
Indar saat ini sedang terkejut, pasalnya dia di minta kembali ke Surabaya oleh ayahnya untuk menyelesaikan masalah.
"ayah bagaimana aku bisa kembali ke kota itu, aku tak mau bertemu dengan pria itu lagi," protes wanita itu.
"kamu sudah sembuh dan sekarang kamu harus bisa menghadapinya, dan aku tak ingin melihat putriku begitu lemah seperti ini," kata pak Bagyo.
"aku tau ayah, dan demi perusahaan aku akan melakukan apapun," kata Indar yang memang sudah harus mulai bangkit.
dia pun akan mengikuti perintah ayahnya, sekaligus bosnya itu, dia melihat asisten dari sang ayah, "Miss Joana, selama aku di Indonesia, kamu harus menjaga ayah ku, mengerti," kata Indar.
"tentu nona, aku akan menjaga pak Bagyo," jawab wanita itu.
Indar pun akan bersiap untuk ke Indonesia, dan menyiapkan diri bila kemungkinan akan bertemu dengan masalalunya yang sudah sebisa mungkin di kuburnya.
dia juga mengajak asistennya Ike, ya gadis itu akhirnya mengikuti kemana pun Indar pergi.
terlebih oke juga tak memiliki sanak saudara lagi, jadi dia lebih bebas kemana pun dia ingin pergi.
tak hanya berhenti di sana, selama perjalanan ke bandara Indar selalu berdoa semoga selama perjalanannya ke Surabaya tak akan ada hal yang harus dia hadapi.
Indar sudah berada di pesawat yang akan membawanya ke tempat yang penuh kenangan.
Abimana sedang libur hari ini, dia bermain di rumah Febry bersama dengan baby Aby.
"Febry kamu tak penasaran dengan sebenarnya apa yang terjadi dua tahun lalu?"
"aku sudah melupakannya dan aku menganggapnya sebagai masalah kecil saja, jadi tak perlu seheboh itu," kata Febry yang nampak tenang.
"apa itu ulah mu?" tanya Abimana yang mengejutkan wanita itu.
"bagaimana bisa kamu bilang begitu, padahal kamu tau jika aku juga korban, tapi aku tak mau mengingatnya karena hanya akan menambah luka saja," kata Febry.
Abimana tak bisa terima, terlebih setelah dia tau jika ada yang menaruh obat di minuman mereka.
tapi sayang pelayan tak tau siapa yang menyuruhnya, itulah yang menjadi titik buntu untuk Abimana.
__ADS_1
"ya mungkin kamu benar, seharusnya kita melupakan saja, tapi mungkin untuk ku tak akan semudah itu, karena aku kehilangan wanita yang aku cintai," kata Abimana.
"aku tau, itulah kenapa cobalah sembuhkan luka mu perlahan saja," kata Febry yang tersenyum memberikan jus untuk pria yang masih setia menjadi cintanya.
sekarang dia yakin jika Abimana mungkin bisa membuka hatinya untuk dirinya, terlebih dia memiliki bayi tampan bersama.
dan dia semakin yakin jika Indar tak akan bisa masuk kedalam hati Abimana lagi.
Abimana benar-benar tak bisa merasa puas melihat bocah itu bermain, mungkin benar perlahan lukanya bisa terobati dengan Abyyas.
pukul sepuluh malam, Abimana pamit pulang karena dia tak bisa menginap, "aku permisi,lain kali kalau kantor libur aku akan mengajaknya ke kebun binatang apa boleh?"
"tentu saja, pasti dia akan sangat menyukainya," kata Febry dengan senang hati.
pria itu pergi dari rumah Febry, dan menuju ke rumahnya yang hanya berbeda beberapa blok.
saat sampai di rumahnya, Abimana sedikit geram karena lampu rumah sudah menyala, tapi pintu tetap terkunci.
dia pun bergegas ke kamarnya, dan betapa terkejut dirinya saat melihat semua gambar di dinding di coret seseorang.
