
mereka bertiga sampai di restoran kesukaan dari Abian, bocah itu sedang tak sabar menantikan pizza miliknya.
sedang Indar melihat wajah Abian putranya yang memang sangat mirip dengan ayahnya.
"Momo kenapa melihatku seperti itu? apa ada yang aneh dengan wajahku?"tanya bocah itu.
"tidak ada sayang, Momo hanya suka saja melihat wajah mu yang tampan," jawab Indar berbohong.
"Momo mu sangat suka melihat mu, karena wajah mu adalah fotokopi dari wajah ayah mu," kata Joshua dengan santai
"pria sialan," geram Indar yang hanya di balas senyuman dari pria itu tak peduli.
"apa momo tak menyukai wajah ku, aku bisa melakukannya operasi jika perlu," kata bocah itu.
Joshua tertawa mendengarnya, "ya Tuhan, kamu masih kecil tapi punya pikiran untuk operasi plastik, "
"karena Momo tak menyukai wajah ku," jawab bocah itu.
"bukan momo tak menyukainya, tapi karena Momo selalu bisa tenang melihat wajah Abian sekarang jadi itu membuat Momo tenang,"
"oh begitu, baiklah aku akan selalu menjaganya kalau begitu dan Momo tak perlu mencari ayah ku lagi," jawab bocah itu.
Joshua kaget dengan ucapan dari putra temannya itu, sedang Indar juga tak menyangka akan mendengarnya.
pizza mereka datang dan benar saja nafsu makan Abian menurun dari ibdar meski selalu makan banyak, tapi tubuh bocah itu tak membesar.
Indar batu makan dua slice, tapi dia tiba-tiba kebelet pipis dan pamitan untuk pergi ke toilet.
__ADS_1
di tempat itu Indar sedang cuci tangan saat tak sengaja seorang gadis datang.
Indar merapikan penampilannya karena dia harus menemui klien lagi, dan itu tak baik jika ada masalah.
"wah bukankah Anda tang menjadi bintang iklan perhiasan Ivy? apa itu benar?" tanya gadis berambut sebahu dengan penampilan mewah terlihat dari semua barang bermerk itu.
"hahaha iya, dan itu sedikit memalukan karena semua Billboard memasangnya sebagai iklan," jawab Indar.
"tidak itu sangat sempurna, oh ya sebentar lagi aku akan bertunangan dan menikah, apa aku bisa meminta bantuan mu untuk menghubungi Ivy jewelry dan memesan desain khusus," kata gadis itu memohon.
"kebetulan aku pemiliknya, dan ini nomor telpon ku jamu bisa membuat janji dulu, kalau begitu aku pamit permisi," kata Indar dengan sopan.
"Indar Subagyo? apa jangan bilang dia putri dari perusahaan Subagyo grup yang terkenal itu," gumam gadis itu tak percaya.
baru juga keluar toilet, Indar menabrak seseorang dan dia langsung pergi setelah minta maaf.
"hei asisten Juan kenapa kamu di depan toilet wanita?" tanya gadis yang memegang kartu nama milik Indar.
"aku ingin memanggil nona dan tuan sudah mengajak pulang karena kami ada pekerjaan lain sebentar lagi," kata pria itu.
"kenapa bos ku itu begitu sibuk, jika setelah menikah dia terus seperti ini, mungkin aku tak akan mau menikah dengannya," kata wanura itu kesal.
"anda tak bisa memilih, memang anda punya pilihan, lebih baik ikuti saja apa yang di perintahkan," kata asisten Juan yang berhasil membuat wanita itu diam.
akhirnya dia membawa wanita itu pergi, tapi mereka kaget melihat apa yang terjadi.
karena Abimana sudah di tampar oleh seorang wanita, dan itu adalah Indar, "hei kenapa kamu menampar calon suamiku!" kata Anastasia.
__ADS_1
Indar hanya bisa meneteskan air mata saja, "apa calon suami, ah benar juga, selamat atas pernikahan kalian, maaf aku menamparnya karena ada sedikit hutang, dan untuk mu dasar menjijikan..." kata Indar yang ingin pergi.
dia menghapus air matanya, tapi saat dia berbalik betapa terkejutnya dia melihat ada Abian yang berdiri di sana.
"Momo menangis, siapa yang jahat Momo?" tanya bocah itu, yang wajahnya langsung di sembunyikan oleh Indar.
"Joshua kenapa kamu membiarkan putraku sendirian!" marah Indar.
Joshua Langsung bergegas menghampiri tapi dia kaget melihat siapa pria di belakang Indar,
"sialan, pria brengsek ini," kata Joshua melepaskan jasnya dan menutup wajah Abian.
"Indar tunggu sebentar, aku ingin bicara dengan mu," kata Abimana menahan tangan wanita itu.
"tidak perlu, kisah kita sudah berakhir, kau itu sama saja dengan yang lainnya, dan jangan pernah mengganggu ku," kata wanita itu yang menghempas tangan Abimana.
Indar tak mengira jika Abimana yang dia pikir mencintainya, ternyata penjaja cinta sekarang.
mobil yang di kemudikan oleh Joshua membelah jalanan kota California.
mereka sampai di rumah, Abian terus bersama dengan Indar, dan sepertinya mereka harus segera pergi dari negara itu.
"ayah lebih baik kita pulang ke Indonesia, aku bertemu dengan Abimana, aku takut dia merebut putraku dan aku tak mau itu terjadi," kata Indar.
"tidak Indar, kita sudah terlalu lama lari, sekarang kamu kuat dan punya perusahaan yang juga bagus dan baik," kata pak Bagyo.
"ayah hebat Indar, sekarang kamu sudah sembuh dan normal jadi tak perlu lagi kita pergi seperti orang ketakutan," kata Joshua meyakinkan temannya itu.
__ADS_1