
Saat di pagi hari Alice terbangun terlebih dahulu sebelum Arthur, tetapi ternyata Arthur masih belum melepaskan pelukannya, Alice tidak tega jika memindahkan tangan Arthur, Ia takut Arthur terbangun, Alice tidak merasa marah karena Ia sangat tahu kondisi tubuh Arthur yang sedang dalam masa pemulihan jadi ia tidak ingin mengganggu tidurnya Arthur.
Alice menunggu sampai Arthur terbangun.
Dalam waktu yang lama akhirnya Arthur terbangun dan membuka matanya.
Dengan pipinya yang memerah dan sambil menahan rasa malunya, Alice mengucapkan selamat pagi kepada Arthur, " Haloo Arthur selamat pagi, apakah tidurmu nyenyak. " Ucap Alice.
Arthur langsung tersadar bahwa saat ini Ia sedang memeluk Alice, seketika Ia langsung menarik tangannya dari badan Alice dan memundurkan badannya, " Ma.... maaf Alice, a... aku tidak mengetahui jika sedang memelukmu, kalau boleh aku mengetahui memangnya sejak kapan aku memeluk dirimu?. " Jawab Arthur dengan panik dan tanpa ekspresi diwajahnya.
" Y.. ya kalau kamu ingin mengetahuinya, kamu sudah memeluk diriku dari malam hari saat aku baru tidur sampai sekarang pagi ini kamu baru melepaskan pelukanmu. " Jawab Alice.
" Apa!?, be... begitu yaa... Maafkan aku sekali lagi Alice. " Ucap Arthur dengan terkejut.
" hehehe iyaa, tidak apa-apa Arthur. Baiklah kalau begitu aku harus pergi dahulu, ada sesuatu yang harus kulakukan meskipun nantinya mungkin aku akan kembali kesini. " Jawab Alice.
" Begitu ya... kalau begitu kamu duluan saja aku juga harus kembali melatih Lucas. " Jawab Arthur.
" Baiklah Arthur, aku pergi terlebih dahulu. " Sahut Alice.
Alice pergi terlebih dahulu meninggalkan Arthur. Saat Arthur hendak meninggalkan penginapan itu, Ia merasakan bahwa tatapan mata Alice mirip sekali dengan tatapan pemimpin organisasi *LAND OF DARKNESS* itu, " Mengapa tatapan matanya sangat mirip dengan perempuan itu... hahh sudahlah mungkin akunya saja yang terlalu memikirkannya, dilihat dari sisi manapun sudah jelas bahwa perempuan itu dengan Alice sangat berbeda jauh. "
" Dari rambutnya Alice memiliki rambut berwarna kuning pirang, sedang kan perempuan itu memiliki rambut berwarna hitam bercampur hijau, dan dari mata mereka Alice memiliki bola mata berwarna Ungu seperti mawar ungu yang sangat indah, sedangkan perempuan itu memiliki bola mata berwarna merah menyala yang sama sepertiku, dari ciri-cirinya saja sudah sangat jauh dari Alice. Akhhh sudahlah tidak ada gunanya aku memikirkan hal itu. "
Setelah lama memikirkan hal itu Arthur meninggalkan penginapan dan pergi menuju kediaman keluarga Louise.
Saat telah sampai di kediaman keluarga Louise Arthur langsung disambut oleh Lucas dan Anastasia.
Lucas lari menghampiri Arthur dan berkata, " Kak Arthur, aku baru saja selesai latihan fisik yang sebelumnya kak Arthur arahkan. " Ucap Lucas sambil terengah-engah karena baru saja selesai latihan.
" Lalu, apakah kamu sudah berhasil mencabut pedang itu Lucas?. " Tanya Arthur.
" Meskipun aku belum berhasil mencabut sepenuhnya pedang itu dari tanah, tetapi aku berhasil menarik sedikit pedang itu dari tanah kak. " Jawab Lucas dengan bangga.
" Begitu yah... baiklah kalau begitu kamu istirahat saja dulu tetapi setelah itu ulang atau lakukan lagi latihan yang baru saja kamu selesaikan, dan istirahatnya jangan terlalu lama ya. " Ucap Arthur.
