
sinar mentari pagi pagi menelisik masuk kedalam kamar mewah itu, membangunkan sepasang kekasih yang masih bergelut di balik selimut.
Indar mengusap matanya yang terkena sinar matahari, dia menoleh tak percaya dengan sosok yang ada di sampingnya.
"aku tak mengira jika kamu akan berada di sisi ku lagi," bisik Indar mengecup dada pria di depannya itu.
"sayang ini masih pagi, hentikan atau aku tak akan melepaskan mu," bisik Abimana.
"aku merindukan perkataan itu, setelah berpisah, kenapa kamu jadi sehebat ini, aku tak yakin kamu tak pernah menyentuh wanita," lirih Indar membuat lingkaran di dada kekasihnya itu dengan manja.
"tentu saja tidak, itu hanya bukti aku begitu merindukanmu, terltrbih setiap suara desah mu yang seakan candu untukku," bisik Abimana.
"hentikan, kita harus kerumah sakit karena Abian pasti mencari ku," kata Indar yang ingin ke kamar mandi.
melihat wanita itu berjalan santai, Abimana ikut bangun dan mulai mengendong wanita itu.
"kita mandi bersama biar cepat dan hemat air," bisik Abimana.
tapi itu cuma alasan pria itu agar bisa bersama wanitanya, butuh waktu lumayan lama untuk menyelesaikan mandi.
__ADS_1
setelah itu mereka berdua sarapan meski sudah terlalu siang, "kok tumben opa tak terdengar suaranya? kemana pria itu?"
"tadi tuan bilang mau ke rumah sakit, setelah tuan dan nyonya bangun tidur segera di minta ke sana juga," kata pak Yun.
"baiklah, kami akan kesana setelah sarapan," jawab Abimana
mereka pun berangkat ke rumah sakit, tapi saat sampai asisten Juan mengarahkan kedua orang itu ke sebuah aula di rumah sakit itu.
"ada apa ini?" tanya Abimana yang heran.
"silahkan masuk tuan, nanti anda juga tau," jawab pria itu.
"Abian ingin menjadi saksi popsy dan Momo menikah, mau kan, biar Abian punya keluarga lengkap seperti teman-teman dan bisa bilang jika popsy itu milik Abian," kata bocah itu dengan berharap.
"baiklah apapun untuk mu putra popsy," jawab Abian melihat sosok Indar.
di depan kakek ku,ayah Bagyo dan semua orang disini, terutama di depan putra kita, mau kah kamu menikah dengan ku Indarwati Subagyo?"
"yes, i ido," jawab Indar langsung memeluk tubuh pria di depannya itu.
__ADS_1
keduanya pun berpelukan dan melakukan pernikahan dan ternyata semua sudah di siapkan oleh dua pria itu.
setelah dah mereka bertiga foto keluar bersama, dan Indar akan pindah ke rumah keluarga Hutomo yang baru.
ya rumah yang khusus di siapkan oleh Abimana, yang ternyata berada di depan rumah keluarga Indar.
itu akan memudahkan mengawasi Abian karena rumah mereka bersebrangan.
sedang nanti di rumah pak Bagyo akan tinggal bersama Ike dan juga Joana.
tapi pak Bagyo masih menutup mulutnya dan menunggu wanita itu mengaku sendiri.
setidaknya wanita itu harus jujur pada bosnya, bukan terus diam menyembunyikan semuanya.
Indar pun masuk kedalam kamar rumah itu yang begitu gelap karena lebih banyak warna hitam, "kamu yang memilihkan, kamu masih ingat kesukaan kita?"
"tentu bagaimana bisa lupa, kalau begitu ayo kita nikmati saja, toh para pengganggu sedang kumpul di rumah mu," jelas Abimana.
"dasar mesum, tapi mari kita lakukan," kata Indar tak kalah semangat.
__ADS_1