
Juan yang juga sedang ikut makan siang di restoran mewah itu kaget saat mendapatkan pesan dari tuan Hutomo.
"bos, sepertinya kakek Anda berada di perusahaan bersama dengan nona Anastasia," kata asisten Juan.
"sialan gadis ini terus membuat ulah, dia benar-benar menyebalkan," geram Abimana.
"sudah lebih baik kamu kembali ke perusahaan,karena aku juga ingin kembali ke perusahaan ku, terima kasih atas makan siangnya Abi," kata Indar yang bangkit dari kursinya.
"tunggu biar aku antar sampai perusahaan mu, toh tak jauh dari sini bukan," kata Abimana yang menahan Indar.
"baiklah kalau itu tak merepotkan mu," jawab Indar tersenyum.
asisten Juan hanya bisa menghela nafas melihat apa yang terjadi, terlebih pria itu terus berulah.
mobil mewah itu sampai di perusahaan Subagyo grup, dan sebelum turun Indar mengecup pipi mantan suaminya itu.
"sampai juga Abi," pamit Indar yang kemudian turun.
"lain kali aku akan mengajak mu bermain di pantai seperti kesukaan mu ya sayang," kata Abimana sebelum mobil pergi.
"aku tunggu itu," jawab Indar tersenyum.
dia pun masuk kedalam perusahaan milik ayahnya itu, sedang Abimana kembali bersikap dingin.
bahkan dia tak menggubris telpon masuk kedalam ponselnya, sesampainya di perusahaan dia terlihat masuk dengan sangat tenang.
baru juga masuk kedalam ruangannya, Abimana sudah mendapatkan sebuah lemparan vas bunga dari kakeknya.
__ADS_1
"dasar bocah tidak tau di untung, kenapa membuat calon istrimu menunggu," kata tuan Hutomo marah besar.
"aku tak memiliki janji dengannya, lagi pula aku ada pekerjaan di luar dan memang salah ya, itu kesalahannya sendiri, sudah ku katakan berapa kali jangan datang ke perusahaan jika tak membuat janji dulu," kata Abimana dingin.
"pekerjaan apa,mengejar mantan istrimu yang mandul itu?" marah tuan Hutomo.
"jaga bicara opa! dia memiliki anak,aku saja yang tak becus, jadi jangan membuatku makin kesal, dan dandanan mu norak!" kata Abimana yang tak Sudi melihat Anastasia.
"Abimana jaga ucapan mu!!"
"lihatlah wanita itu, dia tak pantas untuk menjadi nyonya di keluarga Hutomo,jika opa terus memaksa lebih baik menikah lah dengannya toh opa masih muda, dan bisa membuat anak bukan, karena aku tak ingin memiliki anak dengan wanita manapun, aku tak masalah jika harus punya paman baru di usiaku," kata Abimana.
"aku bukan gadis murahan," kata Anastasia tak terima.
"tapi kami mengobral dirimu, kamu itu lebih buruk dari murahan, aku sudah mengetahuinya," kata Abimana yang melempar semua foto ke wajah Anastasia.
tuan Hutomo tak mengira jika gadis yang ingin dia nikahkan dengan cucu satu-satunya ternyata seperti itu
"dasar cucu sialan, kamu tak sopan Abimana," marah pria sepuh itu.
"setidaknya aku bukan tukang paksa seperti opa, jika ingin aku tetap di perusahaan ini, biarkan aku mengejar wanita ku, untuk masalah cucu, tenang saja aku akan membuatkan mu sepuluh jika aku memilih sendiri istriku," tawar Abimana.
"biar aku pikirkan," jawab pria itu sebelum pergi
asisten Juan mengambil semua foto yang berserakan, dan Anastasia merasa sangat di hina kali ini.
"jika kamu tak jadi milikku,maka aku akan membuatmu mau menikahi ku," kata Anastasia.
__ADS_1
wanita itu pun merencanakan hal besar untuk nanti malam, tapi Abimana mendapatkan pesan dari Indar.
karena wanita itu tak tau minta tolong siapa lagi, karena semua kenalannya sedang sibuk.
Abimana sampai di rumah sakit, terlihat Indar duduk sambil terisak dan kalut, "ada apa Indar? kenapa kamu sepanik ini?"
"Abian jatuh dan dia terluka parah, aku bisa mati jika terjadi sesuatu padanya," tangis Indar di pelukan Abimana.
"jangan bicara seperti itu, dia pasti kuat karena kamu maminya," kata Abimana menenangkan mantan istrinya.
"maaf permisi... apa kalian punya retensi darah A+ karena kami sangat membutuhkannya," kata seorang perawat pria
"kebetulan golongan darah saya A+," jawab Abimana.
"kalau begitu ikut saya untuk melakukan donor darah, beruntung anda datang," kata perawat itu
Abimana merasa heran, karena golongan darah darinya sama dengan anak Indar.
dia pun tak memikirkan apapun dulu terpenting sekarang dia harus menyelamatkan bocah itu.
"dokter bisakah kalian melakukan tes DNA pada kami, karena aku ingin tau kenapa bisa kami memiliki golongan darah yang sama?"
"tentu," jawab dokter
setelah selesai mendonorkan darah, Abimana menunggu hasil dari pemeriksaan darah.
dia mendapatkannya dan kaget saat membacanya, dia langsung bergegas ke tempat Indar.
__ADS_1
"Indar, apa dia Abian Aryasatya Subagyo?" tanya pria itu tak percaya.
"maaf... aku baru tau aku hamil saat aku berada di Jerman, tapi kondisiku sangat buruk saat itu, setelah segalanya dia hampir mati karena aku mengalami stres dan berkali-kali bunuh diri saat ingat perbuatan mu malam itu, tapi dia bayi yang kuat, itulah kenapa dia tetap bertahan dan menjadi kekuatan ku," kata Indar terisak dan tak bisa menutupinya lagi.