Hubungan Rahasia

Hubungan Rahasia
bertemu Ike


__ADS_3

keesokan harinya, Indar sudah berangkat ke pabrik produksi terlebih dahulu untuk mengecek semua bahan yang akan di kirim ke perusahaan Joshua.


sedang Ike pagi ini malah sedang antri nasi kuning di tempat langganan dari Indar dan Abimana dulu.


"aduh aku ini asisten bos besar, malah terjebak di sini," kata wanita itu kesal.


tapi ini semua demi Indar yang ingin makan sarapan kesukaannya saat masih di kota ini.


tanpa di duga saat sedang mengantri, dia malah harus bertemu dengan pria yang ingin sekali dia hindari.


Abimana berdiri di samping Ike, "Bu, tolong nasi kuning bungkus dua ya, yang satu lengkap, yang satu tidak usah sambel goreng tempe dan kalau boleh lauknya empal dua dan sambalnya di pisah dan kasih banyak, oh ya mihun goreng sedikit saja," kata Ike.


Abimana yang dari tadi fokus dengan ponselnya, akhirnya menoleh, dan dia melihat Ike, "kamu membelikan untuk Indar?"


Ike kaget mendengar suara bariton pria itu, saat dia menoleh ke asal sumber suara itu dia pun hanya bisa menelan ludahnya sendiri.


"tidak, aku beli untuk diriku, ibu tolong cepat," kata Ike panik.


"ibu di nasi gadis ini tambah telur kecap tiga, dan saya bungkus nasi kuning lengkap tanpa sambal," kata Abimana.


"iya mas Abi," jawab ibu penjual.


Ike ingin sekali segera lari dari tempat itu, tapi Abimana sepertinya tak akan membiarkannya begitu saja.


Ike menaruh uang seratus ribu dan bergegas untuk lari,sedang Abimana menaruh uang lima puluh ribu dan segera mengejar Ike.


dia berhasil menangkap lengan gadis itu, "jangan berulah Ike, kamu adalah satu-satunya pegawai yang ikut hilang saat Indar pergi,apa kamu datang bersamanya,jawab!!"


"dasar pria gila, kamu melantur ya, lepaskan atau aku akan berteriak dan meminta tolong," ancam gadis itu.


"lakukan, dan aku akan mencium mu di depan semua orang sekarang," ancam Abimana balik.


mendengar ancaman itu, nyali dari Ike tiba-tiba menciut, "aku pulang sendiri,mbak Indar tak ada bersamaku, dia sedang berobat untuk menyembuhkan dirinya, lagi pula kenapa kamu masih peduli, bukannya kalian sudah berpisah,"


"ya kamu benar," jawab Abimana yang melepaskan cengkeraman tangannya, dan pria itu langsung nampak murung.


pria itu pergi begitu saja, dan yang membuat Ike merasa kasihan adalah pria itu sekarang nampak begitu tak terawat.


"mbak, apa aku harus jujur padanya, kalian sama-sama menyiksa diri kalian seperti ini," kata Ike yang merasa kasihan.


dia bahkan selalu ingat bagaimana dulu Indar setiap malam berteriak memanggil nama Abimana.

__ADS_1


bahkan dokter juga tak bisa memberikan obat pada Indar karena kondisinya.


tapi perlahan Indar mulai tenang saat mulai bisa mengendalikan emosi dan pikirannya meski harus dengan melukai dirinya.


"hanya karena dendam, kalian memilih jalan ini," gumam Ike lagi.


ya Indar sudah mengetahui semuanya saat bersama dengan Mike malam itu.


ternyata selama ini dia baru tau jika pria yang dia anggap baik sudah berbuat sejauh ini.


"nona sedang memikirkan apa?" tanya kepala pabrik.


"tidak pak, maaf saya hanya sedang tak fokus, kalau begitu lanjutkan produksi dan saya akan ke kantor," kata Indar.


dia pun memijat kepalanya pusing, pasalnya dia tak bisa ceroboh karena Mike bukan pria yang akan mudah di hadapi.


dia sedang mengambil air minum, saat tak sengaja sebuah pesan masuk kedalam ponselnya tentang laporan.


dia butuh laptop untuk melihat laporan itu, karena tak ingin menganggu Mike yang tidur, dia pun meminjam benda itu tanpa bilang.


tapi setelah selesai mengunakan laptop milik Mike, dia melihat sebuah folder dengan namanya.


matanya membulat tak percaya, setiap bukti video, potongan percakapan hingga perintah semuanya lengkap.