"brengsek!!! siapa yang berani mengacau tempatku!" marah pria itu dengan marah.
tapi dia tak sengaja melihat di sebuah ranjang ada sebuah kotak hadiah.
dia pun mendekati kotak itu, dia terkejut melihat isi kotak itu. "apa ini?"
dia menemukan sebuah surat yang ada di dalam kotak hadiah itu, "selamat telah menjadi ayah, aku harap kamu bisa hidup baik dengan orang yang tepat, dan carilah cinta baru, meski aku sudah tau sebenarnya apa yang terjadi, tapi kamu tak pantas dengan ku yang tak sempurna, maaf saat bersama mu, aku pernah beberapa kali berhubungan dengan pria, karena menurutku kamu terlalu baik, aku selalu menjadi orang yang beruntung karena pernah di cintai oleh mu, jadi tolong lupakan aku...
salam Indar,"
"wanita sialan!!" murka Abimana yang membanting kotak musik yang berisi lagu Nina Bobo.
dia tak mengira semua yang di lakukan ternyata sia-sia, "kamu mempermainkan ku ternyata, dasar wanita sialan!! kamu mau aku menemukan cinta baru, tentu dengan senang hati, dan aku akan buktikan jika aku bisa," kata Abimana.
dia langsung melepaskan semuanya dari dinding, dan membawanya ke halaman depan dan membuangnya ketempat sampah.
__ADS_1
tanpa sengaja dia menginjak patung bayi yang tersenyum ceria dari kotak musik hancur itu.
Abimana membakar semuanya, sedang Indar hanya bisa meneteskan air mata setelah dia tadi nekat pulang ke rumah lamanya.
dia tak mengira jika Abimana belum bisa move on,dan apa yang di lakukan Indar tadi semoga bisa membuat pria itu sadar.
"apa anda tak ingin memberitahunya tentang semuanya?" tanya ike yang tau kesedihan Indar
"tidak, aku tak bisa menahan pria itu untuk terus bersama ku, dia berhak hidup bahagia," jawab Indar.
"tapi bagaimana dengan anda dan dia?"
"kami baik-baik saja, lagi pula aku sudah bisa memilikinya sebagai kenangan itu cukup, dan tolong jangan bahas lagi," kata Indar yang tak mau membicarakan semuanya lagi.
terlebih dia tau jika Febry memiliki anak dengan pria itu, pria yang berhasil membuat dirinya mengenal cinta tulus.
tapi karena perbuatan seseorang, dia salah paham dan memilih pergi, tapi semuanya hanya tinggal kenangan dan penyesalan besar.
dan yang terpenting sekarang adalah menjadi kuat, untuk balas dendam dan menghancurkan orang yang sudah menghancurkan hidupnya.
mobil mewah itu sampai dia sebuah rumah mewah dengan tiga lantai, bahkan rumah bergaya klasik itu tetap berdiri megah.
"ibu aku pulang," lirih Indar melihat rumah itu.
dia seakan bisa mengenang dan melihat bagaimana senyuman ibunya yang menyambutnya saat pulang sekolah dulu.
"ibu apa aku bisa menjadi wanita yang baik, terlebih setelah semuanya," gumam Indar yang perlahan menaiki anak tangga menuju ke pintu utama.
dia masuk kedalam rumah dan hanya kegelapan yang ada, bahkan Indar tersenyum sedih, "inilah hidupku sekarang,"
Abimana duduk sambil melihat semuanya terbakar di depan matanya sambil menikmati Vodka di tangannya.
"kamu sudah bahagia dengan para pria mu Indar,hingga dengan mudah kamu mengatakan itu, baiklah aku akan hidup sesuai keinginan mu sekarang, aku akan menjadi ayah yang baik untuk Abyyas,tapi kalau untuk mencari sosok wanita baru...." Abimana tersenyum perih
bagaimana bisa dia melupakan istri yang begitu di cintainya,bahkan dalam mimpi pun Abimana tak bisa lepas dari wajah cantik Indar.
__ADS_1