
"tidak ada hanya ingin bertemu dengan mu,dan mengajak mu makan malam, apa bisa?" tanya pria itu tersenyum kearah Indar.
"kamu ini aneh ya, kita baru bertemu dengan ku, tapi sudah berani mengajak ku makan, apa kamu yakin tak salah?" bingung Indar.
"tentu saja tidak, karena aku menyukai diri mu, tatapan mata nakal mu seperti memanggilku untuk mengajakmu kencan sayang," kata Mike penuh tantangan.
"tapi sayangnya aku yang tak mau," jawab Indar
"kenapa, apa karena kamu bersuami, memang kenapa apa kamu takut, dia akan memergoki kita, tenang saja itu tak akan terjadi, karena aku tau wanura seperti ku ini penuh tantangan bukan," bisik Mike yang berhasil membuat Indar penasaran.
Indar menarik dasi pria di depannya itu, "tapi sayangnya sekarang aku tak tertarik lagi, karena suamiku sudah sempurna,"
Mike pun merasa jika indar begitu menantang, bahkan wanita itu angkuh tapi sebenarnya rapuh.
"apa kamu benar-benar tak mengingatku Indar, pria yang dulu menjadi idola ku di SMA," kata Mike.
"tak mungkin, karena pria itu sudah mati di laut mungkin dan di makan ikan hiu," terang Indar yang pergi.
"Reinaldi Sudibyo, kamu mengenal nama itu?" tanya pria itu.
Indar menoleh, dia terlihat sangat marah, "jangan menyebut nama itu!" teriaknya.
Mike pun mendekat dan menciumnya sebelum pergi, "kamu terlalu panas sekarang Indar, karena kamu dulu begitu manis saat SMA,"
Indar terdiam, apa dia tak salah dengar, apa itu benar pria itu Reinaldi mantan kakak kelasnya yang begitu dia cintai dulu.
tapi penampilan Mike sangat bule, jadi tak mungkin hal itu benar, Indar pun sedikit terdiam
semua pegawai toko sudah tau jika Indar jenang sering menjadi rebutan banyak pria.
tapi sekarang sepertinya bukan pria biasa, dan pria itu sangat mencintai Indar.
pukul Lima sore, semua sudah pulang untuk bersiap ke Batam selama seminggu kedepan
Indar sedang menunggu di depan perusahaan, saat melihat Abimana keluar.
Indar melambai kearah pria itu, dan langsung saja Abimana memeluk tubuh istrinya itu.
"ah tumben tak malu di depan orang memelukku?" bisik Laila.
__ADS_1
"karena aku ingin mengatakan sesuatu, jadi kita pulang dulu yuk," ajak Abimana.
sesampainya di rumah, Indar bingung karena Abimana langsung menyerangnya dengan sangat kasar.
meski dia merasa kesakitan tapi dia tetap gila seperti biasa. setelah selesai dus ssn Abimana tidur sambil berpelukan.
"maafkan aku sayang, sepertinya aku harus pergi karena aku di minta untuk melihat kondisi dari proyek yang sedang aku tangani, dan aku tak bisa ikut kamu menghadiri acara reuni di kampus mu.
"ya kok gitu sih ..."
"habis mau bagaimana ini perintah perusahaan..."
"ya sudah deh, aku mungkin juga tak ikut reuni deh,habis mereka semua pasti menyiapkan semua jenis miras yang ada," kata Indar dengan serius.
"apa kamu serius,terus kalian semua akan pesta miras begitu?"
"ya jelas, semua teman kuliah ku itu doyan minum asal mas tau, bisa-bisa jadi acara ajang selingkuh massal karena mereka pasti semuanya menggila," kata Indar yang makin membuat suaminya itu khawatir.
"kalau begitu tak usah datang, aku tak ingin tangan-tangan nakal para pria itu menyentuhmu," kata Abimana yang bangun dan menindih tubuh istrinya itu
"hentikan, bukannya mas harus berangkat nanti ketinggalan pesawat," gumam indar.
pasalnya dia sudah merasakan sesuatu yang mendesak lagi, ya akhirnya mereka ke bandara cukup mepet.
