Hubungan Rahasia

Hubungan Rahasia
nasib buruk menimpa


__ADS_3

sore hari, Indar dan Ike sudah keluar dari perusahaan, dan mereka memilih duduk di taman kota.


disana sedang banyak anak-anak yang bermain bersama orang tuanya.


Indar tersenyum dan itu melihat semua kebahagiaan itu, "apa aku bisa seperti mereka ya?" gumamnya.


"pasti bisa mbak, tapi kenapa mbak memilih jalan ini, jalan yang menyiksa diri mbak dan mas Abimana?"


"ha-ha-ha, pertanyaan apa itu, kenapa kamu berpikiran seperti itu," kata Indar melihat kearah Ike.


"habis mbak selalu sedih saat membicarakan mas Abimana, jika masih saling cinta, kenapa harus berpisah seperti ini,"


"dia berhak bahagia dengan wanita yang baik dan sehat secara mental, sedang aku kan setengah gila, kamu tau itu," jawab Indar tertawa.


"tapi mbak, dia kan harus tau-"


"tidak Ike, aku dan ayah bisa mengatasi Semuanya sendiri, tanpa bantuannya, terlebih sekarang dia juga sudah punya anak bersama Febry," kata Indar tersenyum.


Ike merasa kasihan, kenapa harus ada wanita sialan itu di antara Indar dan Abimana, terlebih sekarang ada anak haram itu juga.


"sudahlah ayo kita pulang, tapi sebelum itu kita harus beli bakmi kesukaan ku, dan bebek panggang ya," kata Indar yang berdiri.


tapi saat dia berbalik dan ingin pergi, dia malah bertabrakan dengan pria yang tak dia duga.


Keduanya terdiam saling menatap, tapi kemudian Indar tertawa geli, "lihatlah kamu baru mengatakan dan menyinggungnya, dan pria ini sudah ada di depan hadapan ku, kamu itu orang atau hantu, cih... begitu menyebalkan," kata Indar pada Abimana.


"memang kenapa, ini bukan taman milik mu, lagi pula ini tempat umum, dan maaf aku datang bersama anak ku dan ibunya, ternyata kamu masih belum sepenuhnya sembuh ya, kasihan sekali wanita cantik dan pewaris perusahaan besar ini memiliki mental yang tak stabil," ejek Abimana.


"ya aku memang belum sembuh, aku memang gila, tapi setidaknya aku bukan pria biadab yang bisa bersenang-senang dengan pasangan selingkuh dan mengakuinya secara umum, apa kamu tak malu ah... aku lupa jika kalian berdua ini pasangan yang tak tau malu, benarkan Febry?" kata Indar dengan dingin.


"tutup mulutmu Indar!"


"ah suara mu ternyata sudah bisa membentak ku sekarang, maaf tapi mulutku hanya mengatakan hal yang sebebas-bebasnya, aku memang salah mengirim pesan dengan beberapa pria, tapi aku tetap menjaga kehormatan ku, tapi kalian sampai punya anak? cih... men-ji-jik-kan sekali, ayo Ike kita pergi," kata Indar.

__ADS_1


tapi setelah mengatakan semua itu, air mata Indar tak bisa di tahan, bahkan wanita itu sudah menangis.


"kenapa aku harus seperti ini, aku menyuruhnya untuk mencari hidup baru, tapi aku masih terus seperti ini, apa aku egois...." tangisnya di dalam mobil.


Ike hanya bisa memeluk Indar agar wanita itu bisa tenang, sedang Febry sudah di permalukan habis-habisan.


"wah lihatlah,wanita itu tak tau malu ya, bisa-bisanya merebut suami dari wanita lain, dasar wanita tak punya hati," kata seorang ibu.


"ah aku ingat dia kan yang pernah viral meminta seorang wanita meninggalkan suaminya karena menghinanya mandul," kata ibu yang lain


Febry pun berlari pergi dari taman itu karena sedang Abimana kenapa bisa lupa bagaimana dulu Febry dengan arogan menghina Indar.


Abimana pun mengejar Febry dan mencoba menenangkan wanita itu, karena dia tak boleh bertingkah atau Febry bisa menjauhkan Abyyas darinya.


sedang sesampainya di rumah, Indar sudah minum obat dan tidur, Ike terpaksa menghubungi pak Bagyo dan mengatakan Semuanya.


