tahu apa maksud dari perkataan ku. " Jawab Arthur.


" Mengapa kamu tidak mengunjungi kami lagi Arthur?, bukankah sebelumnya kamu berjanji akan membantu Lucas berlatih dan akan kembali jika ada waktu?. " Tanya Anastasia dengan serius.


" Dengar Anastasia, aku membatalkan janji itu sekarang dan kalau bisa juga katakan hal itu kepada Lucas, aku tidak mempunyai banyak waktu lagi untuk sekarang perang sudah ada di depan mata. " Jawab Arthur dengan sungguh-sungguh.


" Mengapa kamu jadi seperti ini Arthur, bukankah kamu adalah orang yang selalu menepati janji? Dan mengapa kamu merasa sangat bertanggung jawab akan perang yang datang nanti? Bukankah itu sudah menjadi tugas para petinggi Kerajaan Lasenburgh?. " Tanya Anastasia.


Emosi Arthur mulai meluap, dia mengigit bibirnya untuk menahan emosinya agar tidak lepas begitu saja. Ellen yang melihat ekspresi Arthur yang terlihat marah atas ucapan Anastasia berusaha menghentikan ucapan yang dilontarkan Anastasia.


" Anastasia cukup sudah! Hentikan semua perkataan dirimu!. Mengapa kamu hanya memikirkan dirimu sendiri, kamu juga harusnya memikirkan perasaan Arthur saat ini... Apakah kamu berfikir Arthur menginginkan semua kondisi ini? . " Ucap Ellen dengan marah.

__ADS_1


" Ta... Tapi mengapa dirinya harus merasa bertanggung jawab atas perang ini?. " Tanya Anastasia.


" Hentikan itu Anastasia. Itu semua adalah urusanku, kalian tidak perlu tahu apa alasan diriku melakukan semua itu. " Ucap Arthur dengan tenang.


" Kalau begitu sekarang giliran diriku untuk bertanya.... Apakah Alice sudah ditemukan dan sudah kembali ke Kerajaan Lasenburgh ini?. " Tanya Arthur dengan serius dan tatapan yang tajam.


" Putri Alice belum ditemukan dan belum kembali ke Kerajaan Lasenburgh ini Arthur, apakah kamu mengkhawatirkan dirinya?. " Jawab dan tanya Ellen dengan ekspresi yang sedih.


" Begitu ya... Mungkin bisa dikatakan aku sedikit khawatir, karena meskipun dirinya tidak dikenal oleh banyak orang karena saat dirinya masih kecil dia tidak pernah terlibat dengan dunia sosial, hal itu juga disebabkan karena keluarganya sendiri karena saat masih kecil Alice dikenal sebagai anak yang lemah, dan bahkan orang-orang yang pernah bertemu dengannya berani menyebut dirinya sebagai anak yang sombong dan arogan hanya karena kecantikannya. "


" Aku punya satu permintaan kepada kalian. " Ucap Arthur.


" Permintaan seperti apa yang kamu minta itu Arthur? . " Tanya Ellen.


" Jika Alice sudah kembali dan sudah ditemukan, sebagai temannya aku ingin kalian melindunginya agar kejadian ini tidak terulang lagi, aku hanya bisa meminta hal ini kepada kalian karena kalian adalah orang yang dianggapnya sebagai sahabatnya. "


" Dan satu hal lagi, jika dirinya sudah kembali aku mohon sampaikan salamku kepadanya, ' Selamat tinggal Alice, semoga suatu saat kita dapat bertemu kembali '. Itu saja pesan yang aku ingin kalian sampaikan kepadanya jika dirinya sudah kembali. " Ucap Arthur dengan serius dan sungguh-sungguh.


" Arthur! Apa sebenarnya maksud dari ucapanmu itu? Mengapa kamu mengatakan selamat tinggal?. Memangnya kamu akan pergi kemana.... Atau jangan bilang kamu sudah tidak memiliki sisa waktu hidup lagi?!. " Tanya Ellen dengan wajahnya yang sedih dan marah.


" Maafkan aku Ellen, Anastasia. Kalian akan bisa menemukan jawabannya nanti. Baiklah kalau begitu aku harus pergi sekarang Ellen, Anastasia. Selamat Tinggal, kalian berdua harus menjaga diri kalian baik-baik di Kerajaan Lasenburgh ini. " Ucap Arthur.


Arthur berdiri dari kursi di taman itu dan langsung berjalan meninggalkan Ellen dan Anastasia berdua.


" Arthur tunggu... Mengapa kamu pergi meninggalkan kami begitu saja?! . " Tanya Anastasia.


Arthur tidak menghiraukan ucapan Anastasia tersebut dan tidak menoleh kebelakang sedikitpun.


" Anastasia... Apakah kamu dengar apa yang sebelumnya Arthur katakan itu? Mengapa dirinya mengatakan hal yang menyeramkan seperti itu?. " Tanya Ellen dengan wajahnya yang murung.


" Aku... Aku pun juga tidak faham Ellen. Mengapa dirinya mengatakan hal itu dengan tenang, seolah kepergian nya itu sudah pasti dan mutlak dan dirinya tidak akan pernah kembali muncul lagi di hadapan kita. " Jawab Anastasia dengan wajahnya yang sedih.

__ADS_1


" Baiklah sepertinya kita juga harus cepat-cepat untuk pulang Anastasia, sebentar lagi matahari akan terbenam. " Ucap Ellen.


" Ya baiklah Ellen, ayo kita segera pulang. " Sahut Anastasia.


__ADS_2