"apa ini, apa ini semua adalah tindakannya, tapi kenapa dia menyimpan semua bukti," kata Indar.


tapi jika ini hanya iseng sepertinya tidak mungkin, dia pun buru-buru by mengkopi dan memindahkan semuanya ke dalam flashdisk miliknya.


sebuah pesan baru dari email masuk, "berikan uang ku sesuai yang kamu janjikan, atau semua bukti tentang rencana kita dulu, aku akan sebarkan, maaf bos karena aku sedang butuh uang,"


Indar tak percaya dan segera memutuskan pergi malam itu, dia tak mengira jika semua ini ulah Mike.


tapi dia tak boleh gegabah, terlebih pria itu juga bukan orang sembarangan.


Ike langsung masuk kedalam ruangan dan mengejutkan Indar yang sedang melamun.


"maaf Bu bos, ku kira di pabrik, ternyata di ruangan, dan aku dapat nasi kuning pesanan anda, dan ya Tuhan aku harus antri cukup lama," kata Ike dengan wajah lelah.


"biar pernah dong, kapan lagi kamu bisa membeli nasi kuning seperti ini, karena selama kita di Jerman kan tak pernah bisa makan nasi kuning," jawab Indar.


saat dia melihat semua lauk yang di beli oleh Ike, semuanya benar dan dia langsung mulai makan bersama Ike.

__ADS_1


sedang Abimana berada di ruangannya bersama Kelvin yang membacakan jadwalnya.


sebenarnya perasaannya sedang tak baik, tapi dia tetap harus bekerja, karena dia tak boleh bermalas-malasan.


terlebih dia sedang bersiap untuk mengundurkan diri dan fokus untuk mengembangkan usahanya.


"kenapa anda masih sempat sarapan, padahal tiga puluh menit lagi, kita akan rapat," kata Kelvin


"kalau begitu siapkan saja, aku akan datang ke ruang rapat tepat waktu, memang salah orang sarapan," jawab Abimana.


Kelvin pun tak bisa bicara lagi, meski di minta untuk mengawasi pria itu, tapi dia tetap asisten Abimana dan tak bisa mengatur pria itu.


terlebih Abimana bukan pria yang mudah di kendalikan, beberapa kali dia terkena bentakan keras karena berani mengatur pria itu.


"kenapa masih disana, kamu mau ikut sarapan juga?" tegur Abimana


"tidak pak, kalau begitu saya permisi," jawab Kelvin.


Abimana sebenarnya sudah lelah harus terus menjadi pekerja seperti ini.


terlebih dia merasa mendapatkan jabatan tinggi tapi geraknya di batasi, terlebih Kelvin yang sering sekali mengatur dirinya.


setelah sarapan, Abimana membawa semua dokumen untuk rapat.


dan saat masuk kedalam ruangan rapat, berapa terkejutnya dia melihat pria yang dulu pernah menemuinya.


"selamat datang tuan Ferdi, maaf apa anda menunggu lama, silahkan duduk," kata Abimana mempersilahkan dengan sopan.


"terima kasih tuan Abimana Aryasatya, saya datang untuk menjadi lawyer yang akan membela perusahaan ini untuk kasus perkebunan sawit yang terkena masalah karena kebakaran hutan," kata pria itu.


"ya terima kasih pak, baiklah kita mulai saja," jawab Abimana.


pria itu tak mengira jika Abimana sudah berkembang secepat ini, karena pria itu selama ini terus menolak menerima semua harta yang seharusnya jadi miliknya.


ya yang sebenarnya adalah Abimana juga seorang pewaris dari kerajaan bisnis, hanya saja dia menolak menerima warisan kakeknya, karena dia harus meninggalkan Indar dan menikahi wanita pilihan sang kakek.


rapat berjalan tiga jam karena begitu banyak hal yang harus di bahas, setelah selesai mereka pun pamit.


"jika ada waktu, kita bisa minum kopi bersama, jika anda mau bisa menghubungi ku," kata pengacara Ferdi.


"baik pak." jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2