" Tidak kak Arthur, tidak perlu beristirahat, aku akan langsung melakukannya lagi. Baiklah sampai jumpa lagi kak Arthur. " Jawab Lucas sambil tersenyum.
" Lucas, kalau kamu masih lelah jangan memaksakan dirimu untuk melanjutkannya. Tapi sebenarnya memang harus begitu, rasa lelah itu harus dilawan agar batasan kita terbuka tidak hanya sampai disitu saja. " Ucap Arthur.
" Baik kak Arthur. " Jawab Lucas sambil teriak dan lari.
Lucas pun berlari mengulang dan melanjutkan latihannya kembali.
" Arthur, semalam kamu pergi kemana?, kenapa tidak kembali kesini. " Tanya Anastasia.
" Maaf Anastasia, semalam aku tidak kembali ke rumah ini karena ada urusan yang harus aku selesaikan semalam. Untuk hari ini kemungkinan aku harus pergi lagi dan mungkin aku tidak kembali kesini. " Jawab Arthur.
" Arthur sebenarnya kamu ada masalah apa sampai waktu libur sebelum ke Akademi saja kamu sibuk?. " Ucap Anastasia.
__ADS_1
" Aku sudah bilang padamu, kamu tidak perlu tahu dan tidak perlu ikut campur urusan diriku Anastasia. " Jawab Arthur dengan tegas.
" Maaf Arthur, aku tahu kamu sebelumnya memang berkata seperti itu, aku hanya khawatir padamu karena kondisi tubuhmu masih belum prima. " Ucap Anastasia.
" Tubuhku sudah pulih Anastasia, hanya saja mana ku saja yang tinggal sedikit lagi pulih sepenuhnya, maaf Anastasia aku tidak berniat untuk membentak dirimu. " Ucap Arthur.
" Tidak apa-apa Arthur aku juga tahu maksud dirimu tidak seperti itu. " Jawab Anastasia.
Lucas kembali ke rumahnya setelah berlatih di gunung, Kemudian Arthur dan Anastasia mengajarkan hal lain pada Lucas, yaitu hal dasar dalam berpedang dan dasar-dasar dalam melakukan sihir dan pengendalian mana.
Setelah dalam waktu lama mengajarkan Lucas tidak terasa matahari telah tenggelam dengan cepat menunjukkan hari sudah malam.
" Baiklah.... Lucas, Anastasia. Aku harus pergi karena aku harus menyelesaikan urusanku terlebih dahulu. Aku akan mengajarkan kembali dirimu besok Lucas, lalu ada tambahan dari diriku,besok adalah waktu terakhir kamu mencabut pedang itu, kalau masih tidak bisa perjanjian kita batal. " Ucap Arthur dengan serius.
" A... Apa?!!. Baiklah kak Arthur, aku tidak keberatan kalau seperti itu, lihat saja besok aku akan berhasil mencabut pedang itu dan mendapatkan pelatihan kekuatan khusus dari kak Arthur. " Ucap Lucas dengan serius.
" Baiklah aku pergi terlebih dahulu. " Ucap Arthur.
" Ya baiklah Arthur. " Ucap Anastasia.
" Hati-hati kak Arthur. " Ucap Lucas
Arthur pergi meninggalkan Anastasia dan Lucas, Arthur pergi berkeliling daerah itu bertujuan untuk bertemu kembali menemui pemimpin organisasi Land Of Darkness itu.
Sambil berjalan Arthur merubah kembali seperti kemarin saat bertemu organisasi itu, warna rambutnya menjadi warna biru tua dari sebelumnya warna hitam, dan merubah bajunya menjadi warna hitam menggunakan mantel berwarna merah dengan sihir miliknya.
