Hutan Angker

Hutan Angker
Episode 23


__ADS_3

“Yuk masuk.“ Mereka mencoba melintasi pintu kuat dan misterius tersebut untuk menginjak kan kaki pada ruangan yang berbeda dan semakin membuat bulu kuduk berdiri bertambah tebal saja rasanya.


“Wah pintunya lagi ada di sana.“ Setelah dilewati pintu tersebut, Nampak ada bentukan pitu lain yang berbeda buatannya dan Nampak lebih kecil dari gerbang utama tadi. Jaraknya lumayan jauh, terhalang oleh satu ruang yang sedikit kumuh serta perabotannya sudah tak terurus.


“Kita ke sana, kali saja itu jalan belakang yang akhirnya akan membawa kita keluar dari kabut pekat ini,“ ujar Aqi berharap.


“Ih ada manusia serigala.“ Nampak pada suatu sudut di dekat suatu kayu aneh, sosok mengerikan yang selama ini ditakuti mereka, kini ada dalam satu ruangan tersebut. Entah darimana masuknya, atau memang sudah lama tinggal disitu. Yang jelas tempat yang demikian kumuh sangat tepat untuk tinggal para mahluk demikian.


“Iya serem.“ itu yang dirasakan mereka kini.


“ini lari nggak nih?“

__ADS_1


“Ingat Qi, kita cuekin saja dia, soalnya selama ini mereka tak mengganggu kita kan? asal dia tak diganggu,“ jelas Lalan.


“Dicoba ya kita acuhkan dia ya…“ Aqi menurut saja apa yang dikatakan Lalan.


Mereka melintas saja dengan tanpa memperdulikan apa yang sudah ada disitu.


“Nah kan dia hanya menatap saja,“ ujar mereka senang. Usaha kali ini berhasil.


“We we,“ ujar Lalan sembari menggerakkan dua tangan di dekat bibir, sejajar. Itu kala meyakini kalau langkah mereka jelas-jelas tak diapa-apakan oleh si manusia misterius itu.


“Ngeledek dia.“

__ADS_1


“Ih tak takut kah?“


“Tak…“


Mereka santai saja dengan terus lewat. Didiamkan sesaat, taka da gerakan apapun dari si mahluk. Hanya tatapannya demikian tajam menatap mereka.


“Kan dia ngejar kita…. “ Aqi mulai panik. Saat mahluk itu terus menatapnya dan mulai menggerakkan langkah kaki kuatnya itu untuk menjangkau keberadaan mereka.


“Wah gawat Qi…”Lalan juga mulai panik. Tak sempat dia menghindar. Dia ada di belakang Aqi atau tempatnya lebih dekat dengan si mahluk. Membuat dia akan segera berada dalam jangkauan tangan si mahluk. Benar saja berikutnya tangan kuat tersebut menangkap tubuh si Lalan. Untung berhasil menghindar dan posisi condong si mahluk membuat tangannya bisa meraih kak si Lalan.


“Aduh Aqi, dia mencakar gue aduh membawa gue ke tempatnya. Aqi bantuin Aqi,“ Si Lalan teriak-teriak antara minta tolong sama ketakutan.

__ADS_1


“Waduh gawat ini,“ Aqi ikut panik.


Berikutnya Aqi mecoba menarik tangan si Lalan agar terlepas dari cengkeraman si Angkara murka itu, dan berikutnya berusaha menjangkau jalan terdekat untuk lewat pintu dan lolos dari sergapan yang membuat si manusia serigala semakin marah serta cengkeraman pada kaki si Lalan tak demikian saja lepas, hingga kuku-kuku tak terawat itu mencakar paha kanan si Lalan. anehnya guratannya cuma dua yang biasanya kalau t rex atau binatang ganas lain sebanyak tiga guratan, ini cuma dua. Meskipun begitu sempat membuat si Lalan meringis-ringis antara perih dan ngilu. Namun lumayan, tarikan kuat si Aqi mampu membuatnya terbebas dari tarikan lawan akibat daya hentak dari si Lalan itu sendiri yang condong mengarah pada langkah si Aqi itu. Hingga mereka semakin mendekati pintu lain yang tentunya membawa mereka pada ruangan lain atau justru ke belakang rumah loji tersebut.


__ADS_2