
tak terasa Indar sudah memilih sendiri selama tujuh tahun dan sekarang dia makin dewasa dan tak pernah mengalami hal buruk lagi.
"Momo!! aku ikut bareng ke sekolah ya!!" teriak seorang bocah tampan dengan mata coklat dan kulit sawo matang.
"tentu pangeran Momo, ayo karena hari ini Momo harus jemput klien di bandara," jawab Indar pada putranya Abian.
"berarti Momo akan sibuk hari ini, apa Bian tak bisa makan malam bareng Momo?"
"tentu bisa, nanti Momo usahakan untuk pulang cepat ya sayang, sekarang ayo kita berangkat," kata Indar.
"bos aku langsung ke perusahaan ya," pamit Ike.
"boleh tapi jangan melakukan hal gila, terlebih kemarin kami keterlaluan untuk cuma aku yang melihatnya," kesal Indar pada asistennya itu.
"sorry deh bos, abis gak tahan," jawab Ike tertawa dan pergi.
"memang apa yang Tante Ike tak bisa tahan?" tanya bocah tampan itu
"dia gak bisa tahan pipis, sudah jangan dengarkan Tante mu yang absurd itu, sekarang Momo antar ke sekolah," kata Indar membukakan pintu untuk putranya itu dan dia memilih berangkat sendiri tanpa supir.
mereka berdua sampai di sekolah yang terkenal ekslusif dan memiliki murid dengan IQ yang tinggi.
beruntung meski dalam kehamilannya sedikit bermasalah, IQ Abian tetap tinggi seperti ayahnya.
__ADS_1
Indar menuju ke bandara untuk menjemput klien yang sudah di nantikan.
pria itu sudah tujuh tahun ini menjadi tema bisnis yang sangat baik untuk perusahaannya.
hari ini Indar memakai blazer warna hijau army, dan mengangkat sebuah tulisan, "menunggu Joshua Gilbert asal Jerman,"
pesawat yang membawa pria itu sudah mendarat dan dia bisa nrkihat Joshua.
Joshua tersenyum saat melihat tulisan yang di bawa wanita itu, "dasar gadis gila," gumamnya.
Indar melambai, Joshua pun menyeret kopernya dan langsung memeluk Indar dan cipika-cipiki.
"wanita gila ku, kenapa kamu sendiri yang menjemput ku, kamu seharusnya meminta anak buah mu saja," kata Joshua yang masih memeluk Indar karena rindu.
"ya mereka sepertinya tak sabar ingin membuatku mundur, tapi sayangnya aku punya desainer terbaik di belakang ku, yaitu Miss Indar," jawab Joshua.
"sudahlah ayo pergi," ajak Indar yang mengandeng lengan pria itu dan tertawa bersama.
sedang di tempat lain, seorang pria sedang menunggu jemputan miliknya datang.
terlebih dia harus rapat untuk mengakuisisi perusahaan yang membutuhkannya.
tapi dia tersenyum saat melihat berita di portal online, "bagaimana pria ini bisa sukses dengan menjual pakaian olahraga saja, siapa desainer gila yang membantunya, aku harus mendapatkannya,"
__ADS_1
"Juan apa kamu tau JS fashion? aku ingin tau siapa desainer di balik suksesnya perusahaan itu, dan jika bisa aku ingin merekrutnya," kata pria itu.
"baik tuan, dan mari kita pergi karena mobil yang menjemput anda sudah datang," jawab asistennya itu.
"uh... dasar supir lelet, lain kali jangan di ulangi lagi seperti ini, kamu mengerti," Jawab pria itu yang berjalan dengan angkuh dan tak peduli siapapun yang ada di sekitarnya.
dia sampai di tempat mereka melakukan penandatanganan perjanjian akuisisi.
setelah melakukannya pria itu berada di restoran sushi dan memilih kesana karena ingin makan Unagi dan omurice, karena dia sedang sangat merindukan seseorang.
"bos, hari ini tuan besar ingin anda pulang, dan tak boleh telat, karena beliau bilang itu tak sopan," kata Juan.
"memang gadis mana lagi yang ingin pria tua itu perkenalkan padaku, aku tak berminat pada mereka tapi pria itu tak menyerah sepertinya," kata pria itu menghela nafas panjang.
saat di restoran itu, tak sengaja di depannya ada Billboard besar yang menunjukkan perhiasan mewah.
tapi yang membuatnya salah fokus adalah model yang memakai perhiasan itu.
"ada apa bos?" tanya Juan melihat bos-nya itu.
"siapa model di Billboard itu?"
"ah itu pemilik perusahaan Ivy jewelry, dan dua itu salah satu pengusaha muda yang sukses, mengembangkan usahanya sendiri." terang Juan.
__ADS_1
"aku tak pernah mendengarnya?"