
Abimana masih membelai rambut panjang istrinya yang tidur memeluknya.
dia baru saja tau jika istrinya memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan saat berhubungan suami isteri.
saat dia bersikap lembut, Indar akan bersikap biasa, tapi jika Abimana kasar maka Indar akan sangat menikmati kegiatan mereka.
dia merasa jika kecenderungan ini sudah sangat membahayakan, terlebih dia tak bisa terus seperti itu untuk melukai tubuh berharga istrinya.
"biar nanti aku mengenalkannya pada teman ku, semoga Selen bisa membantunya," batin Abimana.
meski sejujurnya dia juga sangat menikmati pergulatan mereka yang begitu hebat.
Indar yang sedikit terusik sedikit bergerak, tapi Abimana buru-buru memeluknya erat agar wanita itu tak bangun.
keesokan harinya, Indar bangun dan merasa tubuhnya remuk redam, tapi dia tersenyum sangat panas mereka.
dia tak mengira jika suaminya bisa begitu buas, padahal biasanya Abimana sangat lembut dalam memperlakukan dirinya.
dia sedang mandi, dan saat selesai dia masih melihat suaminya itu masih tidur dengan nyaman.
dia pun memutuskan untuk membuat kopi dan menikmatinya sambil melihat suasana luar yang ternyata sedang hujan tak begitu deras.
Abimana bangun dan melihat istrinya itu yang sedang melihat keluar jendela.
dia langsung berjalan dan memeluk tubuh istrinya itu, "kenapa tak membangunkan ku, kita bisa mandi bersama,"bisik Abimana.
"aku kasihan padamu mas, mungkin kamu capek setelah kegilaan ku semalam, itulah aku yang sebenarnya mas, maaf selama ini aku berpura-pura padamu, sejujurnya aku tak terlalu suka perlakuan lembut saat di ranjang," kata Indar dengan suara lirih.
"tapi jika seperti itu, kamu yang akan terluka sayang, lihatlah semua bekas di leher dan tubuh mu, apa aku semalam seganas itu, padahal aku hanya minum tiga gelas saja," kata Abimana yang kaget.
mendengar ucapan suaminya, Indar ingin sekali tertawa, "tidak masalah mas, ini bisa hilang,"
mereka pun kembali melakukannya, dan kali ini sesuai keinginan Indar, bahkan mereka melakukannya sambil bermain hujan di teras yang beruntung vila mereka jauh dari pemukiman dan jalan jadi aman.
Febry mengirimkan pesan pada Abimana tapi pria itu tak membaca maupun membalasnya.
dia merasa khawatir, dia ingin mengajak Abimana berbincang sesuatu yang di sembunyikan oleh pasangan mereka masing-masing.
"jika kamu bisa mengunakan tangan mu untuk bermain ponsel, seharusnya kamu mulai belajar masak, sampai kapan kamu akan membeli makanan di luar, bergunalah sedikit jadi istri," kata Reihan yang keluar dari kamarnya sudah dengan pakaian santai.
__ADS_1
"ah maaf mas, kamu ingin makan sesuatu, aku bisa membuat untuk mu sebentar," kata tanya Febry.
"tidak usah, aku harus pergi untuk membahas reuni yang akan di laksanakan, jadi kamu di rumah dan jangan kemana-mana," kata Reihan yang bersiap pergi.
"baiklah, mas juga hati-hati ya," kata Febry yang juga tak bisa mengatakan apapun lagi.
siang itu, dia di ajak oleh ibunya ke salah satu supermarket yang cukup lengkap.
karena bu Rita ingin mengajari menantunya yang tak bisa masak itu demi memanjakan suaminya dan mendapatkan cinta melalui masakan.
saat ingin mengambil jeruk untuk suaminya, tanpa sengaja Febry bertemu dengan sosok Indar.
"mbak Indar," tegur Febry yang sedikit kaget.
"sial..."
"hai Febry, ada apa?" kata Indar yang berusaha bersikap biasa.
"tidak, hanya ingin menyapa, karena aku kira salah lihat, sendirian saja," tanya Febry yang terlihat sangat ramah.
