
saat Indar di buat kaget dengan permintaan tuan Hutomo, di rumah sakit pak Bagyo menghasut cucunya itu.
pasalnya pria itu juga ingin melihat Indar bahagia dan kebahagiaan wanita itu adalah Abimana.
"mengerti Abian?"
"iya opa, saat Momo dan popsy kesini, aku akan menangis dan meminta mereka menikah, dan punya adik," kata bocah itu semangat
"bocah pintar," jawab pak Bagyo.
sedang Ike tak mengira jika pria itu bisa-bisanya menghasut cucunya sendiri, tapi saat kebersamaan mereka terganggu dengan kedatangan Joana.
wanita itu datang dengan baju yang cukup tertutup, tapi Ike bisa melihat ada bekas merah di leher wanita itu.
"selamat sore tuan, dan Ike, maaf aku baru bisa datang karena urusan di desaku baru selesai,"
"tak masalah, Ike ajak Joana beli makan malam, beli steak daging sapi dan juga kopi kesukaan ku," perintah pria itu
"baik aku mengerti," jawab wanita itu.
mereka berdua pun pergi, sedang pak Bagyo tak mengira jika dia di khianati oleh orangnya lagi.
ternyata Joana pulang untuk menikah dan kenapa wanita itu kembali ke kota dan seperti tak terjadi apa-apa.
__ADS_1
tapi pria itu tak kaget karena setelah kematian dari ibu Indar, dia hanya bersenang-senang saja dengan para wanita yang dia sukai.
mereka yang membeli steak daging pun pulang dengan pesanan, Ike menyuapi Abian dengan telaten.
sedang pak Bagyo makan dengan santai, tapi Joana merasa aneh karena pria yang begitu perhatian, tiba-tiba begitu dingin padanya.
setelah selesai mereka pun memilih membaca buku, sedang Abian main dengan Ike.
sedang di tempat lain, Indar sedang memasak setelah berhasil mendebat kepala pelayan di rumah Hutomo.
"kamu tak menyiapkan makan malam pak Yun?" tegur tuan Hutomo.
"maafkan saya tuan sepuh, tapi nyonya Indar mengusir kami dari dapur karena bilang ingin memasak masakan spesial untuk tuan sepuh dan tuan besar," jelas pria itu.
"baiklah,sekarang kita tunggu kejutan dari nyonya baru rumah ini," kata tuan Hutomo tak sabar.
"ah menu kesukaan ku, dan sayang bisa buatkan salmon panggang dengan saus Thailand," mohon Abimana.
"tentu sudah aku buatkan, ini menu kesukaan mu dan Abian, bahkan setiap hari makan ini pun tak mungkin bosan,"
"itu benar, jadi opa dan yang lain mari kita makan," kata Abimana yang melihat masakan yang begitu banyak.
tak butuh waktu lama semuanya duduk, dan Indar melayani tuan Hutomo dan Abimana
__ADS_1
mereka semua baru kali ini merasakan masakan yang seenak itu, bahkan pasta yang sederhana terasa begitu nikmat.
bahkan Abimana sampai nambah ikan salmon panggang itu. dan tuan Hutomo menyukai pasta itu.
tak butuh waktu lama semua masakan habis, dan saat Indar ingin bersih-bersih di tolak oleh kepala pelayan.
jadilah sekarang dia duduk bersama Abimana dan sang kakek,"aku akan hidup bahagia jika kamu mau menikah dengan Abi, dan ini adalah kalung milik ibu dari Abimana, tolong di terima ya nak," mohon pria itu.
Abimana mengangguk, karena mereka sudah menjelaskan dan sepakat untuk menikah.
pak Bagyo meminta Indar tak usah ke rumah sakit karena malam ini dia akan menjaga cucunya.
mengetahui itu Abimana tersenyum senang, tapi Indar merasa bersalah, "kamu yakin mas ingin menikah dengan ku, karena aku pernah tidur dengan Mike,"
"tidak masalah, anggap saja kita imbang sayang, tapi apa kalian pakai pengaman?"
"tentu, kamu gila berpikir aku tak pakai pengaman," kesal Indar memukuli pria itu.
Abimana memeluk Indar dan mengajaknya untuk beristirahat, karena dia butuh tidur dengan baik.
tapi mereka malah saling sentuh dan memberikan ciuman. akhirnya Indar dan Abimana melakukannya lagi.
dia tak bisa menahan nafsunya atas tubuh Indar, karena tubuh Abimana hanya bereaksi pada Indar.
__ADS_1
malam panjang mereka terjadi, dan Abimana tak mengunakan pengaman sama sekali.
dan mereka berharap agar segera jadi, adik dari Abian yang sudah di tunggu.