Kemudian Arthur memasuki puncak fokusnya lalu Arthur memfokuskan pikiran dan emosinya untuk mengembalikan ingatan dirinya yang hilang lalu sambil menenangkan pikirannya Ia membuka kekuatan The King Of Judgement untuk membuat sihir baru. "
" Setelah itu Arthur memikirkan sihir seperti apa yang akan Ia buat, Arthur membayangkan sebuah sihir yang dapat mengembalikan semua ingatan masa lalu, mengambil ingatan milik orang lain, bahkan hingga ingatan yang dihapus sekalipun dengan menggunakan sihir itu sambil menyentuh kepala seseorang untuk mengembalikan dan mengambil ingatannya.
Setelah itu akhirnya Arthur berhasil membuat sihir baru itu, " Aku tidak menyangka ternyata The King Of Judgement benar-benar bisa membuat sihir yang bahkan sebelumnya tidak pernah ada, tetapi aku tidak merasakan ada sebuah efek samping dari kekuatan ini, yah mungkin saja untuk sekarang tidak ada tetapi seharusnya kekuatan apapun akan ada efek sampingnya. " Gumam Arthur.
Arthur langsung mencoba sihir yang baru saja dia buat, Arthur mengalirkan mananya menuju tangannya dan mengaktifkan sihir baru yang dia buat, setelah itu Arthur menyentuh kepalanya dan secara tiba-tiba Arthur mendapatkan keseluruhan ingatan lamanya yang hilang.
" Begitu ya, pantas saja aku merasa familiar melihat wanita itu, Black Roses ya, ternyata dia adalah AL teman masa kecilku. Memang benar saat aku kecil aku pernah merubah warna rambut ku menjadi warna biru tua dari yang sebelumnya berwarna hitam karena aku penasaran apakah akan ada yang mau bermain denganku jika aku merubah penampilan dan identitas diriku. Dan benar saja ada seseorang yang menerima diriku karena identitas diriku saat itu bukanlah Azazel Arthur Astheric. "
" Aku mencoba mendatangi sebuah rumah besar karena aku melihat ada seorang wanita yang terlihat seumuran denganku sedang bermain di taman rumahnya, saat aku melihat dirinya wanita itu melirik dan melihat diriku lalu dia menghampiri diriku dan memanggilku, ' Halo apakah kamu tersesat? Kalau begitu apakah kamu mau menemani diriku bermain, setelah itu aku akan meminta pelayanku untuk mencari rumahmu '. "
" Itulah kata-kata yang dia lontarkan padaku, aku ingat aku menjawabnya dengan sederhana, ' Baiklah, tapi aku bukan tersesat aku hanya jalan-jalan ', setelah itu aku mengiyakannya dan bermain bersamanya. Kami pun saling berkenalan aku mengatakan bahwa namaku adalah AZ dan dia berkata bahwa namanya adalah AL. "
" Selama beberapa hari aku selalu kembali ke rumah itu untuk bertemu dan bermain dengannya, wanita itu selalu bersama dengan pelayannya aku tidak pernah bertemu dengan keluarganya. Tetapi dihari ke-5 wanita itu mengkhianati diriku, aku ingat tiba-tiba ada 7 wanita yang seumuran dengan kami dan salah satu wanita itu berlari menuju Arahku dan menebas tubuhku. "
" Lalu aku juga ingat ketika AL menaruh tangannya di kepalaku aku berpikir dia ingin membantu diriku tetapi ternyata dia menghapus ingatan diriku, aku ingat kata-kata terakhirnya adalah ' AZ terimakasih karena telah mau bermain bersama diriku, aku terpaksa melakukan ini tetapi tenang saja aku akan memastikan kamu mati dengan tenang tanpa ada yang mengkhawatirkan dirimu '. "
" Wanita itu mengucapkan kata-kata itu dengan santai dan sambil tersenyum kepadaku, setelah itu aku jatuh pingsan tapi saat aku terbangun aku berada di sebuah tanah kosong yang luas dan aku terkejut ketika melihat tubuhku aku tidak melihat sama sekali bekas luka yang tersisa di tubuhku. Gumam Arthur sambil mengernyitkan dahinya.
Kemudian Arthur melanjutkan perjalannya, dirinya tambah sangat amat ingin bertemu kembali dengan AL pemimpin Land Of Darkness.