"biarkan dia Ike, aku ingin lihat apa yang dia ingin lakukan, sedang aku akan melakukan pekerjaan besar disini, karena pria itu harus mendapatkan ganjaran karena telah menghancurkan keluarga putriku," kata pak Bagyo.


ya di Jerman, Mike terkejut karena sekarang dia di paksa menikah dengan salah satu wanita yang masih memiliki dasar kerajaan.


"pak Bagyo kenapa anda mengusulkan saya harus menikah dengan wanita yang tidak saya cintai, padahal anda tau jika saya mencintai putri anda," kata Mike marah besar


"kau kira kamu selamanya bodoh, tak tau apa yang sudah kamu lakukan pada Abimana, hingga Indar harus hancur dan mengalami kehancurannya sendirian, menikahlah atau aku pastikan orang tua mu tau segala tingkah laku putranya selama di Indonesia, dan kamu tau benar apa yang akan di lakukan ayah mu," kata pak Bagyo dingin.


"tapi aku tak mau menikahi wanita itu, karena aku dan Indar sudah tidur bersama," kata Mike.


"itu tak masalah, lagi pula Indar tak akan hamil anak mu, dan negara ini bebas bung jadi one night stand itu hal biasa," jawab pak Bagyo.


Mike terkejut dan tak mengira jawaban dari pria itu, sekarang dia bingung harus bagaimana.


"oh ya aku hampir lupa, jika semua kekuasan mu sudah di ambil alih oleh ayah mu, dan sekarang kamu tak memiliki apapun bukan, jadi jangan bertingkah," kata pak Bagyo yang memanggil security untuk mengusir pria itu.


dia benar-benar membuat Mike tak bisa bergerak lagi, karena dia tak ingin pria itu membuat ulah.

__ADS_1


terlebih hidup putrinya sudah hancur, dan tak akan dia memberikan Indar pada pria bajingan seperti itu.


Ike menunggui Indar yang sedang tidur, tapi tiba-tiba dia terbangun karena tak sengaja dia tertidur barusan.


betapa terkejutnya Ike tak menemukan Indar di ranjangnya, dia pun bergegas mencari wanita itu.


"mbak Indar!" teriak Ike yang melihat Indar susah mengiris pergelangan tangannya sendiri.


"aku ingin melupakannya, tapi dia tak mau pergi,dia tak mau pergi," kata Indar pada oke yang kemudian pingsan


"pak Ari, tolong!!!" teriak Ike.


kepala pelayan itu datang dan mengendong Indar dan membawanya ke dalam mobil.


Ike mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan selama di jalan dia terus menerus menekan klakson agar mobil minggir


sesampainya di rumah sakit, Indar di larikan ke UGD, dan wanita itu akan mendapatkan transfusi darah.


Ike tak mengira jika Indar akan kembali melakukan hal konyol seperti ini.


tapi tanpa terduga, dia malah melihat Abimana dan Febry yang sedang berpelukan.


amarah Ike sudah sangat membara, bagaimana tidak, saat Indar sekarat kedua manusia itu masih bisa berpelukan itupun di rumah sakit.


tapi saat dia mendekat, tiba-tiba kaget dengan apa yang dia dengar dari dokter.


"maaf tuan, kami sudah berusaha menyelamatkannya, tapi putra anda tak bisa tertolong, saya minta maaf," kata dokter.


"Abyyas!!" teriak Febry yang langsung pingsan.


sedang Ike terdiam melihatnya, hingga pak Ari mengejutkannya, "mbak Ike, dokter ingin mengatakan tentang kondisi mbak Indar,"


"iya pak," jawab Ike yang berlari ke ruangan UGD.

__ADS_1


Abimana hanya sempat menoleh, tapi dia fokus pada Febry dulu, dan dia juga meminta dokter untuk melakukan otopsi pada Abyyas, karena tadi kondisi bayi itu baik-baik saja.


tapi kenapa tiba-tiba bisa menjadi kritis hingga meninggal hanya dalam hitungan jam seperti ini.


__ADS_2