Hubungan Rahasia

Hubungan Rahasia
menghilang tanpa jejak.


__ADS_3

Indar menjelaskan semua keunggulan kain yang di produksi oleh perusahaan miliknya.


dan para investor yakin jika perusahaan itu sangat kompeten dalam bidang ini.


terlebih perusahaan itu juga tergabung dalam anak perusahaan dari Subagyo grup.


Indar pun berhasil mendapatkan kepercayaan dari investor dan sekarang pekerjaannya akan sangat lancar.


termasuk ekspor kain ke perusahan milik Joshua, ya bagaimana pun pria itu sangat membantu saat masa sulit.


"jadi kira akan aman ini karena investor sangat percaya dengan perusahaan kita ya mbak,"kata Ike.


"ya kamu benar,sekarang kita hanya perlu bersiap menjalani Semuanya," kata Indar semangat.


Febry sekarang sedang berada di sebuah rumah sakit jiwa, dokter mengatakan jika wanita itu menderita gangguan jiwa setelah membunuh anaknya sendiri tanpa sengaja.


Abimana tak mengira jika dia harus kehilangan Abyyas secepat ini padahal dia batu saja bertemu dengan bayi mungil itu.


dia merasa frustasi, terlebih dia baru tau jika sumber masalah ini adalah Mike, dia tak mungkin bisa menghadapi mije sendiri, dia pun memikirkan satu cara yang tepat.


untuk membalas dendam pada Mike tapi dia harus merelakan semuanya, dan dia bisa mengaturnya nanti.


tak butuh waktu lagi dia segera menemui pengacara yang kemarin bertemu dengannya.


sedang Indar sibuk dengan perusahaannya dan tak sempat memikirkan masalah cinta.


dia ingin segera bisa kembali ke Jerman, dia pun berhasil membuat perusahaan itu stabil secara ekonomi dan sumber daya.


tak terasa sudah dua bulan Indar di kota tempat kelahirannya n

__ADS_1


itu,tapi dia merasa aneh karena Abimana dan yang lainnya tak terlihat.


"mbak sedang bengong pasti lagi mikirin mas Abimana ya, kapan pria itu datang menemui ku," kata Ike menggoda bosnya itu.


"kamu seperti cenayang saja, bukan itu yang aku pikirkan, aneh kan selama dua bulan ini tak ada yang berpapasan dengan kita lagi sekali saja," kata Indar.


"kan apa tebakan ku benar, kalau mbak Febry sudah di rumah sakit jiwa dan putranya meninggal dunia,"


"aku tau tentang itu,tapi mas Abimana, dia tiba-tiba hilang begitu saja," kata Indar heran.


"iya juga ya, padahal dia sangat ingin bertemu dengan mbak, tapi sekarang dia yang hilang," saut Ike.


"sudahlah lusa kita harus kembali karena, kita semua akan pindah ke Amerika," jawab Indar yang tak sabar.


"iya mbak," jawab Ike.


sedang di tempat lain, seorang pria sedang di siksa untuk melihat kesungguhannya dan di minta untuk melupakan seseorang.


saat sedang berkeliling, indar melihat seorang pria dengan pakaian tipis duduk di taman sendirian.


Indar mengambil jaket miliknya dan memakaikannya pada kakek itu, "kakek gak kedinginan ini hawanya lumayan loh kek,"


"aku sedang menunggu cucuku, dia bilang akan menjemputmu di sini,tapi sampai sekarang belum datang," jawab pria tua itu.


"ya Tuhan, kakek susah makan?" tanya Indar yang merasa kasihan


"belum nak, tapi jika kamu ingin buat konten, kakek tidak mau," kata pria itu.


"aduh kakek, saya saja tak mengerti apa itu, saya memang setiap malam begini, oh ya kebetulan ini ada nasi ya tadi habis bagi-bagi," kata Indar yang duduk begitupun dengan Ike.

__ADS_1


"kalian asli Surabaya?"


"iya, tapi kami akan menetap di Amerika karena di sana aku akan memulai hidupku, karena kita ini penuh kenangan," Jawab Indar


"benarkah, semoga keinginan mu tercapai ya nak," jawab pria itu.


setelah makan Indar menawarkan untuk mengantar dan pria itu mau, oke duduk di jok belakang karena dia sudah lelah.


sedang Indar yang mengemudi sambil terus berbincang dengan kakek itu untuk memastikan jika beliau tak salah ingat jalan.


mereka pun sampai di sebuah gang kecil dan seorang pria membukakan pintu.


"kakek dari mana, saya bang Jan untuk tetap di rumah," kata pria itu nampak khawatir.


"tadi sepertinya kakek tersesat,kalau begitu saya pamit pulang dulu ya," kata Indar dan Ike.


"tunggu mbak penolong, siapa nama anda?"


"panggil saja Indar, permisi," jawab wanita itu yang kemudian pergi begitu saja.


"apa dia orangnya? wanita gila itu?"


"sepertinya bukan, sudah sekarang ayo pergi," kata kakek itu.


Indar merasa aneh dan seperti pernah melihat pria itu tapi dimana, karena dia sendiri lupa.


dia sampai di rumah miliknya dan segera membersihkan diri kemudian tidur.


dia merasa hari ini begitu lelah, karena semua pekerja dan juga apa yang harus di lalui olehnya.

__ADS_1


dia berharap, semoga besok akan lebih baik dari hari ini karena dia harus pergi segera mungkin.


dia sudah terlalu rindu dengan dia, karena selama ini hanya bisa bertatap lewat video saja.


__ADS_2