Setelah berjalan dalam waktu yang lama Arthur mendengar ada suara seperti sedang bertarung satu sama lain untuk mempertahankan atau merebut sesuatu, lalu Arthur bergegas berjalan menuju sumber suara itu.
__ADS_1
Setelah tiba di tempat asal suara, lagi-lagi Arthur melihat organisasi itu telah selesai bertarung dan menang.
" Siapa kau ini sebenarnya?, mengapa kau sangat kuat sialan, jika kau tidak mau menjawab tidak apa-apa tetapi jangan harap kamu bisa kabur hidup-hidup setelah melihat kami. " Ucap wanita salah satu anggota organisasi kegelapan itu.
Wanita itu menghunuskan pedangnya dan langsung menerjang ke arah Arthur dengan berniat membunuh Arthur.
*Syuuuh..*
*dep..*
Dengan cepat Arthur menangkap pedang wanita itu dengan tangan kosong. Lalu wanita itu sangat terkejut, " Sialan kau, bagaimana bisa kau lebih kuat dariku, meskipun aku adalah nomor 2 seharusnya kekuatan diriku tidak jauh dari nona nomor 1." Ucap wanita itu.
Dengan tatapan yang dingin Arthur berkata, " Sebaiknya nona jangan terlalu naif dan jangan terlalu percaya pada diri sendiri, salah jika nona berfikir bahwa nona lebih kuat dari siapapun di dunia ini, kalau nona ingin kuat seperti diriku sebaiknya anda berfikir bahwa orang-orang lebih kuat daripada dirimu sendiri nona. " Ucap Arthur dengan wajah yang hampa dan tanpa ekspresi.
Arthur menguatkan genggaman nya dan sedikit demi sedikit pedang itu retak, hal itu membuat wanita itu sangat amat terkejut.
*kretek...* *kreekk*
" A.... Apa?!!, apa-apaan dirimu ini. Bagaimana bisa orang seperti dirimu menghancurkan pedang yang terbuat dari bijih starlite yang sangat langka dan sangat kuat ini. " Ucap wanita itu.
Lalu Arthur lebih menguatkan genggamannya dan menghancurkan mata pedang itu hingga berkeping-keping.
*Grep.... *
* crekk....* *tringg...*
Kemudian Arthur memegang perut wanita itu dan melepaskan sihir angin yang kuat.
*Grepp...*
" Tanamkan kekalahan dirimu ini dalam ingatan mu nona, belajarlah dari kesalahanmu agar tidak terlalu naif. Sihir angin tingkat lanjut, *AEROBLAST* .
*Syuuuuuhh..... * *Duarr...*
Wanita itu terpental dan terhantam tembok dibelakangnya.
" Keughhh..., si.... sialan, bagaimana bisa aku kalah, aku mempermalukan Land Of Darkness dan Nona terhormat Black Roses.
Arthur berjalan perlahan menghampiri wanita itu.
*dep dep dep dep*
Arthur memunculkan pedangnya dengan menggunakan sihir ruang dan waktu, lalu Ia mengibaskan pedangnya dihadapan wanita itu sambil berjalan.
Tiba-tiba ada seorang wanita muncul dibelakang Arthur, Arthur pun menghentikan langkahnya dan berkata, " Akhirnya kamu muncul juga AL, sudah lama kita tidak bertemu, maaf di pertemuan pertama kita aku tidak langsung mengenal dirimu karena kamu sudah berubah drastis, karena terakhir kita bertemu saat kita berdua masih kecil. "
Wanita itu ternyata adalah pemimpin organisasi kegelapan itu yang ternyata adalah teman masa kecilnya Arthur.
" Hahahaha, aku sangat ingin bertemu dengan dirimu saat berjalan tadi, ternyata kamu muncul sendiri dengan mudahnya di hadapanku ya. Hahh bagaimana pun aku ikut senang melihat dirimu dalam keadaan yang baik AL, meskipun kau pernah mengkhianati diriku tentu saja aku tidak melupakan kebaikanmu sebelum kamu mengkhianati diriku. " Ucap Arthur sambil menyeringai.
__ADS_1