
Abimana hanya tersenyum saja, dia tak mengira jika Febry secinta itu padanya.
dia sedang bermain dengan Aby, meski dia terlihat begitu bahagia saat ini tapi siapa yang tau dalamnya hati manusia.
Febry menyajikan sesuatu, untuk menyambut Abimana di rumahnya, terlihat baby Aby sangat bahagia bermain dengan ayahnya.
"apa kamu tak lelah, sepertinya kamu baru pulang dari kantor?" kata Febry.
"tak masalah, aku tak merasa lelah sat tau aku memiliki bocah tampan ini," kata Abimana yang terus bermain dengan bayi kecil itu.
"tapi sedikit aneh ya, bagaimana bisa kamu tau jika kamu memiliki anak dengan ku," tanya Febry.
"ada seorang teman yang memberitahu tentang bayi ini, dan seharusnya aku lebih awal, sehingga dia tak harus hidup tanpa mengetahui siapa ayahnya,"
Febry hanya mengangguk saja, dia tak mengira jika Abimana memiliki pemikiran seperti itu.
sedang pria itu hanya tersenyum menyeringai di balik sikap hangatnya, entah pikiran buruk apa yang dia pikirkan.
di tempat Mike, pria itu kaget karena Indar sudah hilang, "ya elah masak iya dia hilang lagi," kesal pria itu.
tapi sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, "maaf karena kamu masih tidur, jadi aku memilih pergi untuk bekerja, aku tak mau ayah ku mengomeli ku, jadi sampai jumpa nanti malam," kata Mike membaca pesan itu.
dia tak mengira jika sekarang dia benar-benar tergila-gila dengan wanita itu.
tapi tanpa di ketahui oleh Indar, sekarang dia bertatapan dengan seorang pria yang sedikit membuatnya cangung.
"halo Indar, bagaimana kabar mu?" tanya pria itu tersenyum ke arah Indar dengan cerah.
"halo Joshua Gilbert, selamat datang di perusahaan kecil ini, silahkan duduk sang pengusaha besar," sapa Indar.
"terima kasih Miss Indarwati Subagyo, aku tak mengira akan bertemu dengan wanita cantik ini lagi, setelah kira bertemu saat di Bali," kata pria itu dengan tatapan penuh arti.
"anda ingin bertanya bukan, kenapa saya disini, jawabnya adalah, aku disini menikmati hidup, jadi bisa kita mulai untuk membahas pekerja," kata Indar.
"tentu saja, dengan senang hati," jawab pria itu.
mereka membahas beberapa bisnis ekspor impor dan perusahaan Indar akan mengekspor semua bahan yang di butuhkan pria itu dari Indonesia.
Joshua pun merasa senang, karena semua bahan dari Indonesia terutama dari perusahaan Subagyo grup sangat bagus.
__ADS_1
dan itu sudah di akui oleh seluruh rekan kerja di luar negri, itulah kenapa Joshua memilih perusahaan itu.
akhirnya rapat tentang kerja sama selesai, tapi Joshua terus melihat Indar.
"ada apa tuan, jangan menatap ku seperti itu, apa kamu tak takut dengan ayah ku," kata Indar tersenyum manis.
"bagaimana bisa aku takut jika di depan ku ada seorang wanita cantik seperti ini, tapi aku heran aku tak melihat suamimu yang protektif itu," tanya Joshua yang penasaran.
"dia, itu kisah kama, aku sudah tak bersamanya lagi," jawab Indar.
"benarkah, berarti nanti malam bisa kita ketemuan dan makan malam berdua," kata Joshua.
"maaf sepertinya tak bisa, karena aku ada acara amal, mungkin lain kali," jawab Indar dengan lembut.
Joshua pun tersenyum dan berdiri, "baiklah kalau begitu, aku tunggu undangan mu untuk makan malam, tak harus berdua saja," kata pria itu.
"kalau begitu, nanti malam ada acara amal, kamu bisa datang dan ikut membantu," jawab Indar.
"baiklah nona," jawabnya.
Indar melihat ponselnya yang dari tadi dia silent, ternyata ada pesan dari Mike.
"dasar pria ini, tapi aku belum siap memiliki hubungan lagi," gumam Indar.
sedang di Surabaya, Reihan sedang berpesta pora bersama teman-temannya.
mereka sedang minum-minum di salah satu club yang cukup besar di kota itu.
Jessi dan Tyo juga ikut,setiap orang membawa pasangan masing-masing.
"bersulang," teriak mereka semua.
"wah gila sih ini, bagaimana bisa kita merayakan pesta ulang tahun Reihan seperti ini, Rei kamu sehat," kata Jessi.
"aku sehat dan sangat baik, sudah nikmati saja minumannya, lagi pula kapan lagi kita menikmati hidup seperti ini," jawab Reihan.
"pria gila sialan, tapi ayo kita bersulang!!" kata Tyo.
bahkan Reihan memanggil sepuluh wanita untuk menemani semuanya minum.
__ADS_1
ya yang membuat semua makin bersenang-senang, sedang Jessi punya hadiah spesial dengan kedatangan dua pria yang tampan dan berbadan sangat bagus.
"boleh aku bungkus," kata Jessi.
"bawalah, nikmati saja, toh suamimu juga sudah tak berdaya, lihatlah dia," kata Reihan.
Jessi pun menarik kedua pria itu keluar, sedang Reihan memilih keluar dan menikmati rokok di sebuah taman di lantai dua itu.
dia melihat seorang gadis yang terlihat masih muda tapi pakaiannya cukup seksi.
"open BO mbak?" tanyanya dengan jujur.
"iya mas, mau tapi tarifnya mahal," kata wanita itu.
"uang rak jadi masalah, tapi aku harus melihat servis mu dulu," kata Reihan menarik wanita itu yang ternyata cukup berisi.
Reihan memeriksa area penting dan dia pun tersenyum, "kamu punya bukti tes kesehatan, setidaknya aku tak ingin main dengan wanita yang punya penyakit,"
"ikut aku, itu ada di kamar," jawab gadis itu.
Reihan menurut dan setelah membaca surat itu, dia pun langsung menerkam gadis itu dengan buas.
meski dia sudah punya kekasih, Reihan tak ingin merusak kekasihnya itu, terlebih wanita itu adalah pengusaha sukses.
tapi inilah Reihan yang masih suka berpetualang menikmati dunia malam kota besar.
sedang di sebuah rumah Abimana sampai di rumah miliknya dan dia mulai masuk ke dalam kamarnya.
dia melihat sebuah lukisan yang terpajang di sana, "tunggu aku datang, dan kita akan hidup bahagia, setelah aku menyingkirkan semua halangan yang ada," kata pria itu sambil mengusap lukisan yang di bingkai dengan kaca.
pria itu membuka bajunya dan mulai mandi,setelah selesai dia duduk dan menikmati Vodka miliknya.
jika dulu Abimana mudah mabuk, sekarang dia peminum ulung, karena hanya dengan minuman dia bisa melupakan dan tidur dengan nyenyak.
karena di kepalanya masih saja melihat senyum dan tawa wanita yang sudah dua tahun ini hilang dari hidupnya.
tapi dia tak boleh lemah, dia harus segera tau karena sudah dua tahun kasusnya itu tak ada kejelasan.
dan dia akan buktikan jika kejadian tahun itu bukan kesalahannya tapi ada orang yang sengaja menjebaknya.
__ADS_1
dan sasaran pertama sudah di temukan dan sekarang dia harus mulai menggali bukti apa yang dia butuhkan.