"sudah itu malu sama yang lebih," bisik Indar.
"biarkan, ingat kamu tak boleh ikut reuni ok,"
"baiklah sayang, selamat bekerja ingat jangan nakal, kalau kamu nakal tak potong burung mu," kata Indar mengancam suaminya itu.
tak butuh waktu lama, Abimana dan yang lainnya sudah masuk untuk segera terbang menuju kota Batam.
sedang Indar memilih membeli kue O yang memiliki stand di bandara, setelah membeli beberapa dia pun akan pulang.
tapi dia mendapatkan pesan dari Mike, dan juga Reihan, Indar hanya menghela nafas karena kedua pria itu benar-benar.
dia pun dengan iseng mengirimkan sebuah alamat yang tak pernah dua pria itu ketahui.
dan yang makin membuat keduanya bingung adalah, Indar meminta mereka membeli seratus nasi Padang bungkus dan juga uang lima puluh ribu juga seratus lembar.
__ADS_1
Indar sedang duduk di taman itu sambil menunggu kedua pria itu, terlihat Ike juga datang.
"Bu bos kenapa sendirian, katanya ngajak berbagi?" bingung gadis itu.
"itu nasinya ada di dalam, kita nunggu yang lain, sebentar ya," kata Indar yang di angguki oleh Ike.
bebar saja tak lama sebuah mobil mewah roll-royce datang, dan ternyata itu Mike dengan penampilan seorang pria mapan kaya nan menggoda.
meski pria itu memakai celana jeans dan kaos oblong tapi harganya bikin deg-degan.
"ku kira anda mundur tuan," kata Indar menyapa pria itu bersama Ike.
"kenapa mundur, aku tau kegiatan mu ini," bisiknya.
Indar mendorong pria itu pelan, "jangan suka berbisik,itu menggelikan,"
"tapi aku menyukainya," kata Mike tertawa.
sebuah mobil BMW X5 berwarna hitam baru datang, ternyata itu adalah Reihan.
"selamat datang, apa kamu membawa apa yang aku minta?" tanya Indar yang langsung menodong pria itu.
"apa, kamu mau apa dengan seratus nasi itu, ya aku tak membelinya karena kami tak jelas mau buat apa," jawab Reihan.
"apa, kalau begitu pergi saja, karena kamu tak berguna disini," kesal indar.
"tapi aku ingin bersamamu, aku bisa membelikan satu rumah makan Padang, untukmu tapi ini semua untuk apa, kamu itu selalu membuat masalah," kata Reihan
"kalau begitu pulanglah,kamu tak akan terkena masalah dariku, dasar pria sialan, dan urus itu istrimu berhenti mengangguk," kesal Indar.
Mike tak mengira jika Reihan begitu pelit, dan pria itu tak peka, Mike mengeluarkan seratus bungkus nasi dan memberikan uang pecahan seratus ribu pada Indar.
"kamu bagikan untuk yang membutuhkan, dua lembar perorang, karena aku bawa banyak," kata Mike.
"terima kasih, karena dengan uang ini mungkin sedikit bisa mengurangi penderitaan mereka, terima kasih ya kak," kata Indar.
mereka pun mulai berjalan meninggalkan taman kota itu, sedang Reihan merasa bodoh karena tak membawa apa yang di inginkan oleh Indar.
tapi Reihan mengambil sebuah foto untuk di tunjukkan pada Abimana dan bilang jika istrinya itu selingkuh
__ADS_1
tapi dia kalah dari Indar, pasalnya dia juga mengirimkan foto dengan latar Mike dan oke sedang berbagi, dan Indar menjelaskan semuanya.
Abimana merasa kesal, pasalnya Reihan kini mulai mengusik rumah tangganya bersama Indar.