
tak semua orang bisa menahan kesedihannya sendiri, tapi Indar berbeda,dia terus menyibukkan diri dengan bekerja.
bahkan dia tak peduli dengan hidupnya sekarang, karena baginya bersama Abian itu sudah cukup.
tak terasa sudah waktu pulang kantor, dia berdiri di depan lobi perusahaan.
hujan hari ini menguyur kota California, dia pun hanya berdiam di sana.
dia seperti menikmati hujan malam itu, air mata wanita itu menetes, "Indar!" teriak seseorang.
dia melihat ke sebrang jalan, pria yang telah dia rindukan berdiri di sana sambil melambaikan tangan.
Indar berlari menerobos hujan, tapi seketika langkahnya melemah, saat ingat dia sudah kehilangan pria itu.
"mas Abimana...."
dia pun terduduk di tengah trotoar sambil menangis, semua orang yang melihatnya merasa acuh, mereka bahkan mengira jika Indar gila.
"lihatlah, sepertinya wanita itu Hila, bagaimana dia bisa menangis di tengah hujan seperti ini," kata seorang pria pada temannya.
pria lain melihatnya, dia kaget melihat wanita yang selalu ada di hatinya, tapi itu tak mungkin karena wanita itu sudah hidup di Jerman dengan bahagia.
pak Bagyo langsung memeluk Indar yang terlihat begitu rapih saat ini.
"kamu kenapa Indar?"
"aku merindukannya ayah, aku merindukannya..."
pria itu mengajak Indar masuk kedalam mobil mewah mereka, dan Indar terus menangis di pelukan sang ayah.
sesampainya di rumah, pak Bagyo mengendong putrinya itu dan membawanya ke kamar.
"Ike dan Joana Yong gantikan pakaian Indar, dan minta dia untuk minum obatnya, biar aku yang akan menjaga Abian,"
__ADS_1
"baik tuan," jawab keduanya.
tapi saat keduanya masuk, mereka tak mendapati Indar di kamar, dan pintu kamar mandi sudah di kunci.
Joana menendang pintu itu hingga rusak, dan Ike berlari untuk merebut pisau di tangan Indar.
"berikan Ike, aku sudah lelah..."
"berhenti omong kosong, kamu ingin mari, terus bagaimana dengan putramu, apa kamu tak memikirkan, jangan egois kamu," marah Ike
"sudah Ike, kita bantu dia bersih-bersih dulu, baru kamu bisa melanjutkan untuk mengomelinya," kata Joana.
"baiklah," jawab wanita itu.
setelah selesai, Indar hanya seperti robot yang hidup tanpa nyawa, tapi saat mendengar suara tawa Abian.
Indar pun langsung berdiri, dia pun berlari mencari sumber suara itu, "Abian!" panggil Indar yang keluar kamar tamu.
balita itu tertawa dan berjalan perlahan sambil tertawa ke arah Indar, "mo.. mo..."
pak Bagyo sedih, dia tak mengira jika Indar akan kembali seperti ini.
Joana meyakinkan pria itu jika semuanya pasti akan berakhir indah, "tunggu dia pasti bisa bahagia dan cerewet seperti dulu,"
"semoga, karena kehilangan Abimana sangat membuatnya seperti orang gila,"
"pasti bisa bahagia," jawab Joana.
Indar pun kembali terlihat tersenyum saat bermain dengan Putranya, ya dia akan kembali seperti orang tertekan saat kelelahan.
di tambah setiap kenangan Abimana yang kembali muncul di pikirannya, maka sudah di pastikan wanita itu akan seperti orang lain.
malam ini Indar tidur dengan memeluk Abian sambil melihat fotonya yang sedang honeymoon bersama Abimana terakhir kali.
__ADS_1
"kamu tau, putra kita persis seperti mu yang baik dan selalu ceria, bahkan dia tak terlihat seperti ku sedikit pun, tapi aku harus bilang apa, bagaimana aku mengatakan jika kita berpisah karena kesalahan yang di perbuat orang lain,maafkan aku ..."
keesokan harinya, semua orang bangun untuk bersiap jalan-jalan ke Disneyland karena hari libur.
tak hanya Abian yang antusias, bahkan Ike juga tak kalah bersemangat, karena datang ke tempat itu adalah impiannya dari kecil.
terlebih dia selalu suka princess, "nanti aku mau bergaya seperti Cinderella ya, semoga ada pangeran yang nempel dan mau dengan wanita seperti ku ya," kata Ike yang tak sabar
"amiin ya, semoga kamu menemukan pangeran yang kamu inginkan itu," jawab Joana dan Indar.
sedang pak Bagyo sedang membeli tiket untuk mereka, karena weekend jadi tempat itu sangat ramai.
baby Abian di gendong oleh indar, karena dia tak ingin jauh-jauh dari putranya itu.
mereka menikmati setiap detik di tempat itu, bahkan Indar terjadi ajak naik semua jenis permainan yang di inginkan oleh Ike.
sedang Joana dan pak Bagyo sedang duduk santai sambil menjaga Abian yang sudah tertidur.
"uh... tadi itu menyenangkan!" teriak Indar dengan senang.
"aduh lutut ku lepas rasanya, jantungku pindah ke kaki, gila itu wahana bikin orang jantungan, gak lagi-lagi deh."
Indar menertawakan Ike, mereka pun berjalan dan ternyata ada parade.
Indar berhenti dan melihat kearah parade itu, dia ingat bagaimana dulu dia mengambil foto dengan Abimana.
mereka mengambil konsep Rapunzel saat foto prewedding dulu.
"mbak Indar kenapa?"
"aku haus, ayo beli minum, baru ke tempat ayah dan Joana," kata Indar menarik tangan gadis itu.
seorang wanita kesal karena kencan pertamanya gagal karena pria yang dia ajak kencan sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
"dasar pria menyebalkan, ku sumpahin biar jadi pria tua sendirian," gerutu wanita itu pergi dari tempat itu.