"sudahlah jangan berdekatan dengan ku, atau ibu mertua mu itu akan menghina ku lagi, dan lain kali aku akan berusaha bersikap tak mengenalmu, itu akan lebih nyaman bukan," kata Indar yang kemudian pergi karena melihat sosok Bu Rita yang mendekat.
pasalnya Abimana, pria yang sangat baik dan sopan, bahkan pria itu tak segan bercanda di depan umum bersama istrinya.
"kamu sudah ambil buah kesukaan suamimu, jangan lupa tolong ambilkan strawberry dan Cherry juga," kata Bu Rita.
"baik Bu..."
wanita itu langsung mengambil buah yang di inginkan oleh mertuanya itu.
tapi dia sempat melihat sosok Abimana yang sedang memilih beberapa camilan sendiri.
"tunggu mas Abi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu," tanya Febry yang menahan pria itu.
"jangan menyentuhku, kamu itu wanita bersuami, dan aku juga memiliki istri," kata Abimana.
"aku minta maaf, tapi aku hanya ingin bertanya, apa istrimu bercerita tentang kekasih lamanya, yaitu pacar yang begitu dia cintai," tanya Febry dengan suara yang cukup kasar.
"iya, aku mengetahui semuanya, mulai dari pria yang membuatnya hampir gila, memang kenapa kamu begitu menggebu-gebu seperti ini, toh itu hanya masa lalu, jadi tak usah berlebihan," kata Abimana yang membuat wanita itu diam.
__ADS_1
"apa..." kata Febry yang terkejut.
pria itu berjalan pergi meninggalkan dirinya, dan segera menghampiri istrinya.
sedang Febry kebingungan mendengar ucapan itu, apa benar jika dulu perlakuan suaminya dan ibunya sangat keterlaluan pada Indar.
dia pun tak bisa bertanya pada siapapun, tapi sebentar lagi pesta reuni dan dia bisa mencari tau dari teman terdekat kuliah keduanya.
Febry pun kembali dan bergabung dengan ibu mertuanya yang sedang berbincang dengan seorang pria.
dia baru melihat hal ini, "ibu ini strawberry dan ceri yang ibu minta,aku juga sudah beberapa jenis buah lain,"
"oh iya,kalau begitu kamu ke kasir dulu ya, kalau begitu nanti kita tukar pesan ya mas, permisi,"kata Bu Rita yang tersenyum pada pria itu.
sedang Febry merasa aneh dengan ibu mertuanya, bagaimana bisa wanita itu begitu berbeda saat bersama pria.
"ibu tadi itu siapa?"
"itu hanya teman lama ibu, sudah ayo bayar dulu, takutnya Reihan sudah pulang," kata Bu Rita mengalihkan pembicaraan.
Indar membuka gerbang pintu rumah dan mobil mewah itu pun masuk kedalam rumah.
Abimana turun dan langsung mengambil belanjaan mereka, Indar membantu membawa belanjaan itu.
mereka pun langsung menata semua belanjaan di tempat penyimpanan yang sudah tersedia di rumah.
"sayang kamu tidak ke toko kue,apa tak masalah, bukankah anak buah mu tak bisa membuat beberapa jenis kue?" tanya Abimana.
"tidak usah mas,mereka pasti akan menghubungi ku saat ada kue yang di minta secara khusus, buktinya sampai saat ini tak ada yang menelpon ku,"kata Indar menunjukkan ponselnya pada suaminya.
tapi tiba-tiba layar ponsel Indar tertera nama Reihan disana, "lihatlah ada telpon dari matan kekasih mu itu,"
Abimana pun membalik tangan istrinya, "pria menyebalkan ini, coba mas yang mengangkatnya,aku sedang sibuk,"
Indar pun memberikan ponselnya kepada suaminya, dan Abimana pun mengangkat telpon itu.
tak lupa Abimana menyalakan loud speaker agar istrinya itu juga dengar, "sayang kenapa kamu tak datang, bukankah sekarang kita ada rapat koordinasi tentang reuni,"
"maaf ini siapa? kenapa memanggil istri orang dengan kata sayang," ketus Abimana.
__ADS_1
Indar pun mengecup bibir suaminya itu, "ah maaf ini aku teman dari Indar, aku meminjam ponsel Reihan,maaf ya mas..." kata pria di sambungan telpon.