Hubungan Rahasia

Hubungan Rahasia
pemakaman


__ADS_3

"apa anda yang bertanggung jawab atas pasien bernama Indar?" tanya dokter.


"iya dokter, saya asistennya, apa ada yang bahaya dokter?" tanya ike yang sangat khawatir


"tidak nona, beruntung nona Indar bisa melewati semuanya dengan baik, tapi lain kali tolong jangan biarkan dia sendiri, terlebih dia memiliki kecenderungan untuk melukai dirinya sendiri," kata dokter.


"iya dokter terima kasih,apa saya boleh melihatnya?" tanya ike pada dokter itu.


"silahkan, dia juga sudah boleh pulang karena lukanya juga tak terlalu dalam, tapi yang perlu di waspadai adalah tekanan di kesehatan mental dari pasien," kata dokter mengingatkan.


"baik dokter terima kasih," jawab Ike mengangguk.


pak Ari boleh minta tolong jaga mbak Indar sebentar, aku harus ke tempat pria tadi.


tentu kamu tau kan pak," kata Ike.


"baik mbak, aku akan menjaga mbak Indar disini," jawab pria setengah baya itu


Ike kembali ke tempat tadi Abimana dan juga Febry berada, ternyata mereka sudah pindah ke ruang jenazah.


sedang Febry di bawa ke UGD karena tak sadarkan diri, dokter melakukan otopsi pada bayi itu dan mengetahui jika bayi itu telah mengonsumsi begitu banyak obat tidur hingga overdosis.


awalnya tadi dokter tak mengetahui bahwa bayi itu overdosis karena febry yang begitu kekeh jika putranya tadi baik-baik saja.


tim dokter keluar dari ruang jenazah, dan menghampiri Abimana, "ada apa ini? bagaimana bayi itu mati?" tanya ike yang menghampiri mereka semua.


"dia saudara saya dokter," jawab Abimana yang melihat tatapan dokter yang curiga.


"iya,saya adik ipar dari pria ini," kata Ike menunjuk ke arah Abimana.


"baiklah, tuan saya ingin memberitahu jika putra anda meninggal dunia karena overdosis obat tidur, entah berapa banyak bayi itu meminumnya," jawab tim dokter.


mendengar itu Abimana kaget, dari jauh bibik yang selama ini merawat Abyyas datang.


"tuan bagaimana keadaan den Aby?" tanya wanita itu menangis sesenggukan.


"bibik apa yang terjadi, bagaimana bisa putra ku mati karena minum obat tidur hingga overdosis?" tanya Abimana marah.

__ADS_1


"saya tak tau tuan, tadi setelah kalian pulang dari taman, den Aby terus menangis dan mbak Febry juga, saya tak tau tapi setelah beberapa saat den Aby diam tapi kemudian Mbak Febry keluar dengan tubuh den Aby yang sudah lemas," jawab bibik itu.


"apa dia gila, Abyyas itu anaknya bagaimana dia bisa melakukannya," kaget Ike.


Febry pun yang sadar dan berlari ke ara kamar jenazah kaget mendengar ucapan semua orang.


"tidak ... aku tidak membunuhnya... aku memberikannya hanya agar dia diam, dia terus menangis dan membuatku pusing terlebih wanita jahanam itu kembali dan merusak mimpiku!!" teriak Febry yang berteriak sambil menangis sambil tertawa bergantian.


"wah otaknya geser nih orang, kamu bilang wanura jahanam, dari mana sisi kejamny, suaminya kau rebut dan kau tidur dengannya, dia harus menghadapi depresi dan lukanya selama dua tahun, dan melihat kalian berdua yang seakan tanpa dosa membuatnya ingin mengakhiri hidupnya, bukan cuma sekali,tapi sudah puluhan kali dia mencoba membunuh dirinya sendiri!!" bentak Ike yang marah.


Abimana dan semua orang kaget, dia tak mengira jika kondisi Indar sangat buruk, "tunggu apa dia kira aku bahagia tadi,"


"menurut mu, kalian tertawa haha hihi di depan kami, bahkan dia harus stress dengan semuanya, dan asal kamu tau jika dia sudah tau siapa yang menjebak kalian, dia itu adalah-"


"Ike berhenti!! jangan lancang sekarang ayo kita pulang, aku tak ingin ada di sini, aku benci bau rumah sakit," panggil Indar.


"tapi Mbak, dia harus tau siapa yang menjebaknya," kata Ike yang kesal.


"tidak oke, itu percuma, karena dia tak akan bisa melawan pria itu, meski dia mau," kata Indar melihat Abimana dengan tatapan remeh


"apa maksudmu dengan aku tak mampu,"


Abimana kaget, berati selama ini semua itu ulah Mike, dan ucapan Indar benar dia tak bisa melawan Mike jika seperti ini.


dia harus mencari cara untuk dia membalas pria itu, sedang Febry sudah di suntik obat penenang.


"dokter tolong bersihkan jenazah putra saya, dan saya akan memakamkannya malam ini juga," kata Abimana.


bibik pengasuh baby Abyyas juga menyaksikan pemakaman itu, yang hanya di hadiri dua orang saja.


karena Abimana tak ingin semua orang tau dan sekarang tugasnya membuat Febry masuk kedalam rumah sakit jiwa.


terlebih wanita itu sudah melakukan hal yang sangat tak manusiawi. di dalam rumah Indar sudah tidur setelah minum obat.


Ike tidur si sebelah wanita itu untuk memastikan jika bosnya itu tak kabur lagi.


baru juga Ike mau menutup mata, sebuah panggilan video masuk, terlihat di layar adalah pak Bagyo.

__ADS_1


"halo bos sepuh, ada apa? saya baru mau tidur," kata Ike dengan suara yang begitu lelah.


"kamu kenapa kok baru mau tidur?" tanya pria itu heran


"ayolah tuan, jangan pura-pura lupa bagaimana putrimu ini,"kata Ike yang sudah tak bisa menahan kantuknya.


"baiklah, bilang padanya besok, jika dia yang tersayang sudah sehat dan sudah bisa berjalan," kata pria itu dengan senang.


"wah benarkah, yah... padahal aku ingin lihat, baiklah besok aku akan mengatakannya dan selamat malam bos sepuh," kata Ike yang langsung mati.


"dasar kedua wanita ini sama saja," kesal pak Bagyo


Ike dan indar benar-benar tidur hingga siang, beruntung dering ponsel ike membangunkan Keduanya.


"iya halo ada apa?"


"Bu kita ada rapat jam sepuluh, dan sekarang kalian belum datang ke kantor," kata asisten yang ada di perusahaan garmen.


"memang ini Jan berapa sih, sialan ham setengah sepuluh, bisa minta undur setengah jam," panik Ike


"baik Bu," jawab wanita itu


"mbak Indar bos aduh bangun cepat mandi kita harus rapat jam sepuluh, jangan tidur Mulu .."


"ya elah masih jam tujuh," jawab Indar yang masih menikmati Kadir empuknya.


"jam tujuh gimana, ini setengah sepuluh, ayo bangun mandi!!" teriak Ike yang langsung membuat Indar lari ke kamar mandi


sedang Ike memilih mandi di kamar sebelah, mereka berdua lari turun dan mengambil sarapan yang akan di makan di mobil


Pak Ari hari ini menjadi supir karena keduanya yang sepertinya sangat panik, jam sepuluh lebih sepuluh menit mereka sampai di perusahaan.


beruntung saat mereka baru turun tak lama rombongan dari investor datang dan Keduanya langsung menyambut dengan ramah.


"selamat datang di Subagyo garment, perkenalkan saya CEO di perusahan ini," kata Indar dengan sangat tenang.


"salam kenal ya nona, dan kami minta maaf sedikit telat karena tadi ada mobil yang cukup menyebalkan di jalan," kata pria itu.

__ADS_1


Indar dan Ike hanya tersenyum, pasalnya tadi pak Ari sedikit membuat masalah memang di jalan.


__ADS_2