
pukul lima sore, Abimana telah menyelesaikan semua pekerjaannya, dan dia pun menghampiri Mina yang ada di bagian humas sekarang.
"Mina bisa kita bicara sebentar?" kata Abimana yang membuat wanita itu kaget.
"iya, ada apa bos?" tanya Mina sedikit kaget.
"apa kamu tau dimana Febry, karena setelah kekacauan dua tahun lalu, aku kehilangan kontaknya," kata Abimana yang ingin membuktikan ucapan dari Reihan.
"apa ... sebenarnya jika kontak aku juga tak memilikinya, tapi aku tau dimana usahanya, dia membuka warung makan bernama Abyyas, di sekitar komplek perumahan milik mu," kata Mina
"apa? berarti sebenarnya kami sangat dekat?" bingung Abimana yang melihat Mina mengangguk.
"sebaiknya kamu minta maaf bos, kamu tau dia bahkan punya dirimu versi kecil," kata Faiq yang datang menjemput istrinya.
ya keduanya juga menikah setelah kejadian hati itu, "baiklah terima kasih atas infonya, dan maaf atas semua sikap kasar ku dua tahun lalu," kata Abimana yang kemudian pergi
"ya setidaknya kamu akan melihat putra mu, dan semoga kalian bisa bersama karena Febry sangat mencintaimu," kata Mina yang memeluk suaminya.
mobil Abimana sampai di warung yang di maksud, dia pun memilih memesan nasi dan minum sambil mengawasi sekitar.
benar saja, sedikit lebih malam Febry datang dengan membawa seorang anak di gendongan kangguru.
dia tak bisa melihat bocah itu karena tertutup kupluk dan juga membelakanginya.
Abimana sedikit membuang wajah saat wanita itu menaruh Putranya di area bermain.
__ADS_1
setelah itu dia membantu di area kasir, terlihat dia sangat cekatan dan Abimana melihat bocah laki-laki yang mungkin masih berusia dua belas bulan atau lebih itu.
ternyata benar apa ucapan Reihan dan Faiq, wajah bocah kecil itu mirip dengannya.
Abimana selesai makan, dan melihat bocah itu sendirian, dia duduk di depan area bermain itu.
tanpa di duga bayi yang baru bisa merangkak itu mendatangi Abimana, dan mengulurkan tangannya ingin minta gendong karena sepertinya dia tak suka di sana sendirian.
Abimana yang mengendong bayi itu merasa begitu tenang, bahkan bayi itu terus tersenyum ke arahnya.
dia pun kembali duduk dan memberikan bayi itu mainan, karena semua sibuk hingga tak ada yang memperhatikan.
tapi saat Abimana bangkit dari mejanya, semua orang kaget melihat baby Aby sudah tidur di pelukan pria judes kapan hari lalu.
"maaf jadi untuk meja tujuh berapa totalnya?" tanya Abimana.
dia terpaku melihat pria tinggi di depannya sambil mengendong putranya.
bahkan pria yang setiap malam mengusik tidurnya dan membuatnya menangis karena rasa cintanya yang tak bisa terbendung.
"mas Abi..."
"kamu melaluinya seperti ini sendiri," tanya Abimana.
"aku harus bagaimana, aku senang saat tau aku hamil, tapi saat melihat kondisimu yang begitu buruk setelah perceraian mu, aku memilih pergi menjauh dan membesarkannya sendiri," kata Febry dengan senyuman manis.
__ADS_1
"jangan tersenyum seperti itu, seharusnya kamu menamparku aku menghajar ku jika perlu, karena aku yang begitu buruk memperlakukan mu terakhir kali," kata Abimana
"tidak masalah, toh semuanya sudah berlalu, lagi pula anak yang hadir di luar pernikahan adalah milik ibu kandungnya, jadi Aby akan bersamaku tanpa mengusik mu,"
mendengar itu Abimana merasa menjadi pria paling busuk dan tak tau malu.
bagaimana bisa dia membuat seorang wanita hingga seperti ini.
"maafkan aku, seharusnya aku tak melakukan itu, dan jika boleh aku ingin berbincang dengan mu, oh ini uang makanannya," kata Abi memberikan uang lima puluh ribu.
mereka berdua pun duduk bersama di sebuah kamar yang khusus di gunakan saat baby Aby tidur.
"sekarang kamu sudah tau mas, aku juga tak meminta pertanggung jawaban karena aku tau jika semua yang terjadi adalah murni kesalahan," kata Febry yang sudah berlapang dada menerima semuanya.
"tapi bolehkah aku juga membesarkannya, setidaknya aku tau jika aku tak sendirian sekarang, setidaknya aku tau ada seseorang yang bisa ku peluk," kata Abimana yang terus melihat bayi kecil itu.
ingin rasanya Febry menolak karena dia takut jika hatinya jadi lemah jika terus bertemu dengan Abimana.
tapi pria itu tetap ayah dari Putranya, jadi sekuat apapun dia melarang, Abimana tetap masih punya hak atas putranya.
"saat tak ada aku boleh saja, bukan apa mas Abi, aku hanya takut jika hatiku lemah lagi, aku tau jika mu masih mencintainya jadi tak ada kesempatan untuk ku," kata Febry dengan lirih.
"aku mencoba mengikhlaskannya, dan ingin memulai kembar baru dan jika kamu bisa bersabar untuk itu, tolong bantu aku lepas dari masa lalu," kata Abimana yang tak ingin kehilangan orang terdekatnya lagi.
"tapi apa mas yakin ingin bersama ku, karena mungkin aku tak akan pernah sebaik mbak Indar,"
__ADS_1
"kenapa kamu harus menjadi dirinya, kamu hanya perlu jadi dirimu, dan aku berjanji akan melihat mu sebagai Febry, ibu dari putraku," kata Abimana yang berhasil meyakinkan wanita itu.
ya bagaimana pun ucapan manis dari Abimana dan rasa cinta yang di miliki oleh Febry membuatnya lemah dan kini dia pun jatuh ke pelukan Abimana.