
Abimana pun hanya bisa memeluk wanita yang dia cintai itu, "kamu ibu yang kuat Indar, buktinya kamu bisa membesarkan dia sampai seperti ini," bisik pria itu.
Indar pun mulai tenang di pelukan Abimana, dia tak mengerti lagi jika Abimana tak di sini bagaimana bisa putranya bisa mendapatkan donor darah.
"Indar, kamu di sini dulu ya, biar aku pulang untuk membawakan kamu dan Abian baju ganti, biarkan asisten ku Juan menemanimu, dan jika ada apa-apa kamu bisa menghubungiku," kata Abimana.
"iya mas Abi, terima kasih sudah mau aku repotkan," kata Indar dengan sesenggukan.
"hei kamu bilang apa, aku tak keberatan dengan Semuanya, toh aku mencintaimu jadi ingat itu baik-baik dan jangan pernah malu untuk memanggilku," terang Abimana.
asisten Juan menemani wanita itu sesuai perintah, sedang Abimana akan pulang dan menunjukkan surat itu.
jadi dia tak akan di paksa menikah lagi, toh anak sahnya juga sudah ada di sini.
sesampainya di rumah mewah itu, Abimana mengambil baju lama Indar dan bajunya, tak lupa dia akan membelikan baju baru untuk putranya Abian.
"Abimana kamu mau kemana? malam ini kamu harus bertunangan dengan Anastasia," panggil pak Hutomo.
"maaf kakek aku tak bisa, jika kakek mau bisa bertunangan sendiri dengan gadis pilihan mu itu, terlebih lagi aku ingin bersama wanita yang aku cintai dan putra ku," jawab Abimana tegas.
__ADS_1
"apa? bagaimana bisa, kamu jangan macam-macam Abimana!! jangan membuat malu!!"
"maaf tapi itu buktinya, kami berpisah saat Indar hamil dua bulan, jadi ini sudah pasti, bukan cuma karangan kakek!!" jawab pria itu memberikan bukti tes DNA.
pria itu sudah pergi kemana dia inginkan, tak peduli dengan kakeknya itu mau marah atau tidak.
sesampainya di rumah sakit, terlihat Juan nampak tegang, "ada apa?"
"putra Miss Indar sudah sadar, dan kondisinya sudah membaik," jawab asisten Juan.
mendengar itu, Abimana masuk kedalam ruangan itu dan melihat sosok bocah yang sedang di suapi oleh Indar.
"dia itu popsy," jawab Indar jujur.
"bukankah dia pria di restoran itu Momo? kenapa bisa jadi popsy ku?"
"karena kesalahan ku, hingga Momo harus pergi meninggalkan popsy, tapi sekarang aku ingin minta maaf pada mu Abian, seharusnya popsy lebih awal membujuk Momo," kata Abimana.
"jadi sekarang aku punya popsy seperti teman-teman ku yang lain, aku bukan anak haram Momo?" tanya bocah itu keceplosan.
__ADS_1
"tidak Abian, kamu adalah anak sah dan anak yang begitu kami rindukan," kata Abimana mengusap kepala bocah itu.
"yey... Abian punya popsy,"
setelah makan, Indar berganti baju dengan pakaian yang di bawakan Abimana, yang ternyata itu baju lama mereka.
bahkan dia ingat jika baju itu couple dengan baju yang saat ini di kenakan oleh Abimana.
keduanya pun menemani Abian di rumah sakit, asisten Juan di minta pulang.
Indar juga baru dapat pesan jika pak Bagyo dan Ike tak bisa pulang karena jalanan di tutup karena salju.
akhirnya di malam turun salju pertama kali mereka bersama dan menjadi keluarga yang lengkap.
mereka pun berdoa bersama-sama, setelah itu saling berpelukkan dengan erat.
beruntung luka bocah itu tak terlalu parah, dan jika penyembuhan berjalan baik, mungkin lima hari kedepan Abian sudah di perbolehkan pulang.
Indar duduk bersama dengan Abimana, "terima kasih ya mas, sekarang aku punya sandaran saat bersama mu,"
